Bunga Lily Milik Tuan Edward

Bunga Lily Milik Tuan Edward
Saatnya Tampil


__ADS_3

Edward dan Lily terus melakukan jalan - jalan mereka walaupun Sean mengikuti dari belakang. Sampai pada akhirnya mereka di suatu taman di fakultas berbeda.


"Sayang! Kita foto bertiga yuk!" ajak Lily yang berdiri di taman yang sepi.


"Masa Sean ikut? Aku tidak mau baby" jawab Edward yang melipat kedua tangannya.


"Aku juga tidak mau kak! Kalian berdua aja cukup" saut Sean yang meminum kopinya.


"Bukan sayang! Maksudnya bertiga adalah aku,kamu,dan Pinpin" Lily mengangkat bajunya lalu memperlihatkan perutnya yang bulat.


"Ohhh.. Oke! Sean fotoin kita bertiga nanti aku tambahin uang bulananmu" Edward memeluk Lily dari belakang dan memberikan ponselnya kepada Sean.


"Siap kakakku tercinta" Sean mengambil ponsel kakaknya lalu siap mengarahkan.


Lily memetik salah satu bunga lalu melepas kancing celana yang dia pakai. Edward memegangi kedua lengan Lily dari belakang kemudian memberikan kode kepada Sean kalau dirinya sudah siap.


"Satu... Dua... Tiga... Cekrek! Sudah kak!" Sean menunjukkan hasil fotomu kepada Edward.



(Sumber dari pin terest)


"Bagus hasilnya sayang! Aku suka!" Lily menggoyang - goyangkan bunga yang dia dapat.


"Itu kancing dulu celananya, aset negara aku ini" Edward mengancingkan celana Lily.


"Hehehe.... Nanti kirim ya sayang" Lily memeluk berotot Edward.


Tanpa basa - basi Edward langsung mengirimkan foto tadi ke istrinya. Mereka bertiga sudah melakukan sesi foto, mereka beranjak dari sana segera menuju panggung karena sudah mendapatkan panggilan.


Di dekat panggung Edward berpisah dengan istrinya. Tidak lupa Edward memberikan semangat kepasa Lily. Mereka berdua langsung menuju belakang panggung dan sudah ada yang lainnya disana. Habis perfomance yang ini baru giliran mereka.


Anggota band klub basket sekarang sedang bersiap - siap mulai dari segi manasin vokal atau peralatan musiknya. Lily dan Dovan saling mengingatkan bagian satu sama lain.


"Baiklah para hadirin! Mari kita sambut penampilan terakhir kita yaituuuuu..... Klub basket kesayangan kita! Mari beri tepuk tangan!" ucap mc.


"Ayo semuanya!" Dovan dan yang lain naik ke atas panggung.


Semuanya bersorak keras dan tidak lupa dengan tepuk tangannya. Semua sudah siap dalam posisi masing - masing tapi sebelum itu mereka harus memperkenalkan diri.


"Halo semuanya! Kenalin saya vokalisnya Dovan dan di sebelah saya ada Lily juga vokalis,terus yang gitaris kita adalah Kevin, basist yaitu Henryi,dan drummer adalah Jia. Oh iya! Ada keyboardist kita yaitu kapten yang aku sendiri lupa namanya" ucap Dovan yang memperkenalkan diri kepada para penonton.

__ADS_1


Para penonton tertawa saat di bagian memperkenalkan Sean. Si kapten berpura - pura dalam posisi siap memukul Dovan walaupun dia tahu kalau hasilnya yang menang adalah Dovan.


"Oke guys! Kali ini kita akan menyanyikan lagu perfect by Ed Shereen dan Lily akan menyanyikan lagu Dangerously by Charlie Puth untuk seseorang tersayang dia" selesai bicara Dovan memberikan kode kepada Jia kalau dirinya sudah siap.


Jia mengangguk paham dan mulai menghitung,


"Tu,wa,ga,tu,wa,ga,mulai!".


Suara alat musik mulai terdengar baru bagian Dovan dimulai. Para penonton wanita hampir pingsan mendengar suara Dovan yang menyejukkan dan mampu menenangkan hati. Selanjutnya bagian Lily dimulai. Anggota yang lain sudah pernah mendengar suara Lily saat latihan tapi saat Lily tampil suaranya jauh lebih bagus.


Edward melambaikan tangannya kepada Lily saat menyanyikan bagiannya. Lily tersenyum ke arah Edward. Para penonton mampu dibuat salah fokus dengan senyuman manis Lily. Ibu hamil itu sengaja dibiarkan duduk karena dia mengatakan kalau dirinya tidak kuat untuk berdiri jadi anggota yang lain langsung memberikan kursi sebelum mereka tampil tadi. Author kasi bagian liriknya sedikit ya guys tapi pas bagian Dovan dan Lily nyanyi samaan.


Baby, I'm dancing in the dark with you between my arms 🎼


Barefoot on the grass, listening to our favorite song


When you said you looked a mess, I whispered underneath my breath 🎼


But you heard it, darling, you look perfect tonight 🎼


Semuanya terdiam saat mendengar suara nyanyian Dovan dan Lily dikombinasikan. Dovan dan Lily menatap satu sama lain dengan tetap menyanyikan bagian mereka.


..........


Lagu pertama sudah selesai dan sekarang giliran Lily menyanyikan lagu Dangerously untuk suaminya. Lily sengaja menyanyikan lagu ini karena ini adalah lagu favorit Edward dan dia bermaksud untuk menyampaikan kalau dirinya sudah benar - benar sangat cinta kepada suaminya sangat tergila - gila.


Lily memberikan kode kepada Jia kalau dirinya sudah siap. Jia mulai menghitung,


"Tu,wa,ga,tu,wa,ga,mulai!".


Lily mulai bernyanyi. Semuanya dibuat diam saat Lily menyanyikan lagu yang susah tersebut. Edward mereka Lily bernyanyi dan tidak lupw tersenyum kepadanya agar rasa gugup istrinya hilang. Author kasi kalian sedikit liriknya tapi bagian bagusnya,kalau kalian pernah dengar lagu ini baik dinyanyiin ahyeon baby monster atau penyanyinya sendiri pasti bisa bayangin.


But you are the fire, and I'm gasoline🎼


I love you, I love you, I love you


I loved you dangerously.....


Ooh, more than the air that I breathe


Oh, now, knew we would crash at the speed that we were going

__ADS_1


Didn't care if the explosion ruined me(me,me)


Oh, oh, baby, I loved you dangerously


Dovan terpukau mendengar suara Lily yang mampu mengambil nada setinggi itu. Ibu hamil itu sudah selesai bernyanyi dan masih dalam keadaan terengah - engah. Semuanya masih senyap dan terpukau tapi semuanya pecah saat Edward yang memberikan tepuk tangan untuk istrinya.


Semuanya memberikan tepuk tangan kepada band klub basket karena sudah memberikan penampilan yang menyejukkan,menenangkan hati,membuat terpukau,dan membuat siapapun pasti suka dengan penampilan mereka. Semua anggota band berdiri di depan dengan bergandengan tangan lalu membungkukkan badan kehadapan penonton. Lily hanya bisa menunduk semampunya dengan tangannya menyangga perut.


"Terima kasih semuanya! Semoga tahun depan kita bisa ketemu lagi dan kami akan tampil dengan penampilan lebih lebih lebih baik lagi! Terima kasih semuanya!" ucap Dovan yang satu persatu semua amggota turun dari panggung.


Di belakang semuanya saling memberikan hi five dan memuji penampilan masing - masing. Lily kembali duduk yang sudah disediakan dan mengelus perutnya.


"Nih! Buat ibu hamil yang sudah memberikan penampilan bagusnya" ucap Dovan yang memberikan botol air yang sudah dibukakan kepada Lily.


"Makasi Dovan! Penampilanmu juga bagus kok" jawab Lily yang menerima botol air tersebut lalu meminumnya.


Selesai meminum air tersebut Lily melihat sang suami sedang bicara dengan Sean. Edward melihat Lily yang menghadapnya. Dia meninggalkan Sean lalu menghampiri istrinya.


Edward memberikan pelukan hangat kepada Lily untuk menghilangkan rasa penat istrinya. Tidak lupa Lily mengelus perut istrinya untuk apresiasi kepada Pinpin yang ikut tampil juga.


"Sayang~..... Mau pulang" ucap Lily dengan wajah memohon.


"Iya kita pulang sekarang" jawab Edward yang menggendong Lily dengan bridal style.


"Eh! Tunggu dulu! Kita belum foto,ayo foto dulu!" Sean menahan Edward sambil memegang kamera.


"Tapi aku lagi capek Sean".


"Ya sudah digendong sama kakak saja tidak apa - apa".


Semuanya berkumpul dan sengaja memberikan tempat di tengah untuk Edward dan Lily. Sean meminta salah satu panitia untuk memfoto mereka.


"Baiklah semuanya! Satu... Dua... Tiga... Cekrek!" panitia tersebut memberikan ponsel Sean kepada pemiliknya.


Foto itu merupakan foto yang akan selalu dikenang dimana pun. Semuanya bergaya dengan gaya mereka sendiri tapi yang lain salah fokus dengan gaya yang dilakukan oleh Edward dan Lily.


"Kenapa gayanya harus Edward menci um leher Lily?! Hadeuh...." ucap Sean yang merasa heran.


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>>

__ADS_1


__ADS_2