Buku Keberuntungan

Buku Keberuntungan
Eps. 38 Penyelidikan Ulang


__ADS_3

Selir Wan Rou segera mengambil golongan kertas dan membuka tali hijau yang mengikatnya lalu membukanya.


Selir Wan Rou mulai membaca tulisan pada secarik kertas.


“Ini benar tulisan Wu Shuang, tapi kenapa dia membalasnya dengan dua bahasa ?”gumam Selir Wan Rou saat membacanya dan menemukan keanehan di sana.


Selir Wan Rou menggulung lagi salat yang sudah selesai dibacanya. Ia tampak tersenyum kecil mengetahui putrinya masih hidup dan membalas suratnya meski dia tidak tahu di mana keberadaan sang putri saat ini.


“Wu Shuang... ibu lega mengetahui kau masih hidup. Cepatlah kembali ke istana.”gumam Selir Wan Rou kembali tersenyum kecil.


Dia kembali menata Bulbul yang masih ada di sana dan mengelus kepalanya.


“Bulbul terima kasih sudah membantu ku. Kerja mu bagus. Sekarang kembalilah.”ucap Selir Wan Rou menatap merpati kipas itu.


Bulbul pun segera terbang keluar melalui jendela yang terbuka dan dalam hitungan menit merpati itu sudah hilang di udara entah ke mana.


“tok... tok... tok...”suara seseorang yang mengetuk pintu.


Bi Yu masuk dengan membawakan teh ginseng untuk Selir Wan Rou.


“Selir Wan Rou ini teh untuk selir.”ucap pelayan itu menyerahkan teh ginseng dan sup lottus.


“Taruh saja di meja Bi Yu, nanti aku akan mengambilnya sendiri.”balas sang selir berbalik menatap Bi Yu.


Pelayan itu kemudian menaruh sup dan teh ginseng ke meja seperti sesuai perintah sang selir.


“Bi Yu aku mendapatkan balasan dari Putri Wu Shuang. Dia masih hidup Bi Yu.”ucap Selir Wan Rou dengan wajah yang berseri-seri sambil menunjukkan surat balasan dari putrinya.


Bi Yu melihat dan membaca sebentar surat yang ditunjukkan oleh sel-seller padanya dalam segera mengembalikannya lagi.


Pelayan itu ikut senang setelah membaca surat balasan tadi meskipun dia sendiri kurang yakin bahwa jika itu balasan dari sang putri karena sedikit berbeda dari tulisan Putri Wu Shuang biasanya.

__ADS_1


“Selir Wan Rou... satu jam ke depan ada jamuan makan untuk seluruh pelayan istana kerajaan.”ucap Bai Yu bercerita pada tuannya.


“Jamuan untuk para pelayan istana ? Siapa yang mengadakannya ?”jawab Selir Wan Rou balas bertanya.


Bai Yu lalu menyampaikan pada sang selir jika Permaisuri Shen Shanyu mendadak mengadakan perjamuan untuk seluruh para pelayan istana kerajaan.


“Apa ada yang bisa ku lakukan untuk Selir Wan Rou saat ini ?”ucap Bai Yu bertanya sebelum meninggalkan ruangan sang selir.


“Tidak ada Bai Yu kau boleh pergi sekarang. Jika butuh sesuatu nanti aku akan memanggil mu.”balas Selir Wan Rou.


Karena tak ada tugas lagi untuknya dan acara perjamuan makan akan segera dimulai maka Bai Yu meminta izin meninggalkan ruangan untuk menghadiri acara perjamuan makan.


Sementara Selir Wan Rou kembali duduk di kursi. Ia masih mengingat apa yang barusan diceritakan oleh Bai Yu padanya.


“Permaisuri Sheng Shanyu... apa maksudmu mengadakan perjamuan di tengah berita duka kematian Putri Wu Shuang ?”gumam Selir Wan Rou merasa tindakan sang permaisuri benar-benar tak pantas dilakukan di tengah suasana istana yang sedang berkabung saat ini.


“Atau mungkin Permaisuri Shen Shanyu sengaja mengadakan perjamuan untuk memperingati hari kematian putriku ?”gumam Selir Wan Rou lagi mencoba menarik benang merah saat ini dan menghubungkannya.


Di lain tempat di di aula Tampak Siring saat ini sudah berkumpul semua para pelayan istana, pria atau wanita yang sedang menghadiri undangan acara perjamuan. Berbagai macam hidangan mewah terhidang di meja.


“Sebenarnya ada apa Permaisuri Shen Shanyu mengadakan acara perjamuan makan ?”ucap seorang pelayan wanita pada pelayan wanita lainnya yang duduk di sebelahnya karena hal Seperti ini tak pernah terjadi sebelumnya.


“Aku juga tidak tahu dalam rangka apa acara Ini diadakan.”jawab pelayan wanita sambil berbisik.


Tak beberapa lama kemudian Permaisuri Shen Shanyu masuk ke aula bersama Putri Shen Bailian.


“Para pelayan istana kerajaan Wanzhou sekalian. Hari ini aku sengaja mengumpulkan kalian di sini untuk mengikuti acara perjamuan ini sebagai rasa Terima Kasihku pada kalian semua yang sudah bekerja dan melayani seluruh istana dengan baik selain itu juga sebagai peringatan hari kematian kedua orang tuaku.”ucap Permaisuri Shen Shanyu menjelaskan panjang lebar tujuannya mengadakan acara perjamuan saat ini.


Setelah memberi sambutan selama beberapa menit, Permaisuri Shen Shanyu kemudian mengakhiri sambutannya.


“Baiklah semuanya aku rasa sambutan kali ini cukup dan silahkan kalian semua nikmati hidangan yang ada.”ucap Permaisuri Shen Shanyu.

__ADS_1


“Waah... terima kasih banyak Permaisuri Shen Shanyu.”ucap seorang pelayan yang merupakan pelayan dan bekerja padanya.


“Terima kasih atas kemurahan hati anda permaisuri.”ucap para pelayan lain mengikuti temannya berterima kasih.


Para pelayan yang ada di sana segera menyantap hidangan yang ada di depan meja mereka masing-masing. Mereka tidak tahu dan tidak mencari tahu apa sebenarnya maksud utama di balik diadakan acara perjamuan makan kali ini.


Keesokan harinya beberapa pengawal yang di pimpin oleh Jenderal Xuan berada di luar istana dan bersiap melakukan pencarian serta penyelidikan ulang Putri Wu Shuang sesuai perintah dari Kaisar Luoying.


Kali ini jenderal Xuan membawa sepuluh pengawal nya untuk membantu dirinya. Mereka semua duduk di atas kuda di halaman pintu masuk istana.


“Baiklah semuanya sekarang Ikuti aku untuk mencari keberadaan Putri Wu Shuang !”ucap Jenderal Xuan memberi perintah pada pengawalnya.


“Baik jenderal !”jawab sepuluh pengawal dengan serempak.


“clop... clop... clop.”


Jenderal Xuan pemimpin para pengawalnya dan keluar lebih duluan lalu para pengawal lainnya segera mengikutinya dari belakang.


Sementara itu tampak Kaisar Luoying berdiri di depan istana bersama Permaisuri Shen Shanyu untuk melihat Jenderal Xuan.


Permaisuri Shen Shanyu merasa tidak senang pada sikap kaisar yang memanjakan Selir Wan Rou.


“Yang Mulia untuk apa mengirim pasukan kembali demi mencari keberadaan Putri Wu Shuang ? Apakah itu tidak akan sia-sia saja ?”ucap Permaisuri Shen bertanya saat mereka berdua perjalanan masuk kembali ke istana.


“Selir Wan Rou terlihat sangat terpukul sekali dan memohon pada ku agar melakukan penyelidikan ulang.”jawab kaisar Luoying menjelaskan.


Permaisuri Shen Shanyu hanya diam saja dan merasa kesal pada Selir Wan Rou yang seolah selalu bisa menghipnotis sang Kaisar dan menuruti segala permintaannya.


“Cari saja dengan mengerahkan berapa orang sekaligus. Dan hasilnya tetap saja dan tak akan merubahnya. Putri Wu Shuang tetaplah mati.”batin Permaisuri Shen Shanyu.


Di lain tempat Selir Wan Rou yang juga ikut melihat Jenderal Xuan dari kejauhan tanpa sepengetahuan Kaisar dan permaisuri Shen merasa lega saat melihat pasukan yang dikirim oleh kaisar sudah bergerak.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2