Buku Keberuntungan

Buku Keberuntungan
Eps. 39 Hasil Penyelidikan


__ADS_3

Pasukan yang di pimpin oleh Jenderal Xuan menuju ke hutan yang ada di kota Lanxia. Setelah berkuda selama kurang lebih satu jam lamanya mereka akhirnya tiba di pintu gerbang masuk kota Lanxia.


Di lain tempat Tang Su yang berada di rumah kakek Jiu merasa bosan di sana karena tak ada pasien atau sesuatu yang bisa dia lakukan.


Tang Su duduk di belakang rumah di bawah pohon menatap rerumputan di depannya.


“Apa yang bisa kulakukan untuk membunuh rasa bosanku kali ini ?”gumam Tang Su sambil mencabut rumput secara sembarangan dan melemparnya sembarangan tempat.


Dari belakang datanglah Lin Fan yang baru selesai membantu kakek Jiu meracik obat.


“Kakak Tang Su sedang apa sendirian di sini ?”tanya anak kecil itu ikut duduk di samping Tang Su melihat beberapa rumput yang di cabut oleh Tang Su.


“Lin Fan... sebenarnya aku sedang merasa bosan.”jawab Tang Su sambil melempar rumput yang dicabutnya sejauh mungkin dari tempatnya duduk saat ini.


Lin Fan hanya tersenyum mendengar jawaban Tang Su. Ia bisa melihat jika gadis itu sedang merasa suntuk saat ini.


“Kak bagaimana jika kita ke pusat perbelanjaan Ling Yu saja. Kebetulan kakek menyuruhku membeli tungku obat.”ucap Lin Fan mengajak Tang Su untuk ikut bersamanya.


Mata Tang Su seketika membesar dan berbinar menatap Lin Fan.


“Benarkah Lin Fan... jadi kita akan jalan-jalan ?”balas Tang Su tersenyum kecil.


Lin Fan mengangguk, ia pun kembali berdiri.


“Kakak aku minta izin pada kakek dulu ya setelah ini kita berangkat.”ucap Lin Fan lalu perjalanan kembali masuk ke rumah.


Di dalam rumah dia meminta izin pada kakek Jiu untuk mengajak Tang Su menemaninya berbelanja di pusat perbelanjaan herba Ling Yu.


Setelah mendapatkan izin dari kakeknya, Lin Fan keluar rumah dan menghampiri Tang Su.


“Kakak ayo kita berangkat sekarang.”ucap Lin Fan mengajak Tang Su yang masih duduk bersandar di sebuah pohon menunggunya.


Tang Su segera berdiri kemudian mengikuti Lin Fan berjalan menuju ke pusat herba Ling Yu.

__ADS_1


Mereka berdua sudah keluar dari desa dan melewati beberapa rumah warga dengan berjalan kaki.


Sepanjang jalan Tang Su tersenyum kecil meskipun kakinya sudah terasa sedikit lelah karena berjalan cukup jauh.


“Lin Fan Kapan kita akan sampai ke pusat herba Lin Yu ?”tanya Tang Su yang merasa sudah lama berjalan namun belum sampai juga.


“Sebentar lagi kak kita akan sampai.”jawab Lin Fan singkat dan memelankan jalannya karena tahu jika Tang Su sudah pegal kakinya.


Beberapa menit setelah berjalan tampaklah sebuah gerbang bertuliskan Pusat Herba Ling Yu dengan huruf besar yang terlihat dari kejauhan.


“Akhirnya sampai juga. Aku bisa beristirahat sebentar.”batin Tang Su saat melihat gerbang pintu masuk yang tinggal beberapa angka saja di depannya.


Tang Su dan Lin Fan melewati gerbang masuk Pusat Herba Ling Yu. Di sepanjang jalan terdapat banyak penjual yang menjual berbagai macam jenis bahan obat yang tidak diketahui oleh Tang Su sama sekali.


Selain berbagai jenis bahan obat di sana juga terdapat penjual yang menjual peralatan pengobatan yang berupa tunggu alkimia, jarum untuk akupressure dan berbagai peralatan lainnya.


“Di sini lebih lengkap dari pada pusat perbelanjaan yang pernah aku kunjungi bersama kakek Jiu beberapa waktu yang lalu.”celetuk Tang Su melihat-lihat ke samping kanan dan ke samping kiri.


Lin Fan kemudian berhenti di sebuah toko yang menjual tungku alkimia yang merupakan langganan kakek Jiu.


Dia masuk dan memilih beberapa tungku yang ada di sana. Sedangkan Tang Su hanya mengikuti Lin Fan dan menemaninya saja memilih Karena dia sama sekali tidak tahu bagaimana cara memilih tungku alkimia yang bagus.


Di luar toko serombongan pengawal yang dipimpin oleh Jenderal Xuan melewati pusat perbelanjaan Ling Yu menuju ke kota Lanxia.


“clop.... clop... clop”pengawal yang di pimpin oleh Jenderal Xuan tidak berhenti dan terus mengikuti Jenderal mereka.


“Bukankah itu pengawal dari kerajaan Wanzhou, kenapa mereka menuju ke kota Lanxia ?”ucap salah satu pedagang yang melihat rombongan pengawal berkuda bertanya pada pedagang lainnya.


“Entahlah... kita tidak pernah tahu urusan penting kerajaan.”jawab pedagang itu yang juga tidak tahu apa tujuan mereka datang ke sini.


Tang Su yang mendengar suara Dara langkah kuda yang cepat di luar, keluar sebentar dari toko untuk melihatnya.


“Kenapa ada pasukan berkuda lewat sini ? Apa mereka dari kerajaan atau dari mana ?”gumam Tang Su rombongan pasukan berkuda yang sudah jauh darinya.

__ADS_1


Tak beberapa lama kemudian Lin Fan keluar dengan membawa tiga tungku alkimia yang bervariasi ukurannya dan mencari Tang Su.


“Kakak... aku sudah selesai belanja ayo kita kembali.”ucap Lin Fan yang mendapati Tang Su berada di tengah jalan dan menghampirinya.


Melihat Lin Fan yang kesulitan membawa tiga tungku alkimia, Tang Su membantu membawanya.


Mereka berdua kemudian Kembali menuju ke rumah kakek Jiu. Di tengah jalan angin berhembus kencang dan membuat salah satu tusuk rambut Tang Su jatuh di jalan. Namun gadis itu tidak mengetahuinya dan terus berjalan bersama Lin Fan.


Di tempat lain rombongan yang dipimpin oleh Jenderal Xuan akhirnya tiba di Kota Lanxia dan saat ini mereka sudah masuk ke area hutan tempat Putri Wu Shuang menghilang sebelumnya.


Mereka berhenti di tepi jurang tempat sang putri menghilang.


“Kalian cari jejak atau petunjuk apa saja dan segera laporkan padaku jika kalian menemukan keberadaan Putri Wu Shuang.”ucap Jenderal Xuan memberi perintah.


Kesepuluh pengawalnya seketika bergerak. Beberapa pengawal menuruni jurang tempat sang putri jatuh untuk mencari jasadnya.


Beberapa pengawal lainnya mencari jejak pengawal yang membunuh sang putri.


Jenderal Xuan tak hanya diam saja menunggu kabar dari para pengawalnya. Dia pun ikut bergerak mencarinya. Saat dia berjalan ke tengah pohon bambu dia berhenti sebentar karena menemukan jejak darah di sana.


“Darah siapa ini...”gumamnya saat melihat bekas darah yang mengering di beberapa batang pohon bambu.


Jenderal Xuan mengecek di sekitarnya dan menemukan cadar hitam tersangkut di antara pohon bambu dan rusak di beberapa bagian. Dia mengambilnya dan melihatnya.


“Cadar ini milik pasukan bayangan kerajaan Wanzhou.”ucap Jenderal Xuan terkejut saat melihatnya.


Dia tahu atribut pasukan rahasia milik Kaisar Luoying dengan baik dan mengenal semua atribut yang dipakainya.


“Jadi apakah pasukan bayangan yang menyerang Putri Wu Shuang ?”gumamnya heran dan bertanya-tanya karena pasukan bayangan hanya bisa bergerak atas perintah Kaisar saja.


Jenderal Xuan mengenal pemimpin pasukan bayangan yang merupakan rekannya dan bermaksud menanyakan hal itu padanya nanti saat kembali ke istana untuk mengetahui kebenarannya.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2