Bunga Lily Milik Tuan Edward

Bunga Lily Milik Tuan Edward
Pesta kemenangan dan pesta untuk Lily


__ADS_3

Lola terdiam mendengar ucapan Max. Yang dikatakan Max memang benar kalau Lily adalah mrnantu utama keluarga David. Tapi Lola masih belum menerimanya.


"Tapi pak Max saya sangat lelah dengan hubungan ini! Lebih baik kita akhiri saja" ucap Lola yang sudah pasrah dengan hubungannya.


"Lola! Jangan katakan kalimat itu! Apakah hubungan kita sangat lemah sampai kau merelakan segalanya?!" tanya Sean yang mempertanyakan hubungannya.


"Iya! Aku tidak akan mengakhiri dengan syarat kau harus menjauh dari wanita ini!" jawab Lola yang menunjuk Lily.


"Sean! Akhiri saja hubunganmu dengan wanita ini karena dia tidak pantas di keluarga kita" Max langsung berdiri ketika mendengar jawaban Lola.


"Tapi pak...." Sean sedikit ragu untuk mengakhiri hubungan.


"Ya sudah kalau begitu! Hubungan kita selesai! Bye!" Lola berjalan keluar dan membanting pintu ruangan Max.


Lily merasa bersalah telah merusak hubungan Sean. Max melihat Sean yang murung atas berakhir hubungannya dengan Lola.


"Sean... Aku minta--" Lily yang belum menyelesaikan ucapannya langsung dipotong oleh Max.


"Jangan meminta maaf Lily! Disini kau tidak bersalah sama sekali dan yang bersalah adalah Lola" ucap Max yang menyentuh kepala Lily.


"Memangnya sistem menantu di keluarga Davis seperti apa?" tanya Yuri yang kebingungan dengan keluarga Davis.


"Cara kerja sistem keluarga Davis seperti ini Yuri, sebelum Edward menikah semua cucu keluarga Davis belum ada yang menikah sedangkan saat itu kakek menginginkan salah satu cucunya menikah dan jika ada salah satu cucunya sudah membawa kekasihnya untuk pertama kalinya ke hadapan kakek maka wanita tersebutlah yang menjadi menantu utama" jawab Max yang menjelaskan sistem menantu di keluarga Davis.


"Terus bagaimana kalau yang lainnya?".


"Ya harus menurut dan menyayangi menantu utama tapi jika ada salah satu menantu lain melukai menantu utama ya sudah selamat tinggal".


"Hmmm... Aku dengar masuk keluarga Davis ada ujiannya, apa itu benar?".


"Itu memang benar! Tapi aku mendengar dari Edward kalau Lily harus melewati lima ujian dan harus semua lulus dengan nilai sempurna".


"Kedengaran menakutkan,ihh.... Berarti Edward menjadi cucu pertama yang membawa pacarnya ke hadapan kakekmu?".

__ADS_1


"Itu benar! Sebab itulah Lily harus melewati lima ujian dan Lily tidak menggunakan kekuatan keluarganya untuk masuk keluarga Davis tapi dengan usaha dia sendiri".


Yuri terkejut mendengar ucapan Max. Dia tidak menyangka kalau temannya itu sehebat itu. Sean hanya terdiam dengan pandangan kosong.


Selesai sidang di ruangan Max, Lily dan Sean kembali ke gedung olahraga kecuali Yuri. Para readers pasti tahu kan Max dan Yuri ngapain di dalam? Yang jelas bukan delapan belas plus.


Di gedung olahraga, Lily sedang ikut merayakan kemenangan timnya bersama yang lain dan Sean duduk termenung. Lily sudah menceritakan tentang Sean dan Lola kepada yang lain. Jujur saja yang lain terkejut mendengarnya dan merasa kasihan kepada Sean.


"Woi bro! Jangan bersedih terus! Ayo minum!" ucap Kevin yang memberikan segelas jus jeruk kepada Sean.


"Terima kasih Kevin" jawab Sean yang mengambil minuman tersebut tapi tidak meminumnya.


"Aku sudah mendengar semua ceritamu dan aku merasa terkejut" Kevin meminumannya lalu ikut termenung.


"Aku tidak bisa melawan sama sekali! Aku lemah! Aku sangat lemah!" Sean meneguk habis minumannya setelah selesai berbicara.


"Jangan berkata seperti itu bro! Tapi aku sedikit penasaran hubunganmu dengan Lily, apa kau punya hubungan istimewa?".


"Sebenarnya kami punya tapi bukan dalam hubungan cinta. Lily adalah kakak iparku".


"Serius! Kakakku menikah dengan Lily sebab itu aku memanggil dia kakak ipar".


"Bukankah kau semester dua sementara dia semester satu".


"Kami beda sepuluh bulan. Seharusnya dia seangkatan denganku tapi karena kakakku melarang Lily untuk kuliah selama setahun disebabkan dalam keadaan berbahaya".


"Hmmm... Tapi saat Lily meminta sesuatu kau selalu menurutinya".


"Dia sedang hamil".


"Hah?! Yang benar?! Pantas dia kelihatan gemuk".


"Iya itu benar".

__ADS_1


Kevin beranjak dari bangku menuju Lily. Sean masih membayangkan kejadian tadi namun saat dia melihat kakak iparnya tertawa lepas seketika masalah itu sirna.


"Sean! Ayo kesini! Hahaha... Aku mau jus stroberi jus jeruk tidak enak" ucap Lily yang mengajak Sean mendekatinya.


Sean segera menghampiri Lily yang tertawa lepas. Dia menyadari satu hal yaitu tidak baik terus termenung atas putusnya hubungan lebih baik kau cari suasana baru dan biarkan kenangan itu tersimpan rapi di memori juga di hatimu.


...****************...


Tim basket berpesta besar atas kemenangan mereka dan kehamilan manager mereka. Kevin menceritakan kehamilan Lily kepada yang lain dan Lily tidak mempermasalahkan teman - temannya mengetahui tentang perutnya yang berisi asalkan teman - temannya tidak memberitahukan berita ini kepada mahasiswa atau dosen yang lain.


"Yahooo!!! Aku akan jadi paman! Manager tersayang kita ternyata sudah berisi" seru Jia yang senang mendengar kabar tersebut.


"Heh! Kau tidak cocok jadi paman,Jia! Yang cocok itu adalah aku" saut Dovan yang dengan sombongnya.


"Sudahlah kalian berdua jangan ribut! Semua yang disini adalah paman dari anakku" ucap Lily yang melerai Jia dan Dovan.


"Sudah berapa bulan?" tanya Henryi yang sibuk meminum minumannya.


"Baru sepuluh minggu" jawab Lily yang sengaja tidak menyebutkan dengan kata bulan.


Seketika para pemain disana terdiam mendengar ucapan Lily. Mereka mulai menghitung usia kandungan Lily yang dijadikan bulan. Syukurnya ada pemain yang pinter matematika disini orang tersebut adalah Dovan.


Dia mulai menghitung kira - kira seperti ini hitungan dalam otaknya. Satu bulan itu ada empat minggu jadi jika dibagi sepuluh dibagi empat sama dengan dua bulan ditambah ada sisa dua minggu. Jadi, usia kandungan Lily adalah dua bulan dua minggu.


"Berapa jadinya Dovan?" tanya Kevin kepada Dovan.


"Dua bulan dua minggu" jawab Dovan dengan santainya.


"Cepat sekali Dovan ngitung" puji Lily.


"Biasa anak fakultas fisika" ujar Jia yang meneguk habis minumannya.


Semuanya tertawa mendengar ucapan Jia. Mereka melanjutkan pesta kemenangan mereka. Lily langsung mendapatkan apa yang dia mau karena ada banyak yang menjaganya.

__ADS_1


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>


__ADS_2