
Yuri mengangguk paham dan kembali fokus pada para pria yang latihan. Simbol keluarga Davis adalah bunga lotus yang artinya persatuan,kekeluargaan,kedamaian,dan kekuatan. Di setiap helai bunga lotus memiliki arti sendiri yang dimana setiap helai menandakan dari setiap anggota.
Di pinggang kanan Edward bunga lotusnya berwarna hitam. Tapi bukan hanya di pinggang di bagian leher kanan Edward juga di ta to dengan tulisan Lily is my wife. Edward melarang Lily untuk mewarnai tubuhnya karena dia tidak ingin istrinya itu dipandang aneh oleh orang lain.
Selama latihan berlangsung yang mengeluarkan aura paling menonjol adalah Edward,Max,Sean,Dovan,dan Kevin. Tapi bukan dari para pria saja melainkan Lily juga memancarkan aura wanitanya yang mengikat siapapun.
Latihan kali ini adalah berlari bolak balik di pinggir lapangan. Yang lari paling dulu adalah Sean dan diakhiri oleh Max. Para pengunjung pantai sangat menikmati roti kotak - kotak yang berlari bolak balik. Lily melihat salah satu wanita terus memandang suaminya dengan pandangan menggoda. Namun dia berusaha sabar karena dia sudah memiliki rencana.
Latihan terus berlangsung selama dua jam dan sekarang waktunya istirahat. Sesi terakhir tinggal melakukan latih tanding di pasir. Edward mengelap seluruh badannya tapi sang istri memiliki ide menggoda. Lily berjalan menghampiri Edward lalu merebut handuk yang digunakan Edward. Tangan kanan Lily megelap wajah Edward kemudian beralih turun ke bawah.
"Hei! Perhatikan tanganmu baby, kau itu masih hamil muda" ucap Edward yang memegang tangan Lily.
"Hehehe.... Aku pengen peyuk" jawab Lily yang merentangkan tangannya yang tidak dipegang.
"Ya sudah" Edward menuruti kenginan sang istri tersebut.
Lily sangat senang mendapatkan pelukan dari sang suami walaupun Edward masih berkeringat. Kepala Lily mendusal di da da bidang Edward dan mencium dalam - dalam aroma tubuh Edward.
Orang - orang yang ada disana hanya jadi nyamuk dan berusaha ingin hilang dari sana. Max yang melihat keromantisan Edward dan Lily langsung menoleh ke Yuri. Mata Max memberikan kode kepada Yuri.
"Tidak! Kalau mau tebar keromantisan tunggu kita sudah resmi" tolak Yuri yang mendorong wajah Max.
"Yahhh.... Jangan begitu! Aku pengen juga" jawab Max yang merengek dihadapan Yuri.
"Sudahlah Maxxie! Lebih kita pergi beli minum" Yuri menarik tangan Max untuk mengajaknya membeli minuman.
Yuri sengaja mengajak Max membeli minuman karena sejujurnya dia sangat menginginkan melakukan hal yang sama seperti Lily. Tapi tidak mungkin saja dia melakukan hal seperti itu dihadapan kakak tingkatnya karena dia masih takut untuk mempublikasikan hubungannya dengan sang dosen.
Sean berusaha tidak melihat secara langsung wajah Edward karena bagi dia itu sangat tidak menarik. Para anggota yang lain hanya senyum - senyum sendiri saat melihat adegan tersebut.
"Sayang~.... Aku mau jalan - jalan lagi~...." pinta Lily yang memeluk erat badan Edward.
"Ayo! Izin dulu sama Sean sana nanti takutnya dicariin kan kamu manajer klub" jawab Edward yang mengakhirinya dengan kecu pan ringan di dahi sang istri.
"Pergi saja kak! Nikmati waktu berdua kalian lagipula ini masih waktu istirahat" saut Sean secara tiba - tiba mengizinkan kakak iparnya untuk pergi jalan - jalan.
Lily sangat senang dan langsung menggenggam salah satu tangan Edward. Mereka berdua mulai berjalan menuju arah timur. Sean hanya geleng - geleng kepala saja melihat keromantisan kakaknya dengan kakak iparnya.
__ADS_1
"Sean! Ternyata kakakmu sangat menyayangi istrinya" ucap Dovan yang duduk di sebelah Sean.
"Ya begitulah mereka.... Seolah - olah tuhan sengaja mempertemukan mereka berdua dan mempersatukannya. Menurutku pasangan yang paling sempurna adalah kakakku dan kak Lily" jawab Sean yang memandang deburan ombak laut.
"Bagaimana awal kisah percintaan mereka,ya? Aku sangat penasaran" Dovan tiba - tiba saja mengatakan hal seperti itu dihadapan Sean.
"Kau penasaran?".
"Iya, aku melihat mereka itu sangat berbeda dari pasangan yang lain tahu".
"Ya sudah kalau begitu dengarkan".
"Kau mau menceritakannya,Sean?".
"Iya! Makanya duduk yang manis dan dengarkan".
"Siap".
"Kisah awal mereka itu bermula dari kakakku yang diserang oleh beberapa pasukan mafia. Kejadian ini terjadi pada dua tahun yang lalu yang dimana saat itu kakakku dalam keadaan terdesak dan di bagian badannya ditusuk oleh beberapa pasukan mafia. Saat kak Lily baru pulang sekolah biasanya dia dijemput oleh supir pribadinya tapi supirnya telat menjemput kak Lily jadi dia memutuskan untuk jalan kaki saja,untungnya tidak terlalu jauh dari sekolahnya. Sampai di suatu gang dia bertemu kakakku yang bersandar pada dinding gang sambil memegangi lengan kanannya yang terluka. Saat kak Lily lewat tangan kakakku langsung menariknya dan menci umnya. Kakakku sengaja melakukannya demi keselamatan kak Lily dan kakakku. Begitulah ceritanya" Sean menjelaskan sedikit tentang awal kisah cinta Edward dengan Lily.
Dovan mengangguk paham dan mengambil ponselnya. Sean berdiri dan membuat pengumuman,
Semua anggota yang mendengarnya langsung berlarian ke air laut. Dovan dan Jia berlari sambil membawa ban bebek sedangkan Kevin berjemur sebentar di tengah - tengah pantai yang membuat dirinya jadi pusat perhatian para wanita yang lewat. Sisanya sibuk bermain air dan berenang.
Edward dan Lily baru saja kembali dari jalan - jalannya terkejut melihat anggota klub basket tiba - tiba nyebur ke air. Lily duduk di salah satu kursi pantai dan Edward berjongkok di sebelahnya sambil memijat kaki sang istri. Alasan mereka kembali adalah karena kaki Lily sakit dan pegal.
Edward terus memijat kaki Lily tetapi tidak dengan kekuatan penuh. Lily menepuk bahu suaminya lalu mengatakan,
"Sayang~.... Mau minun, aku mau makan ice cream juga".
"Tunggu disini,ya? Aku beliin dulu. Ice creamnya mau rasa apa?" jawab Edward yang berdiri dan mengambil uang dari dompetnya.
"Aku mau tiga rasa tapi jangan ada rasa stroberi aku tidak suka" Lily mengambil kipas portablenya lalu menghidupkannya.
"Oke! Tunggu sebentar" sebelum pergi Edward menge cup bi bir Lily.
Ibu hamil muda itu terlihat sangat kelelahan dan kepanasan. Syukurnya ada Sean yang duduk di sebelahnya jadi bisa mendapatkan angin tambahan. Sean mengarahkan kipas portable miliknya ke arah Lily.
__ADS_1
"Kamu tidak kepanasan?" tanya Lily yang terkejut mendapatkan angin tambahan.
"Sudah selesai pakai kok! Kalau terus aku pakai takutnya aku masuk angin nanti" jawab Sean yang tetap mengarahkan kipas miliknya agar lebih dekat ke Lily.
Beberapa menit menunggu akhirnya yang membeli minuman dan ice cream sampai. Tapi saat dia berjalan mendekat ke arah sang istri tiba - tiba saja dua orang wanita yang menghampirinya. Lily dan Sean mengangkat kacamata hitamnya lalu memperhatikan Edward. Dovan dan Jia yang baru selesai berenang juga melihat pemandangan tersebut.
"Permisi mas! Saya mau bertanya boleh?" ucap wanita satu yang menggeliatkan tubuhnya.
"Tanya apa?" jawab Edward yang lupa kalau ada sang istri di dekatnya.
"Apa mas sudah punya pacar atau belum?" tanya wanita satu sambil melingkarkan rambut di telinganya.
"Kalau belum punya,boleh tidak kami berdua minta nomor mas?" tanya wanita dua dengan centilnya.
Reaksi Sean adalah sangat terkejut dengan mulut menganga sedangkan si duo kombo kita bereaksi seperti mengajak seseorang berkelahi. Untuk Lily dia santai saja karena dia sudah tahu jawaban apa yang akan dikatakan oleh Edward.
"Saya sudah punya istri dan istri saya lagi hamil jadi silakan cari pria lain,saya permisi" jawab Edward yang beranjak pergi dari sana.
"Tunggu dulu! Saya rela jadi selingkuhan mas kalau masnya mau" wanita satu tidak mau menyerah untuk mendapatkan Edward.
Karena menganggap wanita satu keras kepala akhirnya Lily bergerak. Lily berjalan mendekati Edward kemudian melingkarkan tangannya pinggang sang suami. Dua wanita itu sontak terkejut melihat tindakan Lily.
"Sayang~.... Kamu lama sekali aku jadi sangat lapar menunggunya" ucap Lily dengan nada bicara manja.
"Maafkan aku baby tadi ada dua wanita tidak tahu malu yang menanyakan statusku" jawab Edward ditambah ada sindiran sedikit.
"Dua wanita tidak tahu mau? Maksudmu mereka" Lily menoleh ke arah dua wanita tersebut.
"Iya! Ayo kita balik!" ajak Edward.
"Tunggu dulu! Saya belum mendapatkan nomor mas" wanita satu menahan tangan Edward.
"Saya sudah mengatakannya kalau saya sudah punya istri dan yang memeluk saya sekarang adalah istri saya! Kau itu tidak pantas bersamaku karena kau wanita rendahan" Edward menepis tangan wanita tersebut kemudian pergi dari sana.
Tapi Lily menarik tubuh Edward sampai menghadap dirinya. Lalu Lily menci um bi bir Edward dihadapan dua wanita tersebut.
MAAF NGGK UPDATE KEMAREN KARENA AUTHOR TIBA - TIBA MENGGIGIL JADI YANG BISA DI UPDATE CUMAN NOVEL SEBELAH SEKALI LAGI MAAF
__ADS_1
MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA
To be conitnued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>