
Setelah beberapa saat kemudian nafasnya kembali teratur, Tang Su kembali berjalan, meskipun pelan. Gadis itu masih berada di tengah gurun panas dan membuatnya kembali bercucuran keringat.
Setelah beberapa meter berjalan tiba-tiba suasana menjadi gelap gulita.
“Kenapa malam datang begitu cepat ?”ucap Tang Su berhenti di tengah jalan karena khawatir akan terjadi sesuatu yang mendadak seperti yang sudah-sudah.
Setelah beberapa saat lamanya dia berhenti ternyata tak terjadi apapun dan tak muncul apapun di sekitarnya.
“Tak ada apapun di sini, aneh sekali.”gumam Tang Su setelah menoleh ke samping kanan dan ke samping kiri.
Dia meneruskan berjalan dan di sepanjang perjalanan terlihat gulita tanpa ada penerangan sedikitpun di sana.
“Aku harus membuat obor sekarang.”gumamnya.
Tang Su menetapkan sekitar untuk mencari sebatang kayu namun tidak menemukannya. Di tengah jalan, gadis itu tersandung setelah kakinya menginjak sesuatu.
“brak.... aduh...!”Tang Su jatuh dan menduduki satu benda yang terasa mengganjal di pantatnya.
“Apa ini ?”ucapnya sambil merambah pantatnya kemudian mengambil benda tadi dan ternyata benda itu adalah sebuah batang kayu kecil sepanjang 20 senti meter.
“Aku perlu batu sekarang.”ucapnya kembali berjalan dan meraba sekitarnya. Dia menemukan dua batu di ujung kakinya dan segera mengambilnya.
“buuz... !”Tang Su berhasil membuat obor dan hampir menyala.
Tang Su kembali berjalan sambil memegang obor di tangan kanannya. Sudah jauh Dia berjalan namun tak menemukan bahaya apapun di sana yang bisa membahayakan dirinya.
“Aku tidak tahu jam berapa sekarang tapi aku mulai mengantuk.”ucap Tang Su sambil menguap dan menutup mulutnya.
Dia kembali berjalan dan mengamati sekitar setelah memutuskan untuk bermalam dan melanjutkan perjalanan esok paginya.
Dari kejauhan dia melihat sosok bayangan yang seperti manusia di bawah pohon dan terlihat melengkung.
“Apa itu yang ada di depan sana, dia manusia ataukah pohon ?”batin Tang Su yang tak bisa melihat dengan jelas dan hanya hanya bisa menebak saja.
Karena penasaran dia pun kembali berjalan menuju ke tempat itu.
“Nenek tua.... apa yang kamu lakukan di sini ?”ucap Tang Su berhenti di sosok yang dia lihat dari kejauhan tadi dan ternyata memang seorang manusia benaran, sambil mengarahkan umurnya ke sosok tadi.
__ADS_1
“Gadis muda... kebetulan sekali kau lewat sini. Apa kau bisa membantuku ?”jawab nenek tadi sambil tersenyum lebar menatap Tang Su.
“Katakan nek, Apa yang bisa aku lakukan untuk membantumu ?”balas Tang Su menatap nenek yang tubuhnya bungkuk.
“Aku kehilangan tongkatku dan membuatku susah berjalan. Selain itu aku tak bisa melihat jelas di malam seperti ini.”jawab nenek tadi menjelaskan keadaannya saat ini.
“Baiklah aku akan membantu nenek berjalan, aku akan menjadi tongkatmu. Tolong tunjukkan di mana rumahmu berada.”jawab Tang Su bersedia menolongnya.
“Terima kasih gadis muda. Rumahku ada di sana.”jelas nenek tadi sambil menunjuk ke suatu tempat.
Tang Su kemudian berjalan dan memapah wanita tua tadi. Mereka jalan menuju ke suatu tempat.
“tap... tap... tap...”Mereka berdua kemudian berhenti di sebuah rumah kecil di samping jalan.
“Terima kasih sudah mengantarku sampai ke rumah ku. Singgahlah sebentar untuk minum.”ucap nenek tadi mengajak dan mempersilahkan gadis itu mampir di rumahnya.
“Terima kasih nenek atas tawarannya tapi maaf aku harus segera kembali untuk mencari penginapan atau sejenisnya untuk bermalam.”jawab Tang Su menolak tawaran dari nenek tadi.
“Gadis muda... kenapa kau tidak bermalam saja di rumahku untuk sehari, dan besok kau baru cari penginapan.”balas nenek itu kembali menawarkan.
“Tak apa... menginap lah di sini aku sama sekali tak merasa keberatan. Dan aku hanya tinggal seorang diri di sini.”jawab nenek tadi membuka lebar pintu rumahnya untuk gadis yang sudah menolongnya.
Setelah berpikir dan mempertimbangkan matang-matang akhirnya Tang Su menyetujui dan menerima tawaran dari wanita tadi.
“Masuk dan duduk lah dulu.”ucap sang nenek lagi.
Tang Su kemudian mengikuti nenek tadi masuk ke rumah dan dia duduk di kursi. Sedangkan nenek tadi berjalan masuk ke belakang.
Tak Berapa lama kemudian nenek tadi keluar dengan membawa sebuah minuman.
“Gadis muda... minumlah dulu.”ucap nenek tadi memberikan teh pada Tang Su.
Tang Su menerima teh pemberian nenek tadi dan melihatnya sebelum meminumnya.
“Kenapa minuman ini adalah baunya aneh sekali dan menyengat ?”batin Tang Su kemudian dia menaruh kembali teh itu ke meja.
“Kenapa tidak di minum ?”ucap nenek tadi tidak senang.
__ADS_1
“Nanti aku akan meminumnya nenek, aku belum haus.”jawab Tang Su beralasan sambil tersenyum kecil.
“Apa gadis ini sudah mengetahuinya ? Maka dari itu dia tidak meminumnya ?”batin nenek tadi menatap Tang Su dengan tajam.
Tiba-tiba di sekitar Tang Su muncullah sarang laba-laba yang banyak sekali jumlahnya.
“Apa ini ?”pekik Tang Su terkejut melihat rumah itu penuh dengan sarang laba-laba dan yang lebih mengejutkan lagi nenek tadi tiba-tiba berubah menjadi sebuah laba-laba raksasa.
“paff.... !”tanpa segan lagi laba-laba tadi seketika menggulung tubuh Tang Su dengan menang laba-laba dan menempatkannya di tengah sarang laba-laba.
“Jadi... dugaan ku benar... dia bukan manusia.”batin Tang Su sambil bergerak membebaskan dirinya dari kepompong yang membelitnya.
Untung lah tangannya bisa keluar dari kepompong, setidaknya dia bisa menggerakkan tangannya untuk mengambil sesuatu meskipun bagian tubuh lainnya tak bisa bergerak.
“Gadis muda.... roh mu terasa manis sekali. Jika aku bisa menghisap roh mu maka usiaku akan bertambah 1000 tahun lagi.” ucap wanita laba-laba tadi mendekati Tang Su.
Di saat laba-laba itu tempat berada di atas tubuhnya dan mengeluarkan kekuatan penghisapan, Tang Su menggerakkan tangannya mengambil jarum perak yang ada di saku bajunya.
“Argh...kenapa susah sekali menghisap roh mu keluar dari tubuh ?”ucap wanita laba-laba tadi sambil menyentuh wajah Tang Su, dan dia pun bisa merasakan jika gadis itu bukan berasal dari dunia ini.
“Darimana kau berasal sebenarnya katakan padaku ?”ucap wanita laba-laba kembali melakukan penghisapan roh.
“Sekarang saatnya !”Tang Su mengeluarkan semua jarum perak yang bisa diambil dan menancapkannya ke tubuh laba-laba tadi.
“cruat.... !”cairan hijau keluar dari laba-laba tadi dan mengotori tubuh Tang Su.
Sementara laba-laba tadi terlihat marah setelah jatuh dan mengerang kesakitan. Ia pun terlihat memberi pelajaran gadis itu lagi.
Tepat di saat laba-laba tadi akan menyerang Tang Su, tiba-tiba muncul sosok sinar keemasan yang muncul dari kejauhan dan mendekati mereka berdua.
Saat dekat sosok tadi terlihat jelas dan merupakan sosok sang dewi yang ada di pahatan dinding di tempat sebelumnya.
“Cukup..... ! Hentikan ! Ku bilang berhenti !”ucap sosok roh dewi tadi pada wanita laba-laba.
“Ampun dewi Suzaku... hamba tidak berani menolak perintah dewi.”balas laba-laba tadi mundur dan kemudian menghilang secara tiba-tiba.
BERSAMBUNG...
__ADS_1