
Max mengambil potongan mangga muda tersebut. Sean dan Edward ingin menghentikan Max tapi sudah terlambat. Yuri dan Zeta ikut mengambil potongan mangga muda itu.
"Hmmm... Enak sekali! Beneran ini enak" ucap Max yang kegirangan memakan potongan mangga muda itu.
"Max? Apa kau sakit?" tanya Edward yang heran melihat sepupunya tersebut yang tidak merasakan rasa asam mangga muda tersebut.
"Edward! Apa kau lupa aku punya penyakit ageusia?" jawab Max yang mengambil kembali potongan mangga itu.
"Ohh... Iya" Edward mengangguk paham.
"Apa ageusia?" Lily bertanya dengan sibuk memakan potongan mangganya.
"Ageusia adalah penyakit yang yang dimana penderitanya tidak bisa merasakan rasa asam melainkan ia bisa merasakan rasa asin,manis,atau metalik. Jadi aku tidak bisa merasakan rasa asam sama sekali,hahahaha...." Max menjelaskan sedikit tentang penyakitnya.
"Curang kau! Cih!" Edward kembali memakan potong mangga muda walaupun harus menahan rasa asam.
Max hanya tertawa mendengar ucapan Edward. Lima orang tersebut memakan potongan mangga yang dimana tiga orang menahan rasa asam dan dua oranf keasikan memakan mangga.
Yuri tiba - tiba saja teringat kalau Lily akan menceritakan tentang kisahnya selama melewati lima ujian itu. Dia duduk mendekat ke sebelah Lily.
"Lily! Jadi kamu cerita? Tentang kamu melewati lima ujian tersebut" tanya Yuri.
"Oh iya! Kalau begitu duduk yang rapi semuanya! Baiklah aku mulai ceritanya. Aku sangat ingat saat itu kalau aku dan Edward datang ke rumah lama Davis. Saat disana semua keluarga Davis datang untuk menguji diriku. Kan yang seperti aku katakan sebelumnya kalau aku memiliki lima ujian yaitu terdiri dari ujian memasak,ujian menghafal nama keluarga Davis, ujian membantu bisnis, ujian ketahanan dalam keadaan apapun,dan yang terakhir adalah ujian tahan terhadap pelakor. Sebelum ujian dimulai kakeknya Edward bertanya banyak hal tentang diriku dimulai dari nama,keluarga mana,pendidikan dan masih banyak".
"Ujian pertama adalah memasak. Aku disuruh memasak untuk semua keluarga disana dengan bahan yang sudah disediakan dan susunan menunya harus ada makanan pembuka,makanan utama,soup,dan dessertnya. Di dapur aku memasak apa yang aku bisa tapi sesuai dengan susunan menunya. Kalau tidak salah aku memasak dimsum untuk makanan pembuka, cap cay dan ayam saus tiram untuk makanan utama,untuk soupnya aku memasak soup jahe saja,dan dessertnya aku pakai pudding. Tanggapan semua keluarga Davis bermacam - macam dimulai dari enak sekali,lezat, ini sangat enak aku menyukainya,bagaimana caramu memasak? Ini sangat enak dan masih banyak lagi. Jawabanku hanya tersenyum saja".
"Ujian selanjutnya adalah menghafal nama keluarga Davis. Aku tidak memiliki masalah dalam menghadapinya kebetulan aku sudah hafal semua nama keluarga Davis dimulai nama panggilan,nama lengkap,bisnis apa,dan lain - lain".
__ADS_1
"Ujian ketiga adalah membantu dalam bisnis. Bisnis yang digeluti oleh orang tua Edward bergerak di bidang kendaraan,perhotelan,dan properti. Disana aku disuruh bikin desain mobil lalu akan dinilai oleh kakeknya Ryan. Untungnya aku pernah ikut kelas desain jadi tidak memiliki masalah dalam hal menggambar dan kakeknya Ryan sangat menyukainya".
"Selanjutnya ujian keempat adalah ujian ketahanan dalam keadaan apapun. Maksud ujian ini adalah aku diuji apakah aku tahan dalam kondisi miskin,bangkrut,dan ceritanya Edward cacat. Aku tidak mempermasalahkan diriku dalam keadaan apapun asalkan aku tetap bersama Edward baik miskin atau kaya,baik cacat atau tidak. Kakeknya Ryan sangat suka melihat ketahananku di ujian keempat ini".
"Ujian terakhir adalan ujian pelakor,apakah aku bisa mengusir pelakor atau tidak? Dan aku harus merebut kembali Edward. Dalam ujian ini benar - benar hampir membuatku menangis tapi aku berusaha sekuat tenaga untuk melawan pelakor tersebut. Pelakor itu benar - benar menggoda Edward menggunakan badannya namun aku bisa menanganinya dengan baik. Aku berhasil merebut Edward kembali dan membuat suamiku ini semakin jatuh cinta kepada diriku" jawab Lily yang panjanh lebar menjelaskan pengalaman dia melewati lima ujian tersebut.
Yuri sangat terpukau mendengar kisah Lily. Zeta juga terdiam setelah mendengar perjuangan adiknya demi mendapatkan Edward. Max hanya tersenyum saja karena dia tidak bisa datang ke acara tersebut disebabkan dirinya harus menyelesaikan kuliahnya.
"Kau hebat Lily! Itu sangat hebat! Lalu apakah Edward tidak memiliki ujian saat akan menikah?" Yuri masih penasaran dengan kisahnya Lily.
"Ada! Tapi hanya empat saja dan ujiannya sama" Lily menyuapi Edward potongan mangga muda tersebut.
"Hmmm... Sistem ini sudah lama dipakai di keluarga Davis?".
"Lumayan lama. Eh Yuri! Apa kau tahu siapa menantu utama sebelumnya?".
Yuri terdiam mendengar ucapan Lily lalu menoleh ke arah Max. Pak dosen tersebut sudah tahu kalau dirinya akan dipandang oleh Yuri. Zeta mengajak Edward berbicara sebentar di tempat lain.
"Kenapa kau tidak cerita?" tanya Yuri yang kelihatan sangat kesal.
"Memangnya penting?" Max malas menjawab pertanyaan tersebut dan lebih fokus makan.
"Itu penting! Jika aku mau ketemu ibumu berarti aku bertemu menantu utama keluarga Davis sebelumnya" Yuri mendorong tubuh Max sebagai pelampiasan rasa kesalnya.
"Aku tidak mau menjadikan calon istriku sebagai menantu utama karena jadi menantu utama sangat berat".
Yuri kembali mendorong Max lalu lanjut memakan potongan mangga. Lily yang baru sadar suaminya dibawa pergi oleh Zeta,segera menoleh kanan kirinya. Dia kelihatan khawatir dan air matanya mulai turun.
__ADS_1
"Mana Edward? Mana suamiku? Sean dimana suamiku?!" tanya Lily yang menggoyangkan tubuh Sean.
"Kakak sedang berbicara dengan kak Zeta... aee...aee... Sudah kak! Pusing kepalaku!" jawab Sean yang menghentikan Lily untuk mengguncang tubuhnya.
"Aku mau Edward! Aku mau Edward! Aku mau Edward sama susu stroberi!" tuntut Lily yang merengek minta sang suami.
"Tunggu sebentar kak! Kak Edward lagi ngomong sama kak Zeta" Sean berusaha menenangkan kakak iparnya tersebut.
Akhirnya yang diminta Lily pun datang. Lily langsung melebarkan tangannya yang sebagai tanda dirinya minta dipeluk. Edward langsung menuruti permintaan sang istri. Zeta sedikit jijik melihat tubuh Lily yang mulai melar.
"Kenapa Lily semakin gemuk?" tanya Zeta tanpa rasa ragu sama sekali.
Sean dan Max langsung menoleh ke arah Zeta dengan pandangan melotot yang dimana mata mereka hampir keluar. Lily melihat lengan,paha,dan perutnya. Yang dikatakan kakaknya ada benarnya tubuh Lily semakin melar.
"Sayang~... Aku gendut..." ucap Lily yang hampir menangis.
"Tidak baby! Tidak baby! Baby tidak gendut sama sekali! Baby kelihatan seksi ketika baby lagi hamil begini, aku sangat menyukainya. Lagipula baby kan masih hamil jadi wajar saja tubuh baby semakin berisi itu untuk memenuhi nutrisi Pinpin jadi baby tidak gendut sama sekali" jawab Edward yang memeluk Lily lalu memberikan kecupan ringan di pucuk kepala Lily.
Max sudah kenyang melihat pemandangan dihadapannya. Dia menoleh ke arah Yuri lalu mengatakan,
"Bikin bayi yuk!".
"PLANG!!!... Belum saatnya!" jawab Yuri dengan memukul Maz menggunakan mangkuk.
MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA LOVE YOU GUYSSSS
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>
__ADS_1