
Edward kaget melihat kedatangan Viona secara tiba - tiba. Tapi bukannya melepaskan pelukannya malahan Edward menutupi kepala Lily dengan tangannya.
"Kenapa kau masuk?! Aku sudah bilang untuk pergi! Apa kau tidak mengerti bahasa manusia?!" tanya Edward kepada Viona.
"Iya aku tidak mengerti bahasa manusia! Aku hanya mengerti kalau kamu menjelaskan ini semua!" jawab Lily yang membentak Edward.
"Diam kau! Jangan banyak bicara dan pergi dari sini! Kau tidak perlu tahu siapa yang di dalam pelukkanku ini" Edward tetap meminta Viona untuk pergi.
"Aku tidak akan pergi sebelum kau menjelaskannya! Aku ini tunanganmu!" Viona tidak mau pergi sebelum dia mendapat penjelasan.
"Kau itu bukan tunanganku! Dasar wanita tidak tahu malu! Biar aku jelaskan saja! Wanita yang aku peluk ini adalah istriku! Puas kau sekarang!".
"Jangan bohong kak Edward! Apa tante dan om sudah menerima dia?! Dia itu tidak pantas untukmu!".
"Jangan asal bicara Viona! Alasan aku menolak perjodohan orang tuaku karena sifat burukmu ini! Orang tuaku sudah menerima istriku dengan sangat baik dan mereka sangat senang bisa mendapatkan menantu seperti istriku ini".
"Atas dasar apa tante dan om menerima wanita tidak jelas tersebut?! Jangan membual kak Edward! Wanita ini tidak memiliki kemampuan apapun! Hanya aku yang pantas untukmu!".
Suara bentakan Viona yang besar membangunkan tuan putri Lily. Perlahan - lahan matanya terbuka. Yang pertama ia lihat adalah wanita yang ia tidak kenal.
"Sayang~... Siapa dia ?" tanya Lily yang masih setengah sadar.
"Dia adalah wanita gila yang masuk begitu saja dan teriak - teriak tidak jelas" jawab Edward yang mengusap - usap rambut Lily.
"apa maksud perkataanmu kak Edward?! Aku wanita gila?! Dan lagi dia memanggilmu sayang?!" Viona masih tidak terima dengan ucapan Edward dan Lily.
"Kenapa aku tidak boleh memanggil suamiku sayang? Aku dan dia sudah resmi jadi wajar saja aku memanggilnya sayang" ucap Lily yang mulai tersadar dari tidurnya.
"Diam kau! Aku sedang berbicara dengan kak Edward! Kau tidak berhak ikut campur!" Viona membentak Lily.
"Dia itu suamiku! Kenapa aku tidak boleh ikut campur masalah dia?! Dan kau siapa?! Tiba - tiba saja marah - marah kepadaku" Lily yang tidak menerima membalas ucapan Viona.
"Dia itu tunanganku! Kamu jangan sok sombong mengaku sebagai istrinya kak Edward!".
"Cih! Aku ingat sekarang! Kau adalah orang yang dijodohkan oleh ibu dan ayah Edward syukurlah suamiku menolakmu!".
"Jangan sembarang bicara wanita tidak tahu malu! Aku ini sudah dekat lama dengan kak Edward!".
__ADS_1
"Heh! Kamu baru dekat saja! Aku dan Edward sudah melakukan proses pembuatan anak, apa yang ingin kau katakan sekarang?!".
Viona tidak mampu menjawab ucapan yang terakhir. Lily merasa menang setelah membuat Viona tidak mampu menjawab. Edward bangga melihat ketangguhan istrinya.
"Aku akan mengadukan hal ini kepada tante dan om!" Viona berlari keluar dengan rasa kekalahannya.
Lily merasa heran dengan wanita tersebut ada - ada saja orang seperi dia. Edward mencium kening istrinya sebagai hadiah kemenangan melawan Viona.
"Kenapa kau mencium keningku,sayang?" tanya Lily yang kembali mulai mengantuk.
"Sebagai hadiah atas kemenanganmu melawan Viona" jawab Edward yang menggendong Lily dan berjalan menuju kamar khusus yang ada di kantornya.
"Sayang aku ngantuk~... Hoam~..." Lily mulai sipit matanya akibat terlalu mengantuk.
"Iya sayangku! Ini sekarang aku temani kau tidur di kamar khusus kantor" Edward membuka pintu kamar khusus tersebut.
Tidak sempat menjawab ucapan Edward,Lily sudah tertidur lelap terlebih dahulu. Edward meletakkan Lily secara perlahan - lahan di ranjang tersebut. Lily sudah tertidur lelap dan Edward ikut tidur di sebelah istrinya.
Mereka berdua tertidur lelap tanpa ada yang mengganggu sama sekali. Edward menggunakan lengan kanannya sebagai bantalan untuk Lily.
...****************...
Beberapa menit kemudian mereka pun sampai di rumah kedua orang tua Edward. Viona langsung terburu - buru masuk ke rumah tersebut untuk mengadukan tindakan anaknya.
"Tante! Om!" panggil Viona kepada ibu dan ayah Edward.
"Ada apa Viona? Astaga anakku! Sudah lama tidak bertemu Viona" jawab ibu Edward yang terkejut dengan kedatangan Viona.
"Tante aku ingin mengadukan tindakan anak tante!" Viona langsung memeluk ibu Edward.
"Apa itu sayang? Apa kamu sudah bertemu Edward? Bagaimana reaksi dia?" tanya ibu Edward yang mengelus punggung Viona.
"Kak Edward membawa wanita lain selain diriku ke kantornya! Wanita tersebut mengaku sebagai istrinya padahal sebenarnya bukan".
"Siapa perempuan itu?! Biar tante beri pelajaran pada dia !".
"Dia bahkan mendapat pembelaan dari kak Edward dan kak Edward rela memangku wanita tersebut".
__ADS_1
"Bagaimana rupa wanita tersebut?!".
"Dia orangnya sombong, centil, pemarah,dan sedikit cantik juga".
"Nanti sore tante akan kesana untuk memberi pelajaran kepada anak kurang ajar tersebut".
Viona merasa senang sekarang dirinya mendapat dukungan dari ibu Edward. Ibu Edward sudah bersiap - siap untuk langsung menabrak wanita tersebut yang dimana ibu Edward tidak tahu bahwa wanita tersebut adalah menantunya sendiri.
Eh Btw nama ibu Edward adalah ibu Kiana.
Sore hari yang dimana Viona dan ibu Kiana sudah tiba di kantor perusahaan Edward. Mereka segera menuju ruangan Edward untuk memberi pelajaran kepada Edward dan wanita tersebut atau Lily.
Edward memainkan rambut istrinya tersebut yang masih tertidur. Tidak berapa lama Lily terbangun dari tidurnya yang lelap.
"Sayang... Aku lapar" itu adalah ucapan pertama Lily.
"Ayo bangun! Kita makan di luar" Edward membantu Lily duduk kemudian mengajak dia makan di kantornya.
Mereka sedang menunggu pesanan delievery di ruangan Edward. Mata Lily masih belum sempurna terbuka.
"Tok... Tok... Tok... Pesanan tuan" ucap pangantar makanan yang mengetuk pintu.
Edward segera mengambil pesanannya tersebut. Kemudian Edward menaruh pesanan makanan dan minuman tersebut di atas meja dekat sofa. Lily membuka bungkusan makanan dan minuman tersebut.
Pasangan suami istri tersebut menikamati makanan dan minuman yang mereka pesan. Lily menyuapi Edward untuk mencoba makanan yang ia makan. Begitu juga sebaliknya dengan Edward.
"EDWARD!!!..." teriak ibu Kiana yang membuka pintu ruangan Edward.
Edward dan Lily terkejut melihat kehadiran ibu Kiana. Posisi Edward saat ini adalah tangannya sedang menyuapi Lily dan Lily dengan mulut menganga.
"Ibu!" ucap Edward dan Lily secara serentak.
"Mana katanya wanita lain yang kau bawa itu?! Apa kau melihatnya juga Lily?!" tanya ibu Kiana yang matanya mencari kesana kemari keberadaan sang wanita yang dikatakan Viona tadi.
"Itu tante! Wanita yang sedang makan dengan kak Edward itu adalah orangnya!" ucap Viona yang menunjuk ke arah Lily.
Makasi yang sudah mampir dan saya sangat bersyukur kalian membaca novel saya terima kasih
__ADS_1
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>