Buku Keberuntungan

Buku Keberuntungan
Eps. 121 Mengobati Selir


__ADS_3

Tang Su melihat kuda yang ditunggangi sang pangeran, terpikirkan olehnya jika dia ternyata harus duduk berdua dengan lelaki itu di satu kuda yang sama.


“Ayo cepat naik. Katanya kau terburu-buru ?”ucap Pangeran mahkota pada Tang Su karena lama menunggu tak ada respon darinya.


“huft...”Tang Su menghela nafas dan memegang tangan Pangeran mahkota yang segitiga menariknya dan membawanya duduk di depannya.


“clop-clop-clop....”kuda yang mereka tunggangi segera berlari keluar dari area danau Maoshan, bersama dua pengawal yang senantiasa mengikuti.


Di tengah jalan Tang Su mengeluarkan cadar yang dia bawa dan langsung mengenakannya.


“Kenapa kau mengenakan cadar lagi ?”tanya pangeran mahkota yang sebenarnya ingin terus menatap wajah cantik Putri Wu Shuang.


“Ahh... ini.... aku tak ingin semua orang melihat wajah ku.”jawab Tang Su sekenanya saja.


Sedangkan pangeran tak percaya begitu saja dengan apa yang diucapkan oleh gadis itu.


“Mungkin saja ada rahasia di balik cadarnya atau dia ingin menutupi identitasnya. Tapi kenapa ?”batin pangeran mahkota mempunyai pemikiran sendiri tentangnya.


“Oh ya tadi kau bilang ingin bertemu dengan orang tuamu secepatnya. Lalu di mana aku harus menurunkan mu ?”tanya Pangeran mahkota yang tidak tahu di mana tempat tinggal gadis itu.


“Turunkan saja aku di istana Wanzhou.”jawab Tang Su singkat.


“Baiklah jika begitu kita menuju ke sana sekarang.”balas pangeran dan memacu kudanya menuju ke arah istana Wanzhou.


Di istana Wanzhou terlihat Selir Wan Rou yang berada di halaman maison air biru duduk di dekat taman.


“Selir.... ayo kita masuk ke dalam saja. Kondisi anda terlihat tidak baik.”ucap Bai Yu melihat kondisi selir yang tampak pucat.


“Bai Yu... sebelum yang aku pergi dari dunia ini untuk selamanya biarkan aku di sini menunggu kedatangan putri ku.”balas Selir Wan Rou menurut ajakan pelayannya dan tetap menetap ke arah luar istana seperti menunggu kedatangan seseorang.


“Aku yakin, putri ku Wu Shuang akan datang menyelamatkan aku.”batin sang selir tanpa keraguan.


Di lain tempat terlihat Kaisar Luoying yang duduk bersama Permaisuri Shen dimana di depan mereka banyak tabib yang bersujud pada mereka, memohon ampun.


“Dasar kalian semua tabib tidak becus kerjanya. Bagaimana bisa kalian tidak bisa menyembuhkan yang mulia ? Gelar tabib kalian itu lebih baik di buang saja karena tak ada gunanya !”ucap Permaisuri Shen dengan nada tinggi dan marah menatap tajam pada semua tabib di depannya.

__ADS_1


“Ampuni kami yang mulia. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin.”jawab para tabib yang ada di sana secara serempak.


“Permaisuri Shen... sudah jangan salahkan mereka semua. Mereka benar-benar sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menolong ku. Tapi mungkin semuanya sudah suratan takdir, dan tak bisa di rubah. Hanya keajaiban saja yang bisa menolongku. Seandainya saja ada yang bisa menghilangkan racun naga api dari tubuhku maka siapapun orangnya aku akan mengangkatnya menjadi putra atau putriku.”jawab Kaisar Luoying terlihat pasrah dan menerima suratan hidupnya dengan tabah dan lapang dada.


“Kalian semua sekarang juga pergi dari sini.”ucap Permaisuri Shen kembali dengan nada tinggi dan emosi.


“Maaf yang mulia.”jawab para tabib. Dan seketika semua tampil ada di ruangan istana keluar dari sana.


Permaisuri Shen kembali duduk di samping Kaisar Luoying. Dia terlihat sedih harus menerima kenyataan dalam kurun waktu beberapa jam ke depan dia akan kehilangan suami yang disayanginya untuk selamanya.


“Yang mulia... ku mohon jangan tinggalkan aku. Aku belum siap jika yang mulia pergi.”ucap permaisuri dengan mata yang berair.


“Permaisuri Shen... sepeninggalanku nanti kau jaga istana ini dengan sebaik-baiknya. Ingat, dengarkan aspirasi rakyat dan berbuat adillah pada semuanya.”jawab Kaisar Luoying sambil memegang tangan permaisuri dan mencoba tabah.


Kembali ke Tang Su yang saat ini berkuda dengan pangeran Shen Qiu.


“Maaf pangeran apa anda bisa mempercepat laju kuda lebih cepat lagi ? Sebelum malam tiba aku sudah harus sampai di istana Wanzhou.”ucap Tang Su sambil menoleh ke samping.


“Apa kau yakin tidak akan takut jika aku mempercepat laju kudanya ?”balas pangeran.


“Percepat saja, kumohon.”balas Tang Su yakin.


“Pegangan yang erat !”ucap Pangeran mahkota kembali mempercepat laju kudanya. Dia juga memegang erat tabib Tang Su agar tidak jatuh dari kudanya.


Tang Su merasakan jantungnya padaku sedikit lebih kencang daripada biasanya saat berada dekat dengan pangeran mahkota, namun dia mencoba untuk mengesampingkan hal itu dan tetap mencoba untuk fokus pada tujuannya.


Sore hari kuda akhirnya tiba istana Wanzhou. Tang Su segera turun dan mengucapkan terima kasih pada Pangeran mahkota.


“Baiklah jika begitu aku langsung saja.”ucap Pangeran mahkota setelah menurunkan Tang Su.


Gadis itu memberi hormat pada Pangeran mahkota dan segera berjalan masuk menuju ke istana.


“Kenapa tabib Tang minta turun di istana Wanzhou ? Dia bilang ingin segera bertemu dengan kedua orang tuanya. Lalu kenapa dia turun di sini ?”batinnya merasa aneh dan ada yang janggal saja.


“Apa mungkin tabib Tang keturunan keluarga kerajaan ?”gumam Pangeran mahkota lagi mencoba menebak-nebak.

__ADS_1


Tang Su berhenti di depan pengawal penjaga pintu gerbang istana.


“Katakan kau siapa dan apa tujuanmu kemari ?”tanya pengawal penjaga pintu gerbang menyelidik.


“Aku tabib Tang dan aku ingin bertemu dengan Selir Wan Rou.”jawab Tang Su sambil menunjukkan lencana yang dia dapatkan dari sang Kaisar.


“Maaf tabib Tang. Silakan masuk.”balas pengawal penjaga pintu gerbang membuka jalan.


Tang Su segera masuk ke istana dan dia menuju ke maison air biru.


Selir Wan Rou menatap sosok yang berjalan dari kejauhan menuju ke maisonnya.


“Putri ku Wu Shuang, apa benar itu dirimu ?”ucap Selir Wan Rou tak percaya dengan apa yang dilihatnya dan langsung berlari menuju ke arah sosok yang dilihatnya tadi.


“Ibu... !”ucap Tang Su membalas pelukan erat Selir Wan Rou.


“Aku percaya kau akan datang dan menyelamatkan aku.”ucap sang selir tersenyum sambil menitikkan air mata bahagia.


Namun berapa menit setengahnya sang selir pingsan di tempat.


“Ibu...!”pekik Tang Su merasakan tubuh sang selir ambruk dalam pelukannya.


Bai Yu yang masih ada di sana kemudian segera menghampiri mereka berdua. Dia pun bersama Tang Su membawa masuk sama selir ke kamarnya.


“Bai Yu tolong bantu aku sekarang juga dan persiapkan bahan-bahan juga peralatan yang ku butuhkan.”ucap Tang Su minta tolong pada pelayan ibunya.


“Baik putri.”jawabnya singkat.


Beberapa saat kemudian Bai Yu yang tadi keluar dari kamar sekarang masuk ke kamar dengan membawa semua bahan dan peralatan yang disebutkan oleh sang putri.


“Ibu... aku harap kau segera sadar.”


Tang Su kemudian mengeluarkan herba Sansiviera Lotus dan mulai mengolahnya menjadi ramuan.


Setelah selesai mengolah ramuan tadi, Tang Su segera meminumkannya pada Selir Wan Rou.

__ADS_1


“tok... tok...”terdengar suara ketukan pintu dari luar. Seketika Tang Su menoleh ke arah pintu dan terlihat panik.


BERSAMBUNG....


__ADS_2