
Yuri mengacak - acak rambutnya karena pusing memikirkan bagaimana cara dia belajar masak dengan sangat cepat. Ingin mengajukan diri sebagai calon mantu dari keluarga suami Lily, eh... Harus bisa masak.
"Tidak apa - apa Yuri! Aku bisa mengajarimu memasak dan kita bisa melakukannya di rumahku dengan begitu kita bisa seru - seruan" ucap Lily yang bersedia membantu temannya tersebut belajar memasak.
"Siapa yang ingin belajar memasak?" tanya Tito yang tiba - tiba muncul di belakang Lily.
"Wuah! Astaga Tito! Kalau ketemu orang itu sapa dulu baru bertanya" Lily yang menegur temannya tersebut.
"Tu dengar kata Lily! Ingat sapa! Hai Lily! Hai Yuri!" Leo yang tiba - tiba muncul di samping Yuri langsung menyapa dua gadia itu.
"Iya! Iya! Hai Lily! Hai Yuri!" Tito mengiyakan ucapan Leo dan menyapa Lily serta Yuri.
"Hai!" jawab Lily dan Yuri serempak.
"Kalian pada bahas apa ini? Kok kelihatannya seru sekali" tanya Leo kepada dua gadis tersebut mengenai topik pembicaraan mereka.
"Kita sedang membahas tentang bagaimana caranya memasak. Yuri tidak tahu cara memasak jadi aku memutuskan untuk membantu dia belajar memasak" jawab Lily yang menjelaskan topik pembahasannya tadi.
"Ohhh... Kalau masalah memasak aku juga bisa! Kalian mau makan apa aku akan masakan" ujar Tito yang menyombongkan skill memasaknya.
"Eh? Benarkah? Itu bagus ! Dengan begini Yuri bisa lebih cepat belajar masaknya" Lily sangat ceria mendengar kalau Tito bisa memasak.
"Tito memang bisa memasak tapi tidak seahli Brian. Kalau Brian memasak itu ehmm... Semuanya enak sekali! Perfect pokoknya" Leo membenarkan kesombongan Tito tadi.
"Hm? Yang benar saja? Brian bisa memasak?" tanya Yuri yang meragukan keahlian Brian.
"Itu benar! Dulu saat kita main ke rumahnya dia saja yang membuat makan siang untuk kita termasuk cemilannya. Semakin banyak bala bantuan dengan begini memudahkanmu untuk bisa menguasai skill memasak" jawab Tito yang meyakinkan Yuri mengenai keahlian memasak Brian.
"Itu benar Yuri! Oh ya! Ngomong - ngomong dimana Brian? Biasanya bersama kalian berdua" tanya Lily yang tidak melihat Brian diantara dua temannya.
"Dia sedang mengumpulkan tugas mata kuliah nanti juga datang. Hei! Ayo kita ke kantin! Sekalian membahas bagaimana cara yang efektif membantu Yuri memasak" jawab Tito yang juga mengajak Lily dan Yuri ke kantin.
Dua gadis itu mengangguk iya tentang ajakan Tito. Mereka berempat langsung menuju kantin dan Tito langsung mengirim pesan chat kepada Brian untuk bertemu di kantin. Mereka berempat tertawa gembira mendengar pengalaman memasak Yuri saat menuju kantin.
Mereka berempat duduk di salah satu meja dan mulai membahas cara apa yang harus digunakan untuk membantu Yuri. Sedangkan yang minta diajarkan hanya pelanga polongo melihat pembicaraan tiga temannya yang lain. Tidak lama kemudian datang Brian dengan setumpuk kertas di tangannya.
__ADS_1
"Hello bro! Bagaimana?" tanya Tito yang menepuk bahu Brian.
"Lancar kok! Untungnya tugasku diterima biasanya dosen itu jarang menerima tugas yang telat dikumpulin" jawab Brian yang duduk di sebelah Tito.
"Baguslah!" ucap Leo yang memuji Brian.
"Oh ya! Kita memangnya ada apa ngumpul di kantin seperti ini?" tanya Brian yang masih belum mengetahui pembahasan sebenarnya.
"Jadi, Yuri minta diajarin memasak dan yang bisa memasak diantara kita cuman aku, Tito, dan kau Brian" jawab Lily yang mengatakan topik pembahasan tadi.
"Oh... Untuk apa memangnya? Kenapa Yuri tiba - tiba ingin belajar masak" Brian mempertanyakan alasan topik pembahasan tersebut.
"Dia bilang ingin menjadi menantu dan istri yang baik di masa depan " Lily tidak mengatakan langsung alasan Yuri ingin belajar memasak.
Brian mengangguk paham dan dia menerima untuk membantu Yuri untuk belajar masak. Lily merasa bahagia mendengar Brian menerima membantu Yuri belajar masak. Mereka kembali membahas masakan apa yang pertama harus dicoba. Ada yang mengatakan harus mie instan, ada juga yang.mengusulkan soup saja, tapi Lily mengatakan yang pertama kali harus dicoba adalah menggoreng telur. Semuanya langsung setuju dengan ide dari Lily dan nanti sepulang kuliah mereka akan langsung membeli bahan - bahannya.
Lily yang masih ada kelas lima belas menit lagi memutuskan untuk ke kelas terlebih dahulu dan berpamitan kepada teman - temannya. Brian melihat pujaan hatinya sudah menjauh merasakan hatinya tersayat pisau dapur.
"Tidak apa - apa bro! Nanti kamu bisa cari - cari kesempatan saat kita mengajar memasak Yuri nanti" ucap Tito yang memberitahukan rencananya.
"Oh ya! Kita prakteknya dimana nanti?" tanya Leo mengenai tempat praktek.
"Di rumah Brian saja perabotannya lengkap kok" jawab Tito yang mengusulkan di rumah Brian.
"Itu ide bagus! Tapi nanti jangan kelewatan dekat - dekat dengan Lily" Yuri menyetujui usulan dari Tito yang awalnya seharusnya di rumah Lily namun sebaiknya di rumah Brian saja karena demi keamanan rahasia temannya.
Mereka berempat termasuk Lily walaupun tidak ditempat memutuskan untuk mengajar Yuri memasak sepulang kuliah di rumahnya Brian demi membantu Yuri mencapai tujuannya. Yuri sedikit takut kalau temannya akan didekati oleh Brian lagi dan hal itu akan menyebatkan Lily ketakutan lagi. Tapi dia tidak akan membiarkan Brian mendekati Lily semudah itu.
...****************...
Sepulang kuliah mereka berlima sudah berkumpul di parkiran. Lily sudah mengirim pesan chat kepada Edward mengenai kegiatannya hari ini ditambah dia menyebutkan siapa saja yang ikut mengajar Yuri nanti. Ya kira - kira seperti ini roomchat Edward dan Lily.
Kalau Lily manggil suaminya itu sayang dan Edward manggil istrinya itu baby atau sweetie.
"Sayang !"
__ADS_1
"Sayanggggg!!!... ".
"Bales dong sayang!".
"Iya kenapa baby? Tadi aku mau bales chat kamu masuk terus jadi aku tunggu dulu".
"Hehehe... Sorry. Jadi aku mau bilang nanti tidak usah jemput aku".
"Kenapa,baby?".
"Aku mau mengajar Yuri memasak bersama yang lain".
"Perginya sama siapa? Dimana? Pulang jam berapa?".
"Aku perginya bersama Brian,Tito, Leo, dan Yuri terus aku masaknya di rumah Brian, ini mau berangkat beli bahan - bahan".
"Apakah Brian harus ikut?".
"Brian itu pintar masak makanya dia ikut ".
"Terus dua temannya itu,bagaimana?".
"Tito yang pintar masak dan Leo sepertinya dia hanya membantu makan saja, hihihi...".
"Baiklah! Tapi pulangnya jangan kemaleman, kalau kamu boncengan sama Brian jaga jarak antara kamu dan dia juga jangan berikan dia kesempatan apa pun,mengerti?".
"Siap laksanakan suami tercinta♡... Oke kalau begitu aku berangkat dulu. love you".
"Hati - hati! Love you more".
Setelah memberitahu suaminya, Lily harus memilih dengan siapa dia boncengan. Brian menawarkan tumpangan kepada Lily dan Lily langsung menerimanya. Semua sudah siap pergi belanja yang dimana Brian membonceng Lily di motornya , Tito membonceng Yuri di motornya, dan Leo hanya sendirian saja.
Makasi yang sudah mampir dan baca.
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>
__ADS_1