
Tang Su duduk di sebuah ruangan dan menunggu kaisar kembali. Sementara di lain tempat terlihat Kaisar Chun Jun dan Pangeran Shen Qiu berada di sebuah ruangan dan hanya ada mereka berdua.
“Ayah... apa sebenarnya yang ingin ayah bicarakan denganku ?”ucap Pangeran mahkota duduk di depan sang Kaisar.
“Ayah tidak enak hati saja karena mengingkari janji yang telah aku buat sebelumnya. Ini sedikit permintaan dari ku.”balas Kaisar Chun Jun lalu mengutarakan maksudnya dan bicara dengan suara pelan.
Pangeran Shen Qiu terlihat diam dan berpikir mendengar permintaan ayahnya.
“Aku tidak tahu kenapa bisa kembali lagi ke sini. Aku tidak ingin diselamatkan dan merasa berhutang budi pada siapapun.”batin Xiao Jinyu selesai mendengar permintaan sang kaisar.
Menurutnya tak ada salahnya jika dia menuruti permintaan Kaisar untuk mencoba dekat dengan tabib Tang dan menganggapnya sebagai saudara.
“Tabib Tang ada di ruang tamu depan. Ucapkan sepatah dua patah kata padanya karena dia telah menyelamatkan dirimu.”ucap Kaisar Chun Jun lagi karena ia tak ingin istana Changle dicap sebagai pembohong oleh masyarakat.
Setelah berbagai pertimbangan, akhirnya Xiao Jinyu pun menyetujui permintaan sang kaisar. Ia pun beranjak dari duduknya dan menuju ke ruang tamu tempat tabib Tang berada.
“tap... tap... tap...”Tang Su mendengar suara langkah kaki menuju ke ruangan tempatnya berada.
“Siapa yang akan menemui ku ?”batinnya sambil menatap ke arah luar pintu.
Xiao Jinyu masuk ke ruangan dan Tang Su seketika berdiri dan memberi hormat padanya.
“Salam yang mulia.”ucap Tang Su sambil membungkuk.
Pangeran mahkota meminta tabib Tang untuk duduk. Ia pun kemudian duduk jauh darinya berada saat ini.
“Ehem... ehem... Tabib Tang secara pribadi aku sangat berterima kasih sekali padamu karena telah menyelamatkan hidupku.”ucap Pangeran mahkota mengawali pembicaraan.
“Maaf Pangeran mahkota dari awal sudah aku jelaskan niatku mengikuti sayembara ini bukan mencari hadiah, namun murni ingin membantu saja. Aku sudah cukup senang sekali Pangeran bisa sadar kembali.”balas Tang Su menjelaskan.
“Hmm... apa benar yang dia katakan ? Apa ada orang setulus itu ? Tapi ku harap apa yang diucapkan saat ini benar dan itu bisa membuatku lega.”batin Pangeran mahkota setelah mendengar jawaban dari tabib Tang.
“Sebelumnya aku minta maaf karena aku tidak menyetujui pernikahan ini. Selain aku tidak mengenalmu, aku juga belum ingin menjalin hubungan dengan wanita manapun.”jawab Pangeran mahkota menjelaskan dengan tegas dan lugas.
__ADS_1
Tang Su sedikit terkejut dengan sikap keterbukaan Pangeran mahkota yang berucap dengan blak-blakan tanpa berpikir lebih dulu.
“Kenapa aku merasa sikapnya tak jauh berbeda dengan seseorang yang ku kenal ?”batin Tang Su teringat pada sosok Xiao Jinyu yang selalu to the point menyampaikan suatu hal.
Dia kembali menatap sang Pangeran mahkota yang parasnya berbeda dengan Xiao Jinyu namun ada sedikit kemiripan dengan cara menatapnya.
“Ahh.... kenapa disaat seperti ini aku teringat pada nya ? Mana mungkin dia masuk ke dalam dunia ini. Mungkin hanya sedikit kemiripan sifat saja.” batin Tang Su.
“Baik Pangeran aku sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu.”balas Tang Su singkat.
Karena tak ada lagi yang perlu dibicarakan gadis itu meminta izin untuk kembali ke tempatnya.
“Baiklah jika begitu aku akan memanggilmu saudari Tang saja. Jika sewaktu-waktu kau membutuhkan bantuan kau bisa datang padaku.”ucap Pangeran mahkota saat mengantar kepergian tapi jangan sampai ke depan ruang tamu.
“Terima kasih banyak Pangeran mahkota. Semoga Pangeran selalu dalam kondisi sehat.” balas Tang Su kembali memberi salam hormat kepadanya sambil membungkuk.
Tang Su berjalan menuju ke kereta kuda yang sudah menunggunya. Kereta kuda itu sekarang terlihat penuh dengan adanya peti koin emas dari Kaisar Chun Jun.
Di dalam kereta Tang Su membuka sedikit tirai dan melihat keluar jendela. Ia melihat Pangeran mahkota masih ada di sana.
“Tunggu... kenapa Pangeran mahkota bisa bermain mirip dengan sepak bola dan mahir ? Apa di zaman ini memang ada permainan sepak bola seperti itu ?”batin Tang Su terperanjat saat melihat Pangeran mahkota yang masih menggiring bola jeruk.
“clop... clop... clop...”kereta kuda yang membawa Tang Su berjalan dan meninggalkan istana Changle.
Tang Su duduk dan masih teringat pada apa yang barusan dilakukan oleh pangeran mahkota.
“Kenapa aku merasa permainannya tadi mirip dengan permainan Xiao Jinyu ?”batin Tang Su yang masih memikirkannya.
“Ah... lagi-lagi aku teringat pada si tengil Xiao Jinyu lagi. Apa yang kau pikirkan ini, sudah pasti itu hanya kebetulan saja.”gumamnya lirih dan ingin memikirkannya kembali.
Xiao Jinyu menghentikan bermain bola jeruk setelah jeruk itu bonyok akibat tendangannya.
“huft... ternyata di sini aku bisa bermain bola juga. Apa sebaiknya aku meminta seseorang untuk membuatkan aku bola saja ?”gumam Xiao Jinyu tiba-tiba tercetuskan sebuah ide.
__ADS_1
Lelaki itu kemudian kembali berjalan masuk menuju ke istana sambil tersenyum kecil. Ia mencari pelayan atau lainnya yang bisa membuatkan apa ya dia inginkan.
Di lain tempat Putri Meilin masih melihat festival lampion bersama pelayannya, Wei Zhi. festival lampion diadakan untuk menyambut datangnya musim semi di kota Liang.
Banyak warga sekitar yang datang untuk melihat festival lampion.
Lampion beraneka warna mulai di terbangkan. Saat lampion membumbung di angkasa terlihat indah dari bawah.
Siyue yang baru pertama kali melihat lampion di zaman kuno terlihat senang sekali saat melihatnya.
“Nona mau kemana ?”ucap Wei Zhi saat Putri Meilin berlari meninggalkannya menuju ke tengah festival di adakan.
“Aku harus membawa pulang satu lampion. Percuma saja jika aku ke sini tapi tak membawanya pulang satu lampion pun.”batin Siyue.
Gadis itu terus berjalan menyibak keramaian dan terus mengejar lampion.
“Ah... sayang sekali hampir saja aku mendapatkannya.”gumam Siyue tak bisa meraih lampion yang yang terbang setinggi kepalanya.
Siyue berada tepat di tengah jembatan dan di bawah jembatan yang menutupi sungai.
Ternyata pengunjung lainnya ikut mengejar lampion dan berusaha menangkapnya.
Beberapa pengunjung yang berada di dekat Siyue berdesakan.
“byur..... !” beberapa pengunjung jatuh dari jembatan, tercebur ke sungai termasuk Siyue.
“Aaah... tidak... tolong... !”teriak Siyue dan beberapa pengunjung lain yang jatuh bersamanya.
Siyue tidak bisa berenang, ia berusaha naik namun yang terjadi malah membuatnya tenggelam.
“Putri Meilin... !” Teriak Wei Zhi dari kejauhan saat melihat sang putri jatuh ke sungai.
Ia pun segera berlari menuju ke tempat jatuhnya Siyue. Namun saat dia tiba di sana sang putri sudah tidak terlihat di sana.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....