Buku Keberuntungan

Buku Keberuntungan
Eps. 14 Kembali Ke Dunia Nyata


__ADS_3

Tang Su jatuh ke sebuah jurang yang sangat dalam. Gadis itu tak bisa menahan tubuhnya yang terjun bebas dan terus jatuh ke dasar jurang.


“Argh... !”Tang Su menjerit kesakitan saat tubuhnya menghantam beberapa pohon di tepi jurang.


“Aku harus bisa meraih pohon ini.” ucapnya saat jatuh dan menghantam sebuah pohon lainnya.


Ia meraih dahan pohon dan bergelantungan di sana dengan tangan kirinya.


“Syukurlah aku tidak jatuh ke dasar jurang.”ucapnya yang masih bisa mensyukuri keadaannya saat ini meskipun dia berada dalam situasi sulit.


Tang Su mencoba menarik tubuhnya ke atas untuk meraih dahan lain yang berada di atasnya.


“krak.... !”Namun sayang dahan pohon itu ternyata tak kuat menahan berat tubuhnya dan patah.


“Argh... !”gadis itu kembali jatuh dan terjun bebas lebih dalam ke jurang.


Dia melihat ke arah bawah dimana banyak bebatuan besar di sana dan ada beberapa batu dengan sisi yang tajam.


“Apa aku akan berakhir di sini...”batin gadis itu sambil memejamkan matanya karena ngeri melihat bebatuan yang akan menembus tubuhnya.


Ia memejamkan matanya karena tak bisa melakukan apapun.


“Aku ingin kembali ke tempatku. Seandainya saja aku tahu bagaimana caranya kembali...”batin Tang Su sambil memejamkan mata dan pasrah dengan apa yang akan terjadi pada dirinya.


“buugh.... !”tuuh Tang Su jatuh menghantam bebatuan, untungnya tubuhnya tidak menghantam batu yang berisi tajam. Namun meskipun begitu tubuhnya terus terampas ke bawah dengan cepat.


“Oh... tamat sudah...”batin Tang Su sambil menitikkan air matanya saat teringat pada kedua orang tuanya dan tiga adiknya yang masih kecil.


“Ayah... ibu... adik... sampai jumpa lagi. Sampai jumpa di kehidupan berikutnya.”ucap Tang Su masih menitikkan air mata sambil tersenyum lebar menerima nasibnya.


“byuur.....”


Di bawah jurang tak berdasar itu ternyata mengalir sebuah sungai dan Tang Su terjatuh ke dalamnya.

__ADS_1


Dalam kondisi lengan yang masih tertancap oleh anak panah dan sekujur tubuh yang terasa nyeri setelah menghantam pepohonan dan bebatuan Gadis itu tak bisa bergerak apalagi berenang menuju ke tepian.


“bleb... bleb...bleb....”Tang Su lagi-lagi tak berdaya dan tak bisa melakukan apapun saat tubuhnya terus tenggelam ke dasar sungai.


Air masuk dan memenuhi paru-parunya yang membuatnya tak bisa bernafas dan hilang kesadaran.


“deg... deg... deg... !”pada degupan jantung terakhirnya sebelum dia menutup mata tiba-tiba Tang Su bisa kembali bernafas setelah mencoba menarik nafas dalam dalam.


“Haah... haaah... aku bisa kembali bernafas... apakah aku masih...”batin Tang Su membuka mata.


Ia terkejut saat melihat kamar tempat kostnya dan piring kosong di meja. Dia pun menatap jari tangannya yang bulat berisi seperti biasanya.


“Syukurlah tadi itu hanya mimpi saja.”gumam gadis itu sambil tersenyum lega dan duduk.


Ia melihat ke samping kirinya dan mendapati buku komik yang tadi dia baca masih terbuka di lantai. Ia pun segera mengambil dan menutupnya.


Tang Su berdiri sambil membawa buku komik dan menaruhnya ke meja di dekat dispenser. Ia mengambil gelas yang ada di meja dan mengisinya dengan air dari dispenser dan segera menghabiskannya.


“Haah... haah... untung saja tadi hanya mimpi meskipun terasa seperti nyata sekali. Tapi kenapa aku merasakan lengan kananku perih ?”ucap Tang Su saat menaruh gelas kembali ke meja.


Tang Su yang curiga berjalan ke arah cermin. Di cermin ia mengangkat lengan kanan bajunya dan melihat lengannya itu bengkak dan ada beka darah yang sudah mengering.


“Kenapa ini...”ucap Tang Su syok menatap lengannya yang berubah warna menjadi sedikit merah keunguan.


Gadis itu mencoba memutar badannya dan membuka baju bagian belakang. Ia kembali terkejut saat melihat punggungnya memar.


“Kenapa aku mengalami luka seperti luka yang ku alami sewaktu berada dalam alam mimpi tadi... ?”gumam Tang Su yang masih terkejut dan tak bisa berpikir rasional.


Gadis itu memegang telinganya dan melihat goresan di sana. karena masih tidak yakin dengan apa yang dia lihat dan dia rasakan, ia pun memeriksa seluruh bagian tubuhnya dari ujung kaki hingga ujung kepala di mana di sana juga bekas memar.


Tang Su yang masih syok berat dan tak bisa mencerna apa yang barusan ia alami duduk dengan lemas di lantai bersandar ke dinding.


Berulang kali dia mencoba berpikir logis namun tetap saja dia bisa menemukan titik terang.

__ADS_1


Di tengah pikirannya yang kacau, dia merasakan tubuhnya saat ini terasa demam.


“Kenapa tubuh ku sekarang terasa panas ?”gumamnya saat merasakan nafasnya terasa lebih panas daripada biasanya.


Gadis itu pun berdiri dan menuju ke lemari baju yang ada di dekatnya. Ia mengambil termometer yang baru beberapa hari dia beli untuk tugas mata kuliahnya.


“tiit... tiit... tiit.”Tang Su mengukur suhu tubuhnya dan mendapati suhu tubuhnya saat ini 39 derajat.


“Aku demam, mungkin ini sebagai reaksi dari luka dan memar di tubuhku.”ucapnya melihat angka yang tertera di termometer.


Ia pun mengembalikan termometer ke tempatnya dan beralih ke kotak obat. Untung saja dia mempunyai persediaan obat penurun panas dan pereda nyeri.


Langsung saja dia meminum dua obat itu untuk meredakan panasnya.


“Jika aku tidak mengobati lukaku maka panas di tubuhku ini hanya akan sementara reda.”gumam Tang Su setelah mengingat beberapa materi kuliah yang diingatnya.


Ia pun berpikir dan mencari cara untuk mengobati luka dan memar di tubuhnya.


Tang Su Kembali menuju ke kotak obat dan mengambil alkohol beserta kapas.


“Aauwh...”dia pun menuang alkohol ke kapas kemudian membersihkan luka di lengan kanannya.


Alkohol itu terasa dingin di kulitnya namun terasa panas di lukanya, dan ia pun menahan rasa sakitnya dan terus membersihkan lukanya.


“Luka di lenganku sudah beres. Lalu bagaimana dengan memar di sekujur tubuhku ?”batinnya lagi setelah satu masalah teratasi.


Tang Su kembali berpikir dan dia teringat pada es batu yang bisa digunakan untuk meredakan luka memar.


“Benar... tapi bagaimana jika memarnya ada di sekujur tubuh. Apa cukup hanya dengan satu buah es batu ?”ucap Tang Su setelah membuka lemari es dan mendapati hanya ada beberapa bungkus plastik es batu yang ada di freezer.


Gadis itu pun kembali berpikir untuk mengatasi masalah itu. Sebuah ide terlintas di kepalanya setelah beberapa detik. Ia pun mengambil bak cuci yang ada di kamar mandi yang biasa ia pakai untuk mencuci dan mengisinya dengan semua es batu yang diambil dari freezer.


Tang Su menambahkan air agar tidak terlalu dingin. Ia pun segera merendam tubuhnya di bak itu.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2