Bunga Lily Milik Tuan Edward

Bunga Lily Milik Tuan Edward
Pak Max


__ADS_3

Lily menyapa tiga teman prianya seperti biasa. Kemudian Lily duduk di kursinya dan mengeluarkan ponselnya. Dia mencari beberapa hal yang harus diperhatikan oleh ibu hamil. Lily memiliki rasa khawatir ketika dia ingin mengonsumsi sesuatu atau melakukan sesuatu. Contohnya seperti tadi saja Lily hampir pingsan melihat perkelahian tadi.


Ternyata ada banyak hal yang tidak boleh dilakukan oleh ibu hamil muda. Seterusnya Lily akan lebih berhati - hati dalam mengonsumsi dan melakukan aktivitas sehari - hari.


Beberapa menit kemudian dosen pengajar kelas Lily datang. Semua mahasiswi sangat menantikan dosen tersebut karena dikatakan bahwa yang mengajar hari ini adalah dosen baru yang lagi ramai dibicarakan.


"Wei! Wei! Dosen baru itu datang!" teriak salah satu mahasiswi yang berlari ke tempat duduknya.


Semua orang di kelas itu duduk rapi dan menantikan dosen baru tersebut. Sedangkan Lily hanya duduk dengan tenang yang memasukkan ponselnya kemudian mengeluarkan buku mata pelajaran sekarang.


Dosen tersebut melangkah masuk ke kelas dengan penuh senyuman. Para mahasiswi berteriak histeris melihat ketampanan dari dosen terbaru tersebut kecuali Lily.


"Halo semuanya! Perkenalkan nama saya Davis Maxeliers Fredrick kalian bisa memanggil saya pak Max" ternyata benar saja yang mengajar di kelas Lily adalah Max.


"Iya pak Max! Kyaa!!!" teriak para mahasiswi secara serempak.


"Pak dosen belum mengenal kalian.Mumpung pak dosen akan mulai mengabsen kalian berdiri kemudian memperkenalkan diri kalian" ucap Max yang mengambil buku absen.


Max mulai mengabsen dari A,B,C,D dan seterusnya. Sampai pada akhirnya Max menemukan nama asli Lily. Max sedikit penasaran dengan sosok yang merupakan istri dari sepupunya tersebut.


"Lawrence Taniya Lily,ada?".


"Hadir pak!".


"Kenapa namamu bisa Lawrence?".


"Karena itu nama marga keluarga saya".


"Tanggal berapa kamu lahir?".


"Tanggal empat april".


"Tanggalnya cantik sekali, apa kau sudah memiliki pacar?".


"Maaf pak saya tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut karena itu adalah privasi saya".


"Baiklah! Tidak masalah!".


Max kembali melanjutkan absennya ke absen berikutnya. Lily menduga Max akan menanyakan hal yang lainnya syukurnya tidak.

__ADS_1


Selesai mengabsen Max memulai penjelasan materi. Lily mengikuti pembelajaran dengan sangat baik dan mampu menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Max.


...****************...


Dua jam sudah terlewati dan jam kelas pak Max sudah habis. Max memberikan tugas rumah supaya ada tetap dipelajari oleh murid - muridnya. Semua orang di kelas keluar kelas dengan terburu - buru. Saat Lily akan keluar kelas dirinya dipanggil oleh Max.


"Ingat Lily! Kak Max adalah pria playboys kelas hiu jadi cukup menjawab pertanyaan saja" batin Lily yang mengumpulkan keberaniannya untuk menghadap Max.


Lily berdiri dihadapan Max dengan perasaan takut. Max bisa melihat Lily merasa ketakutan melalui pandangannya.


"Santai saja Lily! Aku hanya sekedar bertanya saja bagaimana kabar Edward selama menjadi suamimu? Ada masalah?" tanya Max dengan nada bicara lemah lembut.


"Kehidupannya lebih baik dan berwarna,ada apa memangnya pak?" Lily berusaha menjawab pertanyaan Max dengan singkat,padat,dan kelas.


Max mengangguk paham setelah mendengar jawaban Lily. Dosen tampan tersebut berjalan keluar ruang kelas. Di depan ruang sudah ada Yuri yang menunggunya. Yuri langsung menggandeng tangan Lily untuk mengajaknya ke kantin.


Di kantin, Lily sibuk berbalas chat dengan sang suami. Yuri merasa terabaikan melihat ketika Lily mulai sibuk dengan ponselnya.


"Lily! Jangan abaikan aku terus dong! Jelasin tentang hal itumu dong!" ucap Yuri yang minta penjelasan temannya.


"Kalau masalah berisiku itu aku tahunya dua hari yang lalu saat itu kau menyuruhku mengecek apa aku berisi atau tidak ehhh... Ternyata beneran berisi dan kemarin aku pergi melakukan pemeriksaan kehamilan di rumah sakit itu sebabnya aku tidak masuk kemarin" jawab Lily yang menghadap Yuri dan menjelaskan yang telah terjadi.


"Baru dua bulan dan aku punya nama panggilan khusus untuk janinku ini" jawab Lily yang meletakkan ponselnya di atas meja kemudian mulai fokus pada pembicaraannya.


"Siapa nama panggilannya?".


"Namanya Pinpin".


"Ihhh... Imut sekali namanya aku suka dengan nama itu".


"Hehehe... Pinpin nama yang cocok sekali dan kemarin Pinpin meminta ayahnya untuk membakar satu mobil".


"Kenapa dibakar? Sayang sekali tahu , eh? Tunggu dulu! Kan kau anak orang kaya jadi tidak masalah kau membakar satu mobil".


"Hehe... Iya juga sih... Kemarin juga aku main semprot - semprotan air menggunakan selang bersama para pengawal suamiku tapi sayangnya suamiku langsung mematikan keran airnya jadi tidak bisa main lagi".


"Kenapa dimatikan? Main air itu seru".


"Aku tahu! Katanya aku akan masuk angin nanti kalau kelamaan main air terus padahal aku masih mau main!".

__ADS_1


"Aahhhh!... Tiba - tiba aku ingin ke kolam renang!".


"Oh iya Yuri! Sabtu ini aku dan suamiku mau pergi ke kolam renang, ikut yuk!".


"Tidak! Yang ada aku jadi nyamuk diantara kalian".


"Nanti aku suruh suamiku ajak sepupunya juga, bukannya kau ingin jadi istrinya dia? Makanya ayo kita!".


"Okelah! Aku akan berusaha mendapatkan hati sepupu suamimu".


Lily dan Yuri melakukan tos kemudian menepuk tangan kecil. Keduanya akhirnya bisa mendapatkan liburan bersama setelah beberapa lama jadi teman. Mereka berdua kembali membahas apa saja yang diperlukan,apa saja yang ingin dilakukan? dan lain - lainnya.


...----------------...


Dari kejauhan Max melihat adik iparnya bersama temannya. Max tiba - tiba mendapatkan sebuah ide jail untuk mempermainkan Lily. Perlahan - lahan dia mendekat ke meja yang ditempati Lily dan temannya.


Lily yang sibuk bicara dengan Yuri tidak menyadari keberadaan Max dibelakangnya. Kemudian.....


"Lily!".


"Akh! Astaga pak Max! Bikin kaget saja!".


Max duduk di sebelah Lily dan tanpa sengaja mata Max melihat isi room chat Lily dengan Edward. Yuri melihat Max dengan tatapan aneh karena di matanya Max terlihat aneh dan seperti pria playboy.


"Oh iya Yuri! Dia adalah dosen baru yang sering dibicarakan akhir - akhir ini namanya pak Max" ucap Lily yang memperkenalkan Max kepada Yuri.


Yuri sontak terkejut mendengar kalau pria yang duduk di sebelah Lily adalah dosen baru. Dengan cepat Yuri langsung merubah sikapnya menjadi sopan santun dan ramah.


"Halo! Ehmm... Maaf bapak belum tahu namamu" sapa Max ke hadapan Yuri.


"Oh! Nama saya Yuri pak! Saya temannya Lily tapi beda jurusan" jawab Yuri yang mengulurkan tangannya.


"Hmmm... Hai Yuri! Maaf saya tidak mau berjabat tangan dengan seorang mahasiswi atau wanita mana pun karena saya sedang menjalankan janji saya" Max menolak jabat tangan Yuri secara halus.


Yuri hanya terdiam sambil memandangi tangannya yang ditolak. Lily kembali fokus ke ponselnya yang dimana dia mulai mengirim pesan chat ke Edward. Yuri tidak memalingkan pandangannya dari ketampanan Max dan dia memiliki keinginan untuk menjadi kekasih dosen tampan tersebut.


MAAF GUYS JADI SETENGAH UPDATENYA HEHEHE...


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA

__ADS_1


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>


__ADS_2