
"Hai Lily! Lama tidak bertemu! Apa kau masih bisa membedakan kami?" sapa Hino kepada Lily.
"Tentu saja aku masih ingat! Membedakan kalian itu sangat mudah dan hanya aku yang mengetahui cara membedakan kalian" jawab Lily dengan sombongnya.
Hiko dan Hino tertawa mendengar jawaban Lily. Sean terus memperhatikan anak kembar tersebut dan memikirkan cara membedakan mereka.
"Oh iya! Tim kak Hiko akan melawan timku minggu depan,bukan? Seperti apa tim kak Hiko?" tanya Lily dengan tujuan mencari informasi tim musuh.
"Itu rahasia... Kalau aku memberitahumu yang ada minggu depan bukan tim kakak yang menang melainkan timmu yang menang" jawab Hiko yang mengetahui maksud Lily bertanya seperti itu.
"Ahhh!... Kak Hiko! Ayolah! Aku penasaran" Lily menggoyangkan tangan kanan Hiko.
"Tidak akan kakak beritahu walaupun kau memohon sekali pun tidak akan!" Hiko menarik tangannya kemudian bergabung bersama Sean di lapangan.
Lily memanyunkan mulutnya kemudian sedikit menggerutu tentang Hiko. Hino hanya tertawa saja melihat ekspresi wajah Lily.
"Hiko! Lihat ekspresi adikmu! Hahahaha... Sudahlah Lily, Hiko hanya bercanda" panggil Hino yang juga mengelus pucuk kepala Lily.
"Ini tidak adil! Kak Hiko jahat!" gerutu Lily yang kakinya menendang - nendang angin.
Hino ikut bergabung bersama Hiko di lapangan yang dimana meninggalkan sang adik sepupu yang menggerutu tidak jelas. Lily menekuk kedua alisnya sambil memperhatikan permainan Sean dan si kembar.
Sean yang mendrible bola tertahan oleh Hiko. Tidak ada celah dia untuk melewati Hiko tapi tanpa terduga Hino menyerang Sean di titik butanya. Hino memukul bola dari belakang Sean lebih tepatnya di bagian pinggang kanan Sean.
"Apa tadi itu? Dia menyerangku dari belakangku?" batin Sean yang terdiam setelah bolanya lepas dari tangannya.
Dengan cepat Hiko mengambil bola tersebut kemudian mengumpannya ke Hino. Sean yang tersadar dirinya sudah dilabui langsung berlari untuk menahan si kembar. Tapi Sean mengalami sedikit hipnotis. Si kembar ini berlari di sisi kanan dan kiri secara bersamaan kemudian Hino mengumpan Hiko dengan umpan bawah. Namun, saat bola dipantulkan ke tanah bukannya ke tempat Hiko melainkan kembali lagi ke Hino. Sean sedikit bingung dengan situasi saat ini.
__ADS_1
Hino mengganti umpannya menjadi umpan atas dan Hiko berhasil mendapatkan umpan tersebut. Hiko mengakhirinya dengan lay up. Bola tersebut berhasil masuk ke ring dan Sean hanya terdiam saja dan tidak mengambil bola lagi.
"Lily! Apa kau melihatnya? Apa kau bisa memahami teknik yang kami gunakan tadi?" tanya Hiko kepada Lily.
"Iya! Aku bisa melihatnya! Itu teknik yang sempurna! Aku tidak menyangka kalian bisa menyempurnakan teknik tersebut!" jawab Lily dari kejauhan.
Sean mulai berpikir setelah mendengar jawaban Lily. Di dalam pikirannya dia bertanya - tanya dengan apa maksud jawaban Lily? Apa yang dia lihat? Kenapa Lily bisa melihatnya sedangkan aku tidak? Apa yang terjadi sebenarnya?. Sean jatuh terduduk sambil memikirkan cara bermain si kembar tadi.
"Hei bro! Bangunlah! Jangan seperti ini saat bertanding minggu depan! Aku bisa melihat kekuatanmu tuan Davis" ucap Hiko yang mengulurkan tangannya untuk membantu Sean berdiri.
Sean menggenggam tangan Hiko kemudian segera berdiri. Hino melambaikan tangannya kepada Lily lalu disusul dengan Hiko yang baru saja membantu Sean. Lily juga melambaikan tangannya setelah melihat si kembar pergi. Sean berjalan menghampiri kursi panjang tempat Lily duduk lalu mendudukkan dirinya.
"Apa tadi itu? Kenapa itu bukan pelanggaran? Seharusnya itu double! Tapi kenapa bisa?!" Sean sangat kesal melihat teknik yang digunakan si kembar tadi.
"Kenapa kau marah? Apa kau tidak melihatnya tadi? itu tidak pelanggaran karena kak Hiko sudah menyentuh bola" jawab Lily yang melihat Sean sangat kebingungan.
"Iya aku melihatnya! Sebenarnya ini teknik awal yang digunakan si kembar saat bermain basket. Dulu teknik ini belum sempurna hingga sekarang mereka berhasil menyempurnakan teknik ini".
"Apa maksudnya? Aku tidak mengerti sama sekali! Tolong jelaskan!".
"Jadi, tadi kak Hino menggunakan umpan bawah kemudian kak Hiko mendorong kembali ke kak Hino. Trik ini sulit dimengerti sebab hanya orang yang sejak dari dulu bersama mereka yang hanya bisa melihatnya".
"Aku belum mengerti kak".
"Hino mengumpan bawah dengan segera tapi karena kakak menjaga si kembar dua sekaligus maka,mereka memulai miror trik mereka. Trik ini biasanya digunakan untuk melewati point guard. Kak Hiko dan kak Hino berlari di sisi kanan kiri lapangan kemudian salah satu dari mereka mengumpan dengan lemparan cepat dan satunya lagi mendorong kembali ke si kembar dengan cepat. Ini masalah kecepatan saja, ini baru awal saja apalagi kau besok melihat banyak teknik baru mereka".
Sean perlahan - lahan mulai memahami teknik tersebut melalui penjelasan Lily. Si kembar ini memiliki banyak teknik lain yang belum sempurna namun seiring waktu mereka berhasil menyempurnakan teknik tersebut. Lily mendapat pesan chat dari sang suami.
__ADS_1
Oke guys mari kita masuk ke room chat Edward dan Lily.
"Baby".
^^^"Kenapa,sayang?".^^^
"Apa kau sudah selesai? Aku sudah berada di depan kampusmu".
^^^"Tunggu sebentar aku mau izin Sean dulu karena tadi aku menemani Sean latihan".^^^
"Baiklah aku tunggu di depan gerbang".
^^^"Sayang...".^^^
"Kenapa,baby? Baby mau makan apa?".
^^^"Kita jalan - jalan keliling kota yuk!".^^^
"Baiklah makanya cepat keluar aku sudah lelah menunggu".
^^^"Oke sayang😊,love you♡~".^^^
"Love you more baby♡~".
Oke segitu saja besok lanjut lagi
Makasi yang sudah mampir dan baca
__ADS_1
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>