Buku Keberuntungan

Buku Keberuntungan
Eps. 32 Lewat Dari Jadwal


__ADS_3

Meskipun Tang Su sudah bisa menghafal titik vital di tubuh manusia dengan tepat, namun dia perlu mempraktekkannya untuk lebih memperdalam nya lagi.


Tang Su tetap semangat mempelajari ilmu pengobatan di rumah kakek.


Di lain tempat di kota Liang, di istana Wanzhou. Sudah ada satu minggu lamanya Putri Wu Shuang belum kembali ke istana setelah mendapatkan tugas dari kaisar.


Di hall istana kaisar Luoying sedang duduk santai bersama selir Wan Rou yang merupakan selir pertama sekaligus ibunya Putri Wu Shuang.


Wanita itu merupakan selir kesayangan kaisar. Rasa sayangnya pada selir Wan Rou melebihi rasa sayangnya pada permaisuri Shen Shanyu sehingga menimbulkan rasa cemburu dan iri terhadap selir pertama.


Berbagai cara Permaisuri Shen gunakan untuk menarik perhatian Kaisar agar fokus hanya pada dirinya saja. Dia selalu mencari-cari masalah dengan Selir Wan Rou dengan tujuan membuat namanya buruk di mata kaisar.


Begitu pula dengan Putri Shen Bailian. permaisuri sudah menanamkan sejak dini bibit kebencian pada putrinya itu agar membantunya menyingkirkan selir Wan Rou dan Putri Wu Shuang.


“Yang Mulia... kenapa sudah satu minggu Putri Wu Shuang belum kembali juga ? Bukankah seharusnya dia sudah kembali dua hari yang lalu ?”ucap selir Wan Rou bertanya pada kaisar dengan khawatir.


“Selir Wan Rou tak perlu khawatir pada Putri Wu Shuang. Mungkin dia sudah menyelesaikan tugasnya dan saat ini sedang berlibur.”balas Kaisar Luoying mencoba menenangkan selir Wan Rou.


“Tapi yang mulia Putri Wu Shuang tak pernah seperti itu. Dia selalu pulang terlebih dulu setelah menyelesaikan misi baru keluar lagi.”jawab Selir Wan Rou masih mencemaskan putri satu-satunya itu.


Berbagai pikiran negatif terlintas di pikirannya. Karena Putrinya selalu tepat waktu dan tak pernah molor dari jadwal tugas yang diberikan.


Melihat selir kesayangannya yang tampak bermuram durja Kaisar Luoying pun tergerak hatinya.


“Selir Wan Rou kita tunggu sampai tiga hari ke depan. Jika Putri Wu Shuang masih belum kembali juga maka aku akan melakukan pencarian.”ucap Kaisar Luoying.


Seketika raut wajah selir Wan Rou berubah drastis menjadi berseri-seri.


“Terima kasih Kaisar Luoying.”jawab Selir Wan Rou tersenyum lebar atas pengertian dan perhatian suaminya.


Kaisar Luoying menatap cawan dan teko berisi teh yang ada di meja dan masih hangat.


“Selir Wan Rou ayo kita menikmati waktu saat ini.”ucap Kaisar Luoying mengangkat teko dan menuangnya ke dua cawan.

__ADS_1


“Baik Kaisar Luoying.”jawab Selir Wan Rou menyambut ajakan dari Kaisar.


Selir Wan Rou dan Kaisar Luoying mengambil cawan berisi teh itu dan segera meminumnya.


Sore hari di kamar Selir Wan Rou.


Wanita itu duduk di depan cermin bersama seorang pelayan wanita yang menata rambutnya.



“Selir Wan Rou Kenapa hari ini selir terlihat tidak bersemangat seperti biasanya ?”tanya nelayan wanita memasang tusuk konde selir.


“Tidak Bai Yu.. aku terpikirkan Putri Wu Shuang saja. Sudah satu minggu lamanya dia belum kembali ke istana.”jawab Selir Wan Rou mengungkapkan ganjalan hatinya pada pelayan kepercayaannya.


Pelayan itu bisa merasakan apa yang dirasakan selir Wan Rou karena dia sudah bekerja dan mengabdi padanya selama lima belas tahun sejak dia masih kecil saat masih ada ibunya yang dulu juga melayani Selir Wan Rou yang sudah dia anggap sebagai keluarganya.


“Selir Putri Wu Shuang pasti baik-baik saja. Selain ilmu beladiri Putri juga jenius.”jawab Bai Yu mencoba menenangkan dan menghibur tuannya.


“Benar juga apa yang dikatakan oleh Bai Yu. Dari kecil tak ada yang bisa mencelakai Wu Shuang.”batin Selir Wan Rou menegaskan kembali dan meyakinkan dirinya sendiri agar tidak mengkhawatirkan putrinya.


“Sudah satu minggu dan Putri Wu Shuang belum kembali. pasukan bayangan memang bisa diandalkan. Sebentar lagi seluruh istana akan bergabung, haha...”gumam Permaisuri Shen Shanyu tertawa lebar sambil menyisir rambut panjangnya.


“Satu lalat sudah mati tinggal satu lalat lagi yang harus ku atasi.”gumam Permaisuri Shen Shanyu kembali tertawa lebar lalu berdiri dan menuju ke lemari dan berganti baju.


Tiga hari berlalu dan sampai detik ini Putri Wu Shuang belum terlihat di istana kerajaan.


Pagi-pagi sekali Selir Wan Rou keluar dari kamarnya setelah selesai berendam air hangat. Wanita itu berdiri di depan hall istana di dekat taman bunga Raksha menunggu sang Kaisar keluar.


Pukul 06.00


Setiap pagi di istana diadakan sidang yang dihadiri oleh Perdana Menteri dan pejabat istana lainnya untuk membahas dan memberikan putusan hukuman pada warga yang di dakwa terbukti melakukan kesalahan.


“Mungkin sebentar lagi Kaisar akan keluar.”batin Selir Wan Rou melihat ke arah dalam ke hall istana berulang kali dengan cemas.

__ADS_1


Lima menit kemudian terdengar suara dalam langkah kaki keluar dari dalam istana.


“tap... tap... tap...”Kaisar Luoying keluar dengan beberapa perdana menteri yang berjalan mengikuti di belakangnya.


Lelaki itu kamu dingin berhenti setelah dua meter berjalan.


“Selir Wan Rou ada apa pagi-pagi sekali ke sini ?”ucap Kaisar Luoying berhenti saat melihat selir Wan Rou berdiri dan sepertinya memang menunggu dirinya.


“Maaf yang mulia bukan maksudku untuk mengganggu. Namun aku hanya menagih janji yang mulia saja.”balas Selir Wan Rou menghampiri Kaisar Luoying.


“Janji apa Selir Wan Rou ?”balas sang kaisar.


“Putri Wu Shuang yang mulia, hingga saat ini dia belum pulang juga. Sudah tiga hari seperti yang mulia janjikan padaku.”ucap Selir Wan Rou.


“Oh... baiklah selir... aku akan menghadiri acara sidang kali ini nanti setelah selesai baru aku akan mengirim seseorang untuk mencarinya.”jawab kaisar Luoying yang baru teringat.


“Terima kasih yang mulia.”ucap Selir Rou sambil memberi hormat.


Kaisar Luoying kembali berjalan bersama para Perdana Menteri menuju ke hall kuil.


Tak jauh dari Selir Wan Rou ada pelayan setia Permaisuri yang membersihkan taman bunga. Dia mendengar percakapan yang mulia dengan Selir.


“Aku harus segera melaporkan ini pada permaisuri Shen Shanyu.”gumam pelayan itu.


Pelayan itu berjalan pelan tanpa suara dan masuk ke kamar Permaisuri Shen Shanyu.


“Xubei kenapa kau terburu-buru mencari ku ?”tanya Permaisuri Shen Shanyu saat melihat pelayannya masuk dengan tergesa - gesa.


“Kabar buruk yang mulia permaisuri. Kaisar Luoying Akan mengirim seseorang untuk mencari keberadaan Putri Wu Shuang.”ucap pelayan itu menjelaskan.


Permaisuri Shen Shanyu dalam hati merasa kesal dan sebal mendengar kabar itu karena yang mulia tetap saja memperhatikan dan mendengarkan apa permintaan Selir Wan Rou.


“Biar saja yang mulia mengirim seseorang atau beberapa orang untuk mencari gadis itu. Aku yakin pencarian yang akan sia-sia saja.”jawab Permaisuri Shen Shanyu tersenyum lebar dan sama sekali tidak khawatir dengan kabar itu.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2