Bunga Lily Milik Tuan Edward

Bunga Lily Milik Tuan Edward
Dunia Mimpi Lily


__ADS_3

DIHARAPKAN UNTUK PARA RIDERS MEMBACA ULANG CH SEBELUMNYA BAGI YANG BELUM KARENA AUTHOR MELAKUKAN SEDIKIT PERUBAHAN. MAKASI


Edward membawa pulang Lily ke kediamannya. Di ruang tamu, Lily sedang terduduk di sofa sambil merenungi ucapannya tadi dan ucapan Lola. Edward datang dengan membawa teh hangat dan kue kering.


"Kenapa,baby? Apa gadis itu melukaimu?" tanya Edward yang duduk di sebelah istrinya lalu meletakkan teh dan kue di atas meja.


"Tidak apa - apa kok sayang! Semua baik - baik saja" jawab Lily yang menggelengkan kepalanya dan merekahkan senyumnya.


"Jangan bohong baby! Dari tadi aku melihat bengong saja, katakan !" Edward merangkul pinggang Lily.


"Sebenarnya aku masih terbayang dengan omongan Lola tadi" Lily menjadi lesu saat mengatakan yang sebenarnya.


"Kenapa perkataan wanita itu kau pikirkan? Hiraukan saja!".


"Tidak bisa sayang! Dia terus melayang - layang di otakku. Apa benar aku memiliki atittude yang buruk?".


"Tidak my baby, yang memiliki atittude buruk adalah gadis kurang ajar tadi sebaiknya jangan dipikirkan".


"Apa aku terlalu memperbudak Sean?".


"Jangan berkata seperti itu baby! Aku yang meminta Sean untuk mengawasimu dengan begitu rasa khawatirku berkurang".


"Kenapa kau meminta Sean untuk mengawasiku?".


"Karena aku cemburu melihatmu jalan sama teman laki - lakimu makanya aku minta Sean mengawasimu".


"Ya ampun sayang! Ternyata hanya karena itu saja?".

__ADS_1


"Suami mana yang tidak cemburu melihat istrinya jalan dengan laki - laki lain".


"Hahaha... Iya sayangku, terima kasih telah memberiku semangat dan penjelasan".


"Tidak perlu berterima kasih baby aku selalu ada untukmu".


Lily menjadi lega setelah mendengar penjelasan Edward. Namun, dia berpikir harus sedikit menjauhi Sean agar tidak terlalu dicurigai. Edward memeluk pinggang Lily dan dia melihat perut Lily yang masih rata. Tangannya mengelus pelan perut rata istrinya dan berdoa semoga perut rata ini menjadi ada isi kehidupannya.


"Kamu kenapa,sayang? Tiba - tiba aja ngelus perutku".


"Aku sedang mendoakan perutmu".


"Hahaha... Apa sih sayang? Jika ingin segera perutku ada isinya kau harus berusaha lebih keras".


"Hehe... Berarti kita boleh main ?".


"Kau lihat kemampuan suamimu ini? Berarti sebentar lagi ada isinya rahimmu ini".


"Sabar saja sayang, untuk melihat aku sudah berisi atau belum masih memerluka beberapa hari lagi".


"Okelah! Cuddle yuk".


"Mauuu~...".


Edward memangku Lily yang menghadap padanya. Lily memeluk tubuh besar Edward dan menyembunyikan wajahnya di leher suaminya. Edward merasa geli saat Lily mendusal lehernya. Pasangan suami istri ini memeluk satu sama lain dan terhanyut dalam kenikmatan masing - masing.


..................

__ADS_1


Dua jam berlalu pasangan tersebut masih berpelukkan dengan mesra bahkan keduanya sampai tertidur pulas. Edward terlihat masih menikmati mimpinya begitu juga dengan Lily yang masih di dalam dunia mimpi. Lily bermimpi dirinya sedang berada di taman bunga yang sangat luas.


Mari kita masuk ke mimpi Lily.


Kaki Lily berjalan perlahan sesuai keinginan Lily. Taman tersebut memiliki berbagai macam bunga yang berbeda dengan warna yang sangat pas untuk cuci mata. Tapi di tengah taman tersebut ada satu pohon apel besar yang menjulang tinggi dan ada penjaganya yang berupa naga berwarna putih. Lily menghampiri pohon tersebut dikarenakan rasa penasarannya.


Saat Lily sudah berada di dekat pohon tersebut dia melihat ada satu buah apel berwarna emas di salah satu cabang. Lily memanjat pohon itu demi mendapatkan apel emas tersebut. Tangan Lily berhasil mendapatkan dengan perjuangan keras tapi kaki Lily terpleset sehingga dia hilang kesimbangan dan jatuh. Untungnya naga tersebut menggunakan punggungnya sebagai matras jatuh Lily. Naga tersebut menoleh ke arah Lily yang duduk di atas punggungnya. Naga tersebut mengendus aroma tubuh Lily.


"Hahaha... Jangan lakukan itu! Geli tahu!" Lily tertawa saat naga tersebut mengendus tubuhnya.


Entah datang darimana tiba - tiba saja ada peri kecil mendatangi Lily . Peri itu menggoyangkan tongkatnya kemudian mengarahkannya ke apel yang dipegang Lily. Setelah melakukan triknya peri itu meminta Lily memakan apel emas itu. Tentu saja Lily menurut juga dia sangat penasaran rasa apel emas itu. Rasa dari apel tersebut seusai Lily mencicipinya adalah rasa manis. Lily memakan habis apel tersebut kemudian matanya tertuju pada seseorang yang berdiri di satu bukit tepat di belakang pohon tersebut. Lily tidak tahu mengetahui siapa seseorang tersebut karena wajah orang tersebut di sensor. Tapi dia masih dengan rupa seseorang tersebut.


Ketika Lily berlari menghampiri seseorang tersebut orang itu juga berlari lalu menghilang. Pupus sudah harapan Lily untuk melihat wajah orang itu. Lily memutuskan untuk kembali ke tempat. Dia membalik tubuhnya dan matanya dapat melihat Edward yang berdiri di pohon apel tadi. Dengan rasa senangnya Lily berlari secepat mungkin untuk memeluk sang suami. Edward merentangkan tangannya langsung disambut dengan pelukan hangat dari Lily. Keduanya memutuskan menetap di pohon itu.


Baiklah kembali ke dunia nyata.


Lily perlahan - lahan bangun tidurnya. Dia melepas pelukannya dan mendapati Edward yang sudah terbangun dari tadi. Edward menegakkan tubuh Lily lalu menatapnya.


"Apa my sweetie baby sudah bangun?" tanya Edward yang merapikan surai Lily yang berantakan.


"Sudah kok sayang makanya aku bisa melihat suami tampanku".


Segini dulu guys author ngantuk besok ditambahin.


Makasi yang sudah mampir dan baca


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>

__ADS_1


__ADS_2