Buku Keberuntungan

Buku Keberuntungan
Eps. 59 Kembali Dengan Paksa


__ADS_3

Pangeran Shen Qiu masih berdiri di depan tempat praktek pengobatan Tang Su di belakang beberapa pengunjung yang datang mengantri.


“Lebih baik aku tunggu saja sebentar.”batin pangeran mahkota menatap Tang Su dari kejauhan.


Dua puluh menit berlalu. Pangeran Shen Qiu menoleh ke samping kanan dan ke samping kiri, jumlah pengunjung yang datang bukannya berkurang namun semakin bertambah ramai saja dari waktu ke waktu.


“Bagaimana ini bukannya sepi pengunjung malah bertambah ramai. Jika aku terus menunggunya maka aku akan terlambat sampai ke istana.”batin sang pangeran menyayangkan hal itu.


dengan berat hati lelaki itu untuk terakhir kalinya menatap sosok Tang Su dari kejauhan sebelum dia pergi meninggalkannya.


“Tap... tap... tap...” Pangeran mahkota kemudian pergi dari tengah keramaian menuju ke tempat dia menitipkan Chenhu.


Di dalam kandang kuda, kuda putih milik pangeran sedang merumput.


“Chenhu cepat selesaikan makan mu. Kita akan kembali setelah ini.”ucap sang pangeran berdiri di samping kudanya dan mengambilkan rumput untuknya.


Beberapa saat kemudian setelah kuda itu benar-benar siap, pangeran melepas tali pengikatnya dan menuntunnya keluar.


“Hap... hyat... !”Pangeran Shen Qiu kemudian melompat naik ke kudanya.


Pangeran Shen Qiu berkuda keluar dari penginapan Yuelai. Pangeran kembali menoleh ke arah tempat praktik pengobatan saat ia melintasinya.


“hyaat...”Chenhu terus melaju keluar dari penginapan menuju ke jalan umum.


Dari dalam tempat praktek pengobatan, Tang Su mendengar suara ringkikan kuda. Ia pun berjalan keluar dari tempat praktek melihatnya.


“Siapa pengunjung penginapan yang menunggang kuda ? Aku baru melihatnya.”batinnya saat melihat ke arah jalanan dan hanya terlihat ekor kuda putih yang berlari dengan cepat.


“Ah sudahlah... pasienku masih banyak.”gumam Tang Su berjalan kembali masuk ke tempat praktek pengobatan dan melanjutkan memeriksa pasien yang masih banyak mengantri di sana.


Kembali ke Pangeran mahkota yang saat ini dalam perjalanan menuju ke istana Changle.


Lelaki itu semakin mempercepat laju kudanya di saat jalanan sepi agar dia segera sampai di istana.


“huft.... Chenhu akhirnya kita tiba di kota Xizuang.”ucap sang pangeran mengajak bicara kudanya setelah memasuki gerbang pintu masuk kota Xizuang.


Tak lama kemudian akhirnya Pangeran mahkota tiba di istana. Dia pun langsung menemui ayahnya.


“Anak ku kau sudah pulang. Bagaimana keadaan Kaisar Luoying ?”ucap Kaisar Chun Jun tersenyum kecil melihat putranya yang sudah kembali.

__ADS_1


“Beliau baik-baik saja Ayah. Ini ada titipan dari Kaisar Luoying untuk ayah.”balas Pangeran Shen Qiu yang teringat pada pesan sang kaisar.


Ia pun segala mengeluarkan surat yang dia bawa dan menyerahkan pada ayahnya.


“Ayah... aku mau beristirahat sebentar.”ucap Pangeran mahkota meminta izin pada sang kaisar.


“Ya kau pasti lelah. Istirahatlah dulu. Terima kasih sudah mau mewakili ayah.”balas Kaisar Chun Jun menatap putranya yang terlihat kelelahan.


“Terima kasih ayah...”jawab Pangeran kemudian memberikan salam hormat dan segera pergi ke kamarnya.


Selepas kepergian Pangeran mahkota, Kaisar Chun Jun mengambil kembali surat yang ia taruh di meja.


“Surat apa yang dikirimkan oleh sahabatku ?”gumam Kaisar Chun Jun penasaran.


Ia pun membuka amplop dan mengeluarkan isi suratnya.


“Kaisar Chun Jun meskipun perjodohan putra dan putri kita telah berakhir karena meninggalnya Putri Wu Shuang, namun kuharap perjalanan ini akan tetap berlangsung. Masih ada putri lainnya dari kerajaan ku yang akan aku pasangkan dengan pangeran mahkota.”ucap Kaisar Chun Jun membaca isi surat dari Kaisar Luoying untuknya.


lagi itu terlihat tersenyum tipis setelah melipat kembali suratnya. Dia segera memasukkan ke dalam amplop kembali sebelum Pangeran Shen Qiu atau yang lainnya mengetahui hal itu.


“Jadi kira-kira siapa yang akan dijodohkan dengan pangeran mahkota ?”batin Kaisar menebak-nebak sendiri.


Di lain tempat terlihat Pangeran mahkota memasuki kamarnya dan segera menguncinya rapat.


Ia pun merebahkan tubuhnya sejenak di tempat tidur untuk meluruskan sendinya yang kaku.


Beberapa saat kemudian seorang pelayan mengetuk pintu dan membawakan minuman untuknya.


“Pangeran ini teh ginseng untuk Pangeran.”ucap pelayan dari balik pintu.


Pangeran Shen Qiu membuka pintu dan meminta pelayan itu menaruhnya di meja saja.


“Tolong siapkan bak mandi panggilan rasa lelah untukku.”ucap sang pangeran saat pelayan tadi keluar dari kamar.


“Baik pangeran.”jawab pelayan tadi kemudian segera menyiapkan apa yang dipesan oleh pangeran mahkota.


Sore hari di penginapan Yuelai.


jumlah pasien yang datang semakin membludak dan membuat Tang Su kewalahan.

__ADS_1


“Aku harus segera menutupnya jika tidak maka pasien akan terus bertambah dan bisa-bisa sampai malam baru selesai.”batin Tang Su menetap ke arah antrian di luar tempat pengobatannya.


Ia pun kemudian berjalan keluar dan memberitahukan pada para pasien jika tempat pengobatannya sudah tutup.


“Yah sayang sekali padahal aku sudah lama mengantri dan sekarang tutup.”ucap seorang pasien yang kecewa.


“Maaf tuan... besok aku pastikan tuan akan dilayani duluan.”jawab Tang Su menghibur pasien itu agar tidak kecewa.


Tang Su menutup separuh pintu tempat prakteknya dan segera menangani pasien yang masih ada di dalam.


Satu jam kemudian tempat pengobatannya kosong.


“klak...”Tang Su nutup pintu tempat praktek dan keluar dari ruangan itu.


Gadis itu berjalan dengan gontai masuk ke kamarnya.


“Bugh...” Sesampainya di kamar dia langsung merebahkan diri di atas tempat tidur.


“Aku harus memikirkan sebuah cara agar setiap hari pasien tidak membludak, dan Aku tak ingin membuat mereka kecewa karena menunggu lama.”gumam Tang Su mencari solusi untuk permasalahannya.


Sambil memejamkan mata dia pun berpikir dan akhirnya menemukan sebuah acara tepat untuk mengatasinya.


“Ya aku tentukan saja berapa jumlah nomor antrian dalam satu hari. Jadi mereka tak perlu mengantri lama hingga sore hari.”gumamnya sambil tersenyum lebar.


Dua jam berikutnya Tang Su yang merasa kelelahan tertidur pulas.


Di dunia nyata waktu saat ini menunjukkan pagi hari. Seperti biasa Xiao Jinyu datang ke tempat Tang Su untuk menemaninya melakukan program diet.


“tok... tok...tok...”Xiao Jinyu mengetuk pintu kamar namun tak ada jawaban setelah dia mengulanginya beberapa kali.


Lama lelaki itu menunggu di luar, dan ia pun akhirnya membuka paksa pintunya karena khawatir terjadi sesuatu pada Tang Su.


“brak... !”Xiao Jinyu segera masuk ke kamar setelah pintu terbuka. Dia melihat Tang Su tergeletak di meja dengan lemas.


“Hey chubby... kau kenapa ?”ucapnya mencoba membangunkan dengan menepuk bahunya namun gadis itu tak kunjung bangun.


Xiao Jinyu melihat ada sebuah jarum menancap di tangan Tang Su.


“Apa ini ?”gumamnya penasaran.

__ADS_1


Ia pun kemudian mencabut jarum perak yang menancap di tangan Tang Su.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2