
Beberapa saat kemudian Tang Su kembali masuk ke ruangan tempat gadis kecil dari berbaring dengan membawa satu set jarum perak miliknya.
“klak...”Tang Su membuka kotak dan mengeluarkan jarum perak dari dalamnya.
Sang ibu tampak semakin panik dengan kondisi anaknya.
“Ibu... tolong aku...”ucap Mei Lin memanggil ibunya sambil. melambaikan tangannya.
Sang ibu segera mendekat dan menghampiri putrinya, memegang tangan nya.
“Mei Ling tenang saja nona ini pasti akan membantumu.”jawab sang ibu mencoba menenangkan putrinya.
Tang Su seketika tubuhnya menjadi gemetar setelah mendengar apa yang diucapkan oleh wanita itu yang begitu mempercayai kemampuannya.
“Bagaimana jika nanti aku gagal ?Kenapa nyonya ini sangat yakin pada kemampuan ku ? Jika saja dia tahu sebenarnya putrinya adalah pasien pertamaku mungkin dia tak akan mengizinkan aku menyentuhnya.”batin Tang Su terkejut artinya dan merasa dilema. Berat baginya mendapat kepercayaan yang belum tentu dia bisa mewujudkan nya.
Kondisi semakin menegangkan dengan pasien yang mau muntah.
“huek... huek...”Mei Ling menutup mulutnya dan menahannya agar tidak muntah di tempat.
“hiks... hiks...hiks...”ibunya Mei Ling menangis saat melihat kondisi putrinya yang semakin parah.
Ia pun kembali menghampiri Tang Su yang sampai detik ini belum melakukan tindakan apapun pada Mei Ling.
“Nona tolong selamatkan putriku, ku mohon nona.”ucap sang ibu sambil menangis terisak.
“Baik nyonya... tolong duduk sebentar agar aku bisa menanganinya.”balas Tang Su yang seketika menjadi gugup dengan keadaan yang semakin genting.
Ibu tadi segera duduk dan tetap perhatikan putrinya. Sementara Tang Su mulai berpikir keras.
“Jadi titik mana yang harus aku tusuk dengan kondisi seperti ini ?”batinnya berpikir dan menentukan titik mana yang harus ditusuk.
Tang Su mencoba mengingat-ingat kembali semua yang telah dipelajarinya dan juga titik-titik vital di seluruh tubuh. Meskipun ragu akhirnya Dia menanyakan jarum di titik vital yang ada di sekitar leher.
“Semoga saja aku tidak salah tusuk.”batin Tang Su Kakak sambil menancapkan satu jarum lagi di titik vital bagian leher sebelah kanan.
__ADS_1
Tiga menit kemudian dia mencabut jarum perak dan menancapkan kembali di titik vital di sekitar dada.
Di lain tempat di hutan terlihat kakek Jiu dan Lin Fan masih mencari kayu bakar di hutan dan juga herba liar yang tumbuh di hutan untuk di olah menjadi sebuah obat.
“Kakek... ayo kita segera kembali ke rumah. Bagaimana jika nanti ada pasien yang datang ke rumah ?”tanya Lin Fan sambil mengikat kayu bakar yang sudah dia kumpulkan.
Sedangkan kakek Jiu mengambil beberapa jamur beracun beraneka warna untuk diolah menjadi penawar racun.
“Sebentar lagi kakek selesai memetik jamur ini dan kita akan segera pulang. Tapi biasanya tak ada pasien yang datang jam segini Jadi tak perlu khawatir.”balas kakek Jiu sambil duduk sebentar beristirahat untuk mengatur nafasnya yang terengah-engah setelah berjalan cukup jauh dan memetik jamur.
Kembali ke Tang Su yang masih mencoba menolong Mei Ling. Gadis itu mulai berkeringat dingin saat melihat belum ada tanda-tanda membaik yang ditunjukkan oleh pasien.
“Kenapa belum terlihat hasilnya ? Apa aku salah tusuk ? Atau aku harus menusuk bagian yang lain ?”batin Tang Su terlihat takut jika salah menusuk dan terjadi hal yang tak diinginkan.
Tang Su melihat Mei Ling yang memegang perutnya dan berpikir jika dia harus mencoba menusuk titik vital yang ada di area sekitar perut.
Tang Su mencabut jarum perak dari dada Mei Ling. Ia pun semoga sedikit Gadis itu dan menancapkan jarum perak yang ada di sekitar area perut.
Mei Ling memudahkan isi perutnya termasuk makanan yang tadi dikonsumsinya ke lantai.
“Syukurlah ada reaksi. Dan semoga saja aku berhasil.”batin Tang Su tersenyum kecil setelah berusaha keras.
“Bagaimana Mei Ling, apa kau merasa baikan ?”tanya Tang Su yang masih belum yakin.
Gadis kecil itu mengangguk membalas pertanyaan Tang Su yang juga membuat ibunya merasa lega melihatnya.
Namun lima menit kemudian disaat gadis kecil itu akan turun dari tempat tidur tiba-tiba dia merasakan sakit tak tertahankan di bagian perutnya.
“Auuwh.... sakit sekali... kakak tolong aku.... !”ucap Mei Ling sambil memegang perutnya.
Seketika Tang Su menjadi panik kembali. Dia berkeringat dingin dan panik. Gadis itu menggigit bibirnya sambil berpikir harus di mana dia menusuk.
“Nona Bagaimana ini kenapa Mei Ling sekarang merasakan sakit perut ? Apa itu tak apa ?”tanya sang ibu pada Tang Su karena cemas melihat kondisi putrinya yang belum baikan juga.
__ADS_1
“To-to-tolong jangan khawatir. Mei Ling akan baik-baik saja. Itu hanya reaksi sementara saja.”balas Tang Su dengan gugup dan mencoba untuk menenangkan ibunya Mei Ling sambil mencari cara lain.
“Oh kakek Jiu kau lama sekali belum kembali. Tolong cepatlah kembali dan bantu aku.”gumam Tang Su berharap kakek itu segera kembali karena dia takut akan terjadi sesuatu pada Mei Ling.
Kakek Jiu melanjutkan perjalanan nya keluar dari hutan setelah beberapa saat beristirahat sebentar. Mereka membawa beberapa ikat kayu bakar dan juga jamur beracun dalam wadah besar yang terbuat dari kayu.
Mereka berdua akhirnya tiba di rumah. Dari luar kakek Jiu mendengar suara seseorang yang menangis.
“Apa yang terjadi pada nona Tang Su ?!”pekik Kakek Jiu terkejut mendengar suara seorang wanita yang menangis dari dalam rumahnya.
Ia pun segera menaruh jamur yang di bawanya dan bergegas masuk ke rumah bersama Lin Fan.
Setibanya di dalam rumah dan menuju ke tempat suara tangisan itu berasal kakek Jiu merasa lega karena tak terjadi apapun pada Tang Su namun sedikit jaga-jaga saat melihat ada pasien di sana.
“Kakek Jiu...”panggil Tang Su saat melihat kakek menghampirinya dan merasa sangat lega sekali karena penolongnya sudah datang.
“Kakek gadis kecil ini mengalami keracunan. Aku menusuk di beberapa titik vital.”jelas Tang Su sambil menunjukkan titik mana saja yang tadi dia tusuk dengan berkeringat dingin.
Kakek Jiu terkejut mendengar penjelasan dari Tang Su karena gadis itu memang salah tusuk titik vital, namun Meskipun begitu dia tidak mengatakannya secara langsung karena ada orang lain di sana.
“Nona biar kakek yang melanjutkan.”ucap Kakek Jiu segera mengambil alih dan mengobati Mei Ling.
Kakek Jiu meminta gadis kecil tadi untuk tengkurap. Ia pun meminjam jarum perak Tang Su dan mulai menusuk di beberapa titik vital di tubuh Mei Ling.
Sepuluh menit kemudian kakek Jiu mencabut jarum perak dari beberapa bagian titik vital di tubuh Mei Ling.
Seketika gadis kecil itu merasakan tubuhnya jauh lebih enak dari sebelumnya. Dia tidak lagi merasakan sakit perut, warna kulitnya jika sudah kembali normal seperti biasanya.
Tang Su tersenyum lega melihat Mei Ling yang duduk dengan raut muka ceria.
BERSAMBUNG....
Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca satu episode.
Terima kasih 😆
__ADS_1