Bunga Lily Milik Tuan Edward

Bunga Lily Milik Tuan Edward
Jalan - Jalan di kantor Hazel


__ADS_3

Beberapa jam di ruangan Hazel, Lily masih disuguhkan berbagai macam makanan dan minuman yang dia inginkan. Zeta menemani Lily makan seperti membuka penutup makanan atau minuman,menyuapinya dan lain sebagainya. Di sisi lain Hazel masih sibuk dengan pekerjaannya yang tertuju pada laptopnya.


"Kak Hazel~...." panggil Lily dengan nada bicara manja.


"Kenapa?" tanya Hazel yang masih terfokus pada laptopnya.


"Mau jalan - jalan,boleh ya? Di sekitaran kantor aja" jawab Lily yang memulai mode bayi manja.


"Iya boleh tapi harus ditemani Zeta" Hazel mengiyakan permintaan adiknya.


"Oke! Ayo kak Zeta!" ajak Lily yang membawa satu bungkus chikinya.


Zeta segera berdiri tapi saat dia menatap adiknya dia menyadari satu hal. Satu hal tersebut ialah perut adiknya yang mulai membesar. Dia melepas jasnya kemudian segera memakaikannya pada Lily.


"Kenapa dipakaikan jas? Pengen nyium sesuatu lagi?" Hazel melihat tindakan yang dilakukan Zeta.


"Bukan! Tapi perutnya mulai terlihat aku takut kalau para pegawai melihat kemudian membicarakannya dan bisa saja bocor keluar kantor" Zeta menjelaskan alasan dia melakukan itu.


Hazel hanya mengangguk paham dan dia juga memikirkan resiko yang terjadi. Lily menatap kedua kakaknya secara bergantian kemudian mengambil jas Hazel yang masih tergeletak di sofa dan memakainya lagi.


"Kenapa pakai dua? Apa tidak kepanasan?" tanya Zeta yang kebingungan melihat adiknya.


"Tidak kok! Ayo kak kita jalan - jalan!" jawab Lily yang menarik Zeta keluar ruangan Hazel.


Kedua adiknya sudah keluar dan sekarang Hazel bisa melakukan penyelidikannya. Disini Hazel sedang melakukan penyelidikan mengenai perusahaan baru yang muncul bagaikan kuda hitam. Perusahaan baru tersebut mampu menandingi perusahan terbesar ketiga di negara C. Hazel merasa curiga dengan perusahaan tersebut sehingga dia meminta Zeta untuk meminta data - datanya.


Dia membaca data - data tersebut secara seksama tapi dia menemukan keanehan di data tersebut,yaitu nama pemimpinnya tidak. Hazel berpikir kalau pemimpinnya ini berusaha merahasiakan identitasnya dan seolah - olah ingin merebut perusahaan lain yang telah lama dia incar selama ini. Hazel melanjutkan kembali data - data tersebut dan tidak ada yang aneh lagi.


"Aneh sekali,apa mungkin Zeta salah mengambil data atau.... Perusahaan ini bersifat tertutup? Masalahnya perusahaan ini mampu menarik investor terkenal baik di dalam atau luar negri, ini aneh sekali" batin Hazel yang membaca kembali data - data tersebut.


Sedangkan di sisi lain Lily dan Zeta menyusuri lantai lima yang dimana lantai tersebut merupakan lantai untuk para manajer dan sederajatnya. Lily menyapa beberapa orang yang dia kenal. Para manajer tersebut menatap Lily dengan perasaan curiga. Zeta bisa melihay jelas tatapan para bawahannya.


"Permisi tuan Zeta! Ada tamu yang ingin bertemu dengan tuan" ucap asisten Zeta yang muncul dihadapan tuannya.

__ADS_1


"Tamu? Perasaan tidak ada jadwal bertemu klien hari ini, kenapa bisa ada tamu?" tanya Zeta yang mengingat kembali jadwalnya.


"Memang benar apa yang tuan katakan tapi tamu ini memaksa bertemu dengan tuan jadi saya tidak bisa menghentikannya" jawab asisten Zeta dengan sopan.


"Ya sudahlah! Dimana dia sekarang?" Zeta dengan terpaksa mengiyakannya.


"Silakan ikuti saya tuan" asisten Zeta berjalan terlebih dahulu baru diikuti Zeta dan Lily.


Sebenarnya Zeta membenci yang namanya jadwal mendadak karena ini akan mengganggu jadwal dia yang lain. Yah.... Karena tamu ini memaksa jadi Zeta harus bertemu dengannya walaupun dengan terpaksa dan malas.


Di bagian resepsionis lantai satu sudah ada tamu wanita yang menunggu Zeta. Wanita itu tampak seperti wanita sosialita dan cara berpakaian dia sangat fashionable sekali. Meskipun begitu dia memiliki wajah dan body yang sangat perfect.


Tidak lama kemudian dia melihat orang yang dia tunggu dari tadi. Wanita itu langsung menghampiri Zeta dan memeluknya. Lily sangat terkejut melihat apa yang dilakukan wanita tersebut.


"Untuk apa kau kemari? Tidak puas kau menyiksaku?" tanya Zeta dengan nada bicara dingin setelah melihat siapa tamu dia.


"Jangan begitu Zeta! Aku masih sangat menyayangi jadi jangan marah ya" jawab wanita tersebut yang melepas kacamata hitamnya.


"Pergi saja kau Rora, aku tidak suka kau ada disini merusak pemandangan saja" Zeta mendorong tubuh wanita yang bernama Rora itu sampai terlepas.


"Apa?! Mau ngelawan kamu?! Yang salah itu kamu! Jangan sok - sok an melempar kesalahanmu kepadaku!" Zeta membentak balik Rora dengan lebih keras dan menyembunyikan adiknya di belakangnya.


Rora kesal mendengar bentakan Zeta tersebut. Tapi matanya terfokus pada Lily yang bersembunyi di belakang Zeta.


"Siapa di belakangmu itu?! Katakan! Siapa?!" Rora kembali membentak Zeta.


"Dia adikku! Pergi kau dari sini! Atau aku panggil satpam" Zeta memberi kode kepada asistennya agar segera memanggil satpam.


"Bohong! Mana ada kau punya adik?! Aku tidak pernah dengar! Dia pasti kekasih barumu aku yakin!" Rora berusaha menyerang Lily tapi bisa dihadang oleh Zeta.


"Dia adikku! Kau tidak tahu karena aku tidak pernah memperkenalkan dirimu kepada seluruh keluargaku,bagaimana kau tahu kalau aku punya adik atau tidak?! Pergi kau dari sini!".


"Aku tidak percaya! Dia pasti selingkuhanmu! Sini kau wanita tidak tahi malu!".

__ADS_1


"Rora! Jangan bertingkah kekanak - kanakan! Inilah penyebab hubungan kita berakhir! Kau itu tidak bisa berpikir dewasa! Kau selalu menuduh siapapun yang dekat denganku atau kenal denganku! Kau itu egois! Kau boleh cemburu tapi jangan begini caranya!".


Zeta mendorong tubuh Rora yang langsung ditangkap oleh dua satpam yang sudah dipanggil. Dua satpam itu memberi hormat kepada Zeta kemudian segera membawa wanita pengganggu itu pergi dari hadapan tuannya. Zeta menoleh ke arah Lily untuk mengecek keadaannya.


"Kau tidak apa - apa kan? Ada yang luka? Atau kau ketakutan? Maafkan kakak ya" Zeta langsung memeluk Lily agar merasa lebih tenang.


"Tidak apa - apa kok kak! Lily baik - baik saja asalkan kakak disini maka Lily tidak perlu khawatir" Lily mengelus punggung kakaknya.


"Syukurlah.... Lily mau pergi kemana lagi? Mai cari makan? Atau cari hiburan?".


"Aku haus kak mau minum di kafe sebelah kantor".


"Oke kita sekarang kita kesana".


Zeta menggenggam tangan kanan Lily kemudian mengajaknya ke kafe sebelah kantor. Lily sebenarnya sedikit khawatir tadi tapi karena kakaknya sekarang dia tidak khawatir lagi. Tapi dia masih penasaran dengan sosok wanita tadi dan banyak pertanyaan muncul di kepalanya. Lily memutuskan untuk menanyakannya saat sampai di kafe nanti.


Di kafe sebelah gedung perusahaan Lawrence, Zeta dan Lily duduk di salah satu meja dekat jendela. Posisi duduk mereka saling berhadapan tapi tampaknya Zeta sedang memikirkan sesuatu.


"Kakak kenapa? Apa kakak masih memikirkan wanita itu?" tanya Lily yang meminum milkshakenya.


"Ehm?! Ah tidak ada Lily kakak hanya memikirkan pekerjaan saja" jawab Zeta yang agak ragu untuk menjawab pertanyaan Lily.


"Bohong! Pasti kakak masih memikirkan wanita itu! Aku yakin. Ngomong - ngomong kak, Lily penasaran dengan wanita tadi memangnya dia siapa? Kenapa bisa membentak kakak begitu keras? Padahal yang bisa membentak kakak hanya kak Zeta dan kakek saja".


HALLO! INI AUTHOR, eh jangan diskip dulu author mau menyampaikan beberapa informasi yang pertama adalah author ada menulis novel bxb di apk Fi(maaf author tidak bisa menyebutkan secara full cuman inisialnya aja). Yang kedua author mengubah jadwal updatenya dan dimulai minggu depan.


Senin dan jumat jadwalnya:cafe and restoran (author usahakan kalau bisa double updatenya).


Selasa dan sabtu jadwalnya: bunga lily milik tuan Edward(author usahakan kalau bisa double update).


Rabu dan kamis jadwalnya: di apk Fi yang berjudul David dan Hugo(bagi yang berminat baca bxb silakan baca ya,makasi).


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA

__ADS_1


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>


__ADS_2