
Juru masak itu menerima obat yang diberikan oleh permaisuri Shen. Dia diam dan melihatnya.
“Permaisuri Shen... ini... ini obat yang sangat berbahaya.”ucap juru masak tadi pada sang permaisuri.
“Ya... kau tinggal mencampurkannya saja pada makanan yang akan dikonsumsi oleh Selir Wan Rou.”balas sang permaisuri berbisik lirih pada sang juru masak.
Juru masak tadi diam dan terlihat takut mama nggak obat yang diberikan oleh permaisuri padanya.
“Ta-tapi Permaisuri... aku-aku... tidak bisa melakukannya.”jawab juru masak itu.
Permaisuri Shen Shanyu menoleh ke samping kanan dan kiri, khawatir jika ada orang lain yang melihatnya.
“Ssts... tak akan ada yang mengetahuinya jika mulutmu tetap diam. Selain itu aku akan memberikan tambahan lima kali gaji mu setelah menjalankan misi dariku ini.” ucap sang permaisuri membujuk sembari mengiming-imingi tips besar yang menggiurkan.
Sang pelayan tadi diam dan berpikir. Ia teringat pada putri kecil nya di rumah.
“Ibu... aku ingin mempunyai baju yang bagus seperti mereka. Aku juga ingin bersekolah di tempat yang bagus seperti mereka. Seandainya saja Ibu punya banyak uang kita tidak akan makan menu seperti ini setiap hari.”ucap seorang gadis kecil membawa semangkuk nasi dan garam sambil melihat teman-temannya yang lewat di depan rumah mereka.
“Tao tao...”gumam pelayan tadi teringat pada apa yang diucapkan putri kecilnya lalu kembali menatap sang permaisuri.
“Ba-baik permaisuri.”jawab pelayan tadi segera memasukkan obat ke saku bajunya sebelum ada juru masak lain yang melihatnya.
“Bagus.... temui aku jika tugas mu ini sudah selesai.”ucap Permaisuri Shen terbalik dan berjalan keluar dari dapur kerajaan.
“Apa yang tidak bisa kau lakukan di dunia ini ? Semua akan tunduk dan tak bisa berkutik di bawah pengaruh uang.”gumam sang permaisuri tertawa lebar.
“Selir Wan Rou tak lama lagi kau akan pergi selamanya dari dunia ini. Ha-ha....”gumam sang permaisuri lagi sambil tertawa lebar.
Di dapur cara menyiapkan makanan khusus untuk Selir Wan Rou. Dia pun segera mencampurkan serbuk obat yang didapatnya tadi ke makanan setelah selesai memasak.
“Selagi masih hangat racun ini tidak akan terdeteksi. Dan aku hanya perlu membuat Selir Wan Rou memakannya saja.
Pelayan itu keluar dari ruang dapur. Ia kemudian mencari juru masak yang ada di maison air biru.
“Fang... kau terlihat lelah hari ini.”ucap juru masak permaisuri pada juru masak Selir Wan Rou.
“Ya May kau bisa lihat sendiri aku belum selesai memasak untuk Selir Wan Rou.”jawab Fang, juru masak sang selir sambil mencuci beberapa sayuran yang akan dimasak juga membumbui beberapa ikan yang akan dikukus.
__ADS_1
“Fang... kau tak perlu susah seperti itu aku akan membantumu. Kebetulan aku membuat menu makanan spesial dan kau bisa berikan ini pada Selir jadi kau bisa istirahat lebih awal.”jawab May lalu menyerahkan sup iga sapi beserta dua menu makanan lagi pada juru masak itu.
Juru masak permaisuri kemudian menyerahkan makanan yang di bawanya pada juru masak Selir Wan Rou.
“Terima kasih... kebetulan sekali. Baiklah aku terima masakan mu.”jawab Fang tersenyum senang.
Ia pun mengakhiri sesi masak nya kali ini dan membereskan bahan lainnya yang akan dia masak.
Segera setelah juru masak sang permaisuri keluar dari dapur, Fang membawa masakan tadi dan mengantar ke tempat sang selir berada.
“tok...tok... tok...”Fang mengetuk pintu kamar Selir Wan Rou.
“Siapa ?”ucap sang selir menoleh ke arah pintu sambil menata rambutnya.
“Fang, Selir. Sarapan anda sudah siap.”ucap pelayan itu menyampaikan.
“Ya Terima kasih taruh di ruang makan saja.”jawab Selir Wan Rou sambil meneruskan menata rambutnya.
Fang segera berjalan menuju ke rumah makan dan menaruh sarapan pagi sang selir di sana.
Di tengah jalan dia berpapasan dengan Kaisar Luoying yang berjalan-jalan pagi di sekitar istana sekedar untuk menghirup udara segar.
“Salam yang mulia...”ucap Selir Wan Rou menyapa dan memberi hormat pada sang kaisar.
“Selir pagi ini kau segar sekali mau ke mana ?”balas Kaisar Luoying berhenti dan menatap istrinya.
“Aku mau ke ruang makan. Apa yang mulia sudah sarapan ? Jika belum yang mulia makan bersamaku saja.”ucap Selir Wan Rou balas menatap suaminya.
Kaisar Luoying sebenarnya belum terlalu lapar tapi dia hanya ingin menemani Selirnya saja.
“Aku akan menunggumu makan saja.”jawab kaisar Luoying.
Mereka berdua kemudian berjalan bersama menuju ke ruang makan.
Di sana terhidang banyak makanan dan Selir Wan Rou mengambil makanan yang ada di meja dan segera memakannya.
“Yakin yang mulia tidak mau makan ?”tanya Selir Wan Rou menatap sang kaisar yang duduk di depannya.
__ADS_1
Melihat Selir Wan Rou yang menikmati makan, ia pun yang tadinya belum lapar jadi berselera untuk makan.
“Baiklah sedikit saja Selir Wan Rou.”jawab kaisar Luoying.
Selir Wan Rou mengambilkan sang Kaisar menu makanan yang sama dengannya, masakan dari juru masak permaisuri Shen Shanyu.
“Ini yang mulia silakan dimakan.”Selir Wan Rou menyerahkan mangkok berisi sop iga sapi pada Kaisar Luoying.
Mereka berdua kemudian memakannya. Aromanya lebih kuat dari biasanya dan rasanya lebih pekat dari biasanya.
Setelah memakan separuh porsi, tiba-tiba Selir Wan Rou merasakan perutnya panas. Dalam hitungan detik, Selir Wan Rou merasakan tenggorokannya tercekat dan terasa terbakar.
“Yang Mulia jangan makan itu lagi.”ucap Selir Wan Rou menaruh mangkok yang dipegangnya ke meja.
“duk....”dan setelahnya sang selir ambruk di meja.
Kaisar Luoying menaruh mangkuk yang di pegang nya setelah makan beberapa suap. Ia pun berdiri dan menghampiri Selir Wan Rou.
“Selir.... Selir Wan Rou apa yang terjadi pada mu ?”ucapnya mencoba membangunkan sang selir namun tiba-tiba dia merasakan perutnya tak enak.
Perut Kaisar Luoying tiba-tiba terasa panas dan tenggorokannya mulai tercepat.
“Makanan ini... makanan yang ku makan berarti bercampur dengan racun...”batinnya sambil memegang lehernya yang terasa panas.
Kaisar kemudahan berusaha menegakkan tubuh sang selir, namun dia juga merasakan tubuhnya terasa lemah.
“Pelayan... pelayan... cepat kemari !”ucap sang Kaisar berteriak memanggil pelayan yang ada untuk menolong mereka berdua sebelum sang kaisar tak sadarkan diri.
“Bruk...”Kaisar Luoying jatuh ke lantai tepat di bawah Selir Wan Rou.
Tak ada yang mendengar panggilan dari sang Kaisar. Satu jam kemudian di luar ruang makan terlihat Bai Yu datang mencari Selir Wan Rou. Dia merasa aneh saja karena sudah lama sangat selir tidak keluar juga dari ruang makan.
Bai Yu masuk ke ruang makan dan seketika dia terkejut saat melihat Selir Wan Rou dan juga Kaisar Luoying yang sudah tergeletak.
“Kaisar Luoying... Selir Wan Rou !”ucap Bai Yu menghampiri mereka berdua. Dia memeriksa kulit sang kaisar dan selir berwarna ungu pucat.
BERSAMBUNG....
__ADS_1