Buku Keberuntungan

Buku Keberuntungan
Eps. 118 Diantara Dua Pilihan


__ADS_3

Setelah kepergian wanita laba-laba tadi, kini sosok dewi beralih menghampiri Tang Su.


“Dia adalah Dewi Suzaku ?”batin Tang Su merasa lega karena selamat dari serangan wanita laba-laba.


“Wahai gadis muda... dari jutaan manusia yang masuk ke tempatku untuk mengambil herba sansiviera lotus hanya ada sedikit yang berhasil mendapatkannya. Kau orang ke tujuh yang lolos dari ujian ku setelah ratusan ribu tahun lamanya.”ucap sang Dewi menghampiri Tang Su yang masih terikat oleh benang laba-laba.


“Ujian... aku tidak mengerti Dewi...”balas Tang Su menatap roh wanita di depannya.


“Tentu saja aku takkan memberikan begitu saja herba sansiviera lotus pada siapa saja yang merupakan salah satu energi inti ku tanpa melalui tes dariku terlebih dulu.”jawab sang dewi menjelaskan panjang lebar sambil tersenyum.


“Terima kasih Dewi Suzaku...”balas Tang Su menatap seseorang di depannya dengan hormat.


“blash.... !” sinar yang terang tiba-tiba muncul dan membuat semua sarang laba-laba yang ada di rumah itu, juga melepaskan Tang Su dari kepompong yang membelitnya.


Tubuh Tang Su melayang dan mendarat ke tanah dengan aman. Dia pun segera memberi hormat dan membukukan padanya pada sang dewi yang telah membebaskannya.


“Bangunlah... !”ucap Dewi Suzaku memberi perintah.


Di saat Tang Su bangun, tempat yang dipijaknya saat ini semuanya berubah dan kembali menjadi tempat awal di mana dia berada sebelumnya.


Tang Su berada di depan danau Maoshan kembali dan berada tepat di tangan patung sang Dewi Suzaku yang memegang lotus emas.


“Gadis muda... terimalah sansiviera lotus ini dari ku.”ucap Dewi Suzaku. Sebuah lotus dengan ribuan kelopak berwarna berkilauan terbang di udara dan mendarat di tangan Tang Su yang terbuka.


“Terima kasih banyak Dewi Suzaku bersedia memberikan salah satu kekuatan inti ini padaku. Mohon maaf beribu maaf sebelumnya dewi, aku mencari herbal ini untuk menyembuhkan kedua orang tuaku. Namun jika hanya satu yang ku bawa pulang bagaimana aku bisa menyelamatkan mereka ?”ucap Tang Su kembali membungkuk memberikan hormat sebagai permintaan maafnya karena perkataannya yang kurang sopan.


“Sifat dasar manusia adalah serakah. Dimana mereka selalu merasa kurang meskipun sudah mendapatkan yang lebih. Inti kekuatanku sungguh tak terbatas. Sama dengan ujian hidup dan mati yang barusan kuberikan padamu. Semua energi bisa di diperbesar atau pun diperbanyak dan semuanya berasal dari satu sumber yang sama.”jawab Dewi Suzaku menjelaskan secara eksplisit pada Tang Su yang mengharuskan garis itu harus berpikir ekstra sendiri untuk mencari tahu jawabannya.


“Mohon ampun Dewi Suzaku bukan maksud hamba bersikap seperti itu.”jawab Tang Su berlutut di depan sang dewi karena takut sosok itu akan marah padanya.

__ADS_1


Sosok roh Dewi Suzaku tersenyum kecil menatap Tang Su. Dia pun kemudian menghilang dari hadapan gadis itu.


“Akhirnya aku mendapatkan herba Sansiviera Lotus ini Meskipun aku belum tahu bagaimana mendapatkan satu lagi herba.”gumam Tang Su berdiri kembali.


Dia pun bergegas karena sudah tiga hari lebih dia berada di sana.


“byuur... !” Tang Su kembali menceburkan dirinya ke danau lalu berenang ke tepian.


Sesampainya di tepi danau ia pun segera melompat keluar dari sana dan kembali menapakkan kakinya di jalanan yang penuh dengan salju.


“tap.... tap.... tap...”Tang Su tiba-tiba berhenti di tengah jalan saat melihat ada sesosok manusia yang terkubur dalam salju.


“Apa itu manusia ?”gumam Tang Su melihat sebuah kepala menyembul dari tumpukan salju di dekat sebuah pohon.


Gadis itu pun mempercepat langkahnya untuk melihat sendiri apa yang ada di sana.


Ia pun kemudian jongkok dan menggali serta membuang tumpukan salju yang menutupi tubuh saat pangeran mahkota.


Tang Su menarik tubuh lelaki itu dan menyadarkannya ke sebuah pohon yang ada di dekat mereka.


“Aku akan periksa dulu keadaannya.”gumam Tang Su dan mulai memeriksa. Ia merasakan denyut nadinya stabil tapi aliran darah nya melambat.


“Dari yang ku periksa dia terkena halusinogen saat masuk ke tempat ini.”ucapnya lirih.


Tang Su kemudian mengeluarkan jarum peraknya dan mulai menusuk ke beberapa bagian kita untuk membangkitkan kesadaran lelaki itu.


Tiga menit kemudian gadis itu mencabut jarum peraknya dan seketika Pangeran mahkota membuka matanya.


“Kau... kau... tabib Tang ?”ucap Pangeran Shen Qiu mengenali wajah yang pernah menyelamatkan hidupnya.

__ADS_1


“Hey... apa yang membuatmu sampai seperti ini ?”ucap Tang Su duduk di sampingnya.


Pangeran mahkota tidak menjawab pertanyaannya. Dia mengulurkan tangan pada Tang Su dengan gemetar seakan mengucapkan sesuatu, namun dia kembali tak sadarkan diri.


“Astaga... apa yang terjadi padanya ? Kenapa dia kembali pingsan ?”pekik Tang Su terkejut.


Dia memeriksa kembali kondisi Pangeran mahkota. Terlihat separuh tubuhnya berwarna merah menyala seperti api, dan separuh tubuh lainnya berwarna biru seperti es.


“Dia tak hanya terkena halusinogen saja, tapi dia terkena racun yang hampir mirip dengan racun naga api.”gumam Tang Su yang membuka baju bagian atas sang pangeran untuk memeriksanya dan segera menutupnya kembali.


Tang Su kembali menusukkan jarum peraknya ke titik vital di tubuh sang pangeran namun hal itu tak bekerja sama sekali dan membuatnya tetap tak sadarkan diri.


“Satu-satunya obat yang yang bisa mengatasi racun ini adalah herba sansiviera lotus. jika aku memberikan ini padanya lalu bagaimana dengan kedua orang tuaku ?”ucap Tang Su melihat kembali herbal lotus emas yang dibawanya dan terlihat berat memberikan itu pada sang pangeran.


“Ibu... ayah... bagaimana aku mengobati kalian nanti ?”gumam Tang Su mengambil sansiviera lotus yang ia taruh di tanah dan menatapnya lekat-lekat.


Dia berada dalam dilema saat melihat kondisi Pangeran mahkota yang semakin parah dan membutuhkan pertolongan cepat. Di lain sisi herba itu juga untuk orang tuanya.


“Maafkan aku... ayah... ibu... sebagai seorang tabib aku tak bisa tinggal diam begitu saja melihat nyawa seseorang hampir melayang di depanku.”gumam Tang Su menatap sansiviera lotus dengan mata nanar.


Gadis itu mulai mengambil satu persatu kelopak bunga Sansivera Lotus dan mencoba menaruh satu kelopaknya di bibir Pangeran mahkota.


“Bangun... buka matamu sebentar dan telan obat ini.”ucap Tang Su sambil menepuk-nepuk pipi sang pangeran mahkota untuk membangunkannya, namun pangeran diam tak bergerak ataupun meresponnya sama sekali.


“Sial... lelaki ini benar-benar merepotkan sekali !”ucap Tang Su kesal.


Karena tak ada waktu lagi dan tak boleh menunda lagi, dengan terpaksa gadis itu mengunyah herba Sansiviera Lotus kemudian menyuapkan ke pangeran mahkota dengan bibirnya.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2