
Maaf ya author kemarin tidak update dari kemarin karena ada aja kesibukkan author,kadang author kesel juga
Sekali lagi author minta maaf ya.
Dalam perjalanan menuju rumah sakit, Yuri tidak henti - hentinya menelpon Edward melalui ponsel Lily. Kondisi Lily mulai agak kesakitan dan tertekan.
Yuri tetap menenangkan Lily supaya agat rasa sakitnya tidak terlalu terasa. Wajah Lily memerah dan dia terus merasakan sakit.
Akhirnya panggilan Yuri dijawab. Yuri langsung memberitahu Edward mengenai kondisi istrinya. Setelah mendapat informasi tersebut Edward langsung menuju rumah sakit yang dituju Yuri. Dia tidak ingin terlambat melihat perjuangan istrinya dalam melahirkan buah hatinya.
Tidak lama kemudian Edward telah sampai di rumah sakit dan melihat Yuri berdiri di bagian administrasi. Edward menghampiri Yuri.
"Yuri! Dimana Lily? Dimana dia?!" tanya Edward yang dalam keadaan panik.
"Ikut aku! Lily sedang berada di ruang persalinan" jawab Yuri yang langsung menuju ruang persalinan dengan diikuti oleh Edward.
Saat di depan ruang persalinan ada seorang perawat disana. Edward menanyakan kondisi istrinya kepada perawat tersebut.
"Apakah tuan adalah suami dari ibu ini?" tanya perawat tersebut untuk memastikan identitas Edward.
"Ya aku suaminya! Dimana istriku?" jawab Edward yang makin ketakutan.
"Kalau begitu tuan harus pakai pakaian khusus jika ingin masuk" perawat tersebut mempersilakan Edward masuk dan memberikannya pakaian khusus.
Setelah memakai pakaian tersebut barulah Edward diizinkan masuk. Edward terkejut melihat keadaan istrinya yang bercucuran keringat,mukanya memerah,dan wajahnnya yang mengkerut karena sakit.
"Baby~... ini aku baby,ayo pegang tanganku" ucap Edward yang yang menggenggam tangan dan mencium kening istrinya.
"Hahh... sayang.... sakit sekali...." jawab Lily yang memegang erat tangan suaminya.
"Iya baby terus seperti itu pegang erat tanganku dan lampiaskan semua rasa sakitmu kepadaku,baby" tangan Edward yang satunya mengelus wajah istrinya.
Lily terus mengeluarkan seluruh energinya demi sang anak. Dokter yang membantu persalinan Lily tetap mendukungnya. Edward memberikan sentuhan menenangkan untuk mengalihkan rasa sakit istrinya.
"Ayo bu sedikit lagi! Sedikit lagi" dokter tersebut bisa melihat bayi kecil yang akan keluar.
Lily terus mendorong dan mendorong. Beberapa menit kemudian akhirnya sang bayi lahir. Edward dan Lily merasa lega mendengar suara tangisan diujung sana.
Dokter tersebut kemudian memotong ari - arinya lalu membasuhnya. Edward mengelap keringat yang berada di kening Lily. Dokter tersebut kembali dengan keadaan bayi yang sudah bersih dan terbalut handuk.
"Selamat tuan dan nyonya! Bayi yang kalian dapatkan berjenis kelamin laki - laki" ucap dokter yang memberikan bayi tersebut kepada Edward.
Kedua tangan Edward menggendong putranya yang baru lahir tersebut. Edward merasa terharu saat menggendong putranya tersebut. Di tangannya terasa sangat lembut,halus,dan kecil.
"Lihat baby! Ini anak kita! Ini anak kita! Hahaha..." ucap Edward yang menunjukkan bayi kecil tersebut ke hadapan Lily.
"Kau benar sayang....heh... ini anak kita yang paling tampan dan paling baik.... selamat datang Luke" jawab Lily yang mengecup kening putranya.
"Tuan sebaiknya ikuti perawat saya dan saya harus mengobati obat bekas persalinan istri anda" ucap dokter tersebut yang sudah siap dengan alat jahitnya.
Edward mengikuti perawat tersebut menuju ruang para bayi ditempatkan. Disana bayi kecil tersebut ditimbang,diukur, dan diberi nama. Setelah semua proses tersebut baru diletakkan di tempat tidur bayi yang berbentuk kotak. Di depan kotak tersebut sudah bertuliskan nama bayi Edward yang bernama Lawrence Leondranda Luke.
__ADS_1
Edward keluar dari ruangan tersebut dan terkejut mendapati ada papa dan mamanya disana beserta Yuri dengan Max. Mereka semua seperti menantikan jawaban dari Edward.
"Bayinya sudah lahir dan berjenis kelamin laki - laki dan namanya Lawrence Leondranda" ucap Edward yang memberikan jawaban yang diinginkan.
Semuanya langsung mengeluarkan senyuman bahagia mereka. Papa dan mama Edward sangat senang mendengar kabar tersebut dan langsung masuk ke ruangan tersebut.
"Selamat dulu bro! Sudah jadi ayah ternyata sepupuku ini" ucap Max yang memberi selamat kepada Edward.
"Makasi bro! Mau nyusul?" jawab Edward yang menepuk bahu Max.
"Kayaknya nantian aja mungkin sekitar semester empat atau lima baru aku ajak berproduksi" mendengar ucapan Max tersebut Yuri langsung mencubit lengan kekar kekasihnya.
"Hahaha.... ya sudah kalau begitu aku mau lihat keadaan istriku dulu" Edward berjalan meninggalkan dua orang tersebut.
Edward mengetuk pintu kemudian baru dia masuk. Dia melihat istrinya yang sudah selesai diobati dan tampak lelah sekali.
"Baby~.... bagaimana keadaanmu? Bagian yang mana masih sakit?" tanya Edward yang menghampiri lalu mengelus kepala istrinya.
"Masih sakit sedikit walaupun ya masih nyeri - nyeri sedikit" jawab Lily yang memegang tangan suaminya.
"Hehe... kau telah melakukan yang terbaik dan selamat ya ibu".
"Terima kasih dan selamat ayah".
Suasana kebahagiaan terpancar dari ayah dan ibu tersebut. Edward memijat bahu Lily ditambah dia memberikan segelas teh hangat.
"Ngomong - ngomong sayang,dimana anak kita? Aku mau melihatnya" ucap Lily yang meletakkan gelas tehnya di atas nakas.
"Aku mau makan tapi masakannya mama".
"Tunggu sebentar ya baby aku mau panggil mama dulu mungkin saja ada bawa makanan".
Edward beranjak meninggalkan ruang persalinan. Di saat yang bersamaan pula papa dan mamanya keluar dari ruangan bayi. Tampak dari wajah papa dan mamanya ada sedikit kerutan.
"Mama! Lily minta makan masakan mama" ucap Edward dihadapan mamanya.
"Kebetulan mama juga bawa makanan dan itu adalah favoritnya Lily" jawab mama Kiana yang memberikan bungkusan berisi masakannya.
"Makasi ma,kenapa ekspresi mama kayak gitu? Ada masalah?" Edward menerima bungkusan makanan tersebut.
"Kenapa nama marga anakmu bukan marga kita? Kenapa harus marganya Lily?" mama Kiana meletakkan kedua tangannya di pinggang.
"Yahhh... karena ini permintaan kakaknya Lily terus sudah disetujui sama kakeknya Lily sama kakek juga jadi mau bagaimana lagi".
"Ya paling tidak kasi tahu mama dulu kek,terus alasannya apa?".
"Ya aku juga tidak tahu yang tahu hanya tiga saudara itu saja".
"Kenapa kamu tidak menanyakannya?".
"Ya mana berani ma kan keluarga Lily lebih berkuasa dari pada kita".
__ADS_1
Mama Kiana hanya geleng - geleng kepala saja. Edward kembali masuk ke ruang persalinan dan menemani Lily makan. Papa Jack dan mama Kiana mulai membicarakan marga keluarga yang dipakai cucu pertama mereka.
"Wahh... wahh... wah... ternyata ada nyonya Kiana bersama suaminya,lama tidak bertemu nyonya bagaimana kabar nyonya?" tanya Hazel yang tiba - tiba muncul di belakang mama Kiana bersama dengan Zeta.
"Astaga! Ternyata nak Hazel! Lama tidak bertemu, saya kabar baik kok kalau nak Hazel bagaimana?" jawab mama Kiana yang menghadap Hazel.
"Saya kabar baik juga kok" Hazel berjalan memasuki ruangan tempat baby Luke.
"Nyonya Kiana sebaiknya terima saja nama marganya karena kalau tidak nyonya akan dalam bahaya,saya permisi" ucap Zeta yang memperingatkan mama Kiana.
"Terserah kalian saja yang penting anak saya bahagia" jawab mama Kiana yang melihat Zeta ikut masuk.
Mari kita beralih ke pasangan suami istri yang baru saja menjadi orang tua. Edward menyuapi Lily dengan sup ayam buatan mama Kiana. Pancaran kebahagiaan diantara mereka semakin terpancar dengan kehadiran buah hati mereka.
"Nanti selesai baby makan baru kita lihat baby Luke" ucap Edward yang menyuapi istrinya.
"Oke sayang,aaa....mmm" jawab Lily yang memakan suapan yang diberikan.
"Ke depannya pasti akan menjadi hari yang berat tapi menyenangkan".
"Kenapa memangnya?".
"Karena aku mempunyai dua baby yaitu my baby wife and my baby Luke".
"Hahahaha... kamu kenapa sih? Hahaha....".
"Hahaha... ya sudah ayo habisin dulu".
Edward kembali menyuapi Lily dan sesekali mengerjainya. Lily memukul pelan suaminya dan menanggapinya dengan tawa saja.
Selesai makan untuk menambah energi sekarang saatnya Lily melihat kembali wajah baby Luke. Edward menggendong baby Luke menuju ruang inap yang dimana Lily sudah dipindahkan.
Terlihat jelas di wajah Lily bahwa dia sangat bahagia. Bayi yang dia kandung selama sembilan bulan lebih ini akhirnya lahir juga ke dunia dengan wajah yang lumayan mirip dengannya.
"Ya ampun.... sini sayang biar aku gendong" ucap Lily yang mengulurkan kedua tangannya.
"Hati - hati gendongnya baby" jawab Edward yang memberikan baby Luke kepada ibunya.
Lily menggendong sang putra dan dapat dirasakan kalau putranya itu kecil juga berat. Edward duduk di pinggir bangsal dan merangkul istrinya.
"Hei lihat sini! Satu.... dua.... tiga... cekrek!" ucap Max yang memfoto keluarga kecil yang baru terbentuk tersebut.
Edward dan Lily hanya tertawa saja melihat Max. Kemudian Max menunjukkan hasil foto tersebut.
Selamat kepada Edward dan Lily( naaf ya author tidak ada fotonya untuk foto bertiganya).
Foto baby Luke, sumber from twitter
MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA
__ADS_1
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>