Bunga Lily Milik Tuan Edward

Bunga Lily Milik Tuan Edward
Saatnya Memasak


__ADS_3

Selesai semua membersihkan diri dan berpakaian mereka langsung menuju dapur. Lily dan Yuri sedang mempersiapkan alat dan bahan memasak.


Lily memberitahu cara mencuci sayur yang benar kepada Yuri. Selanjutnya memberitahu cara memotong sayuran yang benar agar tidak melukai jari.


"Sini aku bantu potong!" ucap Lily yang ingin mengambil alih pekerjaan Yuri.


"Tidak! Kau tidak boleh kelelahan kau itu lagi hamil! Kau cukup memberi aku arahan saja " Yuri menolak permintaan Lily.


"Aku ingin melakukannya! Ayolah Yuri!" Lily merengek meminta melakukannya.


"Tidak! Nanti jarimu terluka bagaimana?! Duduk saja Lily atau kau makan saja pudding yang aku beli tadi" Yuri menunjuk ke arah meja makan yang di atasnya ada kantung plastik berwarna putih.


"Di atas meja itu? Boleh aku memintanya?" mata Lily langsung berbinar melihat ke arah meja.


"Ambilah! Duduk dan makan yang tenang" Yuri melanjutkan memotong sayurnya.


Lily berjalan ke arah meja kemudian membuka kresek tersebut. Tangan Lily mengambil dua cup pudding. Dibuka,disendok,dan dimakan deh. Lily sangat senang bisa mendapatkan pudding rasa susu.


"Ehmmm!... Enak sekali! Aku sangat suka!" seru Lily yang kegirangan.


Lily melanjutkan memberi arahan kepada Yuri cara membuat sup. Bumbu sup kali ini menggunakan bumbu instan. Setelah memotong sayuran, Yuri diminta untuk mendidihkan air panas di panci. Ketika air sudah mendidih masukkan potongan sayuran tadi lalu masukkan bumbu instan. Aduk rata sup agar bumbunya merata. Kecilkan api kompor kemudian aduk sampai mengeluarkan aroma dan sampai mendidih.


Sambil menunggu mendidih Lily meminta Yuri membuat prekedel jagung. Pertama jagungnya diparut lalu pecahkan satu atau dua butir telur dan terakhir tambahkan tepung bumbu prekedel. Aduk sampai merata lalu panaskan teplon dengan minyak di atasnya. Merasa sudah panas tuangkan satu sendok adonan prekedel di minya panas dan lakukan secara berulang.


Yuri melakukannya dengan sangat baik. Lily terpukau melihat Yuri yang mampu mengikuti arahannya dengan sempurna.


"Yuri! Jika supnya sudah mendidih ingat matikan api kompornya!" Lily memperingatkan Yuri agar tidak seperti kejadian kemarin.


Yuri melihat sup yang sudah mendidih langsung mematikan api kompor. Panci sengaja dibiarkan dulu di atas kompor menunggu panasnya mereda. Yuri melanjutkan menggoreng prekedelnya.


Lily berjalan ke arah penanak nasinya. Dibuka tutup penanak nasinya dan nasinya lumayan untuk semuanya. Ditutup lalu Lily berjalan mengecek Yuri.


"Bagaimana? Apa kau sudah meletakkan tisu untuk menyaring minyaknya?" tanya Lily yang sibuk memakan pudingnya.


"Sudah kok! Kau cobalah satu" jawab Yuri yang memberikan satu prekedel hasil karyanya kepada Lily.


Lily mencicipi prekedel tersebut. Rasa prekedel buatan Yuri lumayan enak tapi hanya ada sedikit kekurangan yaitu rasanya yang kurang lekat di lidah. Namun itu sudah lumayan bagus.


Max berjalan ke arah dapur dan mendapati dua wanita cantik sedang memasak bersama. Dia terkejut melihat Yuri yang memasak.

__ADS_1


"Wahhh... Ada Yeppie sedang masak! Boleh aku mencicipinya?" ucap Max yang menghampiri Yuri.


"Tentu saja cobalah" Yuri memberikan satu prekedel kepada Max.


"Lily tidak dikasi lagi?" tanya Lily dengan mengeluarkan wajah lucunya.


Yuri menyuapi Lily dengan prekedel. Lily loncat - loncat kecil kegirangan merasakan masakan Yuri. Kaki Lily melangkah ke dekat kompor. Dia penasaran dengan rasa sup Yuri.


"Aku coba ini,ya?" tanya Lily yang menunjuk ke arah sup.


"Cobalah Lily! Hati - hati itu masih panas" jawab Yuri yang juga memperingatkan Lily.


Tangan Lily mengambil piring plastik kecil kemudian tangan yang satunya mengambil kuah sup dengan sendok sayur. Diambil sedikit kemudian dituangkan ke piring kecil itu. Lily meniup kuah tersebut kemudian meminumnya.


"Cap cap cap! Hm.... Ada yang kurang. Sup ini kekurangan garam. Aku tambahkan sedikit saja" ucap Lily yang mengambil toples garam lalu mengambil sejumput garam.


Ditaburnya garam tersebut di atas sup kemudian diaduk. Selesai mengaduk, Lily kembali mencicipi sup tersebut dan rasanya sudah sempurna.


"Ini baru pas! Apa kau sudah Yuri?" tanya Lily yang meletakkan sendok sayur di panci dan piring kecil tadi di wastafel.


"Belum! Kenapa?" jawab Yuri yang sibuk dengan menggoreng prekedelnya.


"Suruh Max angkat panci ini kemudian letakkan di atas meja dan ganti wadahnya dengan mangkuk ukuran agak besar" Lily berjalan menjauh dari kompor menuju meja makan.


"Kenapa tidak Lily sendiri saja yang mengangkatnya?" Max enggan untuk mengangkat panci sup tersebut.


"Kak Max!" Lily mengusap perutnya sebagai jawaban perkataan Max barusan.


Max baru ingat kalau Lily sedang hamil. Dengan segera Max melakukan perintah Lily tadi. Yuri tertawa melihat ekspresi wajah Max yang ketakutan sama Lily.


Kemudian dari arah ruang tamu, Hazel dan Zeta berjalan menuju dapur. Lily yang akan melakukan video call dengan Edward dikejutkan dengan kehadiran kedua kakaknya di dapur.


"Jangan kaget seperti Lily! Santai saja!" ucap Hazel yang menenangkan Lily.


"Apa yang kau lakukan,Lily? Kenapa kau mengelus perutmu?" tanya Zeta yang duduk di sebelah Lily.


"Aku mau video call sama Edward dan sekarang aku menunggu Edward menjawab panggilanku. Kak Zeta belum tahu aku sedang berisi?" jawab Lily yang menghadap ponselnya.


"Berisi? Maksudmu kau hamil?! Apa kau hamil Lily?!" tanya Hazel dengan sangat terkejut.

__ADS_1


"Iya aku hamil! Baru dua bulan " jawab Lily.


Hazel dan Zeta terlihat sangat terkejut mendengar jawaban Lily. Mereka berdua tidak menyangka kalau mereka akan menjadi seorang paman.


Panggilan video call Lily pun terjawab. Di layar ponsel Lily terlihat wajah bantal Edward. Lily mentertawakan wajah Edward. Oke guys mari kita dengarkan pembicaraan romantis pasangan tercinta kita.


^^^"Halo sayang! Hahahaha... Kenapa dengan wajahmu seperti itu?".^^^


"Huuaammm... Aku baru bangun baby... Disini masih menjelang pagi, disana pasti sudah malam".


^^^"Iya! disini sudah malam. Sayang~ aku kangen~".^^^


"Aku juga baby padahal baru beberapa jam tapi kita sudah mulai kangen".


^^^"Kau benar sayang! Apa kau sudah makam malam? Dimana ayah?".^^^


"Aku sudah makan malam sayang dan ayah masih tidur, ini ayah tidur di sebelahku" Edward mengarahkan ponselnya ke papa Edward.


^^^"Kau pesan satu kamar? Kenapa tidak pesan dua kamar saja?".^^^


"Aku tidak mau istriku nanti curiga kalau aku memesan dua kamar sebab itu aku memilih memesan satu kamar saja".


^^^"Ohhh... Jadi suamiku takut jika aku curiga suamiku memesan dua kamar dan dia membawa wanita asing seperti itu?"^^^


"Benar sekali baby! Dimana Pinpin? Ayahmu ini kangen sekali padamu".


^^^"Lihat ini sayang! Tuuu... Pinpin lagi duduk bersama ibunya dan tadi baru makan dua cup pudding susu" Lily mengarahkan kamera ponselnya ke perutnya.^^^


"Wahh.... Pasti enak! Nanti saat ayah pulang kita makan sama - sama,ya Pinpin?".


^^^"Iya ayah! Pinpin jadi tidak sabar" Lily berpura - pura menjadi Pinpin.^^^


"Iya anak ayah! Oh iya baby! Apa kak Hazel dan Zeta sudah ada disana?".


^^^"Sudah kok! Ada Yuri sama kak Max juga disini".^^^


"Max?!".


Segini dulu guys

__ADS_1


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>


__ADS_2