
Dalam hitungan menit Tang Su membuka mata setelah jarum perak itu tercabut dari tangannya. Dia pun membuka mata dan seketika terkejut saat melihat Xiao Jinyu ada di dunia buku bersamanya.
“Hah... kenapa kau ada di sini ?”ucap Tang Su merasa heran dengan kehadiran nya yang mendadak.
Dalam keadaan setengah sadar ia pun melihat ke sekitar.
“Ini seperti kamarku sendiri. Kenapa aku bisa kembali ke sini ? bukankah tadi aku tertidur di penginapan Yuelai ?”batin Tang Su bingung pada apa yang saat ini sedang terjadi.
Xia Jinyu masih memegang jarum perak milik Tang Su dan menaruhnya kembali ke meja.
“Untunglah kau sadar. Ku kau pingsan. Sepertinya aku terlalu berlebihan.”ucap Xiao Jinyu menatap Tang Su yang masih menatapnya dalam kebingungan.
“Kenapa kau menarik ku paksa kembali ke sini ?”ucap Tang Su merasa kesel karena belum ingin kembali ke dunia nyata.
Xiao Jinyu tampak tidak mengerti pada apa yang gadis itu ucapkan.
“Apa maksudmu aku hanya membangunkan mu saja ? Apa ini yang kau maksud ?”jawabnya mengambil kembali jarum perak dan menunjukannya pada Tang Su.
Tang Su semakin bertambah kesal saat melihat jarum peraknya ada di tangan Xiao Jinyu.
“Jadi benar karena dirimu menarik jarum perak dari tangan ku sehingga membuatku kembali sendiri ke sini ?”batin Tang Su menatap jarum perak itu dengan melongo.
Ia pun segera mengambil jarum perak dari tangan Xiao Jinyu dan menyimpannya.
“Kau ini kenapa tiba-tiba marah tanpa sebab seperti itu padaku ?”ucap Xiao Jinyu saat melihat raut muka Tang Su yang berubah menjadi sedikit sinis padanya.
Tang Su tidak menjawab dan penggeser tempat duduknya menjauh dari Xiao Jinyu.
“Kau ini mengganggu tidurku dan mimpi indah ku saja.”jawab Tang Su meluapkan kekesalannya.
Untuk sesaat Xiao Jinyu diam karena merasa bersalah sudah membangunkannya.
“Jadi jika kau masih ingin tidur maka aku akan pergi. Besok saja kita lanjutkan program diet mu.”ucap Xiao Jinyu singkat.
Ia pun lalu berdiri dan berjalan menuju ke pintu meninggalkan Tang Su karena gadis itu masih bangun siang.
Tang Su menatap ke arah pintu dan melihat punggung Xiao Jinyu.
“Aku harusnya marah karena dia yang pergi ?”batin Tang Su.
__ADS_1
Ia pun kemudian berdiri dan mengejar Xiao Jinyu.
“Hey tunggu... ! Kau bilang mau menemaniku menjalani program diet kenapa kau pergi ?”ucap Tang Su saat berada tepat di belakang Xiao Jinyu dan menarik baju bagian belakangnya.
Xiao Jinyu berhenti dan berbalik. Ia diam dan menatap Tang Su.
“Aku benar-benar tak mengerti jalan pikirannya. Tadi dia bilang aku mengganggu tidurnya. Sekarang aku tidak boleh pergi. Sungguh merepotkan sekali.”batin Xiao Jinyu sambil berkacak pinggang.
“Ya baiklah jika begitu kau mulai saja sekarang program dietnya.”jawab Xiao Jinyu tersenyum kecil.
Ia pun masuk kembali ke kamar Tang Su dan duduk di lantai. Sementara Tang Su segera berbaring di atas lantai dan melakukan sit up.
“Satu... dua... tiga...”Xiao Jinyu mulai menghitung.
Entah kenapa Tang Su merasa tubuhnya lebih ringan dari sebelumnya dan memudahkannya melakukan sit up lebih banyak dari sebelumnya.
“Tiga puluh... tiga puluh satu...”Xiao Jinyu terus menghitung dan gadis itu berhenti tepat di hitungan ke tiga puluh.
“Huuf... haah... aku sudah tidak kuat lagi.”ucap Tang Su menatap Xiao Jinyu sambil berhenti melakukan sit up.
Xiao Jinyu tak membiarkan gadis itu duduk dan hanya tetap dalam kondisi berbaring.
Selesai melakukan sit up, mereka berdua keluar kamar dan jogging selama beberapa putaran di sekitar tempat kost Tang Su.
“Xiao Jinyu... sudah ayo kita berhenti. Ini sudah tiga kali.”ucap Tang Su dengan nafas ngos-ngosan dan memelankan jalannya untuk mengatur nafas.
“Baiklah dua putaran lagi dan ini akan selesai.”jawab Xiao Jinyu tak tega juga terlalu memforsir Tang Su.
Tang Su kembali menggerakkan kakinya setelah sempat berhenti sejenak dan berlari kecil di belakang Xiao Jinyu.
Sepuluh menit kemudian mereka berhenti di depan kamar Tang Su.
Meskipun hanya sekedar menemani saja namun ternyata membuat Xiao Jinyu berkeringat juga.
“Masuklah dulu aku akan ambilkan minuman untukmu.”ucap Tang Su bermaksud mengambilkan air minum saat ia akan minum.
Xiao Jinyu masuk dan duduk menunggu Tang Su kembali. Lelaki itu tanpa sengaja melihat sebuah buku novel tergeletak begitu saja di meja.
“Chubby ini... habis membaca tidak merapikannya kembali.”gumamnya lalu mengambil buku novel yang masih terbuka dalam keadaan terbalik lalu menutupnya dan menaruhnya kembali ke meja.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian Tang Su kembali dengan membawakan air mineral untuk Xiao Jinyu.
“Minumlah dulu.”ucapnya sambil menyerahkan segelas air mineral.
“glek... glek...”Xiao Jinyu menaruh kembali gelas ke meja setelah menghabiskannya.
Dia pun melihat jam di tangannya yang menunjukkan jika waktu semakin siang.
“Chubby aku harus segera kembali dulu ini sudah hampir terlambat.”ucapnya lalu berdiri dan berjalan menuju ke pintu.
“Lebih baik kau mandi dan sarapan di sini. Nanti tinggal ganti baju di tempatmu.”ucap Tang Su menawarkan dan memberikan solusi tepat untuk situasi saat ini.
“Tapi....”jawab Xiao Jinyu menolak namun Tang Su bersi keras dan memaksanya untuk tinggal di sana.
Tang Su mengeluarkan roti selai dari kulkas serta susu dan membawanya ke meja.
“Kau makan dulu baru nanti mandi setelah aku selesai mandi.”ucap Tang Su.
Ia pun meninggalkan Xiao Jinyu makan dan masuk ke kamar mandi.
Tang Su sudah selesai bersiap dan kembali ke meja untuk sarapan pagi.
“Cepat sana pergi mandi.”ucap Tang Su sambil memakan roti selai.
Xiao Jinyu menggeleng dan malah menariknya keluar dari kamar.
“Kau makan sambil di jalan saja. Sekarang kita berangkat.”jawab Xiao Jinyu menarik tangan Tang Su dan memaksanya keluar rumah.
“Pelan sedikit kenapa ?!”balas Tang Su saat berada di luar rumah dan mengunci pintu.
Xiao Jinyu kemudian berlari menuju ke tempat kostnya. Sesampainya di sana ia meminta Tang Su untuk menunggunya sebentar sementara iya mandi kilat dan berganti baju.
Tak berapa lama kemudian Xiao Jinyu keluar dari kamar.
“Ayo kita berangkat sekarang.”ucapnya mengajak Tang Su berangkat bersama ke kampus.
Di lain tempat di kamar Tang Su, buku novel yang tadi sempat dibuka oleh Xiao Jinyu kembali terbuka dengan sendirinya.
Dari dalam buku tiba-tiba muncul sebuah cahaya yang memenuhi ruangan. Dari dalam buku keluar sosok Pangeran mahkota Shen Qiu dalam hitungan detik dan menghilang kembali.
__ADS_1
BERSAMBUNG....