
OKE SEBELUM BALIK KE CERITA AUTHOR MAU KASI TAHU KALAU NAMA MAMA EDWARD ADALAH KIANA DAN AUTHOR BARU INĢAT TADI. AWALNYA AUTHOR INGET KALAU MAMANYA EDWARD SUDAH PUNYA NAMA TAPI AUTHOR LUPA AKHIRNYA AUTHOR BACA ULANG DI CHAPTER "MALU SENDIRI" KALAU TIDAK SALAH DI CHAPTER ITU ADA NAMA MAMANYA EDWARD.
SEKARANG AUTHOR MENGGANTI IBU JADI MAMA DAN NAMA MAMA EDWARD YAITU KIANA DAN PAPA EDWARD ADALAH NICKO. MAKASI ATAS PERHATIANNYA. LANJUT CERITA.
Beberapa menit menunggu dessert yang dipesan mama Kiana telah mendarat di meja. Lily dan mama Kiana sangat senang melihat dessert yang imut - imut tersebut dan mereka memutuskan mengambil sedikit foto. Sedikit kok.
"Ayolah sayang! Nanti saja fotonya! Aku juga mau coba!" ucap papa Nicko yang kesal telah menunggu lama istrinya mengambil foto.
"Ya ampun sayang! Sebentar lagi" bukannya menuruti suaminya mama Kiana kembali mengambil foto dessert tersebut.
Lily dan Edward foto bersama dengan dessert tersebut, kadang juga gantian yang fotoin bisa Lily atau Edward. Merasa sudah sangat banyak mengambil foto Lily memakan sepotong cheesecake dengan sendok. Edward mencicipi cupcake rasa chocolatenya. Setelah mencicipi dua dessert tersebut mereka sangat senang dan merasakan makanan penutup tersebut melting di dalam mulutnya.
"Hmmm... Enak sekali sayang! Enak! Kamu harus mencobanya" ucap Lily yang langsung menyuapi suaminya agar dapat merasakan cheesecake yang ia makan.
Edward memakan suapan tersebut. Berasa di dalam mulutnya ada keju meleleh dan sangat lembut di dalam mulut. Lily sangat senang melohat reaksi Edward yang meleleh karena dessert.
"Benar sekali katamu baby! Enak sekali tapi aku juga merasakan kelembutan cake setelah masuk ke dalam mulut. Sekarang my baby harus mencoba cupcake chocolate ini" Edward yang juga menyuapi Lily cupcake.
Lily memakan cupcake tersebut dan dapat merasakan kelembutan cupcake. Setelah memakan cupcake tersebut dirinya merasa terbang di langit dengan bebasnya. Mereka berdua kembali mencoba dessert yang lain dan saling menyuapi. Mama Kiana yang baru selesai foto - foto, cemburu melihat momen keuwuan anak dan menantunya.
"Sayang! Ayo makan dessertnya! Supaya kita dapat seperti Edward dan Lily" mama Kiana menggoyangkan lengannya agar permintaannya dituruti.
"Aku tidak suka manis sayang! Kau saja yang makan" papa Nicko menolak untuk mencicipi dessert yang dipesan istrinya.
"Jahat kau sayang! Coba saja ini! Enak tahu" mama Kiana tetap memaksa suaminya untuk memakan dessert.
Papa Nicko tetap menolak walaupun sudah disuapi oleh istrinya. Mama Kiana merasa kesal dan memutuskan memakan dessert itu sendirian. Edward tersenyum melihat papanya yang tidak memiliki aura romantis sama sekali.
" Baby~... Suapin aku dong" Edward sengaja meminta Lily menyuapinya agar papanya terpancing.
"Ya sudah! Ayo sini! Aaa~..." Lily menyuapi sang suaminya dessert puding crem.
Melihat pasangan yang baru satu tahun menikah tersebut papa Nicko langsung terpancing emosi. Papa Nicko juga meminta istrinya menyuapi dia desser itu. Mama Kiana sangat senang akhirnya suaminya mau disuapi. Persaingan diantara anak dan ayah tersebut tidak ada yang mengalah mereka terus tebar keromantisan satu sama lain. Sekarang gantian para suami yang menyuapi istrinya. Edward menyuapi Lily dengan sangat romantis tapi papa Nicko tidak mau kalah, dia juga tidak mau kalah dan menyuapi istrinya tapi meninggalkan bekas cream di pinggir bibir mama Kiana. Papa Nicko membersihkan bekas cream tersebut menggunakan tissue eit... Edward tidak semudah itu untuk dikalahkan. Dia menggunakan cara yang sama tetapi kalau papa Nicko menggunakan tissue, Edward menggunakan mulutnya.
"Cukup kalian berdua! Jangan bersaing seperti ini terus! Kalian berdua salah! Sayang ayo kita pulang! oh ya Lily! Mama sudah belikan dessert untuk dibawa pulang nanti pegawai disini memberikannya padamu, mama pamit dulu" ucap mama Kiana yang menghentikan persaingan ayah dan anak lalu membawa sang suami pulang.
"Terima kasih ma! Hati - hati di jalan!" jawab Lily yang berterima kasih kepada mertuanya.
Kemudian seorang pegawai datang dengan membawa satu bungkus plastik yang berisikan berbagai dessert untuk Lily. Pegawai itu juga mengatakan kalau dessert itu sudah dibayar. Lily sangat senang bisa mendapat makanan manis dari sang mertua. Setelah menghabiskan semua dessert Edward dan Lily memutuskan pulang dengan membawa oleh - oleh dessert.
Dalam perjalanan Lily kembali sibuk dengan tugas kuliahnya dan mengabaikan sang suami. Tapi untuk tugas kuliah Edward tidak mempermasalahkannya karena itu penting untuk masa depan sang istri. Edward memutuskan membuka pembicaraan.
__ADS_1
"Masakan apa yang kau ajarkan pada Yuri?".
"Telur goreng tapi hangus".
"Percobaan pertama pasti gagal tapi untuk percobaan berikutnya pasti bisa".
"Iya".
"Baby! baby tidak usah masak malam ini karena aku sudah kenyang makan dessert tadi".
"Iya sayang!".
"Jam berapa besok kau kuliah?".
"Sekitar jam setengah sebelas atau jam sepuluh".
"Malam ini boleh main,ya?".
"Boleh... Namun, harus menunggu dulu".
"Iya my baby".
...****************...
Beberapa menit kemudian mereka pun sampai di kediamannya dan di saat yang bersamaan pula Lily sudah selesai mengerjakan tugasnya. Edward menggendong sang istri sampai kamar sebab Lily saat ini sedang malas untuk berjalan. Jadi, Edward mengabulkan keinginan sang istri lagipula bukan keinginan sulit.
Di kamar, Lily duduk di tengah kasur dan menatap sang suami yang membuka atasannya. Berapa kali pun melihat tubuh sang suami yang atletis tetap saja dia tergiur terutama bagian perut. Edward langsung mengukung Lily di kasur.
"Aku sudah tersiksa dari tadi baby" ucap Edward yang membisik di telinga Lily.
"Aku memang suka membuatmu tersiksa karena aku sangat menggoda" jawab Lily yang setelah itu menciu bibir sang suami.
Permainan mereka dimulai dengan sangat panas. Edward meluma t bibi r Lily dan sang empu tidak menolak sama sekali. Permainan mereka terus berlanjut sampai ke tingkat yang lebih intens hingga tengah malam.
Catatan penting: author sengaja tidak menulis bagian selanjutnya karena author takut kena pelanggaran jadi author skip saja bagian ini.
...........................
Keesokan paginya Lily masih tertidur dengan sangat lelap dan jarum jam menunjukkan pukul tujuh lebih sepuluh menit. Edward yang juga masih tertidur di dalam pelukan sang istri. Perlahan - lahan mata Lily terbuka dan terbangun dari tidurnya. Dia melihat jam yang ada di atas nakas lalu kembali tidur dan memeluk suaminya.
"Kenapa,baby?" tanya Edward yang baru saja terbangun dari tidurnya.
__ADS_1
"Kamu baru bangun? Maaf ya aku membangunkanmu" Lily meminta maaf kepada suaminya karena telah membangunkannya.
"Tidak masalah baby... Ada apa dengan dirimu?".
"Aku hanya ingin memelukmu saja".
"Baiklah! Peluk saja aku. Ngomong - ngomong ini jam berapa?".
"Jam tujuh lebih sebelas menit, apa kau tidak kerja?".
"Nanti saja, aku masih ingin bersamamu".
"Peluk aku ayang!".
Edward langsung memeluk Lily dan memberikan ciuman kupu - kupu di pucuk kepalanya. Lily juga memberikan ciuman kupu - kupu di dada Edward. Tiba - tiba Lily ingat kalau dia habis main dan tidak menggunakan pengaman.
"Sayang! Apa kamu pakai pengaman kemarin?".
"Tidak".
"Apa keluarnya diluar?".
"Tidak".
"Apa kau ingin aku hamil?".
"Iya makanya, aku tidak pakai pengaman dan keluarnya selalu di dalam".
"Sejak kapan kau tidak menggunakan pengaman?".
"Beberapa hari yang lalu".
"Baiklah! Hamili saja aku".
Edward yang mendengar ucapan Lily langsung mengulang kembali yang dia lakukan kembali. Lily yang badannya masih sakit tidak dapat melawan dan pasrah saja.
MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA
AYO PARA RIDERS TETAP BACA NOVEL INI KARENA DENGAN TETAP RAJIN MEMBACA DAN MENDUKUNG NOVEL INI AUTHOR DOAKAN PARA RIDERS SUKSES, SEHAT SELALU,DAN BANYAK REZEKI. MAKASI.
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>
__ADS_1