Bunga Lily Milik Tuan Edward

Bunga Lily Milik Tuan Edward
Membahas taktik si kembar


__ADS_3

Lily dan pak pelatih melihat permainan para pemain yang tidak ada gangguan sama sekali. Sean dan teman timnya memiliki kerja sama yang bagus juga mereka memiliki komunikasi yang bagus. Tapi ada yang mengganggu pikiran Lily yaitu tentang kerja sama timnya.


"Pak! Apa kerja sama ini baik - baik saja? Masalahnya saya mengenal dua anggota tim musuh" Lily mulai mengkhatirkan timnya.


"Eh? Yang mana kau kenal?" sang pelatih melirik sedikit ke Lily dan kembali pada permainan tim.


"Iya! Nanti saya jelaskan saat istirahat nanti" Lily kembali melihat ke tumpukan lembaran kertas di tangannya.


Pak pelatih tidak memberikan jawaban dan lebih fokus ke alur permainan. Lily memahami pandangan pak pelatih terhadap timnya dan dia hanya bisa mengingat kembali tentang informasi kakak sepupunya.


Para penonton wanita berteriak menyemangati setiap pemain. Walaupun Dovan masih duduk di pinggir lapangan tetap ada supporter yang memberi dukungan. Teriakan semakin kencang saat Sean mengangkat bajunya dan menampakkan perut kotak - kotaknya. Saat ini Lola tidak bisa hadir karena memiliki jadwal kelas yang padat.


"KAK SEAN!!! I LOVE YOU!!! AKU RELA JADI YANG KEDUA!!!".


"KAK SEAN AKU PADAMU!!! AKHHH!!! KAK SEAN TAMPAN SEKALI!!!".


"KAK SEAN!!! JADIKAN AKU YANG KEDUA! AKU RELA!".


Suara teriakan tersebut hanya untuk Sean saja. Karena beberapa pemain cemburu mendengar teriakan tersebut mereka melakukan hal yang lebih ganas yaitu membuka bajunya. Kemudian mereka lempar bajunya ke arah Lily.


Karena Lily.merupakan manajer yang baik dia melempar baju timnya ke para penonton. Para penonton berebutan untuk mendapatkan baju dari setiap pemain sampai ada yang sobek. Baju yang sobek tersebut adalah baju milik Kevin.


"Lily! Kenapa kau melemparnya kesana?!" teriak Kevin dari sisi lapangan yang lain.


"Itu salahmu sendiri! Siapa suruh melempar bajumu kepadaku!" balas Lily.

__ADS_1


...****************...


Latihan dihentikkan untuk mendengar penjelasan Lily mengenai pemain andalan tim musuh besok. Lily mulai membicarakan kakak sepupunya tersebut.


"Baiklah semuanya! Tolong dengarkan ini baik - baik! Aku hanya mengetahui dua pemain diantara semuanya. Jadi dua pemain ini adalah anak kembar juga adalah kakak sepupuku yang bernama Hiko dan Hino. Mereka berdua ini memiliki kerja sama tim yang sangat bagus apakagi mereka memiliki skill untuk merusak kerja sama tim jadi,aku minta kepada kalian semua tetap pertahankan komunikasi kalian jangan sampai terpengaruh oleh mereka! Sangat berbahaya! Terpengaruh sedikit saja dapat merusak kerja sama yang kalian bangun,apa kalian paham?".


"Aku mau bertanya!" Dovan megangkat tangan kanannya.


"Apa? Tumben kau bertanya".


"Aku sayang tim makanya aku bertanya. Apa mereka berdua memiliki skill khusus yang harus kita hindari?" tanya Dovan mengenai si kembar.


"Ada! Mereka dulu mendapat double illusion. Skill mereka seperti ini, jika Hiko yang duluan berlari maka, Hino yang akan mengumpan tapi sebenarnya mereka hanya tukar posisi saja. Dengan menggunakan kemiripan wajah dan fisik,mereka berdua menjadikan senjata utama mereka".


"Aku tidak mengerti, apa kau bisa menjelaskan lebih detail lagu?" Dovan masih berusaha mengolah ucapan Lily di kepalanya.


"Maksudmu adalah mereka membuat pantulan diri mereka sendiri seperti mereka berdiri di depan cermin?" tanya Sean yang mulai memahami taktik bermain si kembar.


"Tepat sekali! Intinya jangan biarkan mereka sejajar jika tidak habis sudah kita".


"Tapi bagaimana mereka tiba - tiba pindah tempat saat pantulan mereka dipotong atau dihalangi oleh salah satu pemain? Biasanya jika posisinya tidak pas maka,mereka akan ganti tempat" tanya Kevin.


"Mereka akan pindah tempat tapi biasanya mereka tidak melakukan posisi sejajar namun posisi memotong. Biasanya Hiko akan mengumpan terlebih dahulu kepada Hino jika mereka mulai merasa akan dihalangi. Kemudian Hino secepat mungkin berlari barulah disana Hiko mengumpan lagi kepada Hino,apa kalian mengerti?".


Semuanya mengangguk paham. Pak pelatih tidak menyangka yang mereka hadapi adalah tim perusak kerja sama.

__ADS_1


Setelah semua pembahasan latihan pagi dibubarkan dan semuanya kembali ke kelas masing - masing. Sean menghampiri kakak iparnya yang kelelahan sambil meminum susu hamilnya.


"Kak Lily kenapa? Perutnya sakit lagi? Atau ada hal lain?" tanya Sean yang mengkhawatirkan kondisi Lily.


"Tidak! Aku hanya kelelahan saja tidak perlu khawatir" jawab Lily yang menggelengkan kepalanya.


"Ohh... Bumil muda keluarga Davis cepat sekali kelelahan" Sean sengaja sedikit menyinggung tentang kehamilan Lily.


"Tunggu! Darimana kau tahu aku sedang hamil? Apa Edward yang memberitahumu?".


"Iya! Tapi baru aku saja yang diberitahu, tenang saja kak! Aku tidak akan memberitahu siapapun tentang hal ini sebab kak Edward sudah memberikanku kartu atmnya kepadaku".


"Ternyata kau sudah kena sogok, haaa... Sudahlah! Aku mau balik ke kelas. Ngomong - ngomong tolong bantu aku berdiri kakiku tidak kuat".


Sean meraih tangan Lily kemudian membantunya berdiri. Lily sangat senang setelah dirinya berhasil berdiri.


"Terima kasih Sean! Aku ke kelas dulu" ucap Lily yang pergi ke kelasnya.


Sean melambaikan tangannya kepada Lily. Tidak berselang lama sang kekasih datang mengagetkan Sean.


"Dor! Hai sayang! Bagaimana latihannya? Apa kau lelah?" tanya Lola dengan perasaan senang.


"Hai juga sayang! Latihan hari ini memang lelah tapi... Karena kau sudah datang rasa lelahku langsung sirna" jawab Sean yang sedikit menggombal kekasihnya.


Lola mencubit pinggang Sean lalu dia lari begitu saja. Sean berlari mengejari Lily sampai dia menangkapnya. Kedua pasangan ini mungkin jarang author ceritain karena merupakan karakter sampingan tapi jika kalian ingin mengetahui keromantisannya maka,komen di bawah ya.

__ADS_1


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>


__ADS_2