Bunga Lily Milik Tuan Edward

Bunga Lily Milik Tuan Edward
Mbak Lily pinter gombal


__ADS_3

Selesai memfoto Lily, Yuri memberikan kembali ponsel Lily. Dengan senang hati Lily langsung mengirim foto itu kepada sang suami tercinta. Mari kita masuk ke roomchat pasangan tercinta kita.


^^^"Sayang".^^^


^^^"Yuhuuu.... Sayang".^^^


Beberapa menit kemudian...


^^^"Sayang!!!".^^^


"Astaga maafkan aku sayang".


"Kenapa?".


^^^"Minta pap! Atau tidak dapat jatah".^^^


"Hehehe... iya baby tapi baby duluan".


^^^"Oke sayang".^^^



SUMBER FOTO DARI GOO GLE


^^^"Mana punyamu?".^^^



SUMBER DARI GOO GLE


"Sudah my baby".


^^^"Akhhhhh!!!".^^^


^^^"GANTENG SEKALI! SUAMI SIAPA INI GANTENG SEKALI?!".^^^


"Tentu saja suaminya Lawrence Taniya Lily🤣".


^^^"Pinter sekali suamiku ini makin cinta deh".^^^


"Hehehe... Teruslah mencintaiku baby".


"Terus tadi itu untuk apa kau tutup wajahmu pakau stiker?".


^^^"Supaya fotoku tidak dilihat oleh orang lain dan hanya milik suamiku seorang".^^^


"Tidak usah pakai stiker juga dong".


^^^"Nanti malam kan bisa video call".^^^


^^^"Kalau sekarang aku masih di kantin kampus dan aku tidak ingin suamiku dilihat oleh orang lain selain diriku".^^^


"Aduhhhh".


"Siapa yang mengajarimu gombal seperti ini?".


^^^"Hehehe...".^^^

__ADS_1


"Nakal ternyata istriku ini".


^^^"Tapi nakalnya hanya di depanmu saja😘".^^^


"Hahaha... Iyain saja".


"Bagaimana kegiatan kampusmu baby?".


^^^"Lancarrrrrr sekaliiii".^^^


^^^"Sayang! Kak Max dan Yuri sudah jadian loh".^^^


"Yang benar saja baby bagaimana mungkin bisa secepat itu".


^^^"Aku tidak bohong! Mereka beneran sudah jadian".^^^


"Ternyata gerak cepat juga si pak dosen".


"Kapan mereka jadian?".


^^^"Saat kita pergi liburan di kolam kemarin bersama mereka berdua".^^^


"Hmmm... Cara yang aneh".


"Sudah dulu ya baby sebentar lagi aku ada rapat".


^^^"Oke sayangku! Nanti malam harus video call, love you♡~...".^^^


"Love you more my sweetie baby".


Oke guys mari kita keluar.


"Sudahlah Yuri! Makan saja!" ucap Lily yang kesal melihat tindakan Yuri.


"Hehehe.... Iya! Iya! Aku makan sekarang" jawab Yuri yang meletakkan makanannya lalu fokus pada makanannya.


Mereka berdua memulai makan siang mereka. Saat mereka lagi makan siang tiba - tiba ada satu keributan terjadi di meja klub basket. Yang membuat keributan tersebut adalah Bianca. Wanita licik itu tidak sengaja menumpahkan minumannya di baju Sean. Bianca berusaha membersihkan baju Sean tapi ditahan oleh Lola.


"Biarkan aku saja yang membersihkannya kak Sean ini salahku" ucap Bianca yang ingin membersihkan baju Sean.


"Tidak perlu! Aku saja yang melakukannya" Lola langsung menahan tindakan modus Bianca.


"Tidak! Biarkan aku saja kak Lola" Bianca menuntut dirinya untuk membersihkan baju Sean.


"Aku bilang tidak! Apa kau tidak dengar?! Pergi!" Lola langsung mengusir wanita parasit tersebut.


Bianca langsung menuruti ucapan Lola. Dengan perasaan tidak terima Bianca pergi dari sana sambil menghentakkan kesal kakinya. Lola sudah mengetahui maksud jahat wanita parasit itu.


"Kau tidak apa - apa sayang? Apa kau bawa baju ganti?" tanya Lola yang mengkhawatirkan Sean.


"Aku tidak apa - apa sayang! Tapi aku tidak bawa baju ganti, bagaimana ini?" jawab Sean yang melihat kembali bajunya.


"Pakai saja baju gantiku Sean! Aku ada bawa lebih" ucap Dovan yang menyerahkan bajunya kepada Sean.


"Terima kasih Dovan! Permisi dulu semuanya aku ganti baju dulu" Sean beranjak pergi dari sana untuk mengganti bajunya di toilet.


"Ada - ada saja kelakuan adik tingkat sekarang bikin heran saja. Tahu kakak tingkatnya sudah ada yang punya malah tetap kekeh mau ngerebut kakak tingkatnya" Kevin geleng - geleng kepala mengingat tindakan Bianca tadi.

__ADS_1


"Itu benar! Adik tingkat tidak tahu malu! Awas saja nanti" Lola mengepal erat kedua tangannya.


Klub basket kembali melanjutkan kegiatan makan dan minum mereka. Lola berharap tidak ada yang menganggu hubungan dia dengan Sean.


...****************...


Selesai makan siang bersama, Lily dan Yuri kembali ke kelas masing - masing. Saat Lily akan kembali ke kelas dia bertemu dengan Brian, Tito, dan Leo. Brian mengajak Lily untuk pergi ke kelas bersama.


Saat mereka di kelas, Brian bertanya kepada Lily mengenai tugas dari pak Max. Lily memutar tubuhnya ke belakang untuk melihat tugas Brian.


"Betul tidak cara pengerjaannya seperti ini".


"Nah sebaiknya kau perhatikan jawaban yang ini. Jawabanmu ini kurang lengkap kau bisa mencari tambahan jawabannya di internet".


"Ohh... Bagaimana kalau yang ini? Apa sudah benar?".


"Hmmm... Ya! Ini sudah benar! Untuk semua jawabannya sudah benar semua kok".


"Terima kasih Lily! Kapan - kapan bisa ajari aku tentang yang materi, bisa tidak?".


"Tentu saja! Bagaimana kalau besok? Di perpustakaan kebetulan aku juga akan mengerjakan tugas disana besok".


"Baiklah! Besok jam berapa?".


"Jam satu siang bagaimana? Atau selesai makan siang saja".


"Selesai makan siang saja".


"Okelah!".


Setelah berbincang dengan Brian, Lily kembali menghadap ke depan. Lily kembali fokus melihat tugasnya.


...****************...


Pak dosen yang akan mengajar di kelas Lily tapi dirinya sedang menghirup asap niko tin di atas gedung kelas. Max mengambil ponselnya lalu menghubungi seseorang yang dia kenal.


"Halo Edward!".


"Halo Max! Ada apa menghubungiku?".


"Nanti malam aku main ke rumahmu aku disuruh".


"Sama siapa? Untuk apa kau main ke rumahku?".


"Yuri mau belajar masak disana dan Lily jadi gurunya. Mereka bilang membutuhkan tukang icip sebab itu mereka menyuruhku datang".


"Ohh... Boleh asalkan jangan dekat - dekat dengan istriku saja".


"Idih kepedean sekali! Aku tidak tertarik kepada Lily lagipula aku sudah ada yang punya".


"Iya aku tahu! Ingatlah pesanku itu dan jangan menginap di rumahku".


"Aku tidak tertarik! Sudahlah itu saja".


"E... Iya!".


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA

__ADS_1


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>


__ADS_2