Bunga Lily Milik Tuan Edward

Bunga Lily Milik Tuan Edward
Ngidam makan Donat dan Brownies


__ADS_3

Sesuatu hal yang buruk terjadi kediaman Edward yang dimana sang istri minta tidurnya pisah. Edward membujuk Lily untuk tidurnya tidak terpisah. Sayangnya,keinginan Edward tidak dilakukan oleh Lily.


"Ayolah baby! Kumohon jangan tidur kita pisah dan jangan kamu tidurnya di lantai,ya?" bujuk Edward dengan menyatukan kedua telapak tangannya.


"Tidak! Aku mau tidurnya di bawah! Di lantai! Aku penasaran bagaimana rasany tidur di lantai" Lily tetap menuntut untuk meminta dirinya tidur di lantai.


"Kalau kamu sakit,bagaimana? Itu dingin loh baby! Nanti Pinpin kedinginan" Edward benar - benar memohon kepada Lily untuk mengabulkan keinginannya.


"Akhhh!!!... Maunya tidur di lantai! Pasti enak rasanya kalau aku kedinginan nanti tinggal pakai tiker saja" Lily juga benar - benar ingin tidur di lantai.


Edward sudah pusing tujuh keliling memikirkan cara untuk membujuk sang istri. Tapi dia memiliki banyal cara untuk mengatasi ibu hamil muda ini.


"Oke! Kalau baby mau tidur di bawah silakan saja tapi semua rotinya aku yang habiskan" ucap Edward yang memulai rencananya.


"Eh? Kenapa sayang harus habiskan? Aku mau makan pakai nanti malam" Lily merespon sedikit terkejut saat rotinya akan dihabiskan.


"Kalau baby tidak mau tidur di kasur maka aku habiskan saja" Edward mulai pergi ke dapur untuk mengambil roti yang dikatakan.

__ADS_1


"Jangan sayang! Iya! Iya! aku tidur di atas tapi jangan dihabisin rotinya, lihat aku sudah duduk di kasur!" Lily langsung pindah tempat yang mulanya duduk di lantai kini duduk di atas kasur.


Edward tersenyum melihat rencananya berjalan lancar. Akhirnya Edward putar balik dan duduk di sebelah Lily.


"Sayang jangan begitu lagi,ya? Jangan tiba - tiba langsung ngancem pakai habisin makanan yang aku simpan segala" Lily langsung memeluk Edward sebagai obat agar suaminya tidak marah.


"Seharusnya aku yang bicara seperti itu baby, kalau baby lagi ngidam oke silakan tapi jangan tidur pakai pisah segala dan tidur lantai. Ingat tidak boleh seperti itu lagi!" Edward mengelus perut Lily dan sedikit memberikan nasehat.


Lily mengangguk iya kemudian mereka berdua mulai membaringkan diri. Edward mengelus perut Lily agar istrinya ini bisa tertidur lelap. Perlahan - lahan mata Lily mulai terpejam dan mulai memasuki dunia mimpi. Melihat Lily yang sudah tertidur pulas Edward mendudukkan tubuhnya kemudian bersandar pada kepala kasur dan mengambil laptopnya.


"Hmmm... Aku kira proyeknya dilaksanakan dua bulan lagi ternyata tinggal dua minggu lagi, aku harus menyelesaikan rencana proyek ini secepat mungkin" batin Edward yang mulai mengetik keyboard laptop.


"Kenapa baby bangun? Haus? Atau laper?" tanya Edward sebagai suami siap siaga.


"Dua - duanya. Sayang aku mau donat sama brownies yang ada di kulkas dan minumannya cukup segelas air putih saja, tolong ambilkan ya?" jawab Lily dengan wajah bantalnya dan membenarkan posisi tidurnya.


Edward langsung bergerak menuju dapur mengambil apa yang diminta Lily. Tangan Edward menyalakan semua saklar yang ada di ruang tamu dan dapur. Edward membuka kulkas kemudian mengambil satu piring donat yang berjumlah enam dan satu kotak brownies. Dia menjadikan dua makanan tersebut ke satu nampan dan menuangkan air ke gelas besar. Setelah selesai menyiapkan apa yang diminta Lily barulah Edward kembali ke dapur tanpa mematikan saklar lampu.

__ADS_1


Lily yang menanti kedatangan suaminya dengan cara bermain ponselnya. Yang dinanti akhirnya datang juga. Edward membawa makanan dan minuman tersebut dengan hati - hati.


"Ayo suapin aku sayang! Aaa~..." Lily sangat senang melihat Edward menu yang dimintanya dan membuka mulut untuk disuapi.


Edward meletakkan nampan dan gelas di atas nakas. Bukannya menyuapi sang istri, suami satu ini langsung main nyosor saja. Lily yang merasakan bibirnya mendapat ciuman dari Edward segera melepaskan diri tapi tenaga Edward lebih besar dari padanya. Tautan mereka pun lepas. Terlihat ekspresi wajah Lily yang tertekuk.


"Jangan marah baby! Jika tidak aku tidak akan menyuapimu" ucap Edward yang mengambil donat beserta piringnya.


"Aku tidak mau donat dulu yang dimakan! Maunya brownies dulu!" ujar Lily dengan ketusnya.


Edward langsung menuker piring dengan kotak makan berisi brownies. Lily membuka mulutnya dan Edward mengarahkan tangannya ke mulut Lily dengan brownies. Setelah brownies masuk ke mulutnya seketika mood Lily langsung berubah. Lily menepuk tangan kecil dan meminta lagi. Edward sudah menduga hal ini. Jadi,untuk membujuk Lily yang lagi hamil cukup dengan makanan apa yang dia minta atau tidak relakan satu barang untuk dibakar.


Lily meminta Edward menukar browniesnya menjadi donat. Edward menukarnya dan memberikan segelas air kepada Lily. Selesai meminum air Lily melanjutkan makan tengah malamnya dengan donat.


Setelah selesai memakan donat dan brownies sampai habis Lily minta pinjam ponsel Edward. Tentu saja Edward meminjamkan ponselnya tapi saat memberikan Lily sudah tertidur. Edward geleng - geleng kepala melihat istrinya tertidur. Karena sudah mengantuk dan lelah Edward pun ikut tidur di sebelah Lily. ( *sama kayak authornya ngantuk banget).


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA JUGA JANGAN LUPA MENGAJUKAN PERTANYAAN

__ADS_1


To be continued*\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>>>


__ADS_2