Bunga Lily Milik Tuan Edward

Bunga Lily Milik Tuan Edward
Ketemu Sahabat Lily


__ADS_3

Lily menonton video permainan tim yang akan dilawan besok. Setelah menonton Lily baru menyadari kalau para pemain tim musuh adalah teman - temannya waktu di klub basket. Lily mengetahui setiap skill, skill special dan duality yang dimiliki tim tersebut. Dia bingung bagaimana cara memberitahu pelatih dan Sean sebab pasti akan sulit melawan mereka besok.


"Bagaimana ini? Apakah harus memberitahu Sean? Aku bingung" batin Lily di dalam hatinya yang dilanda perasaan bingung dan resah.


"DUARRR!!! MISI!" pintu gedung olahraga ditendang oleh lima orang laki - laki yang tinggi dan proporsi badannya yang terbilang bagus.


Sean dan Lola berdiri kemudian menghampiri lima orang pria tersebut sedangkan Lily sangat terkejut melihat lima pria itu. Lima pria itu menolak jabat tangan Sean dan memilih menghampiri. Lily menoleh ke arah lima pria itu. Dia sangat senang melihat siapa sebenarnya lima pria tersebut.


"Lily!!!".


"Randy!!!" teriak Lily dan salah satu diantara lima pria tersebut.


Mereka berdua berlari menghampiri kemudian saling menggenggam tangan satu sama lain. Lily dan pria bernama Randy itu melompat - lompat kegirangan setelah saling bertemu kembali.


"Ya ampun! Aku sangat senang melihatmu! Aku kira kau tidak kuliah lagi!" ucap Randy yang sangat kegirangan dengan kehadiran Lily.


"Aku juga Randy! Haha... Lama tidak bertemu! Bagaimana kabarmu?" Lily juga merasa senang setelah bertemu teman lamanya.


"Ehmmm... Maaf mengganggu kesenangan kalian tapi Lily... kau kenal Randy?" tanya Sean yang kebingungan dengan melihat persahabatan Lily dan Randy.


"Hahaha... Iya! Dia teman masa SMAku dulu dan dia juga masuk klub basket saat SMA" jawab Lily yang menggandeng tangan Randy.


Sean sangat terkejut dengan tindakan Lily yang beraninya menggandeng tangan pria lain selain suaminya. Dia mulai panik dan takut harus melapor apa nanti ke kakaknya.


"Jadi kau kuliah disini? Jurusan apa kau ambil?" tanya Randy yang masih merasa sangat senang.


"Iya aku kuliah disini dan aku mengambil jurusan akuntasi" jawab Lily yang memberikan senyuman manisnya untuk Randy.


"Sudah kuduga kau akan mengambil jurusan itu" Randy geleng - geleng kepala setelah mendengar jawaban Lily.

__ADS_1


...


Mereka semua duduk melingkar sambil menunggu anggota yang lain tiba. Lily menceritakan kepada Sean mengenai Randy dan timnya. Sean tidak menyangka kalau Randy dan Lily sudah berteman lama bahkan ibu mereka juga menjadi sahabat.


"Aku tidak menyangka kalau Randy dan Lily adalah sahabat" ucap Sean yang mengangguk paham setelah mendengar cerita Lily.


"Hehe... Itu semua bermula dari ibu kami yang jadi sahabat karib bahkan banyak yang mengira kami adalah saudara kembar karena kami memiliki wajah yang mirip" Randy tertawa kecil setelah menanggapi ucapan Sean.


Memang kalau dilihat secara seksama dua sahabat tersebut memang terlihat seperti anak kembar. Mungkin ini adalah pengaruh dari ibu mereka yang sering bersama sehingga jadilah anak mereka yang mirip satu sama lain. Randy menceritakan tentang dirinya saat berada di kampus begitu juga Lily menceritakan hal yang sama. Empat teman Randy yang lain juga merupakan teman Lily saat SMA.


"Hahaha... Ngomong - ngomong Randy kenapa kau datang kesini? Pertandingannya kan besok" tanya Lily yang lupa alasan Randy datang ke kampusnya.


"Ohh... Itu karena aku diraktir oleh kapten timmu dan aku diundang saja datang kesini katanya mau ajak keliling kampus" jawab Randy.


"Ohh... Pantas saja! Sean! Aku saja yang mengajak mereka jalan - jalan" Lily mengajukan diri untuk menjadi pemandu saat berkeliling nanti.


"Ah?! Tidak usah Lily! Aku masih sayang nyawaku, aku saja Lily" Sean langsung panik mendengar ucapan Lily.


BERIKUT ADALAH BAYANGAN SEAN SAAT DIHUKUM.


"Kenapa kau tidak bisa menjaga kakak iparmu?! Apa kau sudah bosan hidup?! Katakan Sean!" Edward membentak Sean sambil membawa senjata api di tangan kanannya.


"Maakkan aku kak! Maaf! Maaf kak! Aku sangat bodoh sehingga bisa mengabaikan kesalamatan kakak ipar! Kumohon kak maafkan aku!" Sean bersujud dihadapan Edward dengan terus mengucapkan kalimat maaf dan mencakupkan dua telapak tangannya.


Edward menatap tajam Sean lalu menodongkan senjata api di dahi Sean yang dia bawa. Sean gemetaran ketika pelatuk sudah ditarik dan...


BERAKHIR SUDAH BAYANGAN DI KEPALA SEAN.


Lily sedikit bingung dengan maksud ucapan Sean tapi dia tetap ingin pergi. Sean sudah sangat panik ketika Lily tetap meminta Lily ingin pergi.

__ADS_1


"Lily! Sean sudah mengatakan kalau kau tidak boleh ikut! Kenapa kau keras kepala sekali?!" Lola membentak Lily dengan keras.


"Apa urusannya sama kamu?! Terserah aku dong! Randy adalah sahabatku jadi wajar saja aku ingin ikut!" Lily membalas ucapan Lola yang tadi.


"Sean itu seniormu! Jadi hormatlah sedikit!".


"Lalu kenapa?! Aku tidak akan mengganggu nanti".


"Awas--...".


Belum menyelesaikan ucapannya mulut Lola dibungkam oleh Sean menggunakan telapak tangannya. Sean akhirnya mengiyakan permintaan Lily tapi dengan syarat dia harus ikut bersama Lily saat berkeliling. Lily akhirnya baru merasa senang setelah keinginannya disetujui. Acara keliling akan dilaksanakan pada pukul sepuluh pagi. Setelah mereka berbincang - bincang para anggota yang lain tiba dan latihan pagi pun dimulai.


Selama latihan semua berjalan lancar dan ada sedikit perubahan akibat komando dari Lily. Randy tersenyum melihat cara melatih yang masih sama dan tidak ada perubahan sama sekali. Lily yang memimpin latihan karena hari ini pelatihnya tidak bisa hadir karena istrinya melahirkan.


Lily memimpih latihan dengan sangat baik dan para anggota mengikutinya dengan sangat santai. Lola sangat iri melihat bagaimana anggota yang lain memperlakukan Lily begitu lembut tidak seperti diri dia dulu. Lily melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul delapan empat puluh.


"Semuanya dengarkan! Sampai sini aku memimpin kalian latihan sisanya dilanjutkan oleh Sean. Aku pamit dulu karena aku ada kelaa sebentar" ucap Lily yang menentang tasnya kemudian berpamitan kepada semuanya.


Semuanya melambaikan tangan pada Lily kecuali Lola. Lily berlari keluar gedung olahraga lalu menuju ruang kelas. Randy sangat kagum melihat sahabatnya menjadi wanita yang sangat baik dan memiliki kepribadian yang bagus. Tapi Randy merasakan sesuatu yang aneh saat menggandeng tangan Lily. Mata Randy tidak sengaja melihat jari manis kanan Lily yang dimana terdapat cincin melingkar pas ditangannya dan terdapat tulisan Edward and Lily. Randy akan menanyakan hal ini saat dia mendapatkan situasi yang sesuai.


"Hei kalian! Boleh aku ikut main?" tanya Randy yang ingin ikut bergabung latihan.


"Silakan saja!" jawab Sean yang melempar bola ke arah Randy.


Randy berhasil mendapat bola tersebut kemudian dia berlari sambil mendrible bola tersebut. Yang lain kagum melihat kecepatan berlari Randy dan kelincahan dia menghindari musuhnya tapi tidak semudah itu Sean berhasil menghadang Randy.


Penasaran ya??? Besok lanjut lagi guys


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA SEMOGA BETAH TERUS DI NOVEL INI.

__ADS_1


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>


__ADS_2