Buku Keberuntungan

Buku Keberuntungan
Eps. 28 Jarum Untuk Tang Su


__ADS_3

Siyue kembali tersenyum sambil memegang pipi kirinya yang sudah tidak terasa sakit lagi. Namun dia terkejut dengan temannya itu bagaimana dia bisa mengobati dirinya hanya dengan sebuah jarum.


Tang Su merasa sudah lama berada di tempat Siyue dan dia merasa sudah saatnya untuk pulang.


“Siyue... apa kau sudah merasa baikan ?”tanya Tang Su melihat keadaan temannya.


Siyue duduk dan menatap Tang Su dengan tersenyum.


“Terima kasih sudah membantuku. Rasa sakitnya sudah banyak berkurang.”jawab Siyue.


Sebelum Siyue bertanya lebih lanjut padanya, Tang Su segera meminta izin padanya.


“Jika begitu aku pulang dulu sekarang.”ucap Tang Su karena ia teringat jika dirinya masih punya banyak PR yang belum dia kerjakan dan dia tak mau karena hukuman lagi seperti sebelumnya.


“Bagaimana dengan pusing apa sudah reda ?”tanya Siyue.


Tang Su tak ingin mengecewakan temannya. Meskipun sebenarnya rasa pusingnya sama sekali tidak berkurang dia tak ingin temannya mengetahui itu.


“Pusing ku sudah jauh berkurang.”balas Tang Su bohong.


Tang Su keluar dari kamar dengan diantar oleh Siyue sampai ke depan rumah. Di tengah jalan dia kembali merasa pusing.


“Aku harus segera sampai tempat kost.”gumam Tang Su mempercepat langkah kakinya sambil memegang kepalanya yang terasa berat. Hal itu dia lakukan semata-mata karena dia takut jika dirinya akan pingsan di tengah jalan.


Tang Su tiba di kamarnya. Dia pun segera melompat ke tempat tidur dan merebahkan dirinya di sana.


“Syukurlah aku sudah tiba di sini. Fyuh....”gumam Tang Su sambil menghembuskan nafas lega.


Setelah hampir satu jam berbaring, Tang Su berdiri dan mengambil obat analgesik yang ada di kota obat untuk meredakan pusingnya.


Tang Su kembali duduk di tempat tidur setelah meminum obat. Pelan-pelan rasa pusingnya mulai berkurang dan dia pun merasakan matanya berat. Untuk beberapa saat gadis itu tertidur pulas.


Dua jam kemudian Tang Su bangun dan merasakan tubuhnya sudah lebih baikan dari sebelumnya.


Dia segera duduk di depan meja dan mengeluarkan buku-buku tugas dan segera mengerjakannya.


Dua jam berikutnya dia kembali merasakan pusing menyerang dirinya.


“Kenapa kepalaku kembali terasa pusing ? Apa aku butuh jarum perak lagi untuk menyembuhkan ini ?!”pekik Tang Su sambil memegang jidatnya.

__ADS_1


Ia pun kemudian berpikir di mana dia bisa menemukan jarum perak asli seperti punya kakek Jiu.


“Tak ada waktu untuk memikirkannya. sepertinya aku lebih baik menggunakan jarum dulu.”gumam Tang Su saat merasakan pusing yang menderanya lebih hebat dari sebelumnya.


Tang Su berdiri dan berjalan sempoyongan mengambil jarum dari sebuah laci. Ia pun duduk kembali setelah memegang jarum.


“Jadi sebaiknya aku tusuk di bagian mana... ?”gumam Tang Su bersiap menancapkan jarum.


“Aku berharap saat ini bisa kembali ke dunia sana dan bertemu dengan kakek Jiu. Mungkin dia bisa membantu permasalahan ku.”ucap Tang Su terpikirkan pada sang kakek dan ingin masuk ke sana.


“Benar... aku hanya perlu bertemu dengan kakek Jiu dan pusing ku akan reda. Lalu bagaimana cara kembali ke sana ?”batin Tang Su kemudian berpikir.


Ia pun baru menyadari saat dia dalam kondisi tak sadarkan diri dia pasti bisa berpindah dan masuk ke dunia buku.


“Jika seperti itu permasalahannya maka aku bisa tusuk di mana saja semauku.”gumam Tang Su tersenyum lebar.


Tang Su mengambil buku komik dan membawanya ke meja lalu membukanya. Ia pun segera menusuk lehernya dan dalam hitungan detik ia pun tak sadarkan diri karena salah tusuk.


Saat Tang Su tergeletak di atas buku komik tiba-tiba cahaya terang keluar dari buku dan menghisap tubuhnya masuk.


Beberapa saat kemudian Tang Su sudah berpindah tempat dan berubah menjadi Putri Wu Shuang kembali.


Gadis itu terbaring di tempat tidur dengan Kakek Jiu dan Lin Fan yang berada di sampingnya.


“Kakek lalu kapan kakak Tang Su akan sadar ?”tanya Lin Fan pada kakeknya karena mencemaskan kondisi Tang Su.


“Seharusnya nona ini sudah sadar. Karena ini sudah dua hari dan aku sudah berusaha untuk memulihkan kondisinya.”ucap Kakek Jiu kemudian mencabut jarum peraknya.


Satu menit setelah kakek Jiu mencabut jarum perak, tiba-tiba gadis itu menggerakkan tangannya dan membuka matanya.


“Dimana aku...”gumam Tang Su segera duduk.


Dia melihat kakek Jiu dan Lin Fan ada di samping nya dan menunggunya dengan cemas.


“Nona Tang Su kau membuat kami cemas.”ucap Kakek Jiu terlihat senang melihat gadis itu sadar.


“Kakak pingsan selama dua hari.”ucap Lin Fan mendekat dan menatap Tang Su.


Tang Su terkejut mendengar perkataan Lin Fan jika dirinya pingsan selama itu.

__ADS_1


“Makanya aku merasa pusing sekali.”batin Tang Su.


“Nona lain kali jangan asal tusuk karena akan berakibat fatal seperti ini jika salah titik.”ucap Kakek Jiu menjelaskan agar garis itu tidak main-main dengan jarum perak.


Tang Su mengangguk dan tersenyum Selain itu dia juga minta maaf pada kakek karena sudah membuat mereka berdua cemas.


Keesokan harinya Tang Su kembali melihat kakek Jiu saat mengobati pasien. Dia pun memperhatikan dengan serius dan mencatat sesuatu setelah menanyakan pada kakek Jiu tidak asal mencatat hanya dengan perkiraan pribadinya saja seperti biasanya.


Tak terasa Tang Su sudah berada satu minggu di rumah kakek Jiu. Suatu ketika di siang hari setelah rumah kosong tak ada pasien yang datang, Tang Su menghampiri kakek Jiu yang sedang duduk di depan rumah.


“Kakek... ada yang ingin ku sampaikan pada kakek.”ucap Tang Su hidup di kursi yang terbuat dari bambu di samping kakek.


“Ya nona katakan saja.” ucap Kakek Jiu menoleh ke arah Tang Su.


“Kakek... aku ingin memiliki jarum perak seperti kakek. Dimana aku bisa mendapatkannya ?”ucap Tang Su menjelaskan keinginannya.


“Apa nona Tang Su yakin ingin memiliki jarum seperti milikku?”balas kakek dan kembali bertanya untuk meyakinkan.


Tang Su dan terus mendesak sang kakek yang membuat kakek tua itu tidak tahan dengan sikap keras kepalanya.


“Baiklah nona aku akan mengantarmu sekarang.”balas kakek Jiu.


Tang Su pun merasa senang dan segera mengikuti kakek Jiu berjalan menuju ke sebuah pusat perbelanjaan alat medis di pusat herba.


Tang Su dan Kakek Jiu berada di sebuah toko dan sedang melihat-lihat jarum perak.


“Berapa harganya yang ini?”tanya Tang Su penunjuk salah satu jarum perak yang ada di toko.



Penjual menyebutkan harganya dan membuat angsuran berpikir bagaimana cara membayarnya karena tak mungkin dia akan meminta sang kakek untuk membayar.


Tang Su berpikir dan kemudian dia mendapatkan ide setelah melihat banyak perhiasan yang dia kenakan.


“Tuan apakah ini cukup?”tanya Tang Su menyerahkan beberapa perhiasan yang dipakai pada penjual.


Penjual menerima perhiasan itu dan menaksir harganya.


“Nona ini kelebihan...”balas penjual mengembalikan satu gelang dan satu cincin milik Tang Su serta menyerahkan jarum perak padanya.

__ADS_1


Tang Su senang sekali akhirnya dia bisa membawa pulang sebuah jarum perak asli bukan jarum jahit seperti yang dia pakai.


BERSAMBUNG....


__ADS_2