
OKE UNTUK PARA RIDERS YANG AUTHOR CINTAI HARI INI AUTHOR BAKAL DOUBLE UPDATE JADI UPDATENYA DUA KALI MUMPUNG MALAM MINGGU JUGA AUTHOR AKAN MEMBAHAS SEAN DAN LOLA. JADI SILAKAN MEMBACA DAN SEMOGA TERHIBUR.
Kali ini kita bahas sedikit bagaimana Sean dan Lola bisa pacaran dan kenapa Lily tidak mengetahui pacar Sean.
...
Setahun yang lalu di universitas Stars Gazzling, Sean menjadi mahasiswa baru. Seharusnya dia samaan dengan iparnya tapi Edward melarangnya karena istrinya harus mengenal pekerjaan rumah tangga dulu baru dunia lain. Sean adalah mahasiswa baru yang sangat terkenal diantara senior dan angakatannya. Banyak wanita yang jatuh cinta dengan pesona yang dimiliki Sean. Walaupun masih menjad mahasiswa baru Sean sudah aktif di berbagai acara kampus dan aktif di eskulnya. Sean mengikuti eskul musik dan basket. Wajar saja Sean terkenal karena dua eskul tersebut adalah tempatnya orang - orang terkenal dan hebat.
Hari ini Sean memiliki pertandingan di gedung basket kampus melawan universitas lain. Pertandingan kali ini adalah pertandingan persahabatan. Sayangnya, Sean terlambat datang sehingga sang pelatih memarahi dan tidak memasukkan Sean ke pertandingan . Para penonton sedikit kecewa dengan tindakan pelatih tapi ini salah Sean juga. Penyebab Sean terlambat karena iparnya yaitu Lily ditinggal suaminya keluar negri selama empat hari jadi, Sean harus menemani Lily selama empat hari. Baru hari pertama dia menemani Lily, Sean langsung akrab dengan iparnya tersebut. Mereka banyak melakukan kegiatan seperti,memasak,menonton film,bermain game dan menonton berita di televisi. Mereka tidak bermain di luar karena Edward melarang istrinya keluar karena saat ini dia ada perselisihan dengan kelompok mafia.
Keesokan paginya Sean bangun pukul delapan dan bertandingan pukul sembilan. Sean semalam tidur pukul dua pagi begitu juga dengan Lily tapi bedanya Lily adalah orang yang selalu bangun pagi jam berapa pun dia tidur. Sean berlari ke kamar mandi setelah itu memakai pakaiannya kemudian menyiapkan barang bawaannya. Lily sedikit khawatir melihat Sean yang terburu - buru untuk ke kampusnya.
"Sean! Sarapan dulu! Ada roti panggang ini!" panggil Lily sambil menunjukkan roti panggang buatannya.
Sean putar balik untuk mengambil roti tersebut kemudian kembali berlari menuju bagasi untuk mengambil motornya. Sean memakan roti tersebut dalam sekali lahapan. Sialnya motor Sean habis bensin dan tidak ada setetes pun.
"AKHHH!!!... AKU BISA TERLAMBAT!" Sean berteriak kesal mengenai motornya.
Lily berlari keluar untuk melihat kondisi Sean. Dia menghampiri dan melihat masalah iparnya tersebut.
"Sean pakai saja mobil Edward kalau tidak kau akan terlambat" Lily memberikan kunci mobil Edward kepada Sean.
"Makasi kak Lily!" Sean menerima kunci tersebut kemudian berlari ke mobil kakaknya.
Sean mengendarai mobil tersebut dengan sangat cepat. Dia keluar gerbang dan langsung tancap gas. Lily sedikit khawatir dengan Sean yang terburu - buru seperti tadi.
__ADS_1
Kalian semua pasti bertanya - tanya kenapa Sean manggil Lily dengan kak Lily?KAMU NANYA? Mungkin author pernah jelasin alasannya tapi author lupa di chapter mana terus author juga bingung apakah author pernah jelasin atau tidak? Yang jelasnya author bakal jelasin lagi.
Sean manggil Lily dengan kak Lily karena Edward yang meminta dan Lily ini beda umurnya sama Sean cuman sepuluh bulan hampir mau setahun lah... . Tapi yang jelas ini karena paksaan dari Edward. Oke lanjut ke cerita.
Sean memakirkan mobilnya asal lalu segera berlari ke gedung olahraga. Secepat mungkin Sean berlari ke gedung olahraga walaupun jam sudah menunjukkan pukul sembilan lebih lima belas menit.
Sesampai di gedung olahraga Sean terkejut melihat pertandingan yang sudah dimulai dan timnya sudah banyak ketinggalan skor. Sean berlari ke arah pelatihnya dan meminta untuk dirinya segera dimasukkan. Sayangnya sang pelatih tidak mengabulkan permintaan Sean. Hingga waktu perminan habis Sean tidak dimasukkan sama sekali.
Selesai pertandingan tim pemain basket dikumpulkan di gedung olahraga untuk membahas kekalahan hari ini dan kesalahan yang dilakukan oleh Sean.
"Kita semua memang kalah pertandingan persahabatan hari ini tapi pertandingan selanjutnya kita pasti bisa menang!" sang pelatih menyemangati timnya agar tidak terlalu terpuruk atas kekalahan mereka.
Semua bersorak semangat walaupun energi sudah habis tidak dengan Sean. Kapten tim menghampiri Sean kemudian menampar wajah Sean. Orang - orang disana terkejut melihat tindakan kaptennya.
"Dasar tidak berguna! Apa yang kau pikirkan,hah?! Kita kalah itu semua karena kau! Biasanya aku menyemangati tim untuk tetap berjuang dan lihat sekarang! Sepertinya kata - kata semangat itu hanya bualanmu saja tuan Davis!" kapten memarahi Sean habis - habisan dihadapan tim,pelatih, dan manajer yang kebetulan juga yang menjadi manajer eskul basket adalah Lola.
"Apa kau bilang?! Aku tidak dengar! Katakan!" kapten meninggikan nada bicaranya di depan Sean.
"Maafkan saya!" ucap Sean dengan suara lantang.
"Jika seterusnya kau seperti ini maka selama setahun lebih kau tidak akan dimainkan oleh pelatih" setelah berkata seperti kapten pergi meninggalkan gedung olahraga.
Anggota tim yang lain menghampiri Sean yang ketakutan. Kapten tim basket terkenal tegas dan suka membentak anggotanya yang lain tanpa alasan yang jelas apalagi ada anggota baru ditambah memiliki skill yang bagus. Tanpa rasa kasihan kapten pasti akan membentak habis - habisan anggota baru tersebut.
"Apa kau baik - baik saja, Sean? Kau gemetar" tanya salah satu anggota kepada Sean yang terlihat ketakutan.
__ADS_1
"Aku baik - baik saja kok hanya sedikit kaget saja" jawab Sean dengan nada bicara ketakutan.
"Jangan terlalu dipikirkan Sean! Kami tidak pernah mengganggap kalimat semangatmu sebagai bualan malahan itu menjadi sebuah motivasi untuk kami" ucap anggota yang lain yang menyemangati Sean.
Anggota yang lain setuju dengan ucapan member tadi. Sean perlahan kembali seperti biasanya. Setelah melihat kondisi Sean membaik sang pelatih berdiri dihadapan Sean dan mengatakan sesuatu.
"Saya sengaja tidak memasukkanmu tadi karena saya sedang menguji kemampuan tim tanpamu dan benar saja masih banyak harus diperbaiki".
"Lalu apa hubungannya dengan saya? Lagipula ada pemain yang lain bisa dimasukkan tadi".
"Pemain andalan kita semuanya tidak ada ditempat, Sean. Mereka ada sedikit masalah dan sibuk dengan tugas kuliah dan hal itu penyebab lain kita kalah. Jadi, jangan terlalu menyalahkan dirimu sendiri".
Sean terkejut mendengar ucapan sang pelatih. Setelah dipikir lagi memang benar ucapan sang pelatih semua pemain terbaik tidak ada di tempat kecuali, Sean. Selesai berdiskusi bagaimana tahap selanjutnya dan cara mengatasinya jam eskul pun berakhir.
Sean masih di gedung olahraga untuk melatih shootingnya. Tapi dia tidak sendiri disana ada Lola yang menemani.
"Kau itu mahasiswa baru tapi skillmu sudah seperti pemain internasional, memangnya kau ini terbuat dari apa?" Lola mempertanyakan skill yang dimiliki oleh Sean sambil mendata berapa banyak shooting yang masuk.
"Aku juga tidak tahu! Mungkin ini adalah skill alamiku" jawab Sean yang masih fokus melempar bola.
"Hmmm... cukup sampai sini saja latihannya ini sudah sore sekali, lebih baik kau pulang. Shooting yang masuk sebanyak empat puluh tiga ,tidak masuk sebanyak lima belas dan total semua shootingmu sebanyak enam puluh delapan" Lola membacakan hasil shooting Sean dan membereskan barang - barangnya.
"Kak Lola! Aku ingin mengatakan sesuatu!".
MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA
__ADS_1
UPDATENYA NANTI YA TUNGGU AJA
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>