Buku Keberuntungan

Buku Keberuntungan
Eps. 125 Membuat Kostum


__ADS_3

Satu jam kemudian semua jenderal dan pasukan Pingxuo sudah ada di depan istana dan siap bergerak tinggal menunggu perintah saja.


“tap... tap... tap...”kaisar Feng Lin datang dan berdiri di depan mereka semua.


“Para Jenderal dan pasukan ku semuanya hari ini kita akan menyerang istana Wanzhou. Buktikan pada mereka jika kita lebih kuat. Kita balas kekalahan kita sebelumnya. Pulang lah dengan senyum kemenangan !!”ucap Kaisar menyampaikan sekaligus menyemangati mereka semua.


“Hidup kaisar Feng Lin ! hidup kerajaan Pingxuo !!”ucap semua yang ada di sana dengan berapi-api.


Tak lama setelahnya jenderal Hei Ho memimpin pasukan menuju ke istana Wanzhou.


Dari kejauhan pengawal istana Wanzhou yang berjaga di luar melihat sejumlah pasukan datang ke istana mereka.


“Bendera itu... bukankah itu bendera istana Pingxuo ? Kenapa mereka datang beramai-rame ke sini ? Gawat !!”ucap pengawal melihat dan memastikannya kembali. Ia pun segera masuk ke istana dan menyampaikan kabar itu pada Jenderal Xuan.


“Apa ??! Cepat persiapkan semua pasukan yang ada sekarang juga untuk siaga di depan istana !”ucap Jenderal Xuan setelah mendapatkan kabar jika pasukan dari istana Pingxuo menyerang.


Pengawal tadi segera kembali menuju ke barak dan memberitahukan perintah Jenderal Xuan, dan mereka semua segera berbaris dan siaga.


Sedangkan Jenderal Xuan melaporkan hal itu pada Kaisar.


“Pasukan dari kerajaan Pingxuo menyerang kemari ? Kenapa mereka menyerang lagi apa masalahnya ?! Cepat siapkan armada perang sekarang juga !”perintah kaisar Luoying tak habis pikir.


Jenderal Xuan kemudian segera kembali dan bergabung bersama pasukan yang dia siapkan secara mendadak.


“Aku tahu ini semua mendadak dan tak ada persiapan dari kita semua. Tapi aku yakin kemenangan akan berada di tangan kita kembali seperti waktu sebelumnya ! Kita buktikan lagi pada mereka jika kitalah yang kuat !!”ucap Jenderal Xuan menyemangati pasukannya.


Jenderal Xuan kemudian memimpin pasukannya keluar dari istana. Baru saja mereka keluar dari gerbang ratusan anak panah sudah melesat ke arah mereka.


“Argh.... !!”suara jeritan pasukan Wanzhou yang terkena anak panah.


Dengan kondisi yang tanpa persiapan memberikan keuntungan yang besar bagi pasukan Pingxuo.


“Serang.... !!!”ucap Jenderal Hei Ho melihat lawan yang lemah dan terus menyerang.


Terlihat pasukan Pingxuo berhasil mengalahkan pasukan Wanzhou setelah beberapa serangan.

__ADS_1


Jenderal Hei Ho maju di depan pasukannya tepat di depan Jenderal Xuan berada.


“Inilah akibat dari merendahkan kaisar kami, kalian pantas mendapatkannya atas apa yang telah kalian lakukan pada putri kami ! Ingat ini adalah peringatan dari Kaisar. Jika kalian melakukan pembalasan maka perang akan kembali terjadi !”ucap Jenderal Hei Ho memberi peringatan tugas.


“Semuanya kembali sekarang !”ucap Jenderal Hei Ho pada para pasukan. Dan semua pasukan yang ada di istana Wanzhou mundur.


Jenderal Xuan kemudian memberikan perintah pada para pasukan yang ada di sana untuk segera kembali ke barak dan mendapatkan perawatan bagi pasukan yang terluka.


Jenderal menyampaikan kabar kekalahan itu pada kaisar dan ternyata hal itu membuatnya murka. Kaisar merasa terhina dengan penyerangan yang mendadak serta kekalahan telak dan hantu memberikan perintah untuk melakukan serangan balasan beberapa waktu kemudian setelah semua pasukan siap.


Di lain tempat Tang Su yang ternyata sengaja mengosongkan rumahnya kembali di malam hari, namun dia tidak masuk ke rumah dan bersembunyi di suatu tempat.


Dua jam kemudian muncul seseorang berpakaian serba gelap keluar dari semak-semak dan melompat ke atas atap.


“Itu dia orangnya.”batin Tang Su mengawasi dari luar.


Lelaki berpakaian gelap tadi kemudian masuk ke rumah namun dia kembali keluar setelah mendapati rumah itu benar-benar kosong.


Tepat di saat lelaki tadi akan keluar rumah, Tang Su menghadangnya.


“clang....!”Tang Su menarik pedangnya kemudian mendaratkan di leher lelaki tadi.


“Katakan siapa yang menyuruh mu ?”ucap Tang Su bersiap menggorok lehernya.


Lelaki tadi menatap Tang Su dengan takut.


“Cepat katakan !”bentak Tang Su menggesek pedangnya dan menyayat kulitnya.


“Per-permaisuri s-s...”belum selesai apa yang diucapkannya tiba-tiba sebuah panah melesat menancap tepat di jantung lelaki tadi yang membuatnya tewas di tempat.


“Sialan... ! Berhenti kau !”teriak Tang Su melihat seseorang berpakaian gelap lainnya yang barusan memanah tawanan nya.


Tang Su mengejar namun dia kehilangan jejak. Karena sudah larut malam maka dia pun kembali ke rumahnya setelah menyingkirkan mayat pembunuh tadi dari tempatnya.


Tang Su merasa lelah dan merebahkan tubuhnya di tempat tidur.

__ADS_1


“Siapa yang pembunuh tadi maksud ? Apakah Permaisuri Shen dibalik semua ini ?!”gumam gadis itu sebelum memejamkan mata.


Pagi hari Tang Su membuka mata dan dia tersenyum lebar saat mendapati dirinya kembali berada di dunianya.


“Sudah berapa lama aku tidak pulang ?!”gumam Tang Su menatap tempat tidurnya dan seisi kamarnya.


Hal yang sama juga terjadi pada Siyue dan Xiao Jinyu. mereka berdua ikut kembali ke dunia nyata bersamaan dengan Tang Su yang kembali.


Tang Su yang tidak tahu waktu mengambil ponselnya yang tergeletak di meja.


“Ternyata tidak sampai sehari aku habiskan di dunia ini.”ucap Tang Su melihat jam dan tanggal di ponselnya.


Gadis itu menaruh kembali ponselnya ke meja dan mengingat aktivitas apa yang terakhir dia lakukan di dunia ini.


“Astaga bukankah aku kontes kecantikan besok ? Dan aku belum mendapatkan kostum untuk acara besok ?!”pekik Tang Su setelah teringat hal terakhir yang dia kerjakan.


“Ooh... kacau ! Jam segini mana ada toko baju atau butik yang buka ?”gumam Tang Su melihat jam dinding yang menunjukkan sudah pukul 22.00.


Tang Su mencoba mengatur nafasnya yang tidak teratur dan mencoba berpikir untuk mencari solusi cepat dan tepat dalam waktu yang singkat.


“Sepertinya aku harus membuat pakaianku sendiri.”gumam Tang Su.


Dia kemudian mengeluarkan baju dari lemarinya dan memilih beberapa bagian menurut yang bagus.


“Ini tidak cocok... ini juga kurang pas... ini juga kurang !”pekik Tang Su mencoba satu persatu baju dan bercermin dan tak ada satupun baju yang menurutnya cocok.


Tang Su melihat satu cbeong sham yang belum dia coba dan langsung memakainya.


“Sebenarnya bagus tapi modelnya sudah tidak up to fashion lagi. Ayo Tang Su berpikir... berpikir !”ucapnya sambil mengetuk-ngetuk ringan kepalanya dengan jari telunjuk nya.


Tang Su kemudian menemukan sebuah ide. Dia segera melepas cheong sham yang dia kenakan lalu mengambil baju lain. Dia juga mencari gambar model baju terkini melalui ponselnya.


“kraak... kraak... !”Tang Su kemudian menggunting beberapa pakaian yang sudah tidak dia kenakan dan menjahitnya di cheong sham. Terpaksa dia harus merelakan beberapa baju kesayangannya untuk membuat satu baju untuk acara kontes kecantikan besok.


Terlihat gadis itu menguap beberapa kali saat menjahit bajunya dan sesekali tertidur, namun dia berusaha untuk terus terjaga hingga menyelesaikan bajunya.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2