Buku Keberuntungan

Buku Keberuntungan
Eps. 6 Lawan Yang Seimbang


__ADS_3

Setelah melihat Yu Xing di lapangan,Tang Su jadi rajin bertandang ke perpustakaan. Di kala jam kosong ataupun di saat istirahat gadis itu terlihat sering berada di sana.


Selain memang dia suka membaca berbagai macam buku, dia juga suka pada sepak bola, terlebih jika yang memainkannya adalah Yu Xing.


Suatu sore di kelasnya ada jam pelajaran kosong. Dosen yang mengajar Fisika absen hari ini. Seisi kelas tampak ramai seperti biasanya saat jam kosong.


Beberapa gadis duduk bergerombol dan bergosip, sementara yang lainnya keluar kelas. sebagian dari mereka menuju ke kantin dan sebagian lagi menuju ke lapangan dan tempat lain.


“Ku dengar sore hari ini ada junior dari jurusan Sains menantang Yu Xing bermain sepak bola.”ucap seorang lelaki berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri mahasiswa lain.


“Apa kau bilang... Changyuan... kau serius ? Berani sekali mahasiswa seangkatan kita menantang Yu Xing si kaki seribu...”jawab lelaki itu tak percaya.


“Iya maka dari itu... aku juga penasaran siapa mahasiswa yang berani menantangnya. Dan sepertinya pertandingan ini akan menarik. Ayo kita lihat sekarang.”jawab Changyuan menanggapi temannya.


Dua lelaki tadi kemudian keluar kelas menuju ke lapangan sepak bola untuk melihat pertandingan.


“Changyuan menyebut nama Yu Xing barusan... jadi saat ini lelaki itu sedang bermain sepak bola...”batin Tang Su tak sengaja mendengar percakapan dua temannya tadi.


Gadis itu pun tersenyum simpul. Ia segera berdiri dari tempat duduknya lalu keluar kelas menuju ke lapangan sepak bola.


Ternyata tak hanya para mahasiswa yang mengetahui hari ini ada pertandingan sepak bola namun mayoritas mahasiswi yang menyukai Yu Xing pun mengetahui hal itu.


“Bukankah sebentar lagi sepak bola akan dimulai ?”ucap seorang gadis yang masih duduk di kelas pada beberapa temannya.


Beberapa dari mereka langsung melihat jam dinding yang ada di kelas.


“Wah benar lima menit lagi akan dimulai. Kita tidak boleh ketinggalan.”balas gadis lain.


“Ayo kita pergi sekarang.”ucap gadis lain menanggapi.


Para gadis itu pun segera keluar dari kelas dan menuju ke lapangan sepak bola.


Yu Xing yang merupakan mahasiswa tingkat tiga jurusan Komunikasi ternyata tak hanya mempunyai fans dari mahasiswa tingkat junior saja, namun dia sudah mempunyai para fans dari berbagai tingkatan kelas.

__ADS_1


Di lapangan sepak bola terlihat ramai sekali. Para mahasiswa yang menonton memadati lapangan. Dua tim yang berada di lapangan sepak bola sudah berada di posisi masing-masing dan bersiap segera bermain.


“tap...tap...tap...” suara langkah kaki Tang Su yang baru sampai di lapangan sepak bola dan berhenti.


“Oh... aku tak menyangka ramai sekali di sini.”gumam gadis itu melihat ke sekitar.


Tang Su berada di deretan penonton paling belakang.


“Bagaimana bisa aku melihatnya jika berada di sini ?”batin Tang Su.


Ia pun menerobos ke depan melewati beberapa mahasiswa.


“Hei... enak sekali kau menyerobot... ?!”ucap seorang gadis saat melihat Tang Su terus menerobos maju ke depan dan seolah tak terima.


Tang Su hanya menoleh ke belakang dan menatapnya saja. Gadis itu terus menerobos maju hingga ke depan.


“Ih... siapa lagi yang menerobos ke depan... ?!”ucap seorang gadis merasa tak nyaman tempatnya semakin bergeser.


“Oh kau rupanya...” sambung gadis itu lagi menoleh ke samping kanan saat melihat Tang Su berdiri di sampingnya.


Tang Su hanya diam saja mendengar ocehan gadis yang berdiri di sebelahnya. Dia hanya mengelus dadanya saja mendengar apa yang barusan diucapkan oleh gadis tadi.


“priit.... !”suara peluit yang berbunyi dan menandakan pertandingan sepak bola kali ini dimulai.


Tim Yu Xing mulai bergerak maju menyerang tim Xiao Jinyu. Seperti biasa Yu Xing menunggu bola di oper oleh temannya dan terus bergerak.


Sementara di lain sisi, Xiao Jinyu yang merupakan juara dua sepak bola di kota nya terus mengejar bola dan berusaha mengambil dari tim Yu Xing.


“Aku pasti bisa mengambil bola darinya.”batin Xiao Jinyu dan santai. Ia yakin sekali bisa menguasai lapangan. Lelaki itu sejatinya hanya ingin tahu saja seberapa besar kekuatan Yu Xing. Karena dia mendengar lawannya itu mendapat begitu banyak pujian dari mahasiswa yang ada di sana.


“Yu Xing... cepat tembakkan bolanya ke gawang !”teriak Tang Su tak sadar karena merasa gemas saat melihat pertandingan yang seru.


Beberapa gadis seketika menatap Tang Su dengan tatapan tajam dan tidak menyenangkan.

__ADS_1


“Hey tambun... lebih baik kau diam dan jangan berteriak di sini. Telinga ku bisa tuli mendengar teriakan mu !”ucap seorang gadis dari jurusan lain.


“Ya...”balas Tang Su singkat sambil menahan kesal namun dia tak berani menyanggah nya dan menahan emosinya.


Kembali ke lapangan di mana Yu Xing saat ini sudah memegang kendali bola dan berada di depan gawang.


“Tendang... !”teriak para mahasiswa yang merupakan pendukung Yu Xing.


Namun tanpa ada yang mengira ternyata bola yang saat ini dikuasai oleh Yu Xing berhasil di rebut oleh Xiao Jinyu.


“Sial... mahasiswa baru kemarin sore itu mengambil bola dari ku.”batin Yu Xing saat melihat Xiao Jinyu menggiring bola menuju ke gawang.


“Ternyata hanya segitu kemampuan mu, Yu Xing.”batin Xiao Jinyu tersenyum kecil dan terus menggiring bola menuju ke gawang.


“Xiao Jinyu... Xiao Jinyu... ayo jebol gawangnya !”teriak mahasiswa dari jurusan Sains yang merupakan teman sekelasnya.


“Aku yakin Yu Xing bisa merebut kembali bola itu.”batin Tang Su yang tak sedetik pun melepaskan pandangan matanya dari Yu Xing.


“goool....”teriak para mahasiswa yang pro Xiao Jinyu saat melihat jagoan mereka berhasil mencetak gol.


“Rupanya boleh juga si Xiao Jinyu. Aku hanya sedikit lengah saja tadi. setelah ini tak akan kubiarkan hal yang sama terjadi lagi.”batin Yu Xing tersenyum kecil melihat Xiao Jinyu dari kejauhan kembali menggiring bola ke tengah lapangan.


Yu Xing si kaki seribu bergerak dengan cepat dan berhasil merebut bola dari Xiao Jinyu dan berhasil menguasai bola.


Ia menggiring bola menuju ke depan gawang dan menendangnya dengan kencang.


“Goool.... !”teriak para mahasiswa yang merupakan pendukung Yu Xing saat melihat jagoan mereka berhasil mencetak gol.


Suasana semakin ramai dengan hasil yang seri. Hingga akhir pertandingan ternyata posisi masih draw 1-1.


“priit... !” suara peluit kembali berbunyi dan mengakhiri pertandingan sepak bola kali ini.


Tanpa Xiao Jinyu ketahui beberapa gadis saat ini mengidolakan dirinya setelah dia berhasil menyamai kekuatan Yu Xing.

__ADS_1


Beberapa gadis bubar dari area lapangan dan kembali ke kelas masing-masing setelah pertandingan sepak bola itu selesai.


BERSAMBUNG ...


__ADS_2