Buku Keberuntungan

Buku Keberuntungan
Eps. 15 Bekas Rasa Nyeri


__ADS_3

Tang Su sudah berendam di bak berisikan es batu selama satu jam.


“brrr....” tubuhnya terlihat menggigil dalam bak berisikan bongkahan es batu.


“Aku sudah tidak tahan berada di sini.”ucap Tang Su yang merasakan kini tubuhnya menjadi sedingin es.


Ia pun segera keluar dari bak dan melepas bajunya dan berganti baju kering.


“Hachi... hachi... !”Tang Su bersin beberapa kali meskipun dia sudah memakai baju kering dan juga jaket tebal.


Karena masih merasakan dingin yang luar biasa. Ia pun memakai kaos kaki tebal. Selain itu ia menyerah tempat tidurnya dan memindahkannya ke depan pemanas ruangan.


“klik...”Tang Su menyalakan alat pemanas ruangan dan segera berbaring di atas kasur, di dalam selimut yang super tebal.


Tang Su menatap ke langit-langit di kamarnya beberapa saat hingga matanya terpejam setelah obat bereaksi dan memberikan efek ngantuk.


Beberapa menit setelah gadis itu tertidur pulas, buku komik yang tadi dibacanya kembali terbuka di sebuah halaman tanpa ada angin atau sesuatu yang membuatnya terbuka.


Sebuah sinar keemasan kembali keluar dari buku komik tadi.


“sraak...”tanpa ada yang melihat tiba-tiba dari dalam buku komik tadi muncullah sosok Putri Wu Shuang yang menyembulkan kepalanya dari dalam buku.


“Dimana ini...”ucap sang putri melihat ke sekitar dan mendapati ada sebuah ruangan asing yang baru pertama kali di lihatnya.



Dia lalu keluar dari dalam buku dan berdiri di depan meja. Gadis berusia dua puluh empat tahun itu kemudian berjalan dan melihat dekorasi ruangan modern yang tak pernah ia jumpai sebelumnya.


“tap... tap... tap...”Putri Wu Shuang kemudian berhenti di depan Tang Su yang masih tertidur pulas.


“Kenapa gadis ini memiliki penampilan yang berbeda dengan diriku. Siapa dia ?”batin sang putri melihat sosok Tang Su dari dekat yang terlihat mengenakan pakaian modern, pakaian yang berbeda dengan jenis pakaian yang dipakai saat ini.


Karena penasaran dan ingin melihatnya lebih jelas, Putri Wu Shuang berjongkok di depan Tang Su kemudian menyentuh selimutnya dan menarik turun.


“Aaah... !”Putri Wu Shuang merasa tangannya seolah tersetrum saat menyentuh baju Tang Su.


Sinar kemasan kembali memancar dari buku komik yang ada di meja. Sinar itu menerangi seisi ruangan.

__ADS_1


“Argh... !”Putri Wu Shuang tiba-tiba terisap oleh Sinar keemasan tadi dan membawanya kembali ke dalam buku.


Tepat setelah sang putri masuk kembali ke dalam buku, buku komik itu tertutup dengan sendirinya.


Tang Su membuka matanya saat dan menatap ke sekitar.


“Aku seperti mendengar suara barusan...”ucapnya sambil mencari keberadaan seseorang dalam kamarnya namun dia tidak menemukan siapapun di dalam kamarnya selain dirinya.


“Aneh sekali... aku yakin tadi mendengar suara orang berteriak. Apa aku berhalusinasi dalam tidur ?”gumam Tang Su kembali menetap ke sekeliling dan masih tidak menemukan ada yang aneh di sana. Semuanya benda yang ada di sana tak ada yang berubah posisinya sama sekali dan tetap sama seperti sebelumnya.


“Ah sudahlah... aku sebaiknya tidur lagi. Besok aku masuk kuliah.”batin Tang Su yang duduk kembali merebahkan dirinya dan tidak menyadari letak selimut yang dipakainya berubah dari sebelumnya.


“Sekarang terasa hangat...”gumamnya setelah menarik kembali selimut dan menyelimuti tubuhnya hingga batas leher.


Tang Su kembali tidur lelap hingga beranjak pagi.


Suara kicau burung di luar bersahutan yang menandakan hari sudah pagi.


Tang Su membuka matanya dan seketika duduk. Pandangan nya langsung tertuju pada jam dinding yang ada di depannya.


“Aku kira aku bangun kesiangan.”ucapnya saat melihat jam dinding yang menunjukkan masih pagi hari.


Tang Su menaruh kembali gelas ke meja setelah dia selesai minum. Ia menetap ke samping dan melihat alat pemanas ruangan masih menyala.


“Sebaiknya aku matikan saja.”ucapnya lalu berjalan menuju ke arah pemanas ruangan dan mematikannya.


Tang Su berbalik dan melihat pantulan dirinya dari cermin. Dia pun mendekat ke cermin dan membuka lengan baju bagian kanan.


“Bengkak di lengan ku sudah berkurang banyak.”ucapnya lalu menurunkan kembali lengan bajunya. Ia kemudian berbalik dan membuka baju bagian belakang dan melihat memar di sekujur tubuhnya jauh lebih baik dari sebelumnya meskipun belum pulih 100% dan nyeri saat dia menyentuhnya.


Tang Su yang merasakan lengan kanannya masih sedikit perih, berjalan ke arah kotak obat. Ia mengambil perban lalu membalikkan perban itu di lengannya dengan susah payah.


Satu jam kemudian gadis itu sudah berganti baju dan selesai bersiap.


“Baiklah aku siap berangkat.”ucap Tang Su mengambil tas yang ada di meja dan segera keluar dari tempat kost menuju ke kampus.


Di kampus Tang Su mengikuti pelajaran di kelas seperti biasa meskipun dia masih merasakan nyeri di beberapa anggota bagian tubuhnya.

__ADS_1


Siang hari seperti biasa gadis itu keluar dari kelas dan menuju ke perpustakaan. Di tengah jalan dia pun berhenti.


“Oh ya... Siyue bilang sebelumnya hari ini dia banyak tugas dan tidak bisa menemaniku di perpustakaan.”gumamnya setelah teringat pada ucapan sahabatnya satu hari yang lalu.


Tang Su pun mengurungkan niatnya untuk masuk ke perpustakaan. Dia berbalik dan berencana kembali ke kelas.


Saat melewati lapangan sepak bola dia pun berhenti sebentar.


“Apa Yuxing ada di antara mereka ?”batin Tang Su saat melihat beberapa lelaki sedang berlatih sepak bola dari kejauhan.


Tang Su pun masuk ke lapangan sepak bola. Ia lalu duduk di bangku kosong di bawah pohon yang teduh.


Tang Su menoleh ke kursi panjang di sampingnya dan hanya ada beberapa gadis yang duduk di sana tidak sebanyak dan seramai biasanya.


Ia pun kembali menatap ke lapangan dan mencari sosok Yuxing, namun dia tidak menemukan lelaki itu.


“Kenapa Yuxing sekarang jarang berlatih di sini ?”batin Tang Su sedikit kecewa. Namun meskipun begitu ia tetap duduk di sana.


Tang Su mahasiswa yang sedang berlatih sepak bola dan dia melihat sosok Xiao Jinyu sedang berlatih di sana.


Xiao Jinyu tak sengaja menatap ke arah deretan kursi yang ada di depan nya dan melihat ada Tang Su di sana.


“Itu kan si chubby...”gumam Xiao Jinyu.


Lelaki itu menghampiri Tang Su sambil membawa bola dan kembali melempar bola ke arahnya.


“Auuwh.... !”bola yang dilempar Xiao Jinyu mengenai lengan kanan Tang Su.


Ia pun berdiri dan menatap Xiao Jinyu dengan kesal.


“Kenapa kau selalu melempar bola ke arahku. Apa kau kira aku ini gawang ?”ucap Tang Su.


Xiao Jinyu hanya tersenyum dan menepuk lengan kanan Tang Su. Namun gadis itu kembali berteriak dan segera menyingkirkan tangan Xiao Jinyu dari lengannya.


“Kau ini kenapa, aku tidak keras melempar bola ke arah mu tadi.”ucap Xiao Jinyu lalu membuka lengan baju bagian kanan Tang Su dan melihat ada perban yang membelit lengan gadis itu.


Xiao Jinyu menutup kembali lengan baju Tang Su dan merasa bersalah padanya karena baru mengetahui jika lengan si Chubby ternyata terluka.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2