
Xiao Jinyu berhenti setelah selesai jogging sepuluh putaran. Tang Su mengikutinya berhenti.
“buuuk.... haahh... haah...”Tang Su segera duduk di depan kamar kostnya dan menghirup nafas dalam-dalam.
“Xiao Jinyu.... kau ini benar-benar menyiksaku... haah... haah.”ucap Tang Su masih terengah-engah kemudian menyadarkan tubuhnya ke dinding sambil meluruskan kakinya.
“Ini baru permulaan nanti kau lama-lama akan terbiasa setelah sering melakukannya secara rutin.”ucap Xiao Jinyu tersenyum puas setelah melihat baju Tang Su yang basah oleh keringat.
Lima menit kemudian Xiao Jinyu berpamitan.
“Chubby... sudah saatnya aku kembali bersiap untuk berangkat ke kampus. Sampai jumpa di sana. Besok pagi aku akan ke sini kembali.”ucapnya lalu pergi berlalu meninggalkan Tang Su.
Tang Su kemudian berdiri dan masuk ke kamarnya. Karena rasa haus sekali dia pun meminum tiga gelas besar air mineral.
“Haah... leganya...”ucap Tang Su sambil menaruh gelas kosong ke meja.
Ia duduk sebentar untuk mengeringkan keringatnya.
“Perut dan kaki ku saat ini terasa nyeri dan pegal.”gumamnya sambil menyentuh kakinya yang pegal.
Setelah keringatnya kering dia pun masuk ke kamar mandi untuk bersiap berangkat ke kampus.
Selesai mandi dia duduk di depan meja bersiap untuk makan beberapa lembar roti isi yang sudah dia siapkan sebelum mandi tadi.
Tsng Su mengambil satu dan mulai memakannya. Di saat dia mau mengambil untuk yang kedua kalinya dia merasa perutnya penuh sekali setelah minum tiga gelas air mineral sebelumnya sehingga dia mengembalikan roti isi yang diambil.
Tang Su berangkat ke kampus dan berjalan dengan sedikit menyeret kakinya karena terasa berat.
“Ternyata untuk jadi cantik butuh perjuangan ekstra dan berat sekali.”gumam Tang Su setelah akhirnya tiba di kampus.
Malam harinya di saat dia merebahkan diri di atas tempat tidur, ia tak bisa memejamkan matanya karena seluruh tubuhnya terasa pegal dan nyeri.
“Xiao Jinyu... kau benar-benar menyiksaku kali ini.” ucap Tang Su kesal namun tak bisa berbuat banyak.
Ia pun tetap memejamkan matanya meskipun tak bisa tidur. Dua jam kemudian gadis itu pun akhirnya tertidur pulas hingga pagi hari baru bangun saat mendengar ada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya.
“Tok... tok...tok...”Tang Su segera membuka mata dan duduk.
“Apa ini sudah pagi ? Rasanya baru tidur selama dua jam.”gumam Tang Su menatap ke arah pintu lalu segera bangkit untuk membukanya.
__ADS_1
“Hai...”sapa Xiao Jinyu tersenyum kecil di balik pintu menyapa Tang Su.
“Bagaimana kau sudah siap sit up sekarang ?”tanya Xiao Jinyu langsung ke inti permasalahan.
Tang Su mengusap matanya dan merentangkan kedua tangannya. Ia pun kemudian segera berbaring di lantai masih mengenakan piyama dan mulai melakukan sit up.
“Satu... dua... tiga...” seperti biasa, Xiao Jinyu mulai menghitung saat Tang Su mulai sit up.
Di hari kedua ini Xiao Jinyu melihat ada sedikit kemajuan. Gadis itu Baru berhenti setelah dua puluh hitungan.
“Haah... aku tidak kuat lagi tolong aku.”ucap Tang Su berhenti sit up.
“Yah kau ini masih seperti kemarin. Baiklah aku akan membantumu.”jawab Xiao Jinyu kemudian duduk di depan Tang Su sambil memegang kedua kaki Tang Su dan memegang tangannya saat gadis itu menekuk pinggang nya ke depan.
Selesai sit up mereka berdua pun keluar kamar dan melakukan jogging seperti sehari sebelumnya.
Selesai jogging, Xiao Jinyu kembali pulang dan bersiap untuk berangkat ke kampus.
Xiao Jinyu selama seminggu menemani Tang Su menjalani program dietnya.
Hari ini tepat di hari ketujuh. Setelah selesai jogging Tang Su meminta lelaki itu untuk menunggunya sebentar.
Tang Su membuka kulkas dan mengeluarkan susu cair segar lalu menuangnya ke gelas.
“Ini untuk mu. Minumlah.”ucap Tang Su menaruh segelas susu dingin di depan Xiao Jinyu sebagai rasa terima kasihnya.
Saat Xiao Jinyu sedang minum susu dia pun tak kuasa menahan dirinya untuk tidak menimbang berat badannya saat melihat timbangan digitalnya di sudut kamar.
“Mungkin saja berat badanku sudah turun meskipun sedikit.”batinnya.ia pun segera menuju ke sudut ruangan dan menimbang berat badannya.
Tang Su terdiam dan melulu saat menatapnya dan seolah tak percaya saat mendapati berat badannya turun dua kilo dalam seminggu.
Ia pun segera turun dari timbangan digital dan mengembalikan ke tempatnya. Tang Su kemudian duduk di dekat Xiao Jinyu.
“Xiao Jinyu... berat badan ku turun.”ucap Tang Su tersenyum lebar dengan ceria.
“Tu baru seminggu dan jika kau mau menambah program diet lagi maka berat badanmu akan turun dengan cepat.”jawab Xiao Jinyu.
Karena sudah waktunya dia kembali dan harus bersiap maka dia pun berpamitan.
__ADS_1
Sore harinya Xiao Jinyu kembali ke tempat Tang Su setelah sebelumnya gadis itu setuju untuk melakukan aerobik.
Xiao Jinyu duduk di lantai menunggu Tang Su berganti baju training.
"Aku sudah siap...”teriak Tang Su dengan semangat setelah selesai berganti baju.
“Gadis ini sungguh aneh. Sebelumnya dia ogah-ogahan menjalani program diet ini tapi sekarang malah minta sendiri ditambahi program dietnya.”batin Xiao Jinyu merasakan perubahan sikap Tang Su.
Xiao Jinyu kemudian menyalakan DVD player dan memutar musik untuk mengiringi mereka berdua melakukan aerobik.
“Baiklah sekarang tirukan dan ikuti gerakan ku !”ucap Xiao Jinyu berdiri di depan di luar teras dan memimpin gerakan aerobik.
Tang Su berdiri di belakang Xiao Jinyu dan mengikuti gerakannya hingga satu jam ke depan.
“Ooh... capeknya aku...”ucap Tang Su duduk di lantai dan bersandar ke dinding sambil meluruskan kakinya setelah senam aerobik selesai.
Xiao Jinyu pulang dan Tang Su kembali masuk ke kamar kemudian menutup pintunya. Kali ini bajunya benar-benar basah total karena keringatnya yang deras.
Untuk melepas dahaganya Ia pun mengambil empat gelas besar air mineral.
Malam harinya Tang Su hanya makan separuh porsi dan tak ada camilan karena merasa perutnya sudah penuh oleh air yang membuatnya kenyang.
Malam hari ia pun kembali mengalami insomnia saat berbaring di tempat tidur karena merasa badannya pegal semua.
“Adu-du-duh.... sekarang pinggangku sakit.”ucapnya mengeluh dan merasakan pinggangnya seperti mau copot.
Tang Su duduk dan teringat jika dirinya sebelumnya belum menyelesaikan membaca novel kisah Putri Wu Shuang.
“Benar... aku harus kembali ke sana sekarang ini. Kakek Jiu pasti khawatir padaku.”gumam nya saat teringat terakhir kali dirinya pingsan di atas tempat tidur.
Tang Su duduk di meja setelah mengambil novel dan mulai membuka melanjutkan halaman yang sebelumnya sudah dibaca.
“Oo... oo... dimana jarum perak ku ?”gumam Tang Su yang akan membuat dirinya tak sadarkan diri.
Ia kembali berdiri dan mengambil jarum perak yang di bawahnya dari buku novel dan kembali duduk.
“cuss...” Tang Su menusukkan jarum perak ke area tangan yang berhubungan dengan saraf di otak. Dan dalam hitungan detik Gadis itu pun langsung tak sadarkan diri di atas meja.
BERSAMBUNG....
__ADS_1