Buku Keberuntungan

Buku Keberuntungan
Eps. 124 Teror Pembunuh


__ADS_3

Para jenderal dan petinggi kerajaan Pingxuo setiap hari melakukan diskusi tentang waktu penyerangan ke istana Wanzhou tanpa sepengetahuan dari Putri Meilin.


Sedangkan di kota Ling beberapa hari setelah insiden terbukanya cadar Tang Su. Terlihat gadis itu masih membuka tempat praktek pengobatannya setelah menerima kabar dari Bai Yu jika keadaan dari istana aman-aman saja.


Suatu pagi dia kedatangan pasien seorang lelaki yang terlihat misterius dan tak umum seperti pasien lainnya.


Pasien lelaki dengan tatapan mata yang sangat dingin dan terasa mengerikan masuk ke tempat pengobatan Tang Su.


“Maaf nona... apa aku bisa bertemu dengan tabib Tang ?”ucap lelaki itu menghampiri Tang Su yang sedang duduk setelah selesai mengobati beberapa pasien.


“Ya tuan... aku tabib Tang. Ada apa mencari ku, tuan ?”balas Tang Su berdiri dan menghampiri lelaki tadi.


“Nona aku punya masalah aku harap kau bisa membantuku. Adik ku lumpuh tak bisa berjalan, dan aku tak bisa membawanya ke sini. Apa kau bersedia mengobati adikku di rumahku ?”ucap lelaki itu menjelaskan permasalahannya pada Tang Su.


“Tuan bisa lihat sendiri pasien di sini masih penuh dan aku tak bisa meninggalkan mereka sekarang.”jawab Tang Su melihat para pasiennya yang masih mengantri.


“Ehem... jika begitu Aku akan sabar menunggu sampai semua pasien selesai diobati.”ucap lelaki itu kemudian.


“Baik tuan, tapi aku tak bisa menjanjikan kapan waktu tepat untuk mengobati adik mu. Dan aku takut Tuan akan menunggu lama.”balas Tang Su menambahkan.


“Tak masalah nona aku akan tetap menunggunya seberapapun lamanya itu.”balas lelaki tadi menjelaskan.


Tang Su kemudian mempersilahkan lelaki tadi untuk duduk dan menunggunya. Sementara dia segera mengobati pasiennya agar cepat selesai.


Sampai siang hari setelah pasien agak sepi, dia segera memasang pemberitahuan jika tempat pengobatan akan buka sampai siang saja.


“Tuan ayo kita pergi untuk mengobati adikmu.”ucap Tang Su setelah selesai mengobati satu pasien terakhirnya.


“Maaf nona sudah merepotkan mu, membuat mu menutup tempat praktek pengobatan mu lebih awal karena aku.”ucap lelaki tadi dengan nada sopan.

__ADS_1


“Tak apa tuan.”balas Tang Su singkat. Mereka berdua kemudian keluar dari tempat pengobatan Tang Su.


Di luar sudah ada kereta kuda yang menunggu dan tuan tadi mempersilahkan Tang Su untuk masuk.


“clop-clop...”kereta kuda membawa Tang Su keluar dari kota Ling menuju ke suatu tempat. Mereka melewati daerah yang sepi hingga akhirnya mereka tiba di sebuah hutan.


“Kenapa sedari tadi kereta ini tidak berhenti di sebuah rumah penduduk tapi malah masuk ke hutan seperti ini ?”batin Tang Su saat melihat keluar jendela dan melihat di mana dirinya berada saat ini.


Dia kembali menatap lelaki yang duduk di depannya.


“Ada apa nona ?”tanya lelaki itu sambil tersenyum menatap Tang Su.


“Tuan apakah masih lama ?”balas nya singkat.


“Sebentar lagi sampai nona.”jawabnya singkat.


Kereta kemudian berhenti di tengah hutan di depan sebuah rumah gubuk kecil. Tang Su kemudian turun dan mengikuti lelaki itu masuk ke gubuk.


“Dia bilang adiknya lumpuh, tapi hanya ada satu kamar di sini dan ternyata kosong.”batin Tang Su mengintip sebuah kamar lalu berjalan dan memeriksa ruangan lainnya.


Di tengah jalan dia mendengar suara pedang di asah dan dia terus berjalan untuk melihatnya ternyata dia mendapati lelaki tadi sedang mengasah beberapa pedang dan juga belati.


Tang Su pun berjalan pelan keluar dari rumah itu dan Sesampainya di luar dia segera berlari secepat mungkin setelah mendapati lelaki tadi hanya menipunya dan ingin membunuhnya.


Lelaki tadi keluar ruangan dengan membawa beberapa pedang dan ternyata ruangan itu kosong.


“Sialan...dia lari !”ucap lelaki yang ternyata memang pembunuh. Dia pun berlari ke arah hutan untuk mencari dan mengejar Tang Su namun tidak menemukannya.


Keesokan paginya Tang Su tetap membuka klinik pengobatannya.

__ADS_1


“Aku harus waspada setelah kejadian kemarin. Mungkin ada pembunuh lagi yang menyamar sebagai pasien di sini.”batin Tang Su saat berada di tengah-tengah pasiennya dan dia terlepas pada serta hati-hati saat memeriksa setiap pasien yang masuk ke sana. Jika ada pasien yang menurutnya sedikit aneh ataupun mencurigakan, dia langsung menolaknya dan memberi saran padanya untuk menemui tabib lain.


“Syukurlah hari ini semuanya aman terkendali.”gumam Tang Su saat menutup tempat praktek pengobatan nya di sore hari dan merasa lega.


Malam hari di saat gadis itu merebahkan dirinya di tempat tidur dia mendengarkan suara langkah kaki dari atas atap.


“Siapa itu ?!”ucap Tang Su segera bangkit dari tempat tidur dan mengambil pedang yang ia gantung di dinding.


Benar saja ada seseorang di atas dan langsung menyerang Tang Su saat pembunuh itu ketahuan. Namun setelah beberapa serangan, akhirnya pembunuh itu kabur juga.


Selama tiga hari berturut-turut dia mengalami hal yang sama. Setiap malam dia selalu mendapatkan teror dari tamu tak diundang yang berusaha mencoba untuk membunuh dirinya.


“Apa aku sebaiknya pindah dari sini saja ?”gumam Tang Su di suatu pagi hari untuk menghindari hal yang sama terulang terus menerus pada dirinya.


Tang Su mau masih barang-barangnya kemudian tak lupa dia mengirim kabar lewat merpati pos miliknya pada ibunya.


“Aku tidak tahu harus pindah ke mana tapi yang pasti aku harus pergi dari sini.”ucap Tang Su membawa semua barangnya setelah menempelkan pengumuman tempat praktek pengobatannya tutup untuk sementara waktu.


Di istana Pingxuo terlihat para jenderal dan para petinggi istana yang sedang berkumpul di suatu ruangan untuk membahas penyerangan ke istana Wanzhou.


“Bagaimana persiapan untuk penyerangan besok ?”tanya Kaisar Feng Lin pada para Jenderal dan petinggi istana yang hadir di diskusi mereka kali ini.


“Semuanya sudah siap, kaisar. Sejumlah sepuluh ribu pasukan sudah kami siapkan dan tinggal menunggu perintah lanjutan dari yang mulia saja.”jawab jenderal Hei Ho.


“Bagus... ! Kita bergerak besok di pagi dini hari sekali. Dan ingat jangan sampai informasi penyerangan kita ke istana Wanzhou bocor ataupun ada pihak lain yang mengetahui semua ini selain semua yang hadir di sini.”jawab kaisar Feng Lin berdiri dan tersenyum lebar merasa puas dengan gereja para Jenderal dan tinggi kerajaan yang hadir saat ini.


“Baiklah sesi pertemuan kali ini berakhir sampai di sini, besok pagi sekali kalian semua berkumpul di sini sebelum bergerak ke istana Wanzhou.”ucap kaisar membubarkan pertemuan mereka.


“Siap yang mulia !”jawab para Jenderal dan petinggi istana yang menghadiri pertemuan kali ini dan mereka semua segera bubar keluar dari ruang pertemuan menuju ke tempat mereka masing-masing untuk memeriksa kembali pasukan dan lainnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2