
Kalian semua pasti bertanya - tanya kenapa Max tiba - tiba pengen foto Yuri? Sebenarnya Max jarang minta pap gitu ke Yuri tapi saat di chapter sebelumnya Max pengen fotonya Yuri. Sebab Max iri melihat Edward yang dapat foto dari Lily jadi, Max langsung minta ke Yuri.
Jadi ceritanya hari ini Max tidak datang ke kampus karena dia memiliki jadwal mengajar yang sedikit dan dia memutuskan untuk pergi ke kantornya Edward. Saat dia disana Edward pamer kalau dirinya dapat pap dari Lily.
Kira - kira seperti ini awal percakapannya.
"Untuk apa kau kesini? Bukannya kau ngajar?" tanya Edward yang sibuk pada kertas yang dia baca.
"Jadwal ngajarku hari ini sedikit sebab itulah aku kesini" jawab Max yang duduk di sofa ruangan tersebut.
"Alah alasan saja!" Edward beralih mengambil ponselnya dan fokus chatting sama Lily.
"Memang benar jawabanku kau saja yang tidak percaya" Max sedikit kesal dengan ucapan Edward.
Beberapa menit kemudian Edward memanggil Max kembali. Edward melangkah menuju sofa dan duduk dihadapan Max lalu menyodorkan ponselnya kepada Max.
"Max! Lihat" ucap Edward yang menunjukkan foto Lily yang dikirim tadi.
"Cih! Pamer!" jawab Max yang mendesis.
"Bilang saja kau tidak pernah dapat kiriman foto dari Yuri" Edward kembali memandangi foto tersebut.
"Siapa bilang?! Pernah kok aku dapat" Max tidak terima dirinya dikatai seperti itu.
"Mana buktinya? Aku mau lihat" Edward menaikkan alisnya sebelah lalu melirik sedikit ponselnya Max.
"Tunggu sebentar" Max segera mengirim pesan chat ke Yuri.
Edward sebenarnya tahu kalau Max jarang minta kirim foto ke Yuri. Tapi karena gengsi, Max langsung memintanya. Lima menit kemudian Edward masih menunggu hasil ucapan Max tadi.
"Mana fotonya? Lama tahu" tanya Edward yang masih menunggu bukti.
"Sabarlah! Nih lihat ini!" jawab Max yang menyodorkan ponselnya yang memperlihatkan foto Yuri.
"Ini lima menit yang lalu" Edward menunjuk ke arah waktu kirimnya.
"Diam! Yang penting aku sudah pernah mendapatkan foto dari Yuri" Max menyimpan kembali ponselnya.
"Terserah kau saja! Oh ya! Sabtu ini kau ada jadwal atau tidak?".
__ADS_1
"Aku free sabtunya,kenapa?".
"Pergi ke pantai yuk!".
"Hayuk! Pantai mana?".
"Itu pantai yang ada di bagian timur itu".
"Ohhh... Ayolah! Aku ajak Yuri besok biar ada temannya Lily".
"Okelah!".
Mereka berdua kembali fokus ke kegiatan masing - masing. Edward kembali fokus kepada pekerjaannya sedangkan Max kembali fokus menyiapkan fokus menyiapkan materi untuk kelas besok.
...****************...
Waktu terus berlalu hingga jam menunjukkan pukul tiga sore. Klub basket kembali melakukan latihan intensif tapi kali ini latihannya dilakukan di lapangan luar. Para anggota berlari mengelilingi lapangan outdor sebanyak sepuluh kali. Latihan kali ini bertujuan untuk melatih daya tahan.
Pak pelatih dan Lily memperhatikan setiap gerak - gerik dari setiap para pemain. Dovan mulai ikut berlatih karena perlahan - lahan cedera bahunya mulai memulih. Mereka berlari dengan ada yang kebut - kebutan yang memimpin adalah Dovan yang memasuki putaran ke - delapan, Jia putaran ke - tujuh, Sean beserta Henryi dan Kevin putara ke - enam, dan Grey masih putaran ke - lima dengan para anggota yang lain. Walaupun Dovan jarang ikut latihan tapi dia tetap latihan dirumahnya karena Henryi masih melarangnya ikut latihan agar bahu tersebut sembuh total. Spesial hari ini pak pelatih sengaja memasukkan Dovan untuk melatih bahu tersebut.
Dovan memasuki putaran terakhir dengan Lily yang menyambut di garis finish dengan sebotol minuman. Kakinya melangkah semakin cepat sehingga dirinya kelolosan untuk mengambil botol minum tersebut. Lily berjalan ke Dovan yang duduk di bangku panjang lalu memberikan botol minum tersebut. Pelan - pelan yang lain sudah sampai ke garis finish walaupun dengan jarak waktu yang berbeda - beda.
"Semuanya berkumpul!" panggil Sean untuk berkumpul di bangku panjang.
"Setiap pemain memiliki stamina masing - masing dan daya tahan yang berbeda tapi saya tidak menyangka kalau pemain yang cedera memiliki daya tahan paling bagus" ucap pak pelatih yang juga mengapresiasi Dovan.
"Bukan hanya Dovan saja yang memiliki daya tahan yang bagus, Sean dan Jia memiliki pengaturan nafas yang bagus sehingga membuat mereka tidak mudah untuk kelelahan. Sedangkan untuk yang lainnya bisa berlatih lebih keras lagi agar menjadi yang lebih baik" Lily menyambung ucapan pak pelatih.
"Saya memiliki pengumuman! Besok sabtu kita pergi ke pantai di bagian timur. Semuanya harus berkumpul pada jam lima pagi karena latihannya akan dimulai jam setengah tujuh, apa kalian paham?" ujar Sean yang menyampaikan pengumuman kepada semua anggotanya dengan suara lantang.
Semua anggota memahami ucapan Sean. Pak pelatih meminta semuanya untuk kembali melanjutkan kembali latihan instensifnya. Latihan tersebut berlangsung sampai pukul lima sore.
...****************...
Di depan gerbang kampus, sudah ada mobil Edward yang terlihat dan sang suami sedang menunggu istrinya dengan bersandar di badan mobil. Lily berlari kecil menghampiri suaminya tersebut. Sebelum Lily sampai Edward sudah terlebih dahulu mendatangi dia lalu memeluknya.
Edward menggendong masuk ke mobilnya. Secara perlahan - lahan Edward mendudukkan istrinya tersebut. Selesai menuntaskan tugasnya Edward berputar lalu duduk di kursi pengemudi. Mobil pun dimulai dijalankan. Ada rasa canggung di dalam mobil tersebut karena terlihat dari keduanya ingin membicarakan sesuatu.
"Baby!".
__ADS_1
"Sayang!" panggil Edward dan Lily secara bersamaan.
"Kau dulu"ucap Edward yang meminta Lily bicara terlebih dahulu.
"Ehmm... Tidak! Kau saja" jawab Lily yang merasa canggung untuk bicara duluan.
"Oke! Sabtu ini baby sibuk tidak?".
"Tidak terlalu sibuk sih tapi baby punya jadwal latihan di pantai sabtu besok".
"Di pantai? Pantai mana?".
"Pantai di bagian timur itu".
"Ohhh.... Awalnya aku ingin mengajakmu pergi ke pantai itu juga tapi sepertinya baby sudah punya jadwal".
"Jangan bicara seperti itu sayang! Kenapa kita tidak pergi samaan saja sama klub basketku?".
"Memangnya boleh?".
"Tentu saja boleh! Bilang saja kepada Sean jika kau ingin ikut karena kebetulan juga kau ingin mengajakku ke pantai".
"Okelah! Jam berapa berangkat?".
"Jam kumpulnya seharusnya jam lima pagi tapi kita bisa datang terlambat sedikit sebab latihan dimulai jam setengah tujuh".
"Baiklah! Baby mau bawa apa saja?".
"Mau bawa keranjang piknik seperti tadi tapi mau bawa yang banyak".
"Boleh kok baby! Oh ya aku lupa memberitahumu! Tadi aku suruh bawahanku untuk mengawasimu selama piknik tadi dan untuk keranjangnya sudah dibawa pergi oleh bawahanku. Sekarang keranjangnya ada di bagasi mobil".
"Pantas saja aku tidak menemukannya".
"Hahaha.... Maaf aku lupa memberitahumu tadi".
"Tidak apa - apa kok sayang,hehehe...".
Lily mengakhiri ucapannya dengan memberikan senyuman manis kepada suaminya. Edward juga ikut tersenyum melihat kebahagiaannya tersebut. Mobil itu terus melaju sampai ke tempat tujuannya.
__ADS_1
MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA LOVE YOU GUYSSS s s
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>