Buku Keberuntungan

Buku Keberuntungan
Eps. 72 Hadiah Pengganti


__ADS_3

Tang Su menutup tempat untuk pengobatannya dan mempersiapkan perjalanan menuju ke istana Changle.


Sehari sebelumnya dia sudah memutuskan untuk menyewa sebuah kereta kuda karena lokasinya yang sangat jauh.


“tap... tap... tap”Tang Su berjalan keluar dari penginapan dan melihat kereta kuda sudah menunggu di depan.


“Ayo kita segera berangkat nona.” ucap kusir kuda menatap Tang Su.


“Baik kita berangkat sekarang.”balas Tang Su singkat dan segera naik kereta kuda.


“clop... clop... clop...” kereta kuda meluncur menuju ke istana Changle.


Sepanjang perjalanan Tang Su kembali membuka buku tentang meracik obat yang di bawanya dan sesekali melihat keluar.


Setelah menempuh empat jam perjalanan akhirnya dia tiba di istana Changle. Tang Su turun dan masuk ke istana Changle.


“Nona ini siapa dan apa tujuan nona kemari ?”tanya seorang pengawal kerajaan di depan pintu masuk istana menghentikan Tang Su.


“Aku tabib Tang dari kota Liang tuan, dan kedatanganku kemarin ingin mengikuti sayembara.”jawab Tang Su menjelaskan identitas dan maksud kedatangannya.


Pengawal kerajaan memeriksa Tang Su terlebih dulu dan mengizinkannya masuk setelah memeriksa identitas yang disampaikannya memang benar.


“Silahkan tabib Tang ikuti aku.” ucap pengawal istana lain mengantarkan Tang Su masuk ke istana ke tempat berlangsungnya sayembara diadakan.


Tang Su melihat sepintas ke sekitar, istana Changle tidak kalah megah dengan istana Wanzhou dan menyebalkan istana itu sama kuat dan tersohornya dengan istana Wanzhou.


“Silahkan tunggu di sini nona.”ucap pengawal istana tadi saat tiba di lokasi.


“Terima kasih.”jawab Tang Su singkat. Ia pun segera mendaftarkan diri sebagai peserta sayembara kemudian duduk kembali menunggu antrian.


Di sana hanya sedikit saja tabib yang mengikuti sayembara dan mayoritas dari mereka seorang laki-laki.


“Kenapa peserta sayembara di sini hanya sedikit saja tidak seperti di istana Wanzhou kemarin ?”batin Tang Su melihat banyak kursi peserta yang kosong.


“Tabib Liu silakan masuk.”panggil panitia sayembara. Seorang lelaki berambut panjang berwarna putih dan mengenakan topi masuk ke sebuah ruangan.


Lima belas menit kemudian tabib Liu keluar dengan raut muka sedih. Panitia memanggil beberapa nama peserta lain, namun mereka semua keluar dengan wajah sedih.

__ADS_1


“Tabib Tang !”ucap panitia memanggil nama Tang Su. Ia pun segera berdiri dan masuk ke sebuah ruangan.


Di dalam ruangan dia melihat seorang lelaki terbaring di tempat tidur.


“Bukankah lelaki ini tempo hari pernah menabrak ku dan mengganti beberapa buku ku ? Jadi dia adalah Pangeran mahkota ?!”batin Tang Su terkejut melihat sosok yang tidak asing baginya.


Tang Su memeriksa denyut nadinya dan ternyata stabil. Ia pun mulai mengeluarkan jarum peraknya. Ia menusuk di bagian dada dan tiga menit kemudian mencabutnya.


“Saat aku bertemu dengannya fisiknya sangat kuat sekali, tapi kenapa dia bisa tidak sadarkan diri seperti ini.”batin Tang Su merasa aneh saja karena semua kondisi tubuhnya bagus.


“Masih belum ada reaksi.”batin Tang Su. Ia pun kembali menusukkan jarum perak ke area tangan dan mencabutnya setelah tiga menit. Karena masih belum ada reaksi juga ia pun mencoba menusukkan kembali jarum peraknya di area leher dan juga kaki.


Tang Su mencabut semua jarum peraknya setelah tiga menit dan menunggu reaksi.


“srak...”Paheran mahkota menggerakkan jemarinya, dan membuka mata setelahnya.


“Dimana aku ?!”ucap Xiao Jinyu bangun setelah sadar dan melihat dirinya kembali dunia lain dalam tubuh Pangeran Shen Qiu.


Ia terkejut dan melihat ke sekitar. Ada seorang wanita bercadar berada di dekatnya.


“Apa yang terjadi padaku ? Dan nona ini ?”ucap Xiao Jinyu Kesatria sadar.


Pengawal lain yang menunggu di ruangan terlihat senang melihat Pangeran mahkota bangun dari tidur panjangnya.


“Salam Pangeran mahkota, anda sudah terbang dari tidur panjang.”ucap pengawal itu. Ia pun segera keluar ruangan dan menemui Kaisar Chun Jun untuk menyampaikan kabar bagus.


“Kau yakin Pangeran mahkota kali ini benar-benar bangun ?”ucap Kaisar Chun Jun tak percaya berapa yang dikatakan oleh pengawalnya barusan. Ia pun segera menuju ke ruangan tempat sang pangeran berada untuk memastikannya secara langsung.


“Putra ku... kau benar-benar sudah kembali sekarang. Ayah merasa senang sekali.”ucap Kaisar Chun Jun tersenyum lebar.


“Ayah apa yang terjadi padaku ?”tanya Xiao Jinyu pada sang kaisar.


Kaisar Chun Jun lalu menjelaskan apa yang terjadi padanya dan sudah berapa lama dia tidur panjang.


Kaisar Chun Jun kemudian beralih menatap Tang Su yang masih duduk di samping tempat tidur.


“Terima kasih tabib Tang. Sesuai dengan janji yang ku buat karena kau berhasil menyembuhkan putraku, maka aku akan menjadikanmu sebagai menantu kerajaan ini.”ucap Kaisar Chun Jun panjang lebar.

__ADS_1


Pangeran Sjen Qiu ketika terkejut dengan keputusan yang Kaisar berikan secara mendadak tanpa persetujuannya terlebih dulu.


“Apa... ?!”ucap Xiao Jinyu dan Tang Su bersamaan.


Tang Su merasa belum siap menerima hadiah dari sang kaisar.


“Mohon maaf sebelumnya Kaisar, bukan maksud ku untuk menolak hadiah ini. Tapi aku menyembuhkan Pangeran mahkota dengan ikhlas dan tidak mengharapkan apapun.”balas Tang Su sambil memberi hormat.


Hal yang sama terjadi pada Xioa Jinyu. Ia malah tidak tahu sama sekali siapa tabib yang menyelamatkannya dirinya di balik cadar itu. Dia pun menggeser duduknya mendekat pada Kaisar.


“Ayah... aku belum ingin menikah dengan siapapun. Tolong jangan paksa aku seperti ini.”bisiknya lirih.


Kaisar Chun Jun berpikir untuk sesaat dan berusaha mencari solusi yang terbaik untuk hal ini.


“Aku tidak bisa memaksa jika begitu. Lalu sebagai gantinya apa yang harus ku berikan pada tabib ini ?”batin Kaisar Chun Jun.


“Tabib Tang jika kau tidak ingin menerima hadiah ku sebelumnya maka aku akan menggantinya dengan yang lain.


Tang Su hanya diam saja dan tidak menjawab. Ia sama sekali tak ada gambaran hadiah apa sebagai gantinya, selain itu ia juga tidak mengharapkan membawa pulang hadiah.


Kaisar Chun Jun menatap pengawal yang ada di ruangan.


“Pengawal kesini sebentar !”panggil kaisar Chun Jun.


Pengawal tadi mendekat dan Kaisar berbisik lirih padanya. Setelah itu mau tadi segera keluar dari ruangan dan mengambilkan apa yang barusan diperintah oleh kaisar.


Pengawal tadi kembali masuk ke ruangan dengan membawa tiga peti berisi emas di tambah dengan token dari kaisar.


“Tabib Tang terimalah hadiah kecil ku ini. Token penghargaan sebagai tabib mumpuni dari ku dan hadiah lainnya.”ucap Kaisar Chun Jun menyerahkan maupun penghargaan peserta tiga peti emas pada Tang Su.


Tang Su berusaha namun kaisar terus mendesaknya hingga dia mau menerimanya.


Setelah selesai mengobati, Tang Su bermaksud untuk segera kembali ke penginapan, namun kaisar menahan kepulangannya.


“Tolong singgah dulu sebentar di istana kami.”ucap Kaisar Chun Jun pada Tang Su saat gadis itu akan naik ke kereta.


Tang Su tidak tahu ada apa, namun dia mengurungkan niatnya untuk segera pulang dan kembali ke istana untuk menghormati Kaisar Chun Jun.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2