
Edward melihat ponsel yang tertera di layar. Ternyata isi ponselnya adalah dia sedang mengedit video dengan foto - foto tadi. Edward merasa dirinya bersalah karena telah mengambil paksa ponselnya.
"Nih baby! Maafkan aku telah mengambil paksa ponselmu aku tidak tahu ternyata kau sedang mengedit video" ucap Edward yang memberikan kembali ponsel istrinya dan meminta maaf pada istrinya.
"Tidak apa - apa sayang! Besok - besok tanya dulu aku lagi ngapain" jawab Lily yang menepuk - nepuk kepala Edward.
"Habisnya kamu ,baby! Aku itu sudah bertanya ! Tapi kamu jawabnya "iya sebentar lagi! Iya bentar dulu!" pokoknya ada alasanmu!" ujar Edward yang menghentakkan kakinya di dalam mobil dan mengerucutkan bibirnya.
"Ya ampun sayangku... Jangan marah lagi,ya? Aku tadi kan tidak sengaja" Lily yang mencubit pipi Edward karena gemas.
Percakapan antara Edward dan Lily di bawah ini jadi bersiaplah.
"Bagaimana aku tidak marah baby! Sibuknya sama ponsel terussss!!! Aku juga ingin diperhatiin! Bukan ponselmu aja!".
"Iya! Iya! Makanya ini aku minta maaf sama kamu".
"Pokoknya hari ini aku mau diperhatiin full time sama kamu! Ini adalah hari libur! Jadi aku ingin me time sama kamu!".
"Iya sayangku yang tercinta jadi,jangan marah ya?".
"Iya my baby! Sekarang kita mau kemana?".
"⁸Kan kita mau ke mall".
"Jangan ah! Ke taman kota aja yuk! Kalau di mall banyak orang dan di taman kota tidak terlalu banyak".
"Pasti ada maksudnya ini... Apa maumu Edward sayang?".
__ADS_1
"Aku mau cuddle sama istri aku di dalam mobil sampai sore. Bisa kan?".
"Tidak jalan - jalan? Kan ke taman kota".
"Males! Aku tidak mau istriku yang imut ini dipandang oleh orang lain".
"Ya sudah kalau begitu! Kita ke taman kota".
Percakapan mereka selesai dengan hasil keputusan sudah saling memaafkan dan mengganti jalur perginya yang awalnya pergi ke mall beralih ke taman kota. Lily mencium pipi Edward yang sedang mengemudi. Edward tersenyum mendapat ciuman manis sebagai hadiah permintaan maafnya. Mobil Edward langsung melaju ke taman kota untuk cuddle di taman kota.
Beberapa menit kemudian mobil Edward telah sampai di taman kota tapi masih di parkiran taman. Pasangan suami istri ini pindah tempat yang awalnya di kursi depan pindah ke kursi belakang. Edward menyandarkan tubuhnya di sandaran bangku dan Lily menggunakan dada Edward sebagai bantal untuk kepalanya yang juga Edward sedang memangku Lily. Tangan Edward memeluk tubuh Lily yang jari telunjuknya membuat lingkaran di dada suaminya. Lily sangat menikmati waktu sekarang ini begitu juga dengan Edward yang sesekali mencium pucuk kepala Lily.
"Nyaman sekali baby" ucap Edward yang mengelus - elus punggung istrinya.
"Kau benar sayang! Aku ingin waktu berhenti sekarang juga! Dadamu sangat nyaman" Lily mendusel kepalanya di dada suaminya.
"Aku tidak marah kok! Aku berharap kalau aku bisa mengetahui kehamilanku setelah tiga bulan dengan begitu mudah untuk meminta - minta apapun yang aku mau padamu. Kareba saat itu aku lagi masa ngidam" jawab Lily yang sudah memikirkan tentang masa hamilnya.
"Silakan saja! Aku rela melakukan apapun demi kamu my baby" Edward mencium pucuk kepala istrinya.
Lily memejamkan matanya untuk masuk ke dunia mimpi begitu juga dengan Edward. Mereka memang jarang bertengkar karena menurut mereka bertengkar terus berdebat tidak akan mengharmoniskan hubungan mereka. Jadi, saat mereka bertengkar maka salah satunya akan memulai sifat manjanya dan yang satunya pasti akan meminta maaf juga mengakui kesalahannya.
Waktu terus berjalan yang menuju sore hari. Pasangan suami istri itu masih tertidur lelap di dalam mobil dengan saling berpelukan satu sama lain. Edward yang bisa merasakan sinar matahari sore masuk melalui kaca mobilnya hingga menusuk ke matanya. Perlahan - lahan Edward tersadar dari tidurnya dan sedikit menggerakkan tubuhnya untuk tidak membangunkan sang istri. Lily yang bisa merasakan pergerakan Edward ikut terbangun dari mimpinya.
"Eh? Hmmm... Baby ... Maaf membangunkanmu" ucap Edward yang memindahkan istrinya di sebelahnya
"Tidak apa - apa sayangku! Ayo pulang sayang!" jawab Lily yang meregangkan kedua tangannya.
__ADS_1
Edward pindah ke kursi kemudi dan menyalakan mobilnya. Lily masih duduk di kursi belakang yang dimana dia masih setengah sadar. Mobil Edward melaju pergi dari parkiran taman kota menuju ke kediamannya. Dalam perjalanan Lily masih terduduk dengan tatapan bengong yang juga dia bisa merasakan getaran mobil saat melaju.
Setengah jam perjalanan Edward dan Lily sudah sampai di kediamannya. Lily yang langsung pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malamnya dan Edward pergi ke ruang kerjanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Di dapur Lily sangat sibuk memotong sayuran karena hari ini dia akan membuat sup sayuran kesukaan suaminya dan ada tambahan daging ayam dipotong kecil - kecil di sup tersebut. Kalau Lily memasak itu sukanya sambil dengerin lagu dan lagu favoritnya adalah shake it off by taylor siwft.
Setelah satu jam memasak di dapur akhirnya makan malam buatan Lily pun jadi. Lily pergi ke ruang kerja suaminya untuk mengajaknya makan malam. Sebelum masuk ruang kerja Lily ingat pesan suaminya yaitu dia harus mengetuk pintu terlebih dahulu baru dia masuk. Setelah mengetuk pintu menoleh ke kanan dan ke kiri ruangan untuk melihat suaminya.
"Sayang makan malamnya sudah siap!" ucap Lily yang memasuki ruangan tersebut.
"Iya tunggu dulu! Aku harus menyelesaikan ini dulu" jawab Edward yang masih fokus pada komputernya.
Lily ke belakang Edward untuk melihat apa yang dikerjakan suaminya. Ternyata itu adalah desain produk baru yang akan dikeluarkan oleh perusahaan. Produk ini berupa barang rumah tangga. Dilihat dari desainnya produk itu adalah kotak makan dan perlatan rumah tangga yang lainnya.
"Bukankah produk ini sudah keluar sebulan yang lalu? Kenapa kau membuatnya lagi?" tanya Lily yang bingung dengan desain produk tersebut.
"Kelihatannya memang mirip dengan produk bulan lalu tapi ini untuk anak - anak. Aku sengaja membuat desain ini karena banyak pelanggan yang meminta dibuatkan produk untuk anak - anaknya" jawab Edward yang menjelaskan sedikit alasan dia membua desain tersebut.
Lily sekarang menjadi paham kenapa suaminya membuat produk lain dengan bentuk desain yang sama. Mata lirik melirik ke ponsel Edward yang berada di sebelah kanan tangan Edward. Tanpa permisi Lily langsung mengambil ponsel suaminya.
"Sayang aku pinjem ponselmu!" ucap Lily yang mendudukkan dirinya di sofa yang ada di ruangan tersebut.
"Pakailah! Tunggu sebentar lagi kita akan makan malam" jawab Edward yang masih mengutak - atik desain produk tersebut.
Lily mengangguk paham dan mulai memainkan ponsel suaminya. Lily mulai memainkan game yang ada di ponsel suaminya sambil menunggu Edward menyelesaikan desainnya.
MAKASI YANG SUDAH MAMPIR
TO BE CONTINUED\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>
__ADS_1