Buku Keberuntungan

Buku Keberuntungan
Eps. 116 Ujian Berikutnya


__ADS_3

Di hembusan nafas terakhirnya, Tang Su memanjatkan doa dan punya keyakinan jika dia bisa lepas dari semua kesusahan yang benderanya saat ini.


Gadis itu merasa sedih dan menitikkan satu tetes air mata tepat di hembusan nafas terakhirnya.


“tic...”air mata yang menetes membasahi pipi dan turun terus ke bawah membasahi rongga dadanya.


Beberapa saat kemudian entah karena apa tiba-tiba Tang Su bisa melihat wujudnya sendiri. saat ini dia merasa berada dalam tubuhnya sendiri dan dirinya berubah menjadi kecil menatap semua organ dalam tubuhnya.


“Apa ini di dalam tubuhku ?”gumam gadis itu saat melihat dia menginjak organ hati.


“Semuanya terasa semakin aneh dan seperti berada dalam sebuah dongeng ataupun dunia mimpi.”batin Tang Su menatap ke sekelilingnya. Tapi seketika dia tersadar semua ini pasti ada maksudnya.


Entah itu halusinasi atau bukan, dia kemudian mencoba fokus dan menetap satu persatu organ tubuhnya.


“Hati ini berwarna ungu yang menandakan ada sedikit racun yang masuk di sana.”ucap Tang Su lirih.


Dalam wujudnya yang kecil dia mengeluarkan satu set jarum tusuk miliknya dan menancapkan jarum perak tadi ke bagian pusat hati yang menyaring racun.


Beberapa menit setelah dia mencabut jarum peraknya dari organ hati, terlihat organ itu pelan-pelan berubah warnanya dan kembali menjadi warna aslinya.


“Di bagian jantung ini ada racun yang sudah menyebar dan sampai ke sana.”gumam Tang Su saat melihat cukup jantung yang tidak normal. Dengan melihat dia bisa melihat ada penyumbatan di salah satu titik jantung.


Tang Su kemudian melompat menuju ke organ jantung. Di sana ia melakukan hal yang sama. Dia mengambil jarum peraknya dan menusuk bagian vital di jantung.


“dug.... dug... dug...”detak jantung yang semula sangat lambat kini berdetak normal.


Setelah mengatasi masalah di organ jantung dia pun melihat ke organ paru-paru, dimana paru-paru bagian kirinya terlihat isi cairan racun sebanyak 300 cc.


“Aku harus mengatasi ini.”pekik Tang Su sebelum keadaan bertambah parah dan mungkin tak bisa diselamatkan lagi.


“hap...!”Tang Su melompat ke organ paru-paru. Dia mengeluarkan jarum peraknya setelah menemukan titik vital di bagian paru-paru.

__ADS_1


Dia pun sampai mengulangi dua kali agar semuanya maksimal. beberapa menit setelah gadis itu menarik jarum peraknya dari organ paru-paru, terlihat paru-paru kiri yang tadi mengatup gini terlihat mengembang kembali seperti sedia kala.


Tang Su tersenyum saat melihat semua kinerja organ yang sudah dirawatnya kini kembali normal.


Beberapa saat kemudian tiba-tiba tubuh kecil Tang Su pelan-pelan menjadi kabur hingga akhirnya dia menghilang dari tempat itu.


“uuf... !”Tang Su yang tergeletak di tengah gurun pasir tiba-tiba memuntahkan darah berwarna hitam pekat setelah dia sadar dan membuka matanya.


Tang Su seolah tak percaya melihat dirinya kembali ke gurun pasir di mana tempat dia berada sebelumnya. Dia merasakan tubuhnya terasa enteng setelah memuntahkan racun tadi.


“Ahh... perjalanan masih panjang sebaiknya aku bergegas.”gumam Tang Su berdiri sambil memegangi bebatuan yang ada di belakangnya untuk menahan tubuhnya yang masih sedikit limbung.


Baru beberapa menit senyum kecil menghiasi bibir manisnya, kini Tang Su harus ekstra hati-hati saat melihat fatamorgana di tengah padang pasir.


Dia berjalan tertatih mencari jalan keluar.


“Sebenarnya ini tempat apa ?”gumam Tang Su sambil menatap ke atas.


Dari atas terlihat rintik hujan kecil dan lagi-lagi gadis itu merasa aneh.


Dia mengamati dan merasa ada yang janggal. Butiran rintik hujan yang turun dari atas berbeda dari rintik hujan yang biasanya. Rintik hujan itu terlihat berkilau.


“Wuus.... !”rintik hujan turun dengan cepat membasahi bumi.


Tang Su terlihat terkejut saat melihat butiran yang jatuh dua meter di atas kepalanya.


“Jarum.... ? Hujan jarum ?!”pekik Tang Su sangat terkejut. Dia pun segera menghindar, namun sayang sekali kemanapun dia menghindar hujan turun merata.


“jleb... jleb... jleb...”dalam sekejap ribuan jarum menusuk tubuh Tang Su dan membuatnya kembali tak berdaya.


“bruk.... !” Tang Su ambruk ke tanah dengan posisi tengkurap setelah tubuhnya penuh oleh jarum yang menancap dari ujung kaki hingga ke ujung kepala tanpa terlewatkan sedikitpun.

__ADS_1


“Hiss.... aku anggap ini akupuntur saja.”ucap Tang Su menahan sakit. Dalam kondisi tak berdaya dia masih berusaha untuk bangkit meskipun tidak bisa.


Tang Su merangkak sedikit demi sedikit untuk mencari jalan keluar yang dia sendiri tak tahu keberadaannya di mana itu.


“jleb... jleb....!” ribuan jarum ke macet turun dari langit bahkan jumlahnya kali ini lebih banyak daripada sebelumnya.


“Argh.... !”Tang Su berteriak kesakitan saat kembali merasakan ribuan jarum bertumpuk-tumpuk di atas tubuhnya dan menekannya.


Tak lama kemudian gadis itu sadarkan diri. Tepat di saat dia pingsan tiba-tiba hujan jarum berhenti seketika seolah ada yang menghisapnya dengan cepat.


Tang Su bener-bener tak bergerak sama sekali dan matanya terbuka lebar. Meskipun dalam kondisi seperti itu otaknya masih bisa berfungsi dengan baik.


“Jarum... kenapa beberapa kali yang aku alami ini seperti menguji kemampuan ku dalam ilmu pengobatan ?”batin Tang Su yang saat ini sama sekali tak merasakan apa-apa di tubuhnya meskipun sakitnya teramat sangat.


“Aku tak pernah mempelajari kitab kuno ataupun sejenisnya yang aku tahu hanyalah beberapa adegan di film saja.”batin Tang Su mencoba mencari keterkaitan antara jarum yang saat ini menancap di tubuhnya dengan filosofi ajaran kuno.


“Sumber dari segala penyakit adalah pikiran. Apa itu benar ? Jika benar maka aku akan mencobanya sekarang.”batin Tang Su mengingat sebuah ucapan yang selalu terngiang dalam ingatannya sangat menyaksikan sebuah film di zaman kerajaan kuno.


“Aku tidak sakit. meskipun tubuhku tidak bisa digerakkan namun otakku masih berfungsi 100% dan semua ada dalam kendali otakku.”batin Tang Su membuat afirmasi penguatan untuk dirinya sendiri.


“Sakit ini hilang dan sama sekali tak terasa. Tubuhku terasa ringan dan setiap pembuluh darah mengalirkan darah dengan lancar dan normal ke seluruh organ yang ada di tubuh. Satu per satu anggota badanku kembali bisa digerakkan.”batin Tang Su membuat afirmasi tambahan.


Perintah dari otak kemudian dikirim menembus dendrit dan diedarkan ke seluruh tubuh.


“Argh.... !”entah apa sebabnya tiba-tiba gadis itu merasakan energi besar meluap keluar dalam tubuhnya dan membuatnya bisa menggerakkan anggota tangan dan kakinya.


Tak lama kemudian dia bisa menggerakkan anggota tubuh lainnya.


“Hilang.... kosong.... !”ucap Tang Su Setelah semua energinya terkumpul kembali dan membuatnya bisa bicara.


Tanpa di tugas sebelumnya semua jarum yang menusuk bertumpuk-tumpuk di tubuhnya, tiba-tiba hanya begitu saja seperti terisap oleh sebuah magnet besar yang menariknya keluar dengan cepat.

__ADS_1


“Haaah.... haaah....akhirnya aku bisa mengatasinya dan aku selamat.”gumam Tang Su menggerakkan tubuhnya kemudian duduk dan mengatur nafasnya yang terengah-engah.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2