Bunga Lily Milik Tuan Edward

Bunga Lily Milik Tuan Edward
Masa masa suami istri dulu


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang , Edward terlihat sedikit kesal dengan pria yang bersama Lily tadi. Edward pun memutuskan menanyakan hal tersebut.


"Sweetie siapa tadi itu? Kemarin dia juga bersamamu".


"Kan aku sudah bilang kalau dia itu temanku dan sayang aku punya teman cewek sekarang!" jawab Lily yang juga menyebutkan mengenai teman barunya.


"Hm? Siapa namanya? Apakah dia orang yang baik?" Edward sedikit menoleh ke arah Lily kemudian kembali ke arah jalanan.


"Namanya Yuri, tadi dia dibully oleh sepupu dan gengnya jadi aku membantunya melawan sepupunya singkat cerita kami pun mulai berteman" Lily menceritakan kejadian bagaimana dia bisa berteman dengan Yuri.


"Kenapa wanita itu dibully? Apakah dia melakukan sebuah kesalahan kepada sepupunya?".


"Aku juga tidak tahu, yang jelas Yuri belum menceritakan penyebab masalah dia dengan sepupunya".


"Hmm... Memang rumit kalau permasalahan antar wanita apalagi mereka tidak menyapa satu sama lain".


"Itu memang benar! Tapi ada kala juga yang bermusuhan pasti akan menyadari kesalahannya atau yang bermusuhan lama tidak bicara satu sama lain dan ada momen yang memaksakan mereka harus bekerja sama sehingga cara itu mampu membuat mereka dekat kembali".


"Aku tidak menyangka satu momen tidak terduga bisa mempersatukan permusuhan dua belah pihak kembali, keputusan tuhan tidak ada yang tahu".


"Itu benar! Kita juga bertemu secara tidak sengaja dan lihat sekarang? Kita menjadi pasangan suami istri".


"Kau benar! Siapa menyangka kalau kita bisa bersatu sampai ke jenjang ini".


Edward dan Lily tiba - tiba teringat masa lalu mereka mengenai awal bertemu mereka. Lily tersenyum mengingat masa - masa itu begitu juga dengan Edward.


Selama mereka berbicara mengenai masa lalu mereka tidak menyadari kalau mereka sudah sampai di rumah. Edward keluar kemudian membukakan pintu untuk istrinya tercinta.


"Sayang ini masih terlalu awal untuk kamu pulang lebih baik kamu balik ke kantor" ucap Lily yang ingat bahwa sekarang belum waktu pulang kerja.


"Tidak perlu khawatir! Aku kan direkturnya jadi aku bisa pulang duluan" jawab Edward yang menyombongkan dirinya.


"Ishh!... Kembali kerja sana! Awas tidak balik kerja!" Lily memukul lengan kanan Edward dengan tas yang dibawanya.

__ADS_1


"Memangnya kenapa kalau aku tidak balik kerja?" Edward mulai menjahili istrinya yang kelihatan sangat gemas.


"Aku kunci pintu kamar nanti supaya kamu tidak bisa masuk!" jawab Lily yang memolototkan matanya.


"Biarkan saja! Lagi pula aku punya kunci cadangan atau aku bisa lewat jendela" Edward semakin ketagihan menjahili istrinya.


"Ish!... Dasar kamu! Edward menyebalkan!" Lily sangat kesal sampai memukul suaminya dengan tas.


"Tangkap aku kalau bisa! Bweuh! Istriku sangat lambat" Edward berlari untuk menghindari pukulan istrinya dan menjulurkan lidahnya.


"Awas saja jika aku bisa menangkapmu! Aku akan memukulmu!" Lily berlari mengejar sang suami yang terus menghindar.


"Dalam hubungan rumah tangga tidak ada pukul - pukulan seperti ini" Edward semakin cepat kakinya berlari.


Pasangan suami istri itu bermain kejar - kejaran ditambah tawa dan senyuman mereka. Edward dan Lily sangat ceria dapat bermain kejar - kejaran bahkan mereka berharap waktu berhenti sebentar saja dan yang bergerak mereka saja. Mereka ingin menikmati momen ini selamanya.


Kaki Lily berhenti berlari karena kelelahan dan tidak bisa menandingi kecepatan Edward. Lily duduk di atas mobil Edward untuk beristirahat.


"Ya ampun... Ternyata nyonya Lily sudah kelelahan, bagaimana kalau aku menggendong dengan gaya bridal?" Edward berhenti dihadapan Lily.


Edward langsung menggendong istrinya itu dengan model bridal. Lily sangat senang dirinya digendong sampai ke dalam rumah. Edward menurunkan Lily di sofa kemudian mengambilkannya segelas air.


"Terima kasih pangeranku" Lily mengambil segelas air di tangan Edward.


"Sama - sama tuan putriku" Edward duduk di sebelah Lily yang sedang meminum segelas air.


Lily memberikan kembali gelas tersebut kepada Edward. Tangan Lily mengambil tasnya kemudian mengeluarkan buku - bukunya untuk mengerjakan pekerjaan rumahnya. Edward yang melihat Lily lebih peduli kepada buku daripada dirinya, dia merasa sangat kesal. Gelas yang di tangan Edward diletakkan di atas meja.


" Sayang~... Suamimu ada di sebelahmu, kenapa kau mengabaikanku?" tanya Edward yang mendusel kepalanya di lengan Lily.


"Apa sayangku?~... Kenapa kau bersifat manja seperti ini? Kan aku lagi tugas kuliah ya wajar saja aku fokus ke tugas dulu" jawab Lily yang mendorong kepala Edward.


"Aku merasa aneh saja yang tiba - tiba kau pergi kuliah lalu selama kau masuk kuliah aku merasakan perasaan rindu yang sangat dalam" Edward yang mengungkapkan perasaannya yang membuat dia jadi manja.

__ADS_1


"Oh karena itu... Weekend ini kan kita bisa pergi jalan - jalan kemana pun kita mau" Lily menoleh ke arah suaminya dan mengelus surai hitamnya.


Edward mengangguk paham kemudian dia berdiri dan berpamitan kepada istrinya untuk kembali ke kantor. Lily melihat yang suaminya pergi sekarang bisa mengerjakan tugasnya dengan tenang.


...****************...


Di suatu cafe di dekat kampus, ada Brian dan dua temannya yang sedang bersantai di cafe dengan buku,bolpoin ,dan secangkir minuman berkafein. Brian terlihat tidak fokus pada tugas kuliahnya seperti dia dia memikirkan sesuatu yang belum selesai.


"Woi!" Leo memukul meja sehingga membuat Brian tersadar dari pikirannya yang.ngelantur.


"Hm? Ada apa? Kenapa?" tanya Brian yang menoleh ke arah Tito dan Leo.


"Kamu kenapa Brian? Daritadi melamun memulu! Ada apa memangnya?" tanya Tito yang bingung melihat temannya melamun terus.


"Ada sesuatu yang mengganjal di pikiranku" jawab Brian yang kembali meminum kopinya.


"Apa yang kau pikirkan? Sampai kau melamun begitu" tanya Leo yang penasaran dengan isi pikirannya.


"Tadi aku akan melihat Lily sedang menunggu jemputannya kemudian aku samperin dia sampai aku tawarin tumpangan pulang. Tapi Lily selalu menolak tawaranku dan beberapa saat kemudian ada mobil sport datang dan Lily mengatakan kalau mobil itu adalah jemputannya" jawab Brian yang menceritakan kejadian tadi saat dia menawarkan tumpangan pulang kepada Lily.


"Kenapa memangnya dengan mobil itu? Siapa tahu Lily orang kaya" ucap Leo yang menyeruput sedikit kopinya.


"Bukan itu! Masalahnya di dalam mobil itu ada seorang pria dan sangat tampan. Saat Lily masuk ke dalam mobil pasti dia akan tertawa dan tersenyum itu membuatku sakit" Brian menundukkan kepala dan suara melemah saat akan selesai berbicara.


Tito dan Leo sangat terkejut yang ternyata Brian memiliki pesaing dalam mendapatkan Lily. Leo berpikir bagaimana cara harus menyingkirkan pria tersebut.


"Brian! Sepertinya kau memiliki pesaing yang sangat kuat dan perjalananmu dalam mendapatkan Lily pasti tidak akan mudah" ucap Leo yang juga berpose ala - ala karakter anime Jojo.


"Leo sepertinya kau terlalu sering menonton anime Jojo" ucap Tito yang merasa heran dengan tingkah teman wibunya.


Makasi yang sudah mampir dan jangan lupa beri support


Ayo semuanya baca novel saya yang lain berjudul cafe and restoran dan vino and william( yg ini khusus bxb)

__ADS_1


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>


__ADS_2