
Seorang pengawal memimpin dan menunjukkan jalan menuju ke hutan perbatasan yang ada di kota Xinghua. hal itu dikarenakan Pangeran mahkota tidak mengetahui jalan menuju ke sana.
Satu jam kemudian mereka tiba di sebuah hutan yang ada di perbatasan kota Xinghua. Di tempat ini terkenal banyak binatang liar dan buas yang bisa diburu.
Pangeran mahkota turun dari kuda diikuti dua pengawalnya yang juga mengikutinya turun dari kuda.
Sang pangeran berdiri menatap sebuah hutan yang lebat dan beralih menetapkan sekeliling mencari binatang buruan.
“Di dunia nyata aku hanya berlatih panahan saja. Maka di sini aku bisa mengasah kemampuan memanah ku.”batin Xiao Jinyu tak sabar ingin segera melakukan perburuan.
“Qi Yu... Huizhi... ayo jalan dan masuk ke hutan lebih dalam lagi. Kita mulai berburunya sekarang.”ucapnya mengajak sekaligus memberi perintah pengawalnya.
“Siap yang mulia.”balas dua pengawal tadi bersamaan.
Mereka kemudian berjalan mengikuti sang pangeran masuk ke dalam.
“srak... srak... !” terdengar suara gemerisik di balik rerumputan.
Pangeran mahkota berhenti dan menarik busur panahnya dan mengarahkan ke arah datangnya suara tadi berasal.
“Kita lihat binatang apa yang bersembunyi di sana ? Apakah harimau ? Atau beruang ?”batinnya menunggu hewan buruannya menampakkan diri.
“srak... !”seekor kelinci melompat dan keluar dari semak-semak tadi.
“Oh hanya seekor kelinci rupanya. Untung saja aku tidak mau menahannya tadi.”ucap sang pangeran lirih dan membatalkan menarik busurnya.
Dia pun kembali berjalan dengan dua pengawal yang mengikuti berjalan di belakangnya. Dua pengawal tadi juga melihat sekitar mencari binatang yang bersembunyi di balik pepohonan.
“Lihat ada rusa !”ucap Qi Yu saat melihat seekor rusa sedang makan rumput bersama anaknya.
Pangeran Shen Qiu berbalik dan menatap ke arah tempat rusa itu berada dan dia bersiap menarik busur panahnya untuk memanah induk rusa.
“Tahan.... ! Jangan lukai rusa itu lebih baik kita berburu binatang buas saja yang melukai manusia.”ucap Pangeran mahkota melarang pengawalnya berburu binatang tak berdosa.
Dua pengawal tadi menahan serangannya dan terpaksa membiarkan rusa itu lari.
“Padahal daging rusa jika dipanggang rasanya lezat sekali.”batin Qi Yu menyayangkan hewan buruannya lepas dari tangannya.
“srak... !”dari kejauhan di balik pepohonan terlihat getaran yang cukup kuat.
“Kalian berdua di sini saja menunggu aku. Itu pasti hewan buruan yang menarik.”ucap Pangeran mahkota ingin mengarahkan segala kemampuannya menangkap hewan buruan tanpa bantuan.
Ia pun berjalan pelan ke tempat sasaran sambil merentangkan busur panahnya.
“srak... !” seekor beruang hitam besar keluar dari balik pohon.
__ADS_1
“clep... !”Pangeran mahkota melepaskan busur panahnya dan tepat mengenai dada beruang tadi.
“bugh.... !”suara beruang tadi jatuh tersungkur terkena panah.
Pangeran Shen Qiu segera berlari dan menghampiri beruang yang sudah ditumbangkannya.
Saat dia mendekat dan menarik tubuhnya ternyata beruang tadi belum sepenuhnya mati.
“Growl... !”beruang besar tadi masih mempunyai sisa tenaga dan melampiaskan amarahnya. Ia pun membuka cakarnya untuk menyerang pangeran mahkota.
“Aaargh.... !”teriak pangeran melengking saat cakar tajam beruang tadi menembus kulit tangannya.
“Beruang sialan !” umpat sang pangeran kemudian menguruskan pedangnya dan menebas kepala beruang tadi.
Darah mengalir deras dari tangannya. Dan tak beberapa lama kemudian dia tak sadarkan diri di dekat beruang dari tergeletak.
“Itu suara pangeran ayo cepat kita ke sana !”ucap Qi Yu pada Huizhi. Dua pengawal tadi berlari dan merasa khawatir sekali telah terjadi sesuatu pada pangeran mahkota.
Dari dalam hutan seekor beruang keluar setelah mencium bau darah segar menuju ke tempat Pangeran mahkota berada.
“growl.... !” melihat keluarganya mati di tangan seorang manusia dia pun marah dan membawa pergi ke Pangeran mahkota masuk ke dalam hutan.
“Ini busur panah pangeran ! Tapi yang mulia tidak ada di sini. Kemana dia pergi ?”ucap Huizhi Setelah tiba di lokasi dan hanya melihat beruang besar hitam yang mati.
Di lain tempat terlihat Tang Su sudah sampai di rumah barunya. Di sana dia menggantung dua pedangnya di dinding.
“Aku rasanya lelah...”ucapnya kemudian duduk di sebuah kursi panjang dan merebahkan dirinya di sana. Tak beberapa lama kemudian gadis itu tertidur.
Di istana Pingxuo nampak Putri Meilin berada di kamarnya setelah bertemu secara langsung dengan Chuyao yang saat ini sudah kembali ke rumahnya.
Gadis itu duduk di tempat tidur dan melihat tangannya yang terluka.
“Tuan putri berbaliklah aku akan mengoleskan obat ke seluruh tubuhmu.”ucap Weizhi dengan membawa ramuan obat yang diberikan oleh tabib istana.
“Baiklah Weizhi...”
Putri Meilin kemudian berbaring di tempat tidur dan membuka bajunya dengan posisi tengkurap.
Weizhi segera mengoleskan ramuan obat keluka yang ada di sekujur punggung sang putri.
“Argh... !”rintih sang putri yang merasa kesakitan saat ramuan obat itu dioleskan ke tubuhnya.
“Tahan nona. rasanya akan sakit di awal tapi nanti setelah kering luka nona akan sembuh.”ucap Weizhi mencoba menenangkan sang putri.
Putri Meilin merasakan rasa sakitnya menembus hingga ke tulang dan tak kuat menahannya lagi. Dia pun pingsan karena menahan rasa sakit yang teramat.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian Tang Su membuka mata dan dia mendapati dirinya sudah kembali di dunia nyata.
“Kenapa aku bisa kembali ke sini tanpa keinginanku ?”batin Tang Su terkejut.
Ia kemudian melihat Siyue dan juga Xiao Jinyu yang tidur di sebelahnya.
“Kenapa mereka berdua ada di sini dan tidur seperti ini ?”gumam Tang Su lagi.
Ia pun berdiri dan mendapati tertidur di atas buku novelnya yang terbuka.
“Gawat... Siyue membaca buku novel ku. Semoga saja dia tidak masuk ke dunia buku.”gumam Tang Su. Dia pun kemudian segera mengambil novel itu dan mengembalikannya ke laci meja belajarnya.
Tang Su menghampiri Xiao Jinyu. Dan mencoba membangunkannya dengan menepuk bahunya.
“puk... puk...”Xiao Jinyu tidak bangun juga setelah Tang Su beberapa kali menepuk bahunya.
“Xiao Jinyu bangun... ! Bangun... Bangun... !”teriak Tang Su sambil meniupkan peluit telinganya.
Xiao Jinyu kemudian membuka matanya.
“Hah... beruang.... !!!”teriaknya saat terbangun dan menatap Tang Su.
“Phakk... !”Tang Su merasa kesal karena lelaki itu memanggilnya beruang dan memukul kepalanya.
“Auuwh... !”teriak Xiao Jinyu sambil memegang kepalanya.
Xiao Jinyu kemudian menatap ke sekitar dan barulah dia sadar jika dia sudah kembali ke dunia nyata lagi.
Tang Su kemudian menghampiri Siyue yang masih tidur dan mencoba untuk membangunkannya.
“Siyue bangun... bangun Siyue sudah pagi.”ucap Tang Su membangunkan temannya itu namun dia tidak bangun.
Tang Su mempunyai feeling jika temannya itu akan susah dibangunkan seperti Xiao Jinyu. Ia pun mengambil jarum perak yang ada di meja tanpa sepengetahuan Xiao Jinyu dan menusuk leher Siyue.
Tiga menit kemudian setelah jarum perak tersebut dari leher Siyue, gadis itu membuka matanya.
“Ohh perih... !!”pekik Siyue saat membuka mata dan mengira dirinya masih berada di dunia lain.
“Siyue... ada apa denganmu ?”tanya Tang Su yang bingung kenapa temannya mengigau.
“Ohh.... aku... aku hanya mimpi buruk.”jawab Siyue selamanya Dari Dirinya kembali ke dunia nyata.
Tiga orang itu duduk bersama di depan meja dan larut dalam pikirannya masing-masing.
BERSAMBUNG....
__ADS_1