
Selesai bermain wahana putar memutar Edward turun dan mengeluarkan isi perutnya di toilet. Lily sedikit khawatir dengan suaminya karena menurutnya dia memutar terlalu cepat sehingga tidak mengetahui sang suami sampai pusing kemudian mengeluarkan isi perutnya. Edward yang sudah merasa lebih baik mencuci tangan dan wajahnya agar terlihat lebih fresh. Saat Edward sedang bercermin ternyata ada Frains disana tapi Edward tidak mengetahui Frains.
"Ya ampun! Betapa tampannya wajahku ini tetapi mengapa?! Mengapa?! Mengapa orang yang aku cintai belum memperhatikan aku sama sekali?!" Frains berbicara dengan nada seolah dia bermain drama sampai mempraktekkannya.
Edward tidak peduli dengan sikap orang aneh yang di sebelahnya tersebut dan kembali mencuci wajahnya . Selesai mencuci wajah Edward keluar dari toilet dan dia melihat istrinya yang sangat khawatir.
"Sayang! Kamu tidak apa - apa kan?! Apa kamu masih mual? Atau masih pusing? Maafkan aku,ya? Aku tidak tahu kalau kamu sudah pusing bermain wahana tadi" tanya Lily yang mengecek seluruh tubuh Edward dari atas sampai bawah dan meminta maaf atas tindakannya tadi.
"Tidak apa - apa baby! Rasa mualnya masih tapi sudah lebih baik" jawab Edward yang mengelus kepala sang istri.
Lily kembali bahagia melihat suaminya baik - baik saja. Edward mengambil minyak angin yang ada di tangan Lily kemudian.menghirup aroma tersebut agar lebih baik. Selesai menghirup Edward menggandeng tangan Lily lalu mengajaknya bermain lagi. Hal yang tidak terduga terjadi yang dimana saat pasanga pasutri ini pergi Frains keluar dan melihat Lily.
"OMG!!!... Bagaimana bisa pujaan hatiku bersama pria lain? Ini tidak mungkin! Bagaimana mungkin wanita secantik Lily bisa bermain api denganku?!" ucap Frains yang kembali berakting drama.
"Aku mau main yang itu sayang!" Lily menunjuk pada wahana roller coaster.
"Nanti saja ya? Itu yang terakhir nomor dua dan yang nomor satu kita main komedi putar" jawab Edward yang raut wajahnya sudah ketakutan melihat istrinya ingin bermain wahana berbahaya itu.
"Eh? Kenapa? Aku ingin itu sayang! Mau yang itu!" Lily protes keputusan Edward yang menolak keinginannya.
"Masalahnya sayang aku baru selesai mengeluarkan isi perutku aku takut hal itu akan terjadi lagi" Edward mengatakan alasannya kenapa dia melarang istrinya bermain roller coaster.
Lily juga baru ingat kalau suaminya ini baru selesai mengeluarkan isi perut jadi cukup berbahaya untuk bermain wahana itu. Si manis itu pun memutuskan mengubah pilihannya ke arah restoran. Edward yang melihat sorot mata Lily yang tertuju pada restoran itu langsung bertanya kepada sang istri.
"Apa kau makan? Tapi aku tidak dulu ya... Aku masih mual".
__ADS_1
"Sayang... Pulang yuk! Aku kasihan sama kamu tidak dapat main semua wahana yang ada, itu semua gara - gara aku..." ucap Lily yang terlihat sangat murung dan menundukkan kepalanya.
"Jangan berpikir seperti itu sayang! Kan hari ini aku harus menempati janjiku pada istriku jadi jangan cemberut,ya?" Edward merangkul pinggang istrinya agar merasa lebih tenang.
Lily mengangguk paham tapi tetap dengan wajah cemeberutnya. Mereka pun melanjutkan perjalanannya untuk menikmati taman hiburan tersebut. Lily menikmati permainan wahana yang setiap dia naiki sedangkan untuk Edward terpaksa mengikuti istrinya walaupun masih merasa pusing. Tidak lupa juga dia mengambil gambar saat bermain wahana dan dibantu dengan orang yang ada disana saat berfoto berdua.
Lily melompat - lompat bahagia melihat foto yang banyak diambil tadi. Mereka sekarang berada di restoran taman bermain tersebut. Edward menyuapi Lily kentang gorengnya dan Lily hanya memandang foto yang diambil tadi.
"Baby ayo makan dulu! Nanti saja lihat - lihat fotonya " ucap Edward yang sedikit memarahi istrinya.
"Iya sayang! Suapi aku lagi" jawab Lily yang membuka mulutnya yang ingin minta disuapi.
Edward yang melihat peluang yang diberikan istrinya langsung menyambar mulut istrinya tersebut. Lily yang kaget dengan tindakan suaminya tersebut hanya bisa diam. Orang - orang yang ada di restoran tersebut tersenyum dan memandangi Lily dan Edward yang sedang bermesraan.
Selesai menyambar mulut istrinya Edward tersenyum smirk dan melihat istrinya yang wajahnya yang berubah merah seperti tomat karena malu. Edward mengambil ponselnya langsung mengambil foto yang dimana Lily dengan dengan wajah merahnya.
"Hei! Sayang! Jangan difoto! Hasilnya jelek tahu!" ucap Lily yang tersadar dari rasa malunya yang membuatnya terdiam dan berusaha merebut ponsel sang suami.
"Tidak akan baby! Foto ini sangat bagus! Dan aku menyukainya! Foto ini harus dijadikan foto.profil sosial mediaku" jawab Edward yang menjauhkan ponselnya dari Lily.
Perebutan ponsel terjadi antara Lily dan Edward. Lily yang terus berusaha merebut ponsel Edward dan Edward menjauhkan ponselnya dari Lily. Wajah Lily semakin dekat dan peluang datang kembali ke Edward. Tanpa pikir panjang Edward langsung mencium pipi sang istri.
"Ahhh!!!... Sayang! Jangan begitu!" teriak Lily yang menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
"Jangan teriak baby! Ada banyak orang disini! Apa kau mempublikasikan hubungan kita? Jangan lupa kalau aku orang yang berpengaruh di negeri ini" jawab Edward yang langsung menyembunyikan ponselnya dan mengingatkan istrinya mengenai statusnya.
__ADS_1
Lily baru ingat kalau sekarang mereka ada di restoran dan sudah ada banyak orang yang memperhatikan mereka. Edward berdiri dari tempat duduknya menuju Lily lalu menutupi wajah istrinya dengan tubuhnya.Edward masih tertawa melihat istrinya yang wajahnya masih memerah.
"Sudahlah baby! Ayo kita ke tempat wahana lagi yuk! Aku tidak akan mengulanginya lagi kok" ucap Edward yang berusaha merayu istrinya.
"Gendong~... " Lily yang merentangkan tangannya minta digendong oleh sang suami.
Edward langsung menuruti permintaan sang istri. Edward menggendong Lily seperti koala yang dimana Lily memasukkan kepalanya di dada Edward. Pasangan ini sama sekali tidak peduli dengan tanggapan orang - orang disekitarnya. Edward berjalan sambil menggendong sang istri yang masih merasa malu.
"Kita mau kemana baby?" tanya Edward yang menaikan sedikit tubuh Lily yang melorot.
"Kita ke mobil sama kita pergi ke mall yuk! Ayo kita main di mall!" jawab Lily yang masih menyembunyikan wajahnya di dada Edward.
Tanpa ba bi bu Edward langsung menuju mobil dan segera pergi ke mall. Di mobil Edward Lily kembali bermain dengan ponselnya dan mengabaikan suaminya lagi.
"Baby! Ini hari libur! Jangan mengabaikanku terus! Aku juga butuh perhatian!" ucap Edward dengan nada bicara merajuk dan fokus mengendarai mobilnya.
"Iya sayang sebentar lagi! Ini hampir selesai" jawab Lily yang masih tetap fokus ke ponselnya.
Edward membuat raut wajah merajuk dan sedikit melirik istrinya. Tapi Lily masih fokus kepada ponselnya. Karena kesal Edward mengambil paksa ponsel Lily.
"Sayang! Jangan diambil! Sebentar lagi selesai!" teriak Lily yang terkejut ponselnya diambil.
"Aku tidak suka istriku mengabaikanku terus seperti ini! Memangnya sama siapa kau chattan atau bermain hingga kau lupa sama suamimu?!" tanya Edward yang melihat isi ponsel Lily.
MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN JIKA KALIAN TERTARIK SILAKAN MEMBACA NOVEL SAYA YANG LAIN BERJUDUL cafe and restoran dan UNTUK YANG SUKA BXB BISA BACA Vino and William
__ADS_1
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>>