Buku Keberuntungan

Buku Keberuntungan
Eps. 64 Terjebak


__ADS_3

Xiao Jinyu duduk diam sambil merenung memikirkan bagaimana caranya dia kembali.


Dia mencoba berbaring kembali dan memejamkan mata.


“Apa aku masih tetap berada di sini ?!”pekiknya saat membuka mata dan mendapati dirinya belum berpindah kembali ke dunia nyata.


Beberapa jam kemudian seorang pelayan datang dan mengantarkan sarapan pagi untuknya.


“Yang Mulia ini sarapan pagi anda.”ucap seorang pelayan mengantarkan sarapan pagi.


“Taruh saja di meja.”balas Xiao Jinyu.


Pelayan tadi menanam sarapan pagi di meja kemudian segera keluar.


Xiao Jinyu kemudian berpindah ke meja dimana pelayan tadi menaruh sarapan pagi dan duduk di sana.


“Lebih baik aku sarapan saja untuk menghilangkan stress ku.”gumamnya melihat sarapan lagi di depannya.


Dia pun segera menyantap dan memakannya dengan lahap.


“Hmmh... ternyata masakan di istana ini benar-benar enak. Apa masakan zaman dulu memang seenak ini ya ?”gumamnya merasa bumbu masakannya kuat dan membuat aromanya semakin nikmat.


Siang hari Xiao Jinyu keluar dari kamar. Ia berkeliling ke istana untuk melihat bangunan yang ada di sana.


“Aku sudah tahu semua ruangan yang ada di sini sekarang.”ucap Xiao Jinyu setelah keluar dari sebuah ruangan.


Ia pun kemudian menuju ke sebuah taman dimana di sana terdapat banyak tumbuhan hijau dan beberapa kursi di tengahnya dengan sebuah kolam ikan yang ada di belakangnya.


“Arsitektur penataan zaman dulu memang keren.”celetuk Xiao Jinyu sambil duduk dan mengamati ke sekitar.


Hingga sore lelaki itu tak ada kerjaan dan dia hanya berkeliling melihat-lihat istana.


Hingga malam hari ia pun kembali ke kamarnya setelah makan malam.


“Semoga saja aku bisa kembali ke duniaku setelah membuka mata nanti.”gumamnya saat berbaring di tempat tidur dan memejamkan mata.


Pagi harinya dia kembali bangun dan membuka mata.


“Astaga aku masih ada di sini. Bagaimana caranya aku kembali ?”gumam Xiao Jinyu saat melihat ke ruangan dan dia masih berada di kamar yang sama.


Dia pun kembali berjalan-jalan mengitari istana untuk mengisi waktunya.


“Lama-lama aku benar-benar bosan tidak ada kerjaan seperti ini.”keluhnya dan berusaha mencari kesibukan untuk membunuh rasa bosannya.

__ADS_1


Xiao Jinyu kembali berjalan dan melewati sebuah dojo.


“Trang... clang... !” terdengar suara pedang yang beradu dan membuat lelaki itu berhenti.


Xiao Jinyu masuk dan melihat beberapa orang lelaki sedang berlatih pedang.


“Apakah itu pedang sungguhan ? Bagaimana rasanya memainkan pedang ?”gumamnya dalam hati yang tertarik melihat beberapa orang bermain pedang.


“Salam yang mulia...” ucap semua orang yang ada di tempat itu memberi salam penghormatan pada Xiao Jinyu dan menghentikan latihan mereka.


“Ya...”jawab Xiao Jinyu singkat karena tak tahu harus menjawab apa.


Dia pun berjalan dan berbaur bersama yang lainnya sambil melihat ke seisi ruangan.


“Jadi seperti itu caranya mengayunkan pedang.”batin Xiao Jinyu melihat dan mengawasi orang-orang yang sedang bermain pedang di sana dan merekam dalam ingatannya.


Dia pun kemudian menatap ke sisi dinding di mana di sana tergantung sebuah pedang.


“Srang... !”Xiao Insinyur segera berjalan ke tempat pedang itu berada dan menarik bagian dari sarungnya.


Xiao Jinyu kembali bergabung bersama yang lainnya dengan membawa pedang tadi.


“Aku ingin ikut berlatih dengan kalian. Siapa yang ingin berlatih dengan ku ?”tanya Xiao Jinyu.


“Tak perlu merasa sungkan atau canggung denganku. Ayo siapa yang mau latihan denganku ?”tanya Xiao Jinyu lagi dan barulah ada seorang lelaki yang maju dan bersedia berlatih dengan nya.


“Ayo kita latihan sekarang. Ingat jangan segan padaku.”ucap Xiao Jinyu pada lawan berlatihnya sebelum mulai latihan.


“Trang....clang...!”Xiao Jinyu mengayunkan pedangnya menangkis serangan yang diarahkan padanya.


“Aneh sekali... padahal baru pertama kali ini aku memegang sebuah pedang, tapi kenapa aku merasa sudah mahir memainkannya ?”batin Xiao Jinyu yang bisa menangkis dan membalikkan setiap serangan yang mengarah padanya.


Dua hari berlalu dan di hari ketiga Xiao Jinyu menghabiskan harinya di tempat latihan dengan bermain pedang. terkadang dia bermain bersama yang lainnya terkadang juga bermain seorang diri saat tak ada yang berlatih di sana.


Di penginapan Yuelai di sore hari. Tang Su tetap berada di tempat praktek pengobatannya setelah tempat itu tutup.


Gadis itu terlihat membawa panci alkimia dan menaruhnya di sudut ruangan. Dia juga membawa beberapa bahan ramuan obat yang sudah dia siapkan beberapa hari sebelumnya dan meletakkannya ke meja.


Tang Su duduk di lantai dan bersandar pada dinding. Ia pun memegang sebuah buku dan membacanya.


“Aku akan membuat dan pil level satu lebih dulu.”ucap Tang Su mengambil bahan yang disiapkan setelah membaca buku.


Tang Su merebus semua bahan menggunakan panci alkimia.

__ADS_1


“Tinggal menunggunya jadi.”ucap Tang Su duduk di kursi sambil memperhatikan waktu.


Satu jam kemudian gadis itu bangkit dari tempat duduknya dan membuka tutup panci alkimia.


“Ini pil pertama yang kubuat.”


Tang Su mengambil semua file yang sudah jadi dan memasukkannya dalam sebuah wadah. Ia pun mengambil satu dan mencoba mengkonsumsinya.


“Hmm lumayan tidak buruk untuk praktek pertama.”gumamnya saat merasakan perbuatannya sendiri dan ada reaksi negatif yang ditunjukkan setelah mengkonsumsinya.


Tang Su melihat hari semakin gelap dan dia pun kembali masuk ke kamarnya setelah mengembalikan panci alkimia ke tempatnya semula.


Tang Su berbaring di tempat tidur. Ia pun mengambil jarum perak dan menusuk tangannya. Dalam hitungan menit dari situ tak sadarkan diri.


“Oh... aku sudah kembali.”ucap Tang Su membuka mata dan menepati dirinya sudah kembali ke dunia nyata.


“Jam berapa ini ?”gumam Tang Su melirik arah jam dinding di kamarnya yang menunjukkan hari sudah pagi.


“Gawat sebentar lagi Xiao Jinyu akan datang kesini.”pekik Tang Su.


Ia pun segera berganti baju training dan menunggu kedatangan Xiao Jinyu.


“Kenapa dia belum datang juga sudah lewat sepuluh menit.”batin Tang Su yang menunggu Xiao Jinyu yang tak kunjung datang juga.


Ia pun mengambil ponsel dan menghubunginya, namun ponselnya tidak aktif.


Tang Su merasa khawatir dan memutuskan untuk pergi ke tempat Xiao Jinyu.


“Tap... tap....”Tang Su keluar dari kamar dan menuju ke tempat Xiao Jinyu.


“tok... tok...”Tang Su segera mengetuk pintu setibanya di sana.


Karena tak ada jawaban setelah berulang kali mengetuknya ia pun mencoba membukanya.


“klik...untung saja aku membawa jarum perak.”ucap Tang Su tersenyum kecil kemudian masuk ke dalam.


Di dalam kamar ia melihat Xiao Jinyu tertidur di atas tempat tidur dengan TV yang masih menyala.


“Dasar kau bisa-bisanya bangun kesiangan meskipun TV menyala dengan keras.”ucap Tang Su.


Ia pun mematikan TV dan mencoba membangunkan Xiao Jinyu. Tang Su mengguncang tubuh Xiao Jinyu dengan keras namun lelaki itu tidak bangun juga.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2