Buku Keberuntungan

Buku Keberuntungan
Eps. 114 Sampai Di Danau Maoshan


__ADS_3

Tang Su tak bisa menahan tubuhnya dan ikut berputar terhempas angin hingga dia membentur sebuah batu besar.


“bugh.... ! Auwh... !”ucap Tang Su merintih kesakitan dan bangkit berdiri setelah jatuh terhempas.


Ia menetap ke sekitar dan cahaya di sana tidak terlalu gelap dan membuatnya bisa melihat tanpa bantuan kompor ataupun penerangan lainnya.


Dia menoleh ke belakang dan ternyata ada sebuah batu berukuran besar setinggi 20 kaki di belakangnya.


“Batu apa ini ?”gumam Tang Su menyentuh batu yang ada di belakangnya. Dia pun berjalan mengitari batu itu lalu bersandar di satu sisi karena tak menemukan apapun di sana.


“krak.... !”lima menit kemudian terdengar suara berat dan terlihat batu yang dia sadari saat ini menjadi retak.


“Ada apa ini ?”pekiknya terkejut dan segera mundur juga waspada.


“krak....” semakin lama retakan batu tadi semakin besar hingga membuatnya terbelah dan terbuka.


“Zzzng.... !”tiba-tiba tanah yang dia pijak berguncang hebat seperti gempa bumi yang membuat muncul sebuah retakan di tanah yang membuat batu tadi terlahap oleh retakan tadi.


“klak... !”beberapa saat kemudian bumi kembali tenang dan gempa tadi menghilang. Muncullah sebuah anak tangga berbahan dari batu yang tersusun dengan rapi menuju ke bawah.


“Jalan itu menuju ke mana ?”gumam Tang Su melihat tangga itu tersusun satu persatu ke bawah hingga ke ujung.


Karena penasaran dia pun mencoba melangkahkan kaki dan masuk ke sana. Dia berjalan menuruni sepuluh anak tangga.


“krak....!”Tang Su berhenti dan menatap ke atas. Bebatuan di atasnya tiba-tiba bergerak dan menutup sendiri secara otomatis.


“Astaga jalan ini tertutup sendiri.”pekik Tang Su terkejut. Dia pun akhirnya meneruskan langkah kakinya menuruni satu per satu anak tangga yang ada di sana hingga ke ujung.


Tang Su berhenti di ujung anak tangga terakhir yang dia pijak. Dia kembali melihat ke sekitar dan tak menemukan pintu keluar dari ruangan itu.


Dia kemudian berjalan menyusuri dinding ruangan dan berhenti menatapnya.

__ADS_1


“Ini... indah sekali.”ucap Tang Su saat melihat lukisan berupa ukiran di sepanjang dinding yang merangkai membentuk seri cerita.


Terlihat di dinding itu sebuah ukiran yang melukiskan seorang dewi dengan kecantikan yang luar biasa memimpin sebuah kerajaan di mana semua rakyatnya merupakan seorang wanita. Di bagian sisi lain digambarkan dari tadi bertemu dengan seorang lelaki yang menyamar menjadi wanita. Hingga suatu ketika membuat sang dewi terpikat dan akhirnya menikah dengan lelaki tadi.


Pernikahan dengan lawan jenis di tempat itu dilarang. Sang dewi mengandung setelah beberapa saat kemudian. Dewa mengetahui perbuatannya dan marah padanya.


Dewa berusaha mengambil ada dalam kandungan dewi tadi. Demi menyelamatkan bayi dalam kandungannya, dewi tadi mengorbankan dirinya dan merubah dirinya menjadi lotus emas yang membungkus bayinya dan melindunginya dari amukan sang dewa.


“Benar-benar cerita yang menyentuh. Apa ini merupakan kisah dari terbentuknya Sansivera Lotus ?” gumam Tang Su menyentuh pahatan tokoh sang dewi.


Tang Su masih menatap pahatan yang ada di dinding ruangan itu. Dia melihat pahatan sebuah Lotus emas yang besar sekali dan menyentuhnya.


“klak... !”terdengar kembali suara gemeretak dan Tang Su mengira sebuah pintu terbuka.


“blast.... !”ternyata tebakannya salah dan yang muncul adalah panas yang berasal entah dari mana dan meluncur menuju ke dirinya.


“Sial.... kenapa ada senjata tersembunyi di ruangan ini ?”pekik Tang Su saat berbalik dan mendapati banyak panah.


Ia pun menangkap dua panah, selesai di samping kanan dan kiri tubuhnya dan menangkis beberapa panas yang meluncurkan matanya dengan pedangnya.


Tang Su kemudian menekan satu persatu relief yang ada di dinding. beberapa relief merupakan jebakan sama seperti anak panah yang melesat pada dirinya, beberapa lainnya merupakan angin kosong.


“klik... !”Tang Su menekan relief dewi cantik di dinding ruangan.


“bmmm.... !”ruangan kembali berguncang seperti terjadi gempa bumi. Tang Su mengira akan ada jebakan yang muncul lagi dan segera siaga.


“Apa... itu kan...”pekik Tang Su saat melihat dinding ruangan yang retak dan kemudian bergeser sedikit demi sedikit hingga akhirnya menjadi celah yang besar.


“Ini pasti pintu keluarnya.”ucap Tang Su menatap celah lebar yang menyerupai pintu. Tanpa piket panjang dia pun segera berjalan dengan cepat menuju ke celah tadi.


“klak... !”celah tadi segera menutup secara otomatis setelah Tang Su berada di luar ruangan.

__ADS_1


Tang Su terbalik dan menetap ke depan setelah melihat pintu yang tertutup di belakangnya. Ia kembali melangkahkan kakinya.


“whirr....”suara hembusan angin di sekitarnya dan terlihat semua pohon yang ada di sana bergoyang.


“tap... !”Tang Su berhenti saat merasa kakinya dingin seperti es.


“Bagaimana bisa ada musim salju di sini, bukankah cuaca di luar saat ini adalah musim panas.”gumam Tang Su saat merasakan tubuhnya mulai kedinginan.


Tang Su terus berjalan melewati salju yang menutupi tanah dan juga pepohonan yang ada di sana.


Setelah berjalan cukup jauh Dia pun akhirnya melihat sebuah danau dari kejauhan.


“Kurasa aku sudah menemukan danau Maoshan.”ucap Tang Su tersenyum merasa lega setelah sekian lama mencari dengan susah payah.


“tap... tap...”Tang Su berlari menuju ke sebuah danau yang luas meskipun dia merasa kakinya sudah pegal namun dia tetap bersemangat.


“Jadi ini danau Maoshan ?”gumam gadis itu lagi terpesona melihat danau yang terbentang di depannya.


Danau itu airnya jernih sekali. Ada banyak bebatuan yang tersusun di tengah danau dan mengalirkan air. Di tepi danau banyak jenis-jenis tumbuhan yang sama sekali belum pernah dia jumpai.


“Dimana sansiviera lotus nya ?”gumam Tang Su berjalan lebih mendekat dan mencari keberadaan herba langka itu.


Dia pun melihat ke bagian lain danau dan menemukan sebuah patung besar yang membuka tangannya, di tengahnya terdapat sebuah bunga lotus yang terlihat berkilau.


“Apa itu sansiviera lotus nya ?!”ucap Tang Su lirih dan kembali tersenyum karena apa yang dinantinya dan apa yang di sana sudah ada di depan mata.


“Aku akan mencoba mengambil nya sekarang.”batinnya. Ia pun masuk ke danau yang ternyata dalam tak sesuai dengan perkiraan nya yang mengharuskan gadis itu berenang untuk menuju ke sana.


Tang Su menggerakkan tubuhnya antara menuju ke patung dewi. Namun ternyata semuanya tak semudah yang dia kira. Tiba-tiba air yang awalnya tenang sekarang berubah menjadi beriak, semakin lama semakin besar membentuk sebuah pusaran.


Tepat di saat dia tiba di depan patung dewi, tubuhnya terbawa arus tanpa dia bisa melawannya.

__ADS_1


“Apa yang sebenarnya terjadi ?”batin Tang Su menatap ke atas dan lapisan air di bagian atasnya mulai berubah menjadi keras dan dingin seperti es batu.


BERSAMBUNG....


__ADS_2