
Beberapa orang yang juga menginap di penginapan itu awalnya melihat tempat praktek Tang Su. Mereka berkerumun di depan tempat praktek itu dan secara tak langsung mengundang para pejalan kaki yang ada di luar penginapan ikut datang secara berduyun-duyun ke tempat praktek tadi.
“Ada apa di penginapan Yuelai saat ini ramai sekali ?”ucap seorang pejalan kaki bertanya pada temannya.
“Entahlah ada apa di sana.”jawab temannya yang tidak tahu.
Namun mereka masih penasaran ada apa sebenarnya di sana.
“Bagaimana jika kita melihat sebentar ke sana ? Mungkin ada sesuatu yang menarik.”jawabnya.
“Boleh juga ide mu itu. Baiklah ayo kita ke sana sekarang.”jawab lelaki tadi. mereka berdua kemudian masuk ke penginapan Yuelai menuju ke keramaian yang ada di sana.
Beberapa orang yang berjalan di belakang dua orang tadi mengikuti mereka menuju ke keramaian karena ikut penasaran.
Di tempat praktek Tang Su sekarang banyak pengunjung yang berjubah di depannya.
“Ya silahkan datang tuan dan nona ke tempat praktek baruku. Aku bisa membantu mengobati tuan dan nona sekalian yang saat ini sedang mengidap suatu penyakit atau sejenisnya.”ucap Tang Su mempromosikan tempat praktek barunya pada para pengunjung.
Salah satu pengunjung maju dan bertanya.
“Pengobatan seperti apa yang nona tawarkan pada kami ?”ucap seorang lelaki memberanikan diri untuk bertanya.
Tang Su mencoba mendemokan cara pengobatannya pada para pengunjung yang ada di sana.
“Tuan... nona salah satu dari kalian boleh menjadi pasien ku secara gratis.”ucap Tang Su memanggil dan menawarkan pada semua pengunjung.
Seorang nenek tua akhirnya maju ke depan dan membiarkan dirinya menjadi sample praktek pengobatan.
“Nona tolong obati aku. Aku sering merasa nyeri sendi di saat udara dingin atau malam hari. Apa kau bisa membantuku ?”ucap sang nenek menghampiri Tang Su yang berdiri di depan tempat praktek.
Tang Su antusias menunjukkan keterampilannya dan ingin membantu sang nenek.
“Nenek silahkan masuk dan duduk.”ucap Tang Su mempersilahkan nenek tadi masuk ke tempat praktek.
__ADS_1
Setelah sang nenek duduk Tang Su segera memeriksa denyut nadi sang nenek. Gadis itu sedikit gugup dengan pasien pertamanya. Sedangkan pengunjung lain beberapa masuk untuk melihat secara langsung praktek yang dilakukan oleh Tang Su.
“Aku harus tenang dan aku pasti bisa menyembuhkannya.”batin Tang Su menyemangati dirinya sendiri.
Setelah selesai memeriksa denyut nadi sang nenek dia pun mengeluarkan jarum perak miliknya.
“Nenek tenang jangan tegang dan tarik nafas dalam-dalam terlebih dulu.”ucap Tang Su memberi instruksi agar pasiennya merasa rileks.
Sang nenek mengikuti apa yang diperintahkan oleh Tang Su padanya. Segera setelahnya Tang Su menancapkan beberapa jarum perak di titik-titik vital sendi di sekitar siku dan likat.
Dua menit kemudian Tang Su mencabut jarum peraknya.
“Bagaimana nenek apa yang nenek rasakan sekarang ?”tanya Tang Su sambil memasukkan kembali jarum perak ke tempatnya.
Nenek tadi belum menjawab dan mencoba menggerakkan tangan serta kakinya yang barusan terasa nyeri.
“Oh... rasanya tangan dan kakiku menjadi lebih ringan dari sebelumnya dan juga rasa nyeri itu banyak berkurang. Terima kasih nona sudah membantuku.”jawab sang nenek sambil tersenyum.
Para pengunjung yang melihat sendiri secara langsung dan juga mendengar kesaksian dari sang nenek menjadi tertarik untuk mencobanya juga meskipun teknik pengobatan seperti itu sudah sering mereka lihat.
“Nona tolong obati aku. Sudah dua hari ini leher kananku terasa kaku dan susah menoleh ke arah kanan. Apa nona bisa membantuku ?”ucap seorang lelaki menghampiri Tang Su setelah sang nenek tadi keluar dari tempat praktek.
“Nona aku juga merasa tangan dan kakiku sering kesemutan. Apa nona bisa membantuku ?”tanya seorang wanita berusia sekitar 40 tahunan.
Setelah dua orang tadi beberapa pengunjung lain ikut mengajukan diri.
“Nona perut bagian kiri ku sering terasa nyeri dan aku merasakan mual. Apa kau juga bisa membantuku ?”tanyanya pada Tang Su.
Tang Su merasa senang sekali dengan antusias para pengunjung yang ada di sana.
“Baik tuan dan nyonya sekalian silakan masuk dan duduk dulu untuk mengantri. Aku akan membantu kalian.”jawab Tang Su sambil tersenyum dan mempersilakan mereka masuk.
Setelah beberapa orang tadi duduk Tang Su langsung menghampiri satu persatu pasiennya sesuai urutannya.
__ADS_1
Tang Su menghampiri lagi yang leher kanannya terasa kaku dan susah untuk menoleh.
“Tuan tolong bersandar dan tarik nafas dalam, serta jangan tegang.”ucap Tang Su berikan instruksi karena melihat pasiennya tegang.
Tang Su memeriksa kembali denyut nadi Pasien itu dan setelah tenang baru dia mengeluarkan jarum peraknya.
“Clep... clep... clep...”Tang Su menusukkan beberapa jarum perak ke area di sekitar leher kanan. Ia pun mencabut kembali jarum peraknya setelah tiga menit berlalu.
Lelaki tadi mencoba menggerakkan leher kanannya dan Dia merasakan lehernya tidak terasa kaku lagi dan sudah bisa di gerakkan seperti biasanya.
“Nona teknik pengobatan mu berhasil. Berapa aku harus membayar ?”ucap lelaki tadi akan mengeluarkan uang.
Mata Tang Su tiba-tiba menjadi bergerak selama dengar pasiennya akan membayar namun dia kembali berpikir sejenak.
“Hari ini adalah hari pertamaku praktek dan aku harus menunjukkan kesaksian para pasien yang ku tangani agar pasienku bertambah semakin banyak. Jadi... apa sebaiknya aku tidak menarik bayaran dulu dari mereka selama satu hari ini.”batin Tang Su mempromosikan kemampuannya untuk menarik banyak pengunjung serta menarik kepercayaan mereka.
“Tuan dan nyonya sekalian karena hari ini adalah hari pertama pembukaan tempat praktekku maka aku tidak akan menarik sepeser pun tarif dari kalian.”ucap Tang Su menjawab pasien keduanya tadi serta memberitahukan kepada para pengunjung lain yang ada di depan tempat prakteknya.
Mendengar kata gratis para pengunjung lainnya langsung berduyun-duyun masuk ke tempat praktek dan memenuhi kursi kosong yang ada di sana.
Tang Su kemudian memeriksa pasiennya yang ketiga, keempat dan seterusnya.
“Wah rasa kesemutan ku hilang seketika. tangan dan kakiku terasa ringan digerakkan.”ucap pasien yang tadi mengeluh tangan dan kakinya kesemutan.
“preeet...!”bunyi suara kentut dari seorang pasien yang mengeluh perutnya terasa kembung dan membesar.
“Maaf nona aku tak bisa menahan kentut ku.”ucap pasien itu merasa malu di depan Tang Su dan yang lainnya.
“Tak apa tuan... itu memang efeknya dan semua angin yang ada di perutmu sudah keluar sekarang.”jawab Tang Su.
“Terima kasih nona, perutku sekarang sudah kempes seperti awalnya dan rasa mual itu sudah hilang secara tiba-tiba.”jawab pasien tadi menceritakan kondisinya saat ini.
Beberapa pasien lain menertawakan pasien yang buang angin barusan. Namun yang itu malah membuat mereka semakin yakin Jika Tang Su mampu dan mahir. Alhasil banyak pengunjung yang masuk ke tempat praktek dan rela berdiri untuk mengantri meski tidak kebagian tempat duduk.
__ADS_1
BERSAMBUNG....