
Semenjak hari itu Lily harus diam di rumah tanpa keluar sama sekali. Kalau pun ingin keluar batasnya cuman sampai halaman rumah. Edward melakukan penyelidikan selama beberapa tapi masih belum menemukan apa penyebab penyerangan ini. Lily yang melihat sang suami kesusahan menemukan penyebab tersebut, memutuskan untuk membantunya.
"Sayang" panggil Lily yang berdiri di ambang pintu ruang kerjanya.
"Hm? Kenapa baby? Apa baby perlu sesuatu?" tanya Edward dengan banyak kertas berserakan disekitarnya.
"Ehmmm... Tidak ada sayang aku hanya memastikan kalau kau baik - baik saja dan jika kau dalam kesulitan menemukan sumber masalahnya mungkin saja aku bisa membantumu" jawab Lily yang berjalan masuk mendekati Edward di meja kerjanya.
"Astaga baby.... Maaf ya telah membuatmu khawatir" Edward merasa bersalah telah membuat sang istri khawatir.
"Jangan khawatir sayang! Aku hanya ingin membantumu" Lily berdiri di sebelah meja kerja sang suami.
Edward melingkarkan tangannya di pinggang Lily kemudian menariknya sampai terjatuh di pangkuannya. Lily merasa malu saat dirinya dipangku karena ini adalah pertama kali dirinya dipangku sedangkan selama masa pacaran mereka hanya melakukan pegangan tangan saja dan tidak lebih.
Edward memperlihatkan beberapa kertas yang bertuliskan segala informasi tentang kelompok mafia dan setiap transaksi yang dilakukan dengan Edward. Lily mengambil beberapa kertas tersebut kemudian membacanya dengan teliti. Kertas yang diambil Lily adalah informasi tentang transaksi terakhir kali mafia tersebut dengan Edward tepatnya lima hari yang lalu. Transaksi yang dilakukan adalah mengirim beberapa sen jata, barang langka, termasuk informasi rahasia.
"Sayang! Menurutku ada yang menyabotase barang transaksimu" ucap Lily yang menunjuk ke arah gambar yang ada di kertas yang dia pegang.
"Aku juga merasa begitu tapi kita melakukan transaksinya di tempat sepi jadi tidak mungkin ada kamera cctv disana" jawab Edward yang beralih mengambil kertas lain.
"Hmm.... Mungkin ada pengkhianat di salah satu tim yang bertujuan merusak hubungan kerja sama dua belah pihak. Karena dia tahu kau akan melakukan transaksi maka dia langsung melakukan sabotase" Lily kembali mengungkapkan opininya yang lain.
"Mungkin saja baby..... Tapi bagaimana cara kita menangkapnya? Apakah kita harus memeriksa satu - persatu?" Edward menyentuh kepala Lily kemudian mengusapnya.
__ADS_1
"Kalau diperiksa satu persatu yang ada mereka tidak mau mengaku. Aku punya rencana! Rencananya adalah......" Lily membisikkan rencana ke telinga suaminya.
"Itu ide bagus baby! Baiklah kita akan melakukannya sekarang" Edward menyetujui rencana Lily.
Mereka berdua langsung pergi ke ruang tamu. Edward tidak menyangka kalau sang istri bisa memikirkan rencana sebagus ini.
Di ruang tamu, Edward melakukan penyusunan rencana dengan dua asisten terpecayanya. Dua asisten itu sudah diberitahu tentang rencana penangkapan pengkhianat ini. Jadi mereka berdua hanya perlu mengikuti alurnya saja.
Beberapa menit mereka bertiga melakukan pernyusunan rencana masih belum ada pergerakan dari pengkhianat tersebut. Lily yang memperhatikan dari dapur dengan tiga maid lainnya. Istri dari Edward ini sengaja mengamati dari dapur karena dapur lah spot yang bagus untuk mengamati setiap sudut rumah. Jika ada salah satu orang yang keliatan di suatu tempat di rumah tersebut maka Lily langsung memberikan kode kepada Edward.
Rencana penangkapan ini hanya diketahui oleh orang - orang tertentu saja sedangkan untuk rencana penyusunan rencana hanya diketahui oleh semua orang yang ada di rumah tersebut. Edward tetap memperhatikan sekitar agar tetap waspada saja.
Setelah sekian lama menunggu akhirnya ada orang yang melakukan pergerakan. Lily mengetahui lokasi orang tersebut dan langsung saja mengintip dari dapur. Nyatanya orang tersebut tidak sendirian melainkan mereka berjumlah enam orang. Lily tidak menyangka kalau pengkhianatnya akan sebanyak ini. Tangan Lily memberi kode kepada Edward. Sang suami melihat kode tersebut dan berusaha bersabar karena jika menangkap orang tersebut secara tiba - tiba maka rencana mereka akan kacau.
Edward beranjak dari sofa menuju dapur yang dimana hanya berpura - pura mencari sang istri. Dua asisten Edward yang melihat kode mereka langsung bergerak mengendap - endap. Lokasi enam orang tersebut ada di bawah tangga.
"Sudah ketemu baby.... Bersabarlah" bisik Edward di belakang telinga Lily.
"Baiklah" Lily mengangguk paham.
Langkah semakin dekat menuju arah tangga dan GREPPP!!!..... Enam orang tersebut langsung jatuh melalui tali yang dibentangkan oleh dua asisten Edward tadi. Dengan cepat dua asisten Edward mengikat enam kaki orang tersebut. Setelah mereka tertangkap Edward segera menghampiri dan tidak lupa membawa senja ta untuk jaga - jaga.
Enam orang tersebut terlihat menggeliat saat kaki dan tangannya diikat. Edward berdiri dihadapan enam tersebut dengan salah satu kakinya di atas kepala salah satu musuh.
__ADS_1
"Ohh..... Jadi kalian para pengkhianat itu?! Bagus! Sekarang ayo kita introgasi mereka ini!!!" ucap Edward yang meminta agar enam orang tersebut dibawa ke ruang introgasi.
Lily juga ikut senang saat pelakunya tertangkap. Tapi sebelum Edward pergi ke ruang introgasi, dia meminta agar sang istri tidak masuk dan segera membuatkan makan siang. Lily langsung saja menuruti perintah Edward.
●.•●.•●.•●.•●.•●.•●.•●.•●
Setelah melakukan introgasi yang cukup lama Edward mendapatkan banyak informasi baru dan beberapa barang bukti. Memang benar mereka berenam yang melakukan sabotase tapi mereka itu tidak mau mengungkap siapa yang menyuruh mereka. Bagi Edward itu adalah hal cukup karena mereka mengaku saja jalan keluar sudah terlihat.
Edward kembali ke dapur untuk menemui sang istri. Baru saja berjalan mendekati dapur, Edward bisa mencium aroma masakan Lily. Dengan segera dia langsung pergi ke dapur.
Di dapur, Lily sibuk memasak sendirian. Yoh? Bukankah ada tiga maid tadi? Kenapa Lily bisa memasak sendirian?. Memang benar ada tiga maid tadi disana tapi ini adalah keinginan sendiri untuk memasak makan siang untuk suaminya. Akhirnya tiga maid itu mengalah dan membiarkan nona Lily melakukan apa yang ingin dia lakukan.
Beberapa menit kemudian makan siang buatan Lily sudah matang. Saat Lily akan memindahkan makan siang tersebut ke meja makan, dirinya dikejutkan dengan Edward yang berdiri di belakangnya. Edward berdiri dengan kedua tangan dilipat di depan dada. Lily sudah tahu maksud Edward tersebut walaupun dirinya hanya melihat ekspresi wajahnya.
"Sini baby biar aku saja yang pindahkan" pinta Edward yang mengulurkan kedua tangannya.
Lily menuruti ucapan sang suami. Edward memindahkan makan siangnya ke meja makan kemudian dilanjutkan makan siang bersama. Sang suami menceritakan tentang hasil introgasi tadi dan sang istri mendengarkan dengan seksama. Lily sudah menduga kalau diantara anak buah Edward pasti ada yang berkhianat tapi menurut dia juga di kelompok mafia tersebut pasti ada beberapa teman mereka disana.
Para pelaku sudah tertangkap dan bukti juga sudah didapatkan sekarang tinggal menyerahkannya. Edward memang sudah menyerahkan semua barang bukti dan sudah memberikan penjelasan kalau barang yang dia berikan adalah asli tapi ada yang menurkarnya dengan barang palsu.
Walaupun sudah dijelaskan kelompok mafia tersebut masih kurang percaya dan tetap menyerang anak buah Edward. Jadi selama setahun itu Edward harus membuat kepercayaan pemimpin mafia tersebut tumbuh kembali. Dan sekarang kepercayaan tersebut sudah tumbuh ditambah pemimpin mafia itu rela membantu Edward dalam keadaan apapun tanpa imbalan sama sekali.
Lily sangat senang bisa melihat hubungan kerja sama bisa terjalin kembali dan dirinya bisa keluar rumah lagi. Ditambah Edward membiarkannya untuk melanjutkan pendidikan.
__ADS_1
MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>>>