
Putri Meilin bergerak mundur untuk menghindari cambuk yang dipukul kan oleh lelaki tadi.
Dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dan kenapa tiba-tiba lelaki itu ingin menghukum dirinya.
“Tuan tahan ! Aku bukan Chuyao, aku Putri Meilin ! Tuan tolong jangan pukul aku seperti ini. Aku tidak melakukan apapun padamu.”ucap sang putri memohon, ketakutan dan gemetar menatap lelaki yang marah di depannya.
“ctar... ctar....ctar... !”lelaki tadi tidak menjawab dan sudah dikuasai penuh oleh amarahnya. Ia mengayunkan cambuk tanpa mendengar ucapan sang putri.
Putri Meilin terus menghindari ke samping kanan dan ke samping kiri.
“Apa yang harus kulakukan ? Aku harus segera kabur dari sini dan kembali ke istana.”batin sang Putri menemukan jalan buntu.
“ctar... !”lelaki tadi kembali mengayunkan cambuk nya dan tepat mengarah ke Putri Meilin.
“Aaaargh... !”teriak sang putri menutupi wajahnya dari cambuk dengan kedua tangannya hingga dia pun jatuh.
Tak puas jam bukanya mengenai tangannya, lelaki tadi kembali mengayunkan cambuk.
“ctar... ctar... ctar... !” lagi tadi kembali Mengayunkan cambuknya dan kali ini mengenai tubuh sang putri.
“Argh... tolong... hentikan... sakit... !”ucap Putri Meilin sambil mengiba.
Gadis itu kembali terkena cambukan di bagian punggung beberapa kali.
Setelah melihat putrinya tak berdaya lelaki itu baru menyudahi hukumannya.
“Ingat jangan pernah mengambil uang ku untuk main mahjong atau membeli minuman lagi !”ucap lelaki tadi sambil melempar cambuk yang dia pegang ke lantai.
Putri Meilin duduk setelah lelaki tadi pergi dari sana.
“Auwh... sakit sekali rasanya.”ucap gadis itu sambil melihat kedua tangannya yang memar dan berdarah lalu memegang punggungnya yang terasa nyeri dan perih.
“Aku tidak mau tinggal di sini Apapun yang terjadi aku harus keluar sekarang dari rumah ini.”batin sang putri.
Ia pun berdiri dengan susah payah dan berjalan keluar rumah dengan menahan sakit di sekujur tubuhnya.
“tap... tap... tap....”Putri Meilin berjalan dengan menyeret kakinya secara bergantian.
Dari dalam rumah kalau kita di kembali ke depan dan dia melihat putrinya sudah tidak ada di sana.
__ADS_1
“Dasar gadis sialan ! Pergi ke mana dia ? Kau suka kabur seperti ibumu saja ! Awas jika sampai aku menemukan mu !”gumam lelaki tadi sambil menggertakkan giginya.
Dia pun segera berlari keluar rumah untuk mencari putrinya karena menurutnya tak Mungkinkah di situ bisa berjalan dengan cepat dengan kondisi terluka seperti itu.
“Di sana dia rupanya. Daripada dia terus-menerus kabur Lebih baik aku menjualnya saja.”batin lelaki tadi terlintas sebuah ide gila.
Dia pun tak sabar menunggu lagi dan segera bergerak dengan cepat. Ia berlari mengejar sang putri yang berada sepuluh meter di depannya.
“tap... tap... tap...”Putri Meilin menoleh ke belakang saat mendengar suara seseorang yang mengejarnya.
“Astaga lelaki gila itu sudah ada di belakangku.”pekik sang putri terkejut dan panik.
Dengan kaki yang terasa sakit Iya memaksakan diri untuk berlari agar tidak terkejar oleh lelaki gila tadi.
“bugh... !” setelah berlari sejauh satu meter sang putri jatuh tersungkur karena tak kuat menahan rasa sakit di kakinya.
“Dasar... sudah pasti aku bisa mengejar mu !”batin lelaki tadi tersenyum tipis saat melihat putrinya jatuh.
Tak butuh waktu lama dia pun berhasil mengejar sang putri yang berjalan tertatih.
“Kena kau ! Mau lari ke mana lagi kali ini ?”ucapnya sambil memakai tangan yang erat sehingga dia tak bisa bergerak.
“Tolong... tolong... !”teriak sang putri meminta tolong pada siapa saja yang bisa mendengarnya di jalanan.
Namun malah kita di seketika langsung membekap mulutnya agar tidak bersuara lagi.
“Jika kau sampai berteriak lagi maka aku akan memberimu hukuman lagi.”ucap lelaki itu pelan namun mengancam.
Sang putri pun akhirnya diam tak berkutik karena takut dengan ancamannya dan menurut saja pada apa kata lelaki yang mengaku sebagai ayahnya.
“Kau mau membawaku ke mana ?”tanya Putri Meilin setelah berjalan jauh dari rumah lelaki tadi.
“Kau akan tahu sendiri nanti. Aku akan melepas mu di sana.”jawab nama kita disambar tersenyum menyeringai.
Tak lama kemudian mereka tiba di sebuah bangunan megah berlantai sepuluh. Di teras bangunan itu terlihat banyak para wanita cantik dengan tubuh seksi keluar masuk ruangan bersama beberapa orang lelaki dari berbagai usia dan berbagai kalangan strata.
“Tempat apa ini sebenarnya ?”batin sang putri berhenti di depan bangunan itu.
Lelaki tadi meninggalkannya di teras di lantai tiga. Beberapa saat kemudian lelaki tadi kembali dengan seorang wanita berusia paruh baya dan menghampirinya.
__ADS_1
Wanita itu melihat dirinya dari ujung kaki sampai ke ujung kepala.
“Gadis ini cantik sekali namun sayang babak belur begini dan aku harus merawatnya lebih dulu baru dia bisa bekerja melayani pelanggan ku.”ucap wanita tadi menilai dan menaksir harga tubuh sang putri.
“Ayolah nyonya...kau tak akan kecewa membelinya. Gadis ini akan menghasilkan uang untukmu. dengan tombolnya yang indah dia akan bisa memuaskan semua lelaki yang ada di sini.”balas lelaki tadi merayu wanita tadi agar membeli putrinya dengan harga tinggi.
“Baiklah aku akan membelinya dengan harga 1000 tael koin emas.”balas wanita tadi memberikan kesepakatan harga.
Putri Meilin nampak pucat basi dan terkejut sekali mendengar apa yang mereka obrolkan.
“Jadi... aku dijual di sini sebagai wanita penghibur ? Tidak... ! Aku tidak mau !”batin sang putri cemas dan takut membayangkan dirinya disentuh oleh banyaknya lelaki yang tak dikenalnya.
“Aku tidak mau bekerja di sini ! Aku bukan Chuyao ! Jual saja Chuyao mu itu ke sini !”teriak Putri Meilin dan lari dari tempat itu.
Ia memaksakan kakinya yang sakit duduk terus berlari dan menuruni tangga menuju keluar.
Wanita tadi memanggil pelayan rumah bordir dan menyuruhnya untuk menangkap gadis tadi.
Seorang lelaki muda turun dan mengejar sang putri.
“Nona kembalilah kau tak bisa kabur dari sini !”teriak pelayan tadi berlari ke arah sang putri.
“Tuhan... tolong aku... aku tidak ingin hidupku berakhir di tempat seperti ini.”ucap Sang Putri berdoa dalam hati sambil terus berlari menghindari kejaran pelayan rumah bordir.
“Tolong... siapa saja tolong aku... tolong !!!”ucap Sang Putri terus berteriak meminta tolong.
Dari kejauhan ada seorang lelaki berkuda dengan dua orang pengawalnya sedang melintasi tempat itu.
“Pangeran Shen Qiu kenapa berhenti di sini ?”tanya seorang pengawal berkuda padanya dan ikut berhenti.
“Kau dengar teriakan nona itu meminta tolong ? Kasihan dia, aku akan membantunya.”jawabnya.
Ia pun kemudian turun dari kuda dan menghampiri Putri Meilin.
Sang putri melihat ada seseorang yang datang menghampirinya.
“Tuan tolong selamatkan aku. Aku akan dijual di rumah bordir ini. Tolong bantu aku.”ucapnya memohon lalu segera bersembunyi di balik tubuh sang pangeran saat pelayan rumah bordir itu mengejarnya lagi.
BERSAMBUNG....
__ADS_1