
Tang Su masuk ke rumah setelah pengawal dan putusan dari istana kerajaan pergi dari sana. Di dalam rumah gadis itu berkeliling melihat seisi rumah barunya.
“Fyuh... meskipun dibilang kecil tapi malah juga setelah berkeliling.”gumam Tang Su duduk setelah lelah berkeliling ke semua ruangan di rumah berukuran 10 x 20 meter itu.
“Jadi sebaiknya aku menggunakan sebagai rumah ini untuk membuka praktek pengobatan baru.”gumam Tang Su.
Keesokan harinya Tang Su pergi ke pusat perbelanjaan yang ada di sekitar kota Xinghua untuk membeli perabotan rumah karena rumah yang dia dapat kosong melompong.
Dia berhenti di beberapa toko yang menjual perabotan rumah.
“Tuan... tolong kursi ini, lemari itu dan dipan yang ada di sana.”ucap Tang Su menunjuk semua barang yang dibelinya tanpa melihat harganya terlebih dulu.
Setelah menanyakan harganya dia pun langsung membayarnya dan memberikan alamat pengiriman pada pemilik toko.
Gadis itu kemudian kembali berjalan dan membeli beberapa perabotan dan perlengkapan yang diperlukan untuk membuka praktek pengobatan.
“Ini tuan... tolong segera dikirim hari ini juga.”ucap Tang Su memberikan beberapa koin emas pada pemilik toko.
Ia pun kembali berjalan dan melihat pakaian bagus di sana dan seketika dia khilaf. Insting wanitanya langsung on. Tang Su langsung masuk ke toko pakaian dan memilih beberapa pakaian yang menurutnya bagus kemudian langsung membayarnya.
Tang Su keluar dari toko pakaian dengan membawa beberapa tas. Ia kemudian kembali berjalan dan melihat berbagai barang menarik lainnya, dan Tentu saja dia langsung memberinya tanpa berpikir terlebih dulu berapa harganya.
Tang Su keluar dari pusat perbelanjaan di siang hari. Karena di rumah belum ada peralatan memasak dia pun berhenti di sebuah restoran.
“Tuan tolong satu paket bebek peking.”ucap Tang Su memesan menu makanan nya dan setelah itu duduk menunggu pesanannya.
Di restoran itu banyak sekali pengunjung yang datang dan terlihat kursi di restoran itu banyak yang penuh.
“Nona ini pesanan nona.”ucap pramusaji yang mengantarkan bebek peking ke meja Tang Su.
“Woah... sepertinya enak sekali.”gumam Tang Su Tak sabar ingin segera menyantapnya.
Di saat gadis itu akan menyantap pesanannya tiba-tiba datang seorang gadis menghampirinya dan merebut pesanannya.
__ADS_1
“Ini pesanan ku, kembalikan punyaku !”ucap seorang gadis langsung mengambil piring di depan Tang Su.
Tang Su terkejut dan seketika berdiri. Ia menatap gadis di depannya dan menurutnya gadis itu keturunan seorang bangsawan.
“Nona aku sudah memesannya lebih dulu. Kenapa nona mengambil punyaku sembarangan seperti ini ?”ucap Tang Su dengan nada standar agar tidak menimbulkan keramaian di sana.
“Ini adalah menu terakhir dan aku juga sudah memesannya. Jadi ini milik ku.”ucap gadis itu bersi keras pesanan itu miliknya.
Seorang pelayan yang berjalan bersamanya seolah terbiasa dengan perilaku nona nya.
“Putri Shen Bailian... berikan saja menu itu pada nona ini, nona bisa memesan ke restoran lainnya.”ucap main itu sambil berbisik lirih.
Sang putri berbalik menghadap pelayannya.
“Shubei... diam kau jangan ikut campur urusanku ! Aku hanya ingin makan di sini bukan di tempat lain !”ucapnya membentak pelayannya.
Seketika Shubei diam dan gemetar. Pelayan itu tak berani berucap sepatah kata pun lagi dan hanya berdiri diam melihat apa yang dilakukan nonanya.
Mendengar keributan terjadi di restorannya pemilik restoran menghampiri meja Tang Su untuk menenangkan mereka berdua.
Putri Shen Bailian lalu menatap pramusaji dan menjelaskan permasalahannya.
“Maaf bukankah tadi aku yang memesan duluan ?”ucap Tang Su ikut menjelaskan pada sang pemilik toko.
“Tuan putri pesanan terakhir dipesan oleh nona ini dan anda memesan setelahnya. Maaf ini kesalahan pramusaji kami karena tidak mengecek sebelumnya.”ucap pemilik toko menjelaskan kejadian yang sebenarnya.
Merasa pemilik toko itu lebih membela pelanggan lain daripada dirinya, sang putri pun merasa tidak terima dan tidak ingin kalah dari siapa pun. Baginya semua yang diinginkannya harus menjadi miliknya, tak peduli dengan cara apapun dia mendapatkannya.
“Jadi dia seorang putri ? Pantas saja dia sombong dan semena-mena begini. Aku tak boleh kalah darinya.”batin Tang Su ingin memperjuangkan haknya karena dia memang benar, selain itu ia tidak mau di bully lagi oleh siapapun seperti di dunia nyata.
“Tuan... jika tuan tidak memihak ku dan memberikan pesanan ini pada nona miskin ini, maka aku bisa membuat restoran ini tutup dalam satu hari.”ucap Putri Shen Bailian mengancam pemilik toko.
Pemilik toko merasa takut dengan ancaman sang putri dan dia juga sudah hafal dengan tabiatnya seperti apa.
__ADS_1
“Nona maafkan aku sebelumnya. Pesanan nona aku berikan untuk nona ini, dan pramusaji Kami akan mengganti pesanan nona dengan menu lainnya dan kami akan menambahkan menu lainnya sebagai gantinya.”ucap pemilik toko menjelaskan dan memohon pada Tang Su.
Mendengar tambahan menu Tang Su pun jadi tergiur dan menyetujui permintaan pemilik toko.
“Aku akan memberikan pesanan ku ini untukmu, tapi jangan harap aku tidak akan membalasnya.”batin Tang Su Tersenyum dalam hati.
Tanpa sepengetahuan pemilik restoran dan sang putri, dia pun menaburkan obat pencahar yang beberapa Pekan lalu dia buat sebelum ke pindahannya dan kebetulan dia bawa.
“Ehem... nona baiklah pesanan ku ini Nona ambil saja.”ucap Tang Su menyerahkan sepiring bebek peking pada sang putri.
Putri Shen Bailian kemudian duduk dan menyantap menu favoritnya itu. Sementara itu Tang Su berjalan mengikuti pemilik restoran.
“Terima kasih nona atas pengertiannya dan mau membantuku.”ucap sang pemilik toko, dan Tang Su hanya mengangguk sambil tersenyum kecil menanggapinya.
“Tuan untuk menu sebagai penggantinya aku pilih ini dan itu saja. Tolong semuanya dibungkus.”ucap Tang Su pada pemilik toko karena dia sudah tidak berselera lagi makan di sana.
Pemilik toko membungkus pesanan Tang Su dan menambahkan Satu menu lagi sebagai rasa terima kasihnya.
“tap... tap... tap...”Tang Su melangkahkan kaki keluar dari restoran dan menuju ke rumah barunya.
Di maison Air biru Selir Wanrou terlihat berganti pakaian dan menata rambutnya. Di sana ada Bai Yu yang menemaninya. Ia melihat sang selir nampak bahagia dan sering tersenyum.
“Bai Yu ayo temani aku pergi.”ucap Selir Wanrou berdiri dan menuju ke meja dimana di sana ada kue osmanthus kesukaan putrinya.
“Selir akan pergi ke mana ?”tanya Bai Yu penasaran.
“Menemui seseorang. Ayo cepat kita pergi.”balas Selir Wanrou bersemangat dan meminta pelayannya membawa semua kue yang ada di meja.
Selir Wan Rou dan Bai Yu keluar dari istana menaiki kereta kuda menuju ke rumah baru Tang Su.
Sedangkan Bai Yu bertanya-tanya dalam hati mau diberikan pada siapa semua kue osmanthus ini.
__ADS_1
BERSAMBUNG....