Buku Keberuntungan

Buku Keberuntungan
Eps. 108 Kaisar Murka


__ADS_3

Putri Meilin meronta dan berusaha melepaskan diri, karena dia tidak tahu mau dibawa ke mana.


“Lepaskan... ! Kalian sebenarnya mau membawaku ke mana ?”ucap Putri Meilin berteriak karena merasa pengawal itu bersikap kasar padanya.


“Maaf... kami akan membawa nona ke istana Wanzhou untuk menjalani pemeriksaan terlebih dulu.”ucap salah seorang pengawal menjelaskan singkat.


Pengawal pun membawa sang Putri pergi dari istana Pingxuo.


Mereka memasukkan Putri ke sebuah kereta kuda dan mengawalnya dengan ketat.


“clop... clop... clop...” kereta kuda yang membawa Putri Meilin mulai berjalan keluar dari area istana Pingxuo dan menuju ke istana Wanzhou.


Beberapa pelayan di istana yang melihat sang putri di bawa paksa oleh pengawal dari istana Wanzhou melaporkan hal itu pada Kaisar mereka.


Beberapa saat kemudian kereta kuda yang membawa sang Putri tiba di lokasi. Dari dalam istana Jenderal Xuan yang mengetahui kedatangan anak buahnya segera datang menyambutnya.


“Siapa yang mereka bawa ? Apa mungkin mereka berhasil menemukan penyusup nya ?”batin Sang Jenderal saat melihat beberapa pengawal menurunkan seorang tawanan dari kereta kuda.


Para pengawal tadi membawa Putri Meilin menghadap sang jenderal.


“Lapor Jenderal....setelah pencarian panjang akhirnya kami menemukan penyusup yang kabur.”ucap seorang pengamat menyampaikan laporan.


Pengawal itu kemudian menunjukkan Putri Meilin pada Jenderal Xuan.


“Jadi gadis ini adalah penyusup ?”ucap Jenderal Xuan menghampiri Putri Meilin dan melihatnya dari ujung kaki hingga ke ujung kepala.


“Gadis ini terlihat seperti bukan orang biasa. Siapa dia ?”batin sang Jendral saat melihat pakaian yang dikenakan gadis itu bukanlah pakaian rakyat biasa.


“Nona... katakan siapa kau sebenarnya ? Dan apa maksudmu menyusup ke istana ini beberapa hari yang lalu ?”ucap Jenderal Xuan melemparkan pertanyaan untuk mengintegrasi.


Putri Meilin terlihat terkejut dan masih mencerna semua kata yang diucapkan oleh seorang lelaki yang dipanggil jenderal itu.

__ADS_1


“Apa yang kalian maksud aku sama sekali tidak mengerti. Kalian bila aku seorang penyusup ? Aku Putri Meilin berani bersumpah tak pernah menyusup ke istana ini.”jawab Sang Putri menjelaskan dengan raut muka serius.


“Jenderal Xuan nona ini memiliki pakaian yang sama dengan pakaian yang dipakai oleh penyusup di istana ini. Jadi jangan dengarkan dia.”ucap pengawal tadi membantah perkataan sang putri.


Terjadi perdebatan panjang di antara mereka dan Putri mainin terus menyanggah dan menyangka jika dirinya memang bukan seseorang yang menyusup ke tempat itu.


“Pengawal bawa gadis ini ke sel khusus dan biarkan dia menunggu di sana sampai semuanya jelas.”ucap Jenderal Xuan memberi perintah.


Pengawal pun segera membawa sang putri dan menjebloskannya ke sel tahanan.


“Kalian... lepaskan aku ! Aku tidak bersalah. Aku bukan penyusup. Aku tidak mau tinggal dalam sel ini. Lepaskan aku sekarang juga !!!”teriak Putri Meilin dari dalam sel dengan histeris, namun para pengawal sama sekali tak menghiraukannya dan meninggalkannya pergi begitu saja setelah mengunci sel tahanan.


Beberapa jam kemudian Jenderal Xuan mengirim utusannya untuk mengintrogasi tahanan yang ada di sel khusus.


Sudah dua jam lamanya utusan yang dikirim oleh sang jenderal berada di sel tahanan dan dia tak mendapatkan informasi apapun di sana. Karena Putri Meilin tetap tak mengaku dirinya menyusup ke istana.


“Baiklah sekian dulu pertemuan kita dan kau akan menunggu putusan selanjutnya dari yang mulia.”ucap utusan tadi sambil memukul jeruji besi dengan rantai yang membuang sang putri kaget.


Jenderal Xuan segera menghadap Kaisar Luoying setelah mendapatkan laporan dari utusannya.


“Lapor Kaisar Luoying. Kami berhasil menangkap penyusup yang beberapa hari lalu menyusup ke sini.”ucap Jenderal Xuan melaporkan serta menjelaskan jika yang mereka tangkap kali ini seorang wanita yang mengaku sebagai putri dari istana Pingxuo.


Kaisar Luoying tempat diam dan berpikir. Dalam kondisi kesehatannya yang kurang baik kali ini dia pun tidak bisa berpikir jernih mengurusi masalah dengan serius.


“Jenderal Xuan aku serahkan masalah itu padamu saja. Aku merasa badanku kembali tidak enak.”jawab sang kaisar sambil batuk beberapa kali.


Melihat kondisi sang kaisar yang lemah, Jenderal Xuan pun mengambil alih masalah itu dan segera keluar dari istana.


Di lain tempat di istana Pingxuo terlihat Kaisar Feng Lin duduk di singgasana dengan raut muka marah setelah menerima laporan dari pengawal istananya yang menyatakan jika Sang Putri ditangkap atas perintah Kaisar istana Wanzhou.


“Aku tidak punya masalah sebelumnya dengan Kaisar Istana Wanzhou. Tapi kenapa dia mencari masalah dengan menangkap putriku ?”ucap Kaisar Feng Lin sambil menggebrak meja yang ada di dekatnya untuk meluapkan amarahnya.

__ADS_1


“Ampun yang mulia Kaisar. Ada seorang pelayan yang bilang jika mereka menangkap sang putri atas tuduhan penyusupan ke istana Wanzhou.”ucap pengawal tadi kembali menjelaskan yang membuat emosi sang Kaisar semakin memuncak.


“Atas dasar apa kaisar itu menangkap putriku dan memberi label putri ku sebagai penyusup ?”ucap Kaisar Feng Lin tak terima dan merasa hal itu merupakan penghinaan besar bagi nya.


Tanpa pikir panjang kaisar itu segera memberikan perintah pada jenderalnya untuk menjemput kembali Putri Meilin dalam keadaan utuh. Namun tak bisa diajak kompromi maka Kaisar meminta untuk melakukan penyerangan ke istana Wanzhou.


Kembali ke istana Wanzhou. Di sel tahanan Putri Meilin tak bisa tenang.


“Hey... keluarkan aku dari sini ! Kenapa kalian masih menahan ku seperti ini ?! Sudah ku bilang aku bukan penyusup !”ucap sang putri berteriak pada pengawal yang menjaga sel.


Awalnya pengawal yang ada di sana membiarkan saja tawanan itu berbicara dan berteriak sesuka hatinya. Namun lama-kelamaan mereka merasa tawanan itu semakin berisik saja.


“Sebelumnya kami sudah berbaik hati padamu dan tak melakukan serangan fisik padamu. Karena kau berisik jangan salahkan kami untuk melakukan apa yang seharusnya sudah kami lakukan sedari tadi.”ucap penjaga sel memasuki dan menghampiri Putri Meilin.


penjaga sel itu kemudian mengikat tangan sang putri dengan rantai dan membungkam mulutnya agar tidak berisik.


“klik...” penjaga sel keluar dari sel tahanan dan menguncinya kembali.


Putri Meilin mencoba berteriak namun suaranya tak bisa keluar.


“Ya Tuhan... mimpi apa aku semalam. Kenapa nasibku bisa seperti ini.”batin sang putri meratapi nasibnya. Ia pun kembali duduk karena merasa lelah dan sia-sia saja berteriak.


Beberapa jam kemudian rombongan pengawal berkuda dari istana Pingxuo mulai bergerak menuju ke istana Wanzhou.


“clop... clop....”setelah menempuh beberapa jam perjalanan mereka akhirnya tiba juga di istana Wanzhou.


Terlihat Jenderal yang merupakan perwakilan dari istana Pingxuo membawa lima ratus pasukan dan menunggunya di luar istana.


Sementara Sang Jenderal masuk seorang diri ke dalam istana untuk menemui Kaisar.


Pengawal yang menjaga dan di luar istana Wanzhou terkejut dan merasa aneh sekali melihat banyaknya pengawal yang berada di luar seakan mengibarkan bendera perang pada mereka.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2